MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 18 September 2018 12:00
KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

Pasangan Suami-Istri Tewas, Harta Korban Dibawa Kabur

PEMBUNUHAN SADIS: Unang Sudrajat (kedua kiri) dan Indra Putra Pratama (kanan) saat ditangkap polisi di Kelurahan Wonotirto, Kukar kemarin. Foto bawah, petugas saat mengevakuasi jenazah korban. (FOTO WHATSAPP/PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah kasus pembacokan yang menewaskan seorang bakal calon legislatif (bacaleg) Edy Rachman, Minggu (9/9), publik Kota Minyak kembali dihebohkan dengan kasus pembunuhan. Kemarin musibah itu menimpa pasangan suami-istri (pasutri) di Strat VI, RT 47, Nomor 04, Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer 2, Gunung Samarinda, Balikpapan Utara.

Dari keterangan yang dihimpun Kaltim Post, korban yang pertama ditemukan adalah sang suami, Wanto (45). Merupakan pemilik usaha bengkel dan jual-beli mobil di kawasan tersebut.

Jasad korban ditemukan di dalam mobil hatchback merah yang diparkir di halaman rumahnya. Pertama kali ditemukan oleh warga berinisial EN sekitar pukul 11.42 Wita. EN mengaku saat itu ke rumah korban berencana mengajak istri Wanto, Sunarsih (42), ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan.

EN yang sebelumnya telah masuk ke halaman rumah berusaha memanggil Sunarsih. EN pun mencoba memanggil melalui sambungan udara. Namun, teleponnya tak diangkat Sunarsih. Begitu pula saat mencoba menghubungi Wanto.

Tak ada jawaban. Sementara menunggu, perempuan itu mencari tempat untuk duduk. Karena tak ada kursi di teras rumah, dia pun menuju mobil merah yang saat itu terparkir dengan kondisi sedang diperbaiki. Karena dari pengamatan media ini, sepatbor mobil roda depan terpisah dan diletakkan di samping teras rumah.

Namun, saksi kaget begitu membuka pintu belakang mobil, EN menemukan Wanto yang mengenakan kaus batik kuning dalam posisi terlentang. EN pun berusaha membangunkan korban. Namun, Wanto tetap tak membuka matanya. Dia pun memanggil tetangga korban. Meminta pembantunya membawakan minyak kayu putih. Karena tak ada perubahan, tetangga memanggil warga yang melintas.

Karena mendengar teriakan, warga pun berkumpul. Khawatir setelah melihat ada bekas jerat di leher, tetangga membawa tubuh Wanto ke RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Di rumah sakit, Wanto dinyatakan telah meninggal. Kepolisian yang menerima informasi ini lantas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). “Anggota kami langsung mencari istri korban,” ujar Wakapolres Balikpapan Kompol Andre Anas, kemarin.

Petugas yang tak menemukan istri tersangka di luar lantas berupaya masuk ke rumah. Namun karena pintu rumah dikunci, petugas lantas mendobraknya. Saat diperiksa terdapat ceceran darah di lantai dapur. Petugas lantas menyusuri ceceran darah kemudian menemukan Sunarsih tertelungkup di atas kasur di kamar tidurnya. “Kami temukan korban (Sunarsih) dalam kondisi meninggal. Mereka diduga dibunuh,” kata Andre.

Dari informasi yang diperoleh media ini diduga korban dihabisi oleh orang yang dikenal. Pasalnya, Sunarsih diduga akan menyiapkan gelas untuk membuat minum. Ada ceret di atas kompor untuk membuat seduhan teh. Sementara dua gelas untuk membuat minuman dingin. Karena ada wadah es batu di luar kulkas yang sudah mencair. Ini menandakan korban sedang menerima tamu sebelum dibunuh. “Dugaan tamu merupakan orang yang akrab dengan korban,” sebut sumber media ini.

Sekitar pukul 14.30 Wita saat olah TKP rumah korban, ada informasi keberadaan tersangka. Ini berdasarkan keterangan tetangga yang tak melihat salah satu mobil korban KT 1295 AY silver yang diparkir di halaman rumah. Pelacakan dilakukan hingga diketahui mobil tersebut terlihat di kawasan Batakan, Balikpapan Timur. Media ini berusaha mengikuti proses pengejaran yang dilakukan tim gabungan Jatanras dari Polsek Balikpapan Utara, Polres Balikpapan, dan Polda Kaltim.

Pencarian pertama dilakukan di Jalan Manggar Damai, Perumahan Graha Mulawarman, Blok D, Nomor 14. Di rumah ini diduga sebagai tempat tinggal pelaku bersama mertua dan anaknya.

Namun, saat didatangi, kondisi rumah sudah kosong. Tim kemudian mencoba memancing pelaku untuk bertemu. Lantaran tersiar kabar ada seseorang menawarkan menjual sebuah mobil yang ciri-cirinya sama dengan milik korban. Tetapi setelah menunggu dua jam, terduga pelaku tak menampakkan batang hidungnya.

Hingga pukul 16.00 Wita, tim yang bertugas melakukan pencarian menemukan mobil milik korban di kawasan Kelurahan Wonotirto, Samboja, Kutai Kartanegara. Namun mobil tersebut dalam kondisi kosong ditinggal pengemudinya.

