MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 19 September 2018 12:35
Warga Enggan Vaksin MR
KURANG DIMINATI: Imunisasi MR dianggap tak begitu penting oleh masyarakat di Kutim.

PROKAL.CO, SANGATTA–Kabar program imunisasi massal measles dan rubella (MR), kini menemui titik perlambatan. Vaksin yang diperuntukkan mencegah penyakit dari virus measles (campak) dan rubella (campak jerman), peminatnya terus berkurang.

Padahal sebelumnya, Kutim menduduki peringkat keempat yang memiliki peminat tinggi se-Kaltim. Tapi penurunan semakin lama merosot di beberapa kecamatan, yang membuat peringkat tersebut ikut turun. Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim Haryati mengatakan, imuniasi tersebut aman untuk anak. Hanya masih banyak warga yang enggan anaknya divaksinasi.

“Sebenarnya kan sudah dinyatakan aman, hanya masih banyak orang tua yang takut, kemudian tidak memberi izin pada anaknya. Sehingga peminat di Kutim dianggap berkurang,” ujarnya saat menyampaikan laporan dalam rapat coffee morning, Senin (17/9).

Dia meminta kepada bupati untuk melayangkan surat edaran ke sekolah di 18 kecamatan, agar mau membawa anaknya untuk vaksin MR. Sebab, banyak risiko buruk yang dapat menimpa anak jika tidak diberikan vaksin tersebut.

“Imunisasi MR sudah kami evaluasi, tapi beberapa hari ini malah menurun. Kami minta bupati untuk memberi imbauan agar kembali meningkat, demi kesehatan,” pintanya.

Dia melakukan pemantauan atas bantuan puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan. Hal itu dianggap menjadi salah satu cara yang memudahkan kinerja. “Kami sudah berupaya penuh, tiga hari ini malah turun. Padahal sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, agar mengimbau ke sekolah-sekolah. Kami mengontrol daerah yang menurun melalui data puskesmas,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, dalam pelaksanaan vaksin, tidak asal suntik. Tenaga medis memastikan kondisi kesehatan anak tidak sedang dalam keadaan demam. “Kami cek dulu, mereka panas atau tidak. Kalau memang demam kami tidak imunisasi. Hal ini juga dilakukan sesuai izin orang tuanya,” katanya. (mon/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 10:44

Bandara Kalimarau Sudah Punya DPPU

TANJUNG REDEB – Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pembangunan Depot …

Selasa, 11 Desember 2018 08:02

MASALAH LAGI..!! Warga Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan Jalan Jembatan Pulau Balang

PENAJAM - Puluhan warga Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam mendatangi…

Selasa, 11 Desember 2018 07:55

“Melapor, Berarti Berani Berantas Korupsi”

TANA PASER - Puluhan pegawai dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana…

Selasa, 11 Desember 2018 07:52

10 Calon Ditentukan Pekan Ini

PENAJAM - Nasib calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten…

Selasa, 11 Desember 2018 07:49

SEDIHNYA AEEE...!! Harga Sawit Masih di Bawah Rp 1.000

TANA PASER – Menindaklanjuti aspirasi Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS)…

Senin, 10 Desember 2018 11:20

LOH KENAPA? Proyek Gedung Kuta Adat Stop

PENAJAM–Pembangunan Taman Budaya dan Kuta Adat Paser di Kabupaten Penajam…

Senin, 10 Desember 2018 11:02

Kontingen Paser Keluhkan Fasilitas Porprov

TANA PASER–Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI/2018 Kaltim 2018 di…

Senin, 10 Desember 2018 10:54

Akses Mentawir Nyaris Putus

PENAJAM–Akses jalan penghubung di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam…

Senin, 10 Desember 2018 09:53

Harga Merangkak Naik

SANGATTA–Harga sejumlah kebutuhan pokok pangan di sejumlah pasar Sangatta dalam…

Senin, 10 Desember 2018 09:52

Cegah Korupsi, Kejari Bagi-Bagi Stiker

BONTANG–Salah satu upaya untuk mencegah tindak pidana korupsi, Kejaksaan Negeri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .