MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 19 September 2018 12:35
Warga Enggan Vaksin MR
KURANG DIMINATI: Imunisasi MR dianggap tak begitu penting oleh masyarakat di Kutim.

PROKAL.CO, SANGATTA–Kabar program imunisasi massal measles dan rubella (MR), kini menemui titik perlambatan. Vaksin yang diperuntukkan mencegah penyakit dari virus measles (campak) dan rubella (campak jerman), peminatnya terus berkurang.

Padahal sebelumnya, Kutim menduduki peringkat keempat yang memiliki peminat tinggi se-Kaltim. Tapi penurunan semakin lama merosot di beberapa kecamatan, yang membuat peringkat tersebut ikut turun. Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim Haryati mengatakan, imuniasi tersebut aman untuk anak. Hanya masih banyak warga yang enggan anaknya divaksinasi.

“Sebenarnya kan sudah dinyatakan aman, hanya masih banyak orang tua yang takut, kemudian tidak memberi izin pada anaknya. Sehingga peminat di Kutim dianggap berkurang,” ujarnya saat menyampaikan laporan dalam rapat coffee morning, Senin (17/9).

Dia meminta kepada bupati untuk melayangkan surat edaran ke sekolah di 18 kecamatan, agar mau membawa anaknya untuk vaksin MR. Sebab, banyak risiko buruk yang dapat menimpa anak jika tidak diberikan vaksin tersebut.

“Imunisasi MR sudah kami evaluasi, tapi beberapa hari ini malah menurun. Kami minta bupati untuk memberi imbauan agar kembali meningkat, demi kesehatan,” pintanya.

Dia melakukan pemantauan atas bantuan puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan. Hal itu dianggap menjadi salah satu cara yang memudahkan kinerja. “Kami sudah berupaya penuh, tiga hari ini malah turun. Padahal sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, agar mengimbau ke sekolah-sekolah. Kami mengontrol daerah yang menurun melalui data puskesmas,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, dalam pelaksanaan vaksin, tidak asal suntik. Tenaga medis memastikan kondisi kesehatan anak tidak sedang dalam keadaan demam. “Kami cek dulu, mereka panas atau tidak. Kalau memang demam kami tidak imunisasi. Hal ini juga dilakukan sesuai izin orang tuanya,” katanya. (mon/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 10:57

“Jangan Foto-Foto,Mas, Nanti Viral di Media”

Keberadaan pengetap bahan bakar minyak (BBM) terus menjadi sorotan, baik…

Selasa, 18 Juni 2019 10:55

Leher Ditikam, Remaja Kritis

TENGGARONG – Kasus penganiayaan berat terjadi di Pantai Pelangi, Kelurahan…

Selasa, 18 Juni 2019 10:51

Jabatan Direktur PDAM Danum Taka Berakhir, Seleksi Terbuka Bakal Dilaksanakan

PENAJAM- Ahmad Usman resmi dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur…

Selasa, 18 Juni 2019 10:49

Butuh 725 Formasi, Klaim Tak Bebani APBD

PENAJAM- Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) segera mengusulkan formasi penerimaan…

Senin, 17 Juni 2019 22:13

Cekcok, Aldi Tikam Leher Ompi Pakai Badik di Pantai Pelangi Samboja

KUTAI KARTANEGARA- Hanya gara-gara persoalan sepele, seorang pemuda ditikam di…

Senin, 17 Juni 2019 12:29

Padahal Sangat Potensi, Pertanian Baru Tergarap 100 Hektare

TABALAR-Potensi pertanian di Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, disebut cukup…

Senin, 17 Juni 2019 12:28
Soal Pembangunan Boiler IV di PLTU Lati

Investor Asal Tiongkok Belum Beri Kepastian

TANJUNG REDEB–Rencana kerja sama PT Indo Pusaka Berau (IPB) dengan…

Senin, 17 Juni 2019 12:25

MUDAHAN KONSISTEN..!! Berani Jual Bensin Eceran Langsung Disita

TANJUNG REDEB-Pembentukan tim pengawas untuk mengatasi keberadaan pengetap dan perdagangan…

Senin, 17 Juni 2019 12:17

Banjir Kiriman Landa Tiga Kecamatan di Kutai Barat

SENDAWAR- Banjir kiriman melanda sejumlah kampung dari beberapa kecamatan di…

Senin, 17 Juni 2019 12:14

Sungai Kejawi Hilang, Banjir pun datang

Rapat koordinasi terbatas di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*