Pencarian dilanjutkan di sekitar Wonotirto. Hingga tim akhirnya menemukan dua pelaku di salah satu rumah warga, sekitar 1 kilometer dari penemuan mobil. “Dua terduga pelaku berhasil kami amankan,” terang Direskrimum Polda Kaltim Kombes Andhi Triastanto melalui Kasubdit Jatanras Polda Kaltim Kompol Yohanes.

Saat diamankan terduga pelaku bersembunyi bersama seorang perempuan tua dan anak kecil berusia sekitar lima tahun. Kondisi ini membuat tim yakin mereka adalah tersangka pembunuhan berdasarkan keterangan yang dikumpulkan sebelumnya. Dua orang tersangka ternyata ayah dan anak. Sang ayah Unang Sudrajat (49) dan anaknya, Indra Putra Pratama (23). Sementara perempuan tua merupakan mertua Unang dan anak kecil merupakan anak Indra. “Mereka (Unang dan Indra) mengakui telah membunuh kedua korban,” kata Yohanes.

Dari pengakuan Unang dan Indra ternyata ada satu tersangka lainnya berinisial MM (17) yang merupakan anak buah Unang di bengkel mobil. Yang diajak menghabisi Wanto dan Sunarsih dengan iming-iming dinaikkan gajinya. MM ditangkap tak jauh dari rumah Unang tak lama setelah penangkapan bosnya. “MM pun mengakui perbuatannya ikut menghabisi korban,” sebut Yohanes.

Dari keterangan sementara yang dikumpulkan dari para tersangka, rupanya motif pembunuhan adalah untuk menguasai harta korban. Unang diduga menjadi otak atau dalang. Dia juga yang menjadi eksekutor Wanto dan Sunarsih. Unang juga memiliki kedekatan dengan Wanto. Karena dalam menjalankan bengkel, Wanto kerap menggunakan jasa Unang untuk memperbaiki mobil yang hendak dijual. Dengan kata lain, Wanto merupakan bos sendiri bagi Unang dalam kerja sama usaha bengkel.

Unang diduga sejak awal sudah mengincar nyawa korban. Namun sebelumnya berdalih meminjam uang. Karena dari informasi yang diperoleh media ini, Unang merupakan penjudi. Sehingga banyak meninggalkan utang. Karena tak mendapat respons dari Wanto, Unang lantas menghabisinya dengan cara menjerat lehernya di luar rumah. Dibantu anak dan anak buahnya. Setelah menaruh jasad Yanto di mobil, ketiganya menuju dapur. “Saat itu korban kedua (Sunarsih) sedang membuatkan minum. Tiba-tiba dari belakang dia dipeteng tersangka U (Unang),” papar Yohanes.

Sunarsih sempat melakukan perlawanan dengan menggigit jari tangan kanan Unang. Darah Unang pun mengotori lantai dapur. Namun, usaha perempuan berjilbab itu sia-sia. Dia diseret tanpa ampun ke kamar tidur dan terus dipeteng hingga tewas di atas kasurnya.

Setelah membunuh, para tersangka kabur. Unang dan Indra membawa mobil milik korban. Sejumlah barang seperti laptop dan ponsel korban juga diambil. Setelah penangkapan, ketiga tersangka dibawa ke Mapolres Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (*/rdh/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 17:20

DPK Kaltim dan Kaltara di Bank Terkumpul Rp 98,82 Triliun

SAMARINDA - Hasil penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:41

ALHAMDULILLAH..!! Proyek Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Boleh Dilanjutkan

SETELAH mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan, Panitia Pengadaan Lahan Pulau…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Kinerja Industri Non-migas Membaik

SAMARINDA  -   Kinerja industri pengolahan non-migas mulai menunjukkan perbaikan.…

Jumat, 14 Desember 2018 22:17

Pendirian Pabrik Semen di Kutai Timur Berlanjut

SAMARINDA - Tidak lama lagi, pabrik semen yang pertama di…

Jumat, 14 Desember 2018 22:14

Gubernur Tanya Isu Sawit ke Dubes Belgia, Begini Jawabannya...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan pertemuan dengan Dubes…

Jumat, 14 Desember 2018 09:57

Bos Bank Indonesia Bilang, Harga Tiket Pesawat 2,1 Juta Masih Wajar

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor rapat bersama dengan Tim…

Jumat, 14 Desember 2018 08:25

Pahala yang Sia-Sia

CATATAN: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda) URUSAN…

Jumat, 14 Desember 2018 07:41

Banyak Pemdes Ngutang di Toko Bangunan, Sisa ADD Dipertanyakan

PENAJAM – Puluhan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendatangi kantor…

Jumat, 14 Desember 2018 07:37

NGANGGUR DAH..!! Kontrak Ribuan Honorer Bakal Dihapus

PENAJAM – Keberadaan tenaga harian lepas (THL) atau tenaga honorer…

Kamis, 13 Desember 2018 22:01

CATAT NIH..!! Selama Dua Tahun, Tak Ada Proyek Besar di Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan periode tahun 2019…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .