MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 18 September 2018 08:37
Trauma hingga Berdampak pada Kesehatan Mental
-

PROKAL.CO, class="yiv5469359934msonormal">PERSEKUSI atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas adalah tindakan sewenang-wenang.

Tindakan seperti ini kerap dilakukan di depan umum. Secara psikologis, ini akan menumbuhkan rasa malu berlebih kepada korbannya. Karena dilakukan di depan publik.

Dampak lainnya, akan memunculkan rasa trauma. Menurut psikolog Ayunda Ramadhani, persekusi menimbulkan rasa malu dan trauma secara psikologis. “Dalam jangka panjang, ini berdampak pada kesehatan mental,” ujarnya Senin (17/9). Selain malu, reaksi pertama yang muncul adalah terkejut dan trauma. Apabila korban persekusi sampai dikejar, diancam, dicari alamatnya dan dicari tahu siapa dirinya, maka jangka waktu merasa ketakutan akan lebih lama.

“Artinya pelaku persekusi berencana mengintimidasi korban di kemudian hari,” kata dia. Bahkan, dampak terburuknya adalah trauma berkepanjangan. Bila terjadi, mimpi buruk mengenai kejadian persekusi akan menghampiri. “Mimpinya bisa terjadi berulang-ulang. Kalau tidak ditangani dapat berpengaruh pada pendidikan, pekerjaan. Apalagi kalau mahasiswa bisa saja tidak berani turun kuliah karena rasa takut yang berlebih. Bergantung bagaimana persekusi dilakukan,” jelasnya.

Dia menyebut, tanda pagar (tagar) #219GantiPresiden merupakan bentuk kebebasan berekspresi. Apalagi, situasi politik dalam beberapa bulan belakangan memang fluktuatif. Di kalangan masyarakat sudah terbentuk kubu-kubu antara pendukung satu dan lainnya yang secara tidak langsung dapat dirasakan.

“Jadi, tagar ganti presiden sebenarnya lebih ke bentuk kebebasan berekspresi ke arah yang lebih baik dari sekarang. Toh, ganti presiden bukan tindakan yang memprovokasi atau mengudeta. Apalagi yang menggunakan segelintir orang saja,” ungkap dia. Terkecuali, lanjutnya, dengan sengaja memobilisasi massa atau melakukan aksi ke pemerintahan. “Kalau yang saya lihat, mereka hanya menggunakan baju saja. Pilihan kaus dan tulisan di pakaian itu kebebasan berekspresi. Seperti mahasiswa, ada yang menggunakan pakaian warna merah maupun hitam. Suka-suka mereka, bentuk ekspresi,” terangnya.

”Apa semua yang menggunakan tagar 2019 ganti presiden mau dipersekusi?” imbuhnya. Ayunda menggarisbawahi, kebebasan berpendapat hendaknya dapat dihargai. Selama pakaian tersebut tidak digunakan untuk kegiatan radikal, mengintimidasi kelompok tertentu, apalagi tidak memaksakan orang lain, dia menilai, hal tersebut tidak bisa dianggap sebagai pemecah konflik atau orang yang sengaja membuat rusuh.

“Berdasarkan video yang beredar, korban tampak pasrah ketika diminta mengganti baju. Posisinya tidak berimbang. Kalau korban menganggap itu kejadian yang menakutkan kemudian takut keluar rumah atau pulang, perlu penangan psikologis. Apabila korban menganggap biasa saja, bisa hilang berlalu. Kejadian ini memang dilakukan suatu kelompok yang merasa lebih baik dan dominan dari korban. Mereka punya power,” pungkasnya. (*/dq/riz/k15)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 13:17

Hadi Janji Tinjau Izin Perusahaan Terkait Tewasnya 32 Anak di Kolam Tambang

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi berjanji akan meninjau…

Minggu, 17 Februari 2019 23:52
Buka Nobar Debat Capres dan Diskusi Publik

AMINKAN..!! Wagub Hadi Berharap Ada Presiden dari Kaltim

SAMARINDA  - Sejak Indonesia merdeka, tak ada satupun orang Kaltim…

Minggu, 17 Februari 2019 20:46

Berkat IPDP Kaltim Kota Samarinda, Tambangan Hidup Lagi

SAMARINDA – Kapal tambangan yang merupakan transportasi utama di Samarinda…

Minggu, 17 Februari 2019 19:19

TERNYATA..!! Salah Satu yang Tertangkap saat Penggerebekan Loket Narkoba Ada Oknum Satpol PP Samarinda

SAMARINDA - Salah satu dari 15 orang yang tertangkap saat…

Minggu, 17 Februari 2019 12:56

Perparkiran Bandara Sudah Memadai

SAMARINDA – PT CentrePark telah ditunjuk sebagai mitra dalam pengelolaan…

Sabtu, 16 Februari 2019 21:21

Lagi, Loket Penjual Narkoba di Jl Gatot Subroto Gang 1 Digerebek

SAMARINDA - Sarang penjual loket narkoba di Kota Samarinda, kembali…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:17

Seleksi Komisioner KPU Kaltim, Ini 10 Nama yang Masuk Tes Lanjutan

SAMARINDA–Satu demi satu peserta seleksi Komisioner KPU Kaltim periode 2019–2024…

Jumat, 15 Februari 2019 10:07

Eks Karyawan PT Kimco Armindo Datangi Distamben, Ada Apa?

SAMARINDA – Perwakilan dari 18 mantan atau eks karyawan PT…

Rabu, 13 Februari 2019 10:58
IPDP Kaltim Kota Samarinda Gelar Pesona Tirta Mahakam

"Hidupkan" Lagi Tambangan Mahakam, Ini yang Dilakukan IPDP Kaltim Kota Samarinda

SAMARINDA – Guna mempopulerkan kembali angkutan sungai yang sangat jaya…

Rabu, 13 Februari 2019 10:25

Mall Pelayanan Publik Samarinda akan Diresmikan Menpan-RB

SAMARINDA - Mall Pelayanan Publik (MPP) di Gedung Graha Tepian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*