MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Kamis, 20 September 2018 12:00
Divonis 12 Tahun, Enam Korban Masih di Bawah Umur
Terdakwa Sodomi Itu Memaksa Anak Bertindak Asusila
MASIH SEMPAT TERSENYUM: Pandu Dharma Wicaksono keluar dari sel Pengadilan Negeri Balikpapan, Rabu (19/9).(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  – Setelah melewati proses persidangan selama tiga bulan, terdakwa asusila Pandu Dharma Wicaksono (PDW) akhirnya divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Rabu (19/9). Tepat pukul 16.50 Wita di Ruang Sidang Kartika, Hakim Ketua Agus Akhyudi memvonis dan mengetukkan palu.

“Melakukan pidana dengan sengaja memaksa anak untuk melakukan perbuatan cabul. Menjatuhkan pidana pada terdakwa Pandu Dharma Wicaksono dengan pidana penjara selama 12 tahun dan pidana denda Rp 1 miliar, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar diganti kurungan enam bulan. Menetapkan terdakwa ditahan,” ucap Agus Akhyudi membacakan putusan.

Pandu yang berdiri terlihat tegar. Setelah diberi waktu menanggapi, dia pun langsung mengajukan banding setelah berdiskusi dengan tim kuasa hukumnya, Mabrur Tabrani dan Tri Hendro Puspito.

“Saya ajukan banding,” kata Pandu kepada majelis hakim disaksikan pula Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Balikpapan, Muhammad Mirhan.

Usai mendengar pernyataan Pandu, hakim Agus Akyudi didampingi hakim anggota Bambang Setyo Widjonarko dan Harlina Rayes memberikan waktu tujuh hari dalam proses banding, dia pun menutup persidangan dengan ketukan palu tiga kali. Terdakwa yang mengenakan baju tahanan itu mendatangi ketiga hakim tadi bersalaman dan mencium tangannya.

Puluhan pengunjung sidang yang mayoritas perempuan terharu. Menangis bahagia sambil berpelukan bersama para kerabatnya. Mereka berasal dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP2T) Balikpapan, penyidik Subdit Remaja Anak Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Balikpapan, organisasi pemerhati perempuan dan anak.

 Serta hadir pula lima staf Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang dipimpin Sekretaris Dr Ir Pribudiarta Nur Sitepu serta Lembaga Lentera Anak Jakarta. Sidang yang terbuka untuk umum dimulai pukul 15.16 Wita. Majelis hakim membacakan putusan secara bergantian. Mulai rangkaian proses persidangan, saksi, ahli, alat bukti, kronologi perkara dan lainnya.

VONIS SUDAH DITEBAK

Vonis 12 tahun rupanya sudah ditebak dan dianalisis tim kuasa hukum Pandu. “Sudah kami tebak 12 tahun vonisnya,” kata Mabrur Tabrani ditemui usai persidangan. Dia menyesalkan, majelis hakim yang tidak mempertimbangkan sama sekali fakta, hingga hakim kesulitan memutus perkara ini. Apakah Pandu benar melakukan perbuatan cabul?

”Saya sudah tanya berulang kali, dia bersikeras tidak berbuat. Kami pun maksimal beri pembelaan,” urainya.  “Fakta persidangan, hasil visum negatif, namun hakim merujuk bukti petunjuk,” tuturnya.

Dia bersama tim kuasa hukum akan melakukan upaya hukum. “Sampai kapan pun, kami akan bela klien kami untuk mencari keadilan,” tegasnya.

Upaya banding nanti, pihaknya akan fokus alat bukti visum dan forensik. “Kami akan fokus itu, karena ini dikesampingkan oleh hakim,” imbuhnya. Diketahui, pada 16 November 2017 Pandu diamankan di Jogjakarta oleh penyidik Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim. Esok harinya, dia dibawa ke Markas Polda Kaltim, Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan.

Kala itu, terdakwa menjalani rangkaian proses pemeriksaan dan berita acara pemeriksaan (BAP).

