MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 18 September 2018 08:37
Trauma hingga Berdampak pada Kesehatan Mental
-

PROKAL.CO, class="yiv5469359934msonormal">PERSEKUSI atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas adalah tindakan sewenang-wenang.

Tindakan seperti ini kerap dilakukan di depan umum. Secara psikologis, ini akan menumbuhkan rasa malu berlebih kepada korbannya. Karena dilakukan di depan publik.

Dampak lainnya, akan memunculkan rasa trauma. Menurut psikolog Ayunda Ramadhani, persekusi menimbulkan rasa malu dan trauma secara psikologis. “Dalam jangka panjang, ini berdampak pada kesehatan mental,” ujarnya Senin (17/9). Selain malu, reaksi pertama yang muncul adalah terkejut dan trauma. Apabila korban persekusi sampai dikejar, diancam, dicari alamatnya dan dicari tahu siapa dirinya, maka jangka waktu merasa ketakutan akan lebih lama.

“Artinya pelaku persekusi berencana mengintimidasi korban di kemudian hari,” kata dia. Bahkan, dampak terburuknya adalah trauma berkepanjangan. Bila terjadi, mimpi buruk mengenai kejadian persekusi akan menghampiri. “Mimpinya bisa terjadi berulang-ulang. Kalau tidak ditangani dapat berpengaruh pada pendidikan, pekerjaan. Apalagi kalau mahasiswa bisa saja tidak berani turun kuliah karena rasa takut yang berlebih. Bergantung bagaimana persekusi dilakukan,” jelasnya.

Dia menyebut, tanda pagar (tagar) #219GantiPresiden merupakan bentuk kebebasan berekspresi. Apalagi, situasi politik dalam beberapa bulan belakangan memang fluktuatif. Di kalangan masyarakat sudah terbentuk kubu-kubu antara pendukung satu dan lainnya yang secara tidak langsung dapat dirasakan.

“Jadi, tagar ganti presiden sebenarnya lebih ke bentuk kebebasan berekspresi ke arah yang lebih baik dari sekarang. Toh, ganti presiden bukan tindakan yang memprovokasi atau mengudeta. Apalagi yang menggunakan segelintir orang saja,” ungkap dia. Terkecuali, lanjutnya, dengan sengaja memobilisasi massa atau melakukan aksi ke pemerintahan. “Kalau yang saya lihat, mereka hanya menggunakan baju saja. Pilihan kaus dan tulisan di pakaian itu kebebasan berekspresi. Seperti mahasiswa, ada yang menggunakan pakaian warna merah maupun hitam. Suka-suka mereka, bentuk ekspresi,” terangnya.

”Apa semua yang menggunakan tagar 2019 ganti presiden mau dipersekusi?” imbuhnya. Ayunda menggarisbawahi, kebebasan berpendapat hendaknya dapat dihargai. Selama pakaian tersebut tidak digunakan untuk kegiatan radikal, mengintimidasi kelompok tertentu, apalagi tidak memaksakan orang lain, dia menilai, hal tersebut tidak bisa dianggap sebagai pemecah konflik atau orang yang sengaja membuat rusuh.

“Berdasarkan video yang beredar, korban tampak pasrah ketika diminta mengganti baju. Posisinya tidak berimbang. Kalau korban menganggap itu kejadian yang menakutkan kemudian takut keluar rumah atau pulang, perlu penangan psikologis. Apabila korban menganggap biasa saja, bisa hilang berlalu. Kejadian ini memang dilakukan suatu kelompok yang merasa lebih baik dan dominan dari korban. Mereka punya power,” pungkasnya. (*/dq/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 17:22

Dilelang Bank, Bangunan Hotel Mercure dan Ibis Samarinda Terjual

SAMARINDA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur Dwi…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:14

HAAWWW, KENAPA NI...??? Gubernur dan Wakil Kota Dipolisikan

SAMARINDA  –  Surat pemberhentian lima anggota dewan yang dikeluarkan Senin…

Jumat, 14 Desember 2018 12:53

Sambut Natal dan Tahun Baru, Dishub Kaltim Pasang 12 Plang Jalan Alternatif

SAMARINDA - Sebanyak 12 plang petunjuk jalan alternatif menuju Bandara…

Jumat, 14 Desember 2018 11:00

SUDAH DIDUGA..!! Target Jembatan Kembar Diprediksi Meleset

SAMARINDA - Target penyelesaian Jembatan IV Mahakam atau jembatan kembar…

Jumat, 14 Desember 2018 10:16
Untuk Pertama Kalinya, Penumpukan Penumpang Terjadi di Bandara APT Pranoto

Lengkapi Dong Fasilitas Penerbangan Malam di Bandara APT Pranoto, Biar Ngga Kayak Gini....

SAMARINDA- Untuk pertama kalinya, penumpukan penumpang terjadi di Bandara APT…

Jumat, 14 Desember 2018 08:06

Kalah Judi, Curi Cincin Nikah Sepupu

SAMARINDA - Berselancar di dunia maya, hampir setiap hari dilakukan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:23

Lebihi Batas Tarif, Sanksi Menanti

SAMARINDA – Memasuki akhir 2018, tim pengendalian inflasi daerah (TPID)…

Kamis, 13 Desember 2018 21:54

Nasdem Kaltim Bidik Dua Kursi DPR RI

SAMARINDA - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh…

Kamis, 13 Desember 2018 06:30

Surya Paloh Dijadwalkan Hadiri Orientasi Caleg NasDem

SAMARINDA–Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dijadwalkan hadir dalam…

Rabu, 12 Desember 2018 21:03

Jaringan Pengedar Sabu Kutai Timur Dibongkar, Mobil dan Motor Disita

Samarinda - Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim membongkar jaringan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .