MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Kamis, 20 September 2018 12:00
Divonis 12 Tahun, Enam Korban Masih di Bawah Umur
Terdakwa Sodomi Itu Memaksa Anak Bertindak Asusila
MASIH SEMPAT TERSENYUM: Pandu Dharma Wicaksono keluar dari sel Pengadilan Negeri Balikpapan, Rabu (19/9).(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  – Setelah melewati proses persidangan selama tiga bulan, terdakwa asusila Pandu Dharma Wicaksono (PDW) akhirnya divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Rabu (19/9). Tepat pukul 16.50 Wita di Ruang Sidang Kartika, Hakim Ketua Agus Akhyudi memvonis dan mengetukkan palu.

“Melakukan pidana dengan sengaja memaksa anak untuk melakukan perbuatan cabul. Menjatuhkan pidana pada terdakwa Pandu Dharma Wicaksono dengan pidana penjara selama 12 tahun dan pidana denda Rp 1 miliar, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar diganti kurungan enam bulan. Menetapkan terdakwa ditahan,” ucap Agus Akhyudi membacakan putusan.

Pandu yang berdiri terlihat tegar. Setelah diberi waktu menanggapi, dia pun langsung mengajukan banding setelah berdiskusi dengan tim kuasa hukumnya, Mabrur Tabrani dan Tri Hendro Puspito.

“Saya ajukan banding,” kata Pandu kepada majelis hakim disaksikan pula Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Balikpapan, Muhammad Mirhan.

Usai mendengar pernyataan Pandu, hakim Agus Akyudi didampingi hakim anggota Bambang Setyo Widjonarko dan Harlina Rayes memberikan waktu tujuh hari dalam proses banding, dia pun menutup persidangan dengan ketukan palu tiga kali. Terdakwa yang mengenakan baju tahanan itu mendatangi ketiga hakim tadi bersalaman dan mencium tangannya.

Puluhan pengunjung sidang yang mayoritas perempuan terharu. Menangis bahagia sambil berpelukan bersama para kerabatnya. Mereka berasal dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP2T) Balikpapan, penyidik Subdit Remaja Anak Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Balikpapan, organisasi pemerhati perempuan dan anak.

 Serta hadir pula lima staf Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang dipimpin Sekretaris Dr Ir Pribudiarta Nur Sitepu serta Lembaga Lentera Anak Jakarta. Sidang yang terbuka untuk umum dimulai pukul 15.16 Wita. Majelis hakim membacakan putusan secara bergantian. Mulai rangkaian proses persidangan, saksi, ahli, alat bukti, kronologi perkara dan lainnya.

VONIS SUDAH DITEBAK

Vonis 12 tahun rupanya sudah ditebak dan dianalisis tim kuasa hukum Pandu. “Sudah kami tebak 12 tahun vonisnya,” kata Mabrur Tabrani ditemui usai persidangan. Dia menyesalkan, majelis hakim yang tidak mempertimbangkan sama sekali fakta, hingga hakim kesulitan memutus perkara ini. Apakah Pandu benar melakukan perbuatan cabul?

”Saya sudah tanya berulang kali, dia bersikeras tidak berbuat. Kami pun maksimal beri pembelaan,” urainya.  “Fakta persidangan, hasil visum negatif, namun hakim merujuk bukti petunjuk,” tuturnya.

Dia bersama tim kuasa hukum akan melakukan upaya hukum. “Sampai kapan pun, kami akan bela klien kami untuk mencari keadilan,” tegasnya.

Upaya banding nanti, pihaknya akan fokus alat bukti visum dan forensik. “Kami akan fokus itu, karena ini dikesampingkan oleh hakim,” imbuhnya. Diketahui, pada 16 November 2017 Pandu diamankan di Jogjakarta oleh penyidik Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim. Esok harinya, dia dibawa ke Markas Polda Kaltim, Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan.

Kala itu, terdakwa menjalani rangkaian proses pemeriksaan dan berita acara pemeriksaan (BAP).

Saat pembacaan putusan, pemeriksaan BAP pada tanggal tersebut, Pandu mengakui perbuatannya.

“Tidak ada alat bukti cukup, hingga sempat dihentikan SP3, kemudian dibuka kembali. Tapi tidak bukti baru, kasus ini dipaksakan,” paparnya. Sementara itu, JPU Muhammad Mirhan menjelaskan putusan hakim sudah sesuai apa yang diinginkan. Dua pasal diajukan semuanya diterima oleh hakim. Hanya saja, ada beberapa barang bukti yang diminta justru dikembalikan ke Pandu. Salah satunya berupa laptop.

”Keputusan ini sudah sesuai, artinya hakim telah menjalankan tugasnya dengan baik,” tuturnya. Dijelaskan, dari sembilan yang menjadi korban Pandu, enam di antaranya masih di bawah umur ketika kasus tersebut terjadi pada 2014. Tiga lainnya di atas 17 tahun. Bahkan lebih tua dari umur Pandu ketika itu. ”Karena fokusnya di bawah umur, makanya hanya enam korban saja dibacakan kronologi yang dilakukan Pandu,” jelasnya.

Mengingat putusan yang dibacakan hakim tidak diterima oleh Pandu, ia pun akan terus memantau banding yang akan dilayangkan. Tercatat tujuh hari sejak putusan. ”Kami hanya sebatas memantau saja, jangan sampai lewat tujuh hari baru mereka (pengacara tersangka) melakukan banding,” imbuhnya. (aim/riz/k15)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 08:30

Awas, Tagihan Telepon Membengkak

BALIKPAPAN – Seorang pelanggan kartuHalo Telkomsel menjadi korban penipuan. Akibatnya,…

Senin, 21 Januari 2019 08:29

Waspada dan Tetap Tenang

KABID Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menyatakan,…

Senin, 21 Januari 2019 08:27

Sampah Ditarget Berkurang 200 Ton Per Hari

BALIKPAPAN – Bank sampah memiliki peran dan kontribusi penting dalam…

Senin, 21 Januari 2019 08:23

SD 012 Balut Bakal Direlokasi

BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan bakal merelokasi…

Minggu, 20 Januari 2019 07:33

Kasus TPU Naik Penyidikan

BALIKPAPAN - Polda Kaltim melakukan gelar perkara dugaan korupsi pengadaan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:23

Dishub Kaltim Siap Dukung Pendanaan

BALIKPAPAN - Rencana pengoperasian kembali Pelabuhan Somber, Batu Ampar, Balikpapan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:18

Sepekan, Sudah Empat Tangkapan Narkoba

BALIKPAPAN – Memasuki pekan kedua 2019, kasus penyalahgunaan narkoba di…

Senin, 14 Januari 2019 07:35

Pelabuhan Somber Belum Masuk RIPN

BALIKPAPAN – Jalan bagi Pemkot Balikpapan untuk mengoperasikan kembali Pelabuhan…

Senin, 14 Januari 2019 07:32

Sepekan Hilang, Polisi Masih Cari Rika

BALIKPAPAN – Setelah menerima informasi seorang remaja 15 tahun bernama…

Minggu, 13 Januari 2019 06:53

Tahanan Perempuan Dipindah ke Kukar

BALIKPAPAN – Over kapasitas masih terjadi di Rutan Klas II…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*