MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Kamis, 20 September 2018 08:44
MCN Ternyata Biasa-Biasa Saja

(3) Liverpool Vs PSG (2)

PENENTU KEMENANGAN: Roberto Firmino (kanan) berselebrasi usai mencetak gol ketiga bagi Liverpool.(skyxsport)

PROKAL.CO, LIVERPOOL – Trisula lini depan Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe-Edinson Cavani-Neymar (MCN), dilabel sebagai trio paling mahal seantero Eropa. Untuk memboyong trio MCN ke ibu kota Prancis itu, bos PSG Nasser Al-Khelaifi harus mengeluarkan dana sebesar GBP 379,35 juta (Rp 7,4 triliun).

Memasuki musim kedua, asa melihat MCN kian beringas dalam membobol gawang lawan belum terwujud. Setidaknya sampai kemarin (19/9) di match day pertama Grup C Liga Champions. PSG tumbang dengan skor 2-3 oleh finalis Liga Champions musim lalu Liverpool di Stadion Anfield.

Tiga gol The Reds dihasilkan Daniel Sturridge pada menit ke-30, penalti James Milner (36'), dam Roberto Firmino (90+2'). Sedangkan dua gol PSG dikontribusikan Thomas Meunier (40') dan Mbappe (83').

Pelatih Liverpool Juergen Klopp kepada UEFA kemarin mengatakan sesaat setelah undian grup dilakukan hampir semua berpikir jika Liverpool tak punya kemampuan buat mengimbangi kekuatan PSG. Nyatanya malah performa Liverpool yang ditunjukkan kemarin ada di atas PSG.

“Menghadapi (serangan) Neymar dan (Angel) Di Maria pada sisi yang sama bukanlah satu kondisi yang mudah. Namun, saya tak ingat berapa banyak peluang yang dihasilkan keduanya,” kata Klopp.

Ujaran pelatih 51 tahun itu sangat menampar keberadaan MCN di kubu PSG. Padahal kalau dibandingkan secara harga, sebuah parameter termudah untuk menimbang kualitas pemain, kuartet bek Liverpool tak ada apa-apanya. Harga pembelian keempatnya, kecuali Alexander-Arnold yang diambil dari tim junior, cuma mencapai GBP 83,43 (Rp 1,62 triliun). Atau seperempat harga lebih murah dari trio MCN! Meski harga lebih murah, nyatanya keempat bek itu mengunci pergerakan MCN.

Kapten PSG Thiago Silva di mixed zone kepada ESPN mengatakan kalau kekalahan kemarin bukan semata-mata salah trio MCN di lini depan. Melainkan  keseluruhan pemain.

“Kami tak punya peluang untuk mengirimkan bola untuk Kylian (Mbappe), Edinson (Cavani), dan Neymar. Saya kira kami tak 100 persen fokus buat pertandingan ini,” ucap Thiago.

Dari statistik umpan antarpemain di situs UEFA kemarin terlihat bagaimana Cavani menjadi satu dari trio MCN yang paling terisolir. Jumlah umpan kepada penyerang berjuluk El Matador tersebut hanya tujuh buah dalam 90 menit! Adrien Rabiot menjadi penyuplai terbanyak dengan empat kali. Sedangkan Mbappe melakukan 26 umpan, terbanyak dengan Thomas Meunier (sembilan kali). Lalu Neymar sebanyak 48 umpan dengan intensitas terbanyak dengan Di Maria (18 kali).

“Neymar mencoba membantu mengangkat tim ini, dia melakukan apa yang pelatih minta lakukan padanya. Semuanya mencari siapa sosok paling bersalah dan saya katakan semuanya menanggung kesalahan ini,” tutur bek berusia 33 tahun tersebut.

The Times kemarin menuliskan peran besar Alexander-Arnold untuk mengamankan sisi kanan pertahanannya. Dalam heatmaps versi Whoscored, bek 19 tahun itu terlihat lebih aktif di daerah pertahanan lawan ketimbang pertahanan Liverpool. Pressing Alexander-Arnold kepada Neymar dan Di Maria membuat keduanya mati kutu.

Pundit ESPN Mark Ogden kemarin menulis jika kekalahan kemarin menunjukkan kalau Neymar atau Mbappe harus keluar dari PSG jika ingin sukses di kancah Eropa.

Ogden menyatakan pilihan Neymar keluar dari Barcelona dan bergabung di PSG menjadi pilihan karir yang sejauh ini tidak pas. “Neymar tahu jika di Barca, dia menjadi bayang-bayang Messi. Namun masalahnya di Barca semua lini kekuatannya begitu merata dan itu menjadi modal berharga berkompetisi di Eropa. Sedangkan di PSG, Al-Khelaifi membangun triumvirat lini depan namun lupa memperkuat unsur pertahanan tim,” tulis Ogden.

Ogden juga menuturkan Neymar tidak mendapat lawan tanding yang sepadan pada setiap pekannya. Padahal dengan sparring partner yang kekuatannya berimbang seperti yang didapat jika bermain di Spanyol atau Inggris, hal itu ikut menaikkan level kemampuan bersaing di Eropa. (dra/jpg/tom/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 12:12

Chelsea Kena Batunya, Dilarang Jual Beli Pemain

LONDON – Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman kepada Chelsea untuk…

Sabtu, 23 Februari 2019 12:03

El Clasico Bersama Mourinho

PERANG komentar dengan Pep Guardiola, sampai mencolok mata Tito Villanova…

Sabtu, 23 Februari 2019 12:02

Chelsea dan Atletico Bisa Andalkan Pinjaman

Chelsea dan Atletico Madrid sama-sama apes. Keduanya kena larangan aktivitas…

Sabtu, 23 Februari 2019 11:51
2 Indonesia vs Kamboja 0

Yakin Bisa Bungkam Vietnam

PHNOM PENH – Indra Sjafri membuat perjudian di laga penentuan…

Jumat, 22 Februari 2019 12:41

Sering Kehilangan Kaos Kaki

Petenis ranking tiga dunia Sloane Stephens kemarin curhat di Twitter.…

Jumat, 22 Februari 2019 12:36

Asa Comeback The Poet

MATTIA Caldara memang sudah sejak awal musim bergabung dengan AC…

Jumat, 22 Februari 2019 12:35

MotoGP Indonesia, Tanggung Kalau Hanya Street Circuit

SURABAYA - Sepekan terakhir, rencana gelaran MotoGP di Indonesia pada…

Jumat, 22 Februari 2019 12:31
Schalke 04 2 Manchester City 3

Guardiola: Kami Belum Siap Juara Liga Champions

GELSENKIRCHEN – Dalam tiga pekan terakhir pelatih Manchester City Pep…

Jumat, 22 Februari 2019 12:16
AC MILAN VS EMPOLI

Meledak Lagi, Piatka?

MILAN - Milanisti kini punya sesuatu yang selalu dinanti jelang…

Jumat, 22 Februari 2019 12:02
Atletico Madrid 2 Juventus 0

Berhutang Pada Lini Belakang

MADRID – Cholismo atau filosofi permainan ngotot ala Atletico Madrid…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*