Saat pembacaan putusan, pemeriksaan BAP pada tanggal tersebut, Pandu mengakui perbuatannya.

“Tidak ada alat bukti cukup, hingga sempat dihentikan SP3, kemudian dibuka kembali. Tapi tidak bukti baru, kasus ini dipaksakan,” paparnya. Sementara itu, JPU Muhammad Mirhan menjelaskan putusan hakim sudah sesuai apa yang diinginkan. Dua pasal diajukan semuanya diterima oleh hakim. Hanya saja, ada beberapa barang bukti yang diminta justru dikembalikan ke Pandu. Salah satunya berupa laptop.

”Keputusan ini sudah sesuai, artinya hakim telah menjalankan tugasnya dengan baik,” tuturnya. Dijelaskan, dari sembilan yang menjadi korban Pandu, enam di antaranya masih di bawah umur ketika kasus tersebut terjadi pada 2014. Tiga lainnya di atas 17 tahun. Bahkan lebih tua dari umur Pandu ketika itu. ”Karena fokusnya di bawah umur, makanya hanya enam korban saja dibacakan kronologi yang dilakukan Pandu,” jelasnya.

Mengingat putusan yang dibacakan hakim tidak diterima oleh Pandu, ia pun akan terus memantau banding yang akan dilayangkan. Tercatat tujuh hari sejak putusan. ”Kami hanya sebatas memantau saja, jangan sampai lewat tujuh hari baru mereka (pengacara tersangka) melakukan banding,” imbuhnya. (aim/riz/k15)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 19:06

Pura-Pura Tanya Alamat, Nenek Ini Dijambret, Kalungnya 10 Gram di Leher Raib

BALIKPAPAN- Kasihan nasib Tayem (70). Warga RT 73 Jalan Senayan Gang Wiraswasta I, Balikpapan Utara…

Senin, 12 November 2018 11:52

Penyebar Hoax Penculikan di Balikpapan Ditangkap, Diciduk saat Lagi Bersih-Bersih Mall

BALIKPAPAN - Inilah akibatnya jika menebar informasi palsu atau hoax. Rudianto Simboa diringkus polisi…

Senin, 12 November 2018 08:05

Harus Urus Surat Layak Sehat

BALIKPAPAN – Viral kejadian keracunan massal akibat mengonsumsi es krim di salah satu kafe di…

Senin, 12 November 2018 08:02
Perwali LGBT Dipertanyakan, Wali Kota Surati Pihak Terkait

Pemkot Khawatir Langgar HAM

BALIKPAPAN – Langkah konkretPemkot Balikpapan dalam menyikapi maraknya jejaring lesbian, gay,…

Sabtu, 10 November 2018 06:51

Beri Kepastian, Tapi Banyak Keluhan

BALIKPAPAN  –  BPJS Kesehatan sebagai operator Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia…

Sabtu, 10 November 2018 06:47

Luas Perairan, Idola Pelaku Kejahatan

BALIKPAPAN  –  Jalur perairan masih dimanfaatkan serta jadi idola pelaku kejahatan.…

Sabtu, 10 November 2018 06:09

Air Bersih di Baru Ilir Terjamin

BALIKPAPAN  –  Kepedulian PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan…

Sabtu, 10 November 2018 06:07

Pelni Belum Berencana Tambah Armada

BALIKPAPAN  -  Jelang arus mudik akhir tahun, PT Pelni (Persero) Balikpapan telah menyiapkan…

Jumat, 09 November 2018 07:58

Pemkot Tunggu Kabar Pertamina

BALIKPAPAN – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) sedang mengatur jadwal pertemuan antara Pemkot Balikpapan…

Kamis, 08 November 2018 19:55

TEGAS..! Gara-Gara Ini, Dua Anggota Polisi Balikpapan Dipecat

BALIKPAPAN - Polisi Balikpapan terus menunjukan komitmennya dalam upaya memberantas narkoba. Hal itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .