MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 19 September 2018 12:35
Warga Enggan Vaksin MR
KURANG DIMINATI: Imunisasi MR dianggap tak begitu penting oleh masyarakat di Kutim.

PROKAL.CO, SANGATTA–Kabar program imunisasi massal measles dan rubella (MR), kini menemui titik perlambatan. Vaksin yang diperuntukkan mencegah penyakit dari virus measles (campak) dan rubella (campak jerman), peminatnya terus berkurang.

Padahal sebelumnya, Kutim menduduki peringkat keempat yang memiliki peminat tinggi se-Kaltim. Tapi penurunan semakin lama merosot di beberapa kecamatan, yang membuat peringkat tersebut ikut turun. Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim Haryati mengatakan, imuniasi tersebut aman untuk anak. Hanya masih banyak warga yang enggan anaknya divaksinasi.

“Sebenarnya kan sudah dinyatakan aman, hanya masih banyak orang tua yang takut, kemudian tidak memberi izin pada anaknya. Sehingga peminat di Kutim dianggap berkurang,” ujarnya saat menyampaikan laporan dalam rapat coffee morning, Senin (17/9).

Dia meminta kepada bupati untuk melayangkan surat edaran ke sekolah di 18 kecamatan, agar mau membawa anaknya untuk vaksin MR. Sebab, banyak risiko buruk yang dapat menimpa anak jika tidak diberikan vaksin tersebut.

“Imunisasi MR sudah kami evaluasi, tapi beberapa hari ini malah menurun. Kami minta bupati untuk memberi imbauan agar kembali meningkat, demi kesehatan,” pintanya.

Dia melakukan pemantauan atas bantuan puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan. Hal itu dianggap menjadi salah satu cara yang memudahkan kinerja. “Kami sudah berupaya penuh, tiga hari ini malah turun. Padahal sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, agar mengimbau ke sekolah-sekolah. Kami mengontrol daerah yang menurun melalui data puskesmas,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, dalam pelaksanaan vaksin, tidak asal suntik. Tenaga medis memastikan kondisi kesehatan anak tidak sedang dalam keadaan demam. “Kami cek dulu, mereka panas atau tidak. Kalau memang demam kami tidak imunisasi. Hal ini juga dilakukan sesuai izin orang tuanya,” katanya. (mon/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 09:54

Gara-Gara Ini, Majelis Alumni Sekolah Ini Demo Mosi Tidak Percaya Pihak Yayasan

Buntut Pemecatan Guru, serta dugaan Penyelewengan Keuangan  TENGGARONG -Ratusan alumni…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:49

Ringankan Beban Warga Benuo Taka

PENAJAM–Kegiatan “Jumat Berbagi” Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus berlanjut.…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:48

Enggan Bebani Calon Anggota KPPS

PENAJAM–Surat keterangan kesehatan calon pelamar kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS)…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:38

Pelaku Pemerkosaan Belum Tertangkap

SENDAWAR–Kasus asusila di Kutai Barat (Kubar) sudah dikategorikan mengkhawatirkan. Ada…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:37

Bakal Maksimal Ajukan Pembelaan

SAMARINDA–Tuntutan untuk dua terdakwa dugaan korupsi dana Perusda Wisata, Telekomunikasi,…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:31

“BNNK” Berau Terhambat Moratorium

TANJUNG REDEB – Kedatangan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:26

Jumat Barokah Polres Kutim ke Kampung Nelayan

SANGATTA – Polres Kutai Timur terus menggiatkan program polisi peduli,…

Jumat, 22 Februari 2019 11:46

Poros Muara Badak Makan Korban, Pariwisata Terganggu

TENGGARONG - Meninggalnya pasangan suami-istri di jalan poros Kecamatan Muara…

Jumat, 22 Februari 2019 11:42

Satu Jam, Kumpulkan 6,24 Ton Sampah

PENAJAM-  Sebanyak 6,24 ton sampah organik dan non-organik, berhasil dikumpulkan…

Jumat, 22 Februari 2019 11:41

ENAK COY..!! Puluhan Kendaraan Plat Merah Bakal Dihibahkan

PENAJAM- Kendaraan dinas milik Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*