MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 18 September 2018 08:37
Trauma hingga Berdampak pada Kesehatan Mental
-

PROKAL.CO, class="yiv5469359934msonormal">PERSEKUSI atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas adalah tindakan sewenang-wenang.

Tindakan seperti ini kerap dilakukan di depan umum. Secara psikologis, ini akan menumbuhkan rasa malu berlebih kepada korbannya. Karena dilakukan di depan publik.

Dampak lainnya, akan memunculkan rasa trauma. Menurut psikolog Ayunda Ramadhani, persekusi menimbulkan rasa malu dan trauma secara psikologis. “Dalam jangka panjang, ini berdampak pada kesehatan mental,” ujarnya Senin (17/9). Selain malu, reaksi pertama yang muncul adalah terkejut dan trauma. Apabila korban persekusi sampai dikejar, diancam, dicari alamatnya dan dicari tahu siapa dirinya, maka jangka waktu merasa ketakutan akan lebih lama.

“Artinya pelaku persekusi berencana mengintimidasi korban di kemudian hari,” kata dia. Bahkan, dampak terburuknya adalah trauma berkepanjangan. Bila terjadi, mimpi buruk mengenai kejadian persekusi akan menghampiri. “Mimpinya bisa terjadi berulang-ulang. Kalau tidak ditangani dapat berpengaruh pada pendidikan, pekerjaan. Apalagi kalau mahasiswa bisa saja tidak berani turun kuliah karena rasa takut yang berlebih. Bergantung bagaimana persekusi dilakukan,” jelasnya.

Dia menyebut, tanda pagar (tagar) #219GantiPresiden merupakan bentuk kebebasan berekspresi. Apalagi, situasi politik dalam beberapa bulan belakangan memang fluktuatif. Di kalangan masyarakat sudah terbentuk kubu-kubu antara pendukung satu dan lainnya yang secara tidak langsung dapat dirasakan.

“Jadi, tagar ganti presiden sebenarnya lebih ke bentuk kebebasan berekspresi ke arah yang lebih baik dari sekarang. Toh, ganti presiden bukan tindakan yang memprovokasi atau mengudeta. Apalagi yang menggunakan segelintir orang saja,” ungkap dia. Terkecuali, lanjutnya, dengan sengaja memobilisasi massa atau melakukan aksi ke pemerintahan. “Kalau yang saya lihat, mereka hanya menggunakan baju saja. Pilihan kaus dan tulisan di pakaian itu kebebasan berekspresi. Seperti mahasiswa, ada yang menggunakan pakaian warna merah maupun hitam. Suka-suka mereka, bentuk ekspresi,” terangnya.

”Apa semua yang menggunakan tagar 2019 ganti presiden mau dipersekusi?” imbuhnya. Ayunda menggarisbawahi, kebebasan berpendapat hendaknya dapat dihargai. Selama pakaian tersebut tidak digunakan untuk kegiatan radikal, mengintimidasi kelompok tertentu, apalagi tidak memaksakan orang lain, dia menilai, hal tersebut tidak bisa dianggap sebagai pemecah konflik atau orang yang sengaja membuat rusuh.

“Berdasarkan video yang beredar, korban tampak pasrah ketika diminta mengganti baju. Posisinya tidak berimbang. Kalau korban menganggap itu kejadian yang menakutkan kemudian takut keluar rumah atau pulang, perlu penangan psikologis. Apabila korban menganggap biasa saja, bisa hilang berlalu. Kejadian ini memang dilakukan suatu kelompok yang merasa lebih baik dan dominan dari korban. Mereka punya power,” pungkasnya. (*/dq/riz/k15)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 11:12

35 Anak Tewas di Lubang Tambang, DPRD Kaltim Seperti Tidak Terusik

SAMARINDA - Tewasnya anak ke 35 di lubang tambang seakan…

Selasa, 25 Juni 2019 09:07

Anggaran tak Jelas, Pembangunan Masjid di Kinibalu Diminta Dihentikan

Samarinda - Sekitar 20 warga sekitar Lapangan Kinibalu berunjuk rasa…

Senin, 24 Juni 2019 14:08

Langkah Jangka Panjang Kendalikan Banjir, RTRW Tidak Boleh Melenceng

Persoalan banjir di Kota Tepian harus segera dituntaskan. Meninggikan jalan…

Senin, 24 Juni 2019 14:05

Runway Sempat Rusak, Penerbangan di APT Pranoto Kembali Normal

SAMARINDA–Aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, kembali normal, kemarin…

Senin, 24 Juni 2019 14:03

Ada Bantuan Pemprov, Pemkot Fokus Alokasikan di Utara

BANTUAN keuangan Rp 100 miliar dari Pemprov Kaltim digelontorkan tahun…

Senin, 24 Juni 2019 14:02

Kepedulian Warga Samarinda terhadap Hewan Meningkat

SAMARINDA–Kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan semakin baik. Saat ini, banyak…

Minggu, 23 Juni 2019 20:39

Masih di Bawah Umur, Sudah Delapan Kali Curi Motor

USIANYA masih di bawah umur. Namun, dia sudah harus merasakan…

Minggu, 23 Juni 2019 20:38

Saluran Air Harus Dibersihkan

SAMARINDA–Menyikapi persoalan di Samarinda, Wali Kota Syaharie Jaang menginstruksikan seluruh…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:22

Gulirkan Wacana Bangun Kanal Kolektif

SAMARINDA–Integrasi penanganan banjir kembali ditempuh Pemkot Samarinda. Verifikasi penyebab hingga…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21

Jangan Mau Kalah dengan Swasta

Tiga hari lalu pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*