MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Kamis, 20 September 2018 09:06
Tersinggung Saat Dikatai Sudah Haji Kok Masih Minum

Tenggak Miras sebelum Cekcok

DALAM PENGARUH MIRAS: La Yappe (dua kiri) memerankan adegan pembacokan terhadap korban Edi Rachman yang diperagakan anggota Polres Balikpapan di Jalan MT Haryono, Rabu (19/9) malam.(fuad muhammad/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – La Yappe (53) harus dijaga ketat petugas kepolisian. Tersangka tindak pembunuhan bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Berkarya Edy Rahman, Minggu (9/9) lalu, harus dikeluarkan dari sel tahanan selama empat jam. Dari pukul 17.00 hingga 20.45 Wita, dia diminta untuk menunjukkan proses awal hingga harus membunuh pria yang dipanggilnya “ketua” itu.

Rabu (19/9) kemarin, Polres Balikpapan melakukan pra rekonstruksi. Tercatat ada empat tempat kejadian perkara (TKP) yang harus didatangi. Berawal dari rumah korban di Kampung Buton, Jalan MT Haryono, berlanjut ke karaoke Meteor dan warung nasi kuning di Km 5, Jalan Soekarno Hatta, Balikpapan Utara. Selanjutnya TKP pembacokan di jalan masuk SDIT Al Aulia hingga tempat korban ditemukan di dalam selokan, satu kilometer dari lokasi pembacokan di Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan menuju RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

“Kegiatan ini untuk mencari fakta dan kesesuaian kejadian di lapangan. Mencocokkan keterangan tersangka dan saksi-saksi untuk menyusun kegiatan rekonstruksi,” terang Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat. Dari keterangan dan kesaksian yang dikumpulkan penyidik setelah pra rekonstruksi, tersangka dan korban memang terlibat cekcok. Mereka sebelumnya menikmati minuman keras (miras) di karaoke Meteor. Tercatat ada 25 botol bir yang ada di atas meja.

Dimana 10 botol lainnya diantar setelah korban tiba dan bergabung di meja karaoke. Saat itu ada tersangka dan orang-orang yang mengenal korban. “Ini dikuatkan dengan tiga saksi baru yang ikut memesan miras itu,” ujar Makhfud.

Usai menenggak miras, tersangka, korban dan sejumlah rekannya pergi ke warung nasi kuning tak jauh dari karaoke. Di tempat ini tersangka mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaan korban. Perkataan itu diduga menyangkut gelar yang disandang oleh korban.

Tersangka menganggap korban masih belum lepas dari alkohol padahal sudah bertitel haji. Ini yang memancing korban murka.  “Tidak semua haji baik. Ini buktinya haji masih minum,” ucap Makhfud menirukan kalimat La Yappe.

Kalimat ini memantik emosi korban. Langsung saja korban menyerang tersangka. Ini disebut penyidik disaksikan rekan minum dan pemilik warung nasi. Karena terus didesak dan terkena bogem dari korban, La Yappe langsung melarikan diri menggunakan motor. “Entah bercanda atau tidak, namun ucapan soal gelar haji itu membuat korban melakukan kekerasan kepada tersangka,” ucap dia.

La Yappe pun pulang ke rumah dan mengambil parang. Setelah itu dia pergi mencari korban untuk membuat perhitungan. Rupanya Edy disebut juga mencari La Yappe. Keduanya lantas bertemu di jalan masuk SDIT Al Auliya. Di sana La Yappe mengacungkan parangnya. Bukannya mundur, Edy menjawabnya dengan tangan kosong. Perkelahian terjadi. La Yappe membacok korban membabi buta hingga korban tersungkur.

“Ada tujuh luka. Luka iris di dahi kiri dekat alis, bahu kiri, di punggung dan di kepala. Luka bacok ada di wajah, tangan kiri dan kepala belakang. Juga memar di paha. Diduga jatuh dari motor. Menurut dokter luka fatal ada di kepala dan tangan kiri. Menyebabkan korban kehilangan banyak darah,” bebernya. Lantas tersangka membuang parangnya di pinggir jalan. Kemudian menyetop pengendara yang melintas untuk membawanya menyerahkan diri ke Polsek Balikpapan Utara.

Dari keterangan tersangka, dia melakukan perbuatannya seorang diri. Sementara belum ada saksi yang bisa menguatkan pernyataan ini meski keluarga korban bersikeras pembunuhan dilakukan secara berkomplot. “Sejauh ini masih sama dengan BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Keterangan dari tersangka dia melakukannya seorang diri,” ujar Makhfud. (*/rdh/riz/k18)


BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 11:08

Penanganan Abrasi Pantai Manggar Kembali Diajukan

BALIKPAPAN–Tahun lalu, 2018, DPRD Balikpapan telah menggelontorkan dana Rp 9…

Senin, 17 Juni 2019 14:55
Kisah PMI Balikpapan yang Jauh dari Teknologi Modern

Permintaan Darah Banyak, Alat Tak Mendukung

Dalam upaya peningkatan pelayanan, Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan berencana…

Senin, 17 Juni 2019 14:54
Kasus Aniaya di Km 2, Jalan Soekarno-Hatta

Diduga Pembunuhan Sudah Direncanakan

Gara-gara duit, nyawa melayang. Padahal, tersangka dan korban adalah kawan…

Minggu, 16 Juni 2019 12:32
450 Prajurit Yon 600/Modang Siap ke Perbatasan

Diminta Jaga Diri, Beramahtamah dengan Warga dan Mengajar

Sebanyak 450 prajurit siap diberangkatkan ke wilayah perbatasan Negara. Persiapan…

Minggu, 16 Juni 2019 12:30
Belajar Kuliner ala Pengacara Elza Syarief

Hobinya Didapat secara Autodidak

Elza Syarief salah satu pengacara terkenal di Indonesia. Klien yang…

Minggu, 16 Juni 2019 12:28

Kasus Jambret, Polisi Dalami Keterangan Tersangka

KAPOLSEK Balikpapan Utara Kompol Supartono Sudin mengatakan, saat ini pihaknya…

Jumat, 14 Juni 2019 16:24

Pengusaha Pertamini Butuh Perda

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Penjual Eceran Minyak (APEM) Kalimantan…

Jumat, 14 Juni 2019 15:54
Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Km 2

Cekcok di Lapangan Foni Jadi Petunjuk

BALIKPAPAN–Dua terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan satu orang di Km…

Jumat, 14 Juni 2019 15:39

Pemprov Tunggu Lobi Anggota Dewan

Entah kapan masalah abrasi di objek wisata Pantai Manggar tuntas.…

Kamis, 13 Juni 2019 14:53

Lebaran Usai, Pasien Meningkat 100 Orang

BALIKPAPAN–Jumlah kunjungan pasien di rumah sakit meningkat setelah libur Lebaran.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*