MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 18 September 2018 08:39
NAH HAYO KAMU..!! Anggota DPRD Samarinda Pelaku Persekusi Itu Bakal Periksa, Kata Kapolda Tanpa Tebang Pilih

Pernyataan Kapolda Terkait Persekusi Oknum Anggota DPRD

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Persekusi terhadap pengendara motor di Jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang, oleh tiga oknum anggota DPRD Samarinda pada Sabtu (15/9), direspons Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto. Menurutnya, pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah atau ditumpas tak dibenarkan.

Karena itu, dia mempersilakan kepada individu maupun kelompok yang mendapat perlakuan tersebut melapor. ”Silakan (melapor). Yang memersekusi diperiksa, tapi yang memakai baju (#2019GantiPresiden) diperiksa juga lah. Enggak ada urusan,” katanya kepada pewarta selepas rapat koordinasi tiga pilar di Samarinda Convention Hall, Senin (17/9).

Menurut Priyo, seharusnya masyarakat sama-sama memahami kondisi di Kaltim. Jika deklarasi #2019GantiPresiden tidak diizinkan, maka berlaku juga terhadap atributnya. “Kalau sudah tak diizinkan, ya jangan dilakukan, berarti ada kerawanan. Kan jelas,” ungkap perwira tinggi Polri kelahiran Jakarta 12 Oktober 1965 tersebut.

Kapolda melanjutkan, risiko dilakukannya deklarasi #2019GantiPresiden pada akhir pekan lalu, tentu berbuntut panjang dengan adanya tindakan di luar batas kewajaran sekelompok orang. Termasuk ulah tiga oknum anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP).

Diberitakan sebelumnya, lewat video pengadangan berdurasi 1 menit 18 detik yang direkam pada Sabtu (15/9), tiga kader PDI Perjuangan Samarinda memaki dua pengendara motor Yamaha Jupiter MX KT 6369 LT yang berboncengan. Mereka adalah Ahmad Vanandza, Suriani, dan Hairul Usman.

Ketiganya terekam dalam satu frame di video yang terjadi di tepi jalan.

Sementara dua pemuda yang menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden tak berdaya. Dikerumuni bak maling yang tertangkap basah. Baju bagian belakang pengemudi yang ditarik paksa, sobek hingga terlepas. Tubuhnya nyaris terpental. Beruntung, Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo, kapolsek Samarinda Ulu, bisa meredam.

Ahmad Vanandza, Suriani, dan Hairul Usman saling bersahutan melakukan serangan verbal kepada pengendara itu karena menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden. Hingga terselip kata tak pantas yang diduga dilontarkan Ahmad Vanandza, anggota Komisi I DPRD Samarinda. Sembari melepas baju dan memasang jaket, pemuda tersebut lantas pergi meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Kaltim Post yang mengonfirmasi Hairil Usman dan Suriani sepanjang Senin (17/9) tak membuahkan hasil. Dua nomor handphone milik Hairil Usman dan Suriani yang dihubungi tak aktif. Adapun pesan singkat yang dikirim tak mendapat respons. Sebelumnya, Ahmad Vanandza dengan tegas membantah telah melakukan persekusi.

Menurutnya, tindakan seperti yang terekam di video tersebut sebagai bentuk bela negara. Dia beranggapan, kegiatan deklarasi ganti presiden merupakan perbuatan makar. ”Kalau bukan bangsa Indonesia yang menghentikan, siapa lagi. Kalau membiarkan pun bisa kena sanksi hukum. Kalau saya dibilang persekusi, itu tidak benar,” jelas Vanandza.

Terkait dirinya dianggap menistakan agama, politik PDIP ini membantah hal tersebut.

TINDAKAN HARUSNYA MENYEJUKKAN

Perbedaan sikap politik jelang Pemilu 2019 adalah hal wajar. Karena itu semua pihak diminta menahan diri. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, KH Zaini Naim, persekusi oleh tiga oknum anggota DPRD Samarinda akhir pekan lalu tidak boleh lagi terulang karena hanya berbeda sikap politik.

“Tindakan mereka itu bukan menyejukkan, malah membuat provokasi,” sebutnya.

Mestinya, lanjut dia, tak perlu ada ribut-ribut yang berpotensi merusak stabilitas keamanan negara. “Kan sudah ada polisi, kalau memang rusuh dan anarkis, pasti ditangkap,” tegasnya. Zaini menilai, perkataan oknum anggota dewan tersebut di luar batas kewajaran. Namun, MUI tak akan menanggapi secara berlebihan. (*/dra/*/dq/riz/k15)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 10:38

ID Card Kunjungan Presiden Diurus Korem 091/ASN

SAMARINDA- Menyambut kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Samarinda, dalam rangka membuka Muktamar…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:34

Sejumlah Bank Akan Luncurkan Kartu Berlogo GPN

SAMARINDA-  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur bersama puluhan bank swasta dan pemerintah…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:13

Tak Terlalu Pagi untuk Buraq

Pagi begitu dingin di Mahulu. Saya terbangun setidaknya tiga kali sebelum embun mulai tampak di atas…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:03

Wabup Lepas Rombongan Umrah

UJOH BILANG – Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Drs Y Juan Jenau, Kamis (18/10), melepas Rombongan…

Kamis, 18 Oktober 2018 07:47

160 Ribu KTP-el Belum Dicetak

SAMARINDA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta meninjau kembali rencana memblokir data…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:12
BREAKING NEWS

Hari Ini, Sengketa IMB Lahan Lapangan Kinibalu Diputuskan

SAMARINDA- Rabu (17/10) hari ini dilaksanakan sidang ke tujuh kasus gugatan atas sengketa perizinan…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:03

"Pembahasan RZWP3K Kaltim Harus Berpihak pada Nelayan Tradisional"

SAMARINDA- Pembahasan penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di Kaltim,…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:01

Dua Desa Turun Status

SAMARINDA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Mohammad…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:10

Hak Lima Anggota DPRD Dibekukan

SAMARINDA – Hadirnya putusan sela Pengadilan Negeri (PN) Samarinda atas gugatan warga terkait…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:53

Hudoq Pekayang Jati Diri Daerah

UJOH BILANG - Kegiatan rutin Hudoq Pekayang merupakan wujud implementasi dari Undang-Undang (UU) Nomor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .