MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 18 September 2018 11:58
Pajak Walet Tidak Optimal

Pengusaha: Pemkab Harus Tingkatkan Sosialisasi

USAHA: Bangunan sarang burung walet yang terdata oleh pengusaha lebih banyak daripada yang tercatat di Pemkab Kutim.

PROKAL.CO, SANGATTA – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak sarang burung walet di Kutai Timur (Kutim) sudah tercapai. Hanya, angkanya masih tergolong kecil jika dibanding pajak bidang lain. Pengusaha walet yang selama ini bungkam, akhirnya angkat bicara.

Salah satu pengusaha sarang burung walet kenamaan di Kutim, Hendra Kusnawan mengakui, pelaku usaha wajib menyetor pajak ke negara dan selama ini pembayaran pajak tersebut memang belum optimal. Namun, pemerintah juga harus menyadari tanggung jawab untuk melegalkan tempat usaha sarang burung walet di Kutim.

Dia menyebut, sebagian besar bangunan sarang burung walet di Kutim belum mendapat sertifikat atau izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemkab Kutim. Hal itu yang memicu pengusaha tak aktif membayar pajak. "Pendataan saya (dari data asosiasi pengusaha burung walet Kutim) ada lebih dari 2.800 bangunan sarang walet di Kutim. Itu semua sebagian besar belum punya IMB," ungkap Hendra, saat ditemui belum lama ini.

Syukur, lanjut dia, saat ini PAD dari sarang burung walet di Kutim sudah tercapai targetnya, meski nilainya tak sebesar pajak dari bidang lain. "Artinya, pemkab harus lebih meningkatkan lagi sosialisasi kepada pengusaha dan memberi fasilitas usaha yaitu IMB. Itu akan ada timbal balik terus-menerus yang baik bila saling melengkapi dengan baik," tukas Hendra.

Dari data juru pungut di desa yang ditangani Bapenda Kutim, saat ini jumlah sarang burung walet rumahan di Kutim sekitar 600 bangunan. Target PAD kategori sarang walet berkisar sekira Rp 10 juta dan sempat mencapai Rp 24 juta pada 2017. Padahal, potensi pajak sarang burung walet diprediksi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencapai Rp 100 juta.

Untuk diketahui, data terakhir pada Agustus menyebut, penerimaan PAD dari seluruh objek pajak di Kutim mencapai 101 persen, dari target pajak 2018 sebesar Rp 32,9 miliar. Adapun realisasi penerimaan PAD Kutim pada 2017 over target hingga mencapai 335 persen dari targetnya Rp 94 miliar, meski memang belum mampu memberikan efek besar pada permasalahan keuangan Kutim. (mon/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 10:22

Tiga Bulan Lagi, 500 PJU Terpasang

PENAJAM - Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten…

Senin, 18 Februari 2019 10:13

Sambut TMMD, Pemkab Siapkan Rp 3,5 Miliar

JAKARTA - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh diwakili…

Senin, 18 Februari 2019 09:38

Kapal Penyeberangan Belum Gunakan Pelampung

SANGATTA–Sejumlah kawasan di Kutai Timur (Kutim) belum memiliki infrastruktur komplet.…

Senin, 18 Februari 2019 09:34

Tiga Kecamatan Layak Miliki Pasar Modern

SENDAWAR - Membangun ekonomi modern menjadi tekad Pemkab Kutai Barat…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:56

Banjir karena Drainase Buntu

TANA PASER–Mengurangi dampak banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:56

Pemberkasan, Empat Peserta CPNS Absen

PENAJAM–Sebanyak 156peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:54

Aktifkan Jargas, PPU Tunggu HET

PENAJAM–Jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kaltim bakal diresmikan hari…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:53

Gara-Gara Ini, 10 OPD Dibayangi Sanksi

PENAJAM–Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Penajam Paser Utara…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:47

Ribuan Karyawan Jadi Pemilih Tambahan

SENDAWAR–Jumlah pemilih di Kutai Barat (Kubar) terus bertambah. Ini karena…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:42

Semangat Naik Water Cannon hingga Lupa Pakai Sandal

Tak lagi menggunakan sandal, penghuni panti asuhan Ar Rayan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*