MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Kamis, 20 September 2018 08:44
MCN Ternyata Biasa-Biasa Saja

(3) Liverpool Vs PSG (2)

PENENTU KEMENANGAN: Roberto Firmino (kanan) berselebrasi usai mencetak gol ketiga bagi Liverpool.(skyxsport)

PROKAL.CO, LIVERPOOL – Trisula lini depan Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe-Edinson Cavani-Neymar (MCN), dilabel sebagai trio paling mahal seantero Eropa. Untuk memboyong trio MCN ke ibu kota Prancis itu, bos PSG Nasser Al-Khelaifi harus mengeluarkan dana sebesar GBP 379,35 juta (Rp 7,4 triliun).

Memasuki musim kedua, asa melihat MCN kian beringas dalam membobol gawang lawan belum terwujud. Setidaknya sampai kemarin (19/9) di match day pertama Grup C Liga Champions. PSG tumbang dengan skor 2-3 oleh finalis Liga Champions musim lalu Liverpool di Stadion Anfield.

Tiga gol The Reds dihasilkan Daniel Sturridge pada menit ke-30, penalti James Milner (36'), dam Roberto Firmino (90+2'). Sedangkan dua gol PSG dikontribusikan Thomas Meunier (40') dan Mbappe (83').

Pelatih Liverpool Juergen Klopp kepada UEFA kemarin mengatakan sesaat setelah undian grup dilakukan hampir semua berpikir jika Liverpool tak punya kemampuan buat mengimbangi kekuatan PSG. Nyatanya malah performa Liverpool yang ditunjukkan kemarin ada di atas PSG.

“Menghadapi (serangan) Neymar dan (Angel) Di Maria pada sisi yang sama bukanlah satu kondisi yang mudah. Namun, saya tak ingat berapa banyak peluang yang dihasilkan keduanya,” kata Klopp.

Ujaran pelatih 51 tahun itu sangat menampar keberadaan MCN di kubu PSG. Padahal kalau dibandingkan secara harga, sebuah parameter termudah untuk menimbang kualitas pemain, kuartet bek Liverpool tak ada apa-apanya. Harga pembelian keempatnya, kecuali Alexander-Arnold yang diambil dari tim junior, cuma mencapai GBP 83,43 (Rp 1,62 triliun). Atau seperempat harga lebih murah dari trio MCN! Meski harga lebih murah, nyatanya keempat bek itu mengunci pergerakan MCN.

Kapten PSG Thiago Silva di mixed zone kepada ESPN mengatakan kalau kekalahan kemarin bukan semata-mata salah trio MCN di lini depan. Melainkan  keseluruhan pemain.

“Kami tak punya peluang untuk mengirimkan bola untuk Kylian (Mbappe), Edinson (Cavani), dan Neymar. Saya kira kami tak 100 persen fokus buat pertandingan ini,” ucap Thiago.

Dari statistik umpan antarpemain di situs UEFA kemarin terlihat bagaimana Cavani menjadi satu dari trio MCN yang paling terisolir. Jumlah umpan kepada penyerang berjuluk El Matador tersebut hanya tujuh buah dalam 90 menit! Adrien Rabiot menjadi penyuplai terbanyak dengan empat kali. Sedangkan Mbappe melakukan 26 umpan, terbanyak dengan Thomas Meunier (sembilan kali). Lalu Neymar sebanyak 48 umpan dengan intensitas terbanyak dengan Di Maria (18 kali).

“Neymar mencoba membantu mengangkat tim ini, dia melakukan apa yang pelatih minta lakukan padanya. Semuanya mencari siapa sosok paling bersalah dan saya katakan semuanya menanggung kesalahan ini,” tutur bek berusia 33 tahun tersebut.

The Times kemarin menuliskan peran besar Alexander-Arnold untuk mengamankan sisi kanan pertahanannya. Dalam heatmaps versi Whoscored, bek 19 tahun itu terlihat lebih aktif di daerah pertahanan lawan ketimbang pertahanan Liverpool. Pressing Alexander-Arnold kepada Neymar dan Di Maria membuat keduanya mati kutu.

Pundit ESPN Mark Ogden kemarin menulis jika kekalahan kemarin menunjukkan kalau Neymar atau Mbappe harus keluar dari PSG jika ingin sukses di kancah Eropa.

Ogden menyatakan pilihan Neymar keluar dari Barcelona dan bergabung di PSG menjadi pilihan karir yang sejauh ini tidak pas. “Neymar tahu jika di Barca, dia menjadi bayang-bayang Messi. Namun masalahnya di Barca semua lini kekuatannya begitu merata dan itu menjadi modal berharga berkompetisi di Eropa. Sedangkan di PSG, Al-Khelaifi membangun triumvirat lini depan namun lupa memperkuat unsur pertahanan tim,” tulis Ogden.

Ogden juga menuturkan Neymar tidak mendapat lawan tanding yang sepadan pada setiap pekannya. Padahal dengan sparring partner yang kekuatannya berimbang seperti yang didapat jika bermain di Spanyol atau Inggris, hal itu ikut menaikkan level kemampuan bersaing di Eropa. (dra/jpg/tom/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 14:48
Jepang vs Cile

Ambisi Patahkan Mitos

SAO PAULO – Sepanjang perhelatan Copa America atau ketika masih…

Senin, 17 Juni 2019 14:47

Juve Sudah Ditolak Salah, London Biru untuk O Magico

MAURIZIO Sarri termasuk pengagum Mohamed Salah. ''Dia (Salah) pemain yang…

Senin, 17 Juni 2019 14:43

Tepat Meskipun Lambat

Kedatangan Rafael Berges Marin dipastikan mengembalikan gairah Mitra Kukar menembus…

Senin, 17 Juni 2019 14:42

Batakan Jadi Venue Pembuka Liga 2

BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan dijadwalkan bersua PSIM Jogjakarta, Sabtu (22/6).…

Senin, 17 Juni 2019 14:40

Ini Dua Pesaing Utama Persiba

Menargetkan lolos ke Liga 1, langkah Persiba Balikpapan musim ini…

Senin, 17 Juni 2019 00:12

Ternyata Ini Alasan Sarri Tinggalkan Chelsea

Maurizio Sarri resmi melatih Juventus menggantikan Massimiliano Allegri. Sarri kembali…

Minggu, 16 Juni 2019 23:46

Sarri ke Juventus, Chelsea Dilatih Siapa...??

Klub Premier League Inggris, Chelsea mengumumkan kepergian manajer mereka, Maurizio…

Minggu, 16 Juni 2019 23:44

Berani Bayar Mahal, Duo Manchester Rebutan Pemain Ini

 Duo Manchester bersaing ketat untuk merekrut bek Leicester City, Harry…

Minggu, 16 Juni 2019 23:25

Sebabkan 3 Rider Jatuh, Lorenzo Minta Maaf

Rekan satu tim Marc Marquez di Repsol Honda, Jorge Lorenzo…

Minggu, 16 Juni 2019 21:22

BERUNTUNG..!! 4 Pembalap Jatuh Bareng, Marquez Tak Terbendung

 Marc Marquez meraih kemenangan keempatnya musim ini di MotoGP 2019…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*