MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 18 September 2018 08:39
NAH HAYO KAMU..!! Anggota DPRD Samarinda Pelaku Persekusi Itu Bakal Periksa, Kata Kapolda Tanpa Tebang Pilih

Pernyataan Kapolda Terkait Persekusi Oknum Anggota DPRD

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Persekusi terhadap pengendara motor di Jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang, oleh tiga oknum anggota DPRD Samarinda pada Sabtu (15/9), direspons Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto. Menurutnya, pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah atau ditumpas tak dibenarkan.

Karena itu, dia mempersilakan kepada individu maupun kelompok yang mendapat perlakuan tersebut melapor. ”Silakan (melapor). Yang memersekusi diperiksa, tapi yang memakai baju (#2019GantiPresiden) diperiksa juga lah. Enggak ada urusan,” katanya kepada pewarta selepas rapat koordinasi tiga pilar di Samarinda Convention Hall, Senin (17/9).

Menurut Priyo, seharusnya masyarakat sama-sama memahami kondisi di Kaltim. Jika deklarasi #2019GantiPresiden tidak diizinkan, maka berlaku juga terhadap atributnya. “Kalau sudah tak diizinkan, ya jangan dilakukan, berarti ada kerawanan. Kan jelas,” ungkap perwira tinggi Polri kelahiran Jakarta 12 Oktober 1965 tersebut.

Kapolda melanjutkan, risiko dilakukannya deklarasi #2019GantiPresiden pada akhir pekan lalu, tentu berbuntut panjang dengan adanya tindakan di luar batas kewajaran sekelompok orang. Termasuk ulah tiga oknum anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP).

Diberitakan sebelumnya, lewat video pengadangan berdurasi 1 menit 18 detik yang direkam pada Sabtu (15/9), tiga kader PDI Perjuangan Samarinda memaki dua pengendara motor Yamaha Jupiter MX KT 6369 LT yang berboncengan. Mereka adalah Ahmad Vanandza, Suriani, dan Hairul Usman.

Ketiganya terekam dalam satu frame di video yang terjadi di tepi jalan.

Sementara dua pemuda yang menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden tak berdaya. Dikerumuni bak maling yang tertangkap basah. Baju bagian belakang pengemudi yang ditarik paksa, sobek hingga terlepas. Tubuhnya nyaris terpental. Beruntung, Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo, kapolsek Samarinda Ulu, bisa meredam.

Ahmad Vanandza, Suriani, dan Hairul Usman saling bersahutan melakukan serangan verbal kepada pengendara itu karena menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden. Hingga terselip kata tak pantas yang diduga dilontarkan Ahmad Vanandza, anggota Komisi I DPRD Samarinda. Sembari melepas baju dan memasang jaket, pemuda tersebut lantas pergi meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Kaltim Post yang mengonfirmasi Hairil Usman dan Suriani sepanjang Senin (17/9) tak membuahkan hasil. Dua nomor handphone milik Hairil Usman dan Suriani yang dihubungi tak aktif. Adapun pesan singkat yang dikirim tak mendapat respons. Sebelumnya, Ahmad Vanandza dengan tegas membantah telah melakukan persekusi.

Menurutnya, tindakan seperti yang terekam di video tersebut sebagai bentuk bela negara. Dia beranggapan, kegiatan deklarasi ganti presiden merupakan perbuatan makar. ”Kalau bukan bangsa Indonesia yang menghentikan, siapa lagi. Kalau membiarkan pun bisa kena sanksi hukum. Kalau saya dibilang persekusi, itu tidak benar,” jelas Vanandza.

Terkait dirinya dianggap menistakan agama, politik PDIP ini membantah hal tersebut.

TINDAKAN HARUSNYA MENYEJUKKAN

Perbedaan sikap politik jelang Pemilu 2019 adalah hal wajar. Karena itu semua pihak diminta menahan diri. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, KH Zaini Naim, persekusi oleh tiga oknum anggota DPRD Samarinda akhir pekan lalu tidak boleh lagi terulang karena hanya berbeda sikap politik.

“Tindakan mereka itu bukan menyejukkan, malah membuat provokasi,” sebutnya.

Mestinya, lanjut dia, tak perlu ada ribut-ribut yang berpotensi merusak stabilitas keamanan negara. “Kan sudah ada polisi, kalau memang rusuh dan anarkis, pasti ditangkap,” tegasnya. Zaini menilai, perkataan oknum anggota dewan tersebut di luar batas kewajaran. Namun, MUI tak akan menanggapi secara berlebihan. (*/dra/*/dq/riz/k15)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 11:12

35 Anak Tewas di Lubang Tambang, DPRD Kaltim Seperti Tidak Terusik

SAMARINDA - Tewasnya anak ke 35 di lubang tambang seakan…

Selasa, 25 Juni 2019 09:07

Anggaran tak Jelas, Pembangunan Masjid di Kinibalu Diminta Dihentikan

Samarinda - Sekitar 20 warga sekitar Lapangan Kinibalu berunjuk rasa…

Senin, 24 Juni 2019 14:08

Langkah Jangka Panjang Kendalikan Banjir, RTRW Tidak Boleh Melenceng

Persoalan banjir di Kota Tepian harus segera dituntaskan. Meninggikan jalan…

Senin, 24 Juni 2019 14:05

Runway Sempat Rusak, Penerbangan di APT Pranoto Kembali Normal

SAMARINDA–Aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, kembali normal, kemarin…

Senin, 24 Juni 2019 14:03

Ada Bantuan Pemprov, Pemkot Fokus Alokasikan di Utara

BANTUAN keuangan Rp 100 miliar dari Pemprov Kaltim digelontorkan tahun…

Senin, 24 Juni 2019 14:02

Kepedulian Warga Samarinda terhadap Hewan Meningkat

SAMARINDA–Kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan semakin baik. Saat ini, banyak…

Minggu, 23 Juni 2019 20:39

Masih di Bawah Umur, Sudah Delapan Kali Curi Motor

USIANYA masih di bawah umur. Namun, dia sudah harus merasakan…

Minggu, 23 Juni 2019 20:38

Saluran Air Harus Dibersihkan

SAMARINDA–Menyikapi persoalan di Samarinda, Wali Kota Syaharie Jaang menginstruksikan seluruh…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:22

Gulirkan Wacana Bangun Kanal Kolektif

SAMARINDA–Integrasi penanganan banjir kembali ditempuh Pemkot Samarinda. Verifikasi penyebab hingga…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21

Jangan Mau Kalah dengan Swasta

Tiga hari lalu pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*