MANAGED BY:
SENIN
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 18 September 2018 08:36
Sungai Mahakam Surut, KSOP Perketat Pelayaran
AKTIVITAS TERBATAS: Jejeran kapal tradisional yang kerap melayani transportasi ke wilayah hulu Sungai Mahakam sudah beberapa hari terakhir tak berlayar. Pemilik kapal lebih memilih menambat kapal di Jalan Slamet Riyadi. (RAMA SIHOTANG/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Hamparan tanah basah tampak begitu jelas. Pemandangan yang tak biasa kurun waktu sepekan terakhir. Air di Sungai Mahakam surut. Jejeran kapal-kapal pedalaman pun tambat di tepi Sungai Mahakam. Beberapa di antaranya ada yang tak bisa beroperasi. Kondisi cuaca yang tak menentu, juga membuat debit air menyusut. Kondisi berdampak pada alur pelayaran kapal-kapal yang kerap melintasi Sungai Mahakam.

Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas IIA Samarinda Masri Tulak Randa Bunga menyebut, kondisi cuaca menjadi paling penentu. “Ketika di daerah hulu Sungai Mahakam hujan, dan air dari laut pasang, kondisi lalu lintas cukup berbahaya,” sebut Masri. Pasalnya, Kota Tepian menjadi tempat pertemuan antara air kiriman dari hulu dan air pasang dari hilir. Surutnya Sungai Mahakam, disebut Masri, berpengaruh pada kecepatan kapal. “Sering dangkal- kan siang sampai sore. Kalau malam air kembali normal,” sebut Masri. Terlebih, ketika siang, kapal-kapal yang biasa beraktivitas memang tak bisa melintas.

Hal itu tentunya adanya faktor pembangunan Jembatan Mahkota IV, khususnya penyambungan bentang tengah. Namun, siang hari, beberapa kapal memang tambat sementara untuk menunggu proses perlintasan yang dilakukan di atas pukul 18.00 Wita. Masri menegaskan, dia lebih berbicara pada kondisi di daerah muara, tepatnya di Pulau Nubi, Kutai Kartanegara. Low water stream (LWS) atau kedalaman alur di titik tersebut, surutnya bisa mencapai 3,5 meter. “Kalau kapal bermuatan melintas, sudah pasti kandas,” sebut Masri. Satu-satunya jalan, ketika air dangkal, kapal wajib berhenti.

Menyebut adanya air surut di Sungai Mahakam, tepatnya terlihat di depan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Masri menyebut kondisinya cukup dalam. “Enggak masalah kalau di sana (Sungai Mahakam). Ada tiga titik yang kami pantau terus. Bui 3,5, dan 7. Itu berada di daerah perbatasan Samarinda-Kukar,” sambung Masri.(*/dra/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 23 Juni 2019 20:39

Masih di Bawah Umur, Sudah Delapan Kali Curi Motor

USIANYA masih di bawah umur. Namun, dia sudah harus merasakan…

Minggu, 23 Juni 2019 20:38

Saluran Air Harus Dibersihkan

SAMARINDA–Menyikapi persoalan di Samarinda, Wali Kota Syaharie Jaang menginstruksikan seluruh…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:22

Gulirkan Wacana Bangun Kanal Kolektif

SAMARINDA–Integrasi penanganan banjir kembali ditempuh Pemkot Samarinda. Verifikasi penyebab hingga…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21

Jangan Mau Kalah dengan Swasta

Tiga hari lalu pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21
Jago Merah Mengamuk di Kota Tepian

Dua Kali Terjadi, Hanguskan Belasan Rumah

DALAM sehari Kota Tepian alami dua kali petaka kebakaran. Pertama…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:20

Pentingnya Jurnalisme Data bagi Pewarta

Bagipewarta, data begitu sakral, tanpanya berita takkan kaya.   NOFIYATUL…

Jumat, 21 Juni 2019 22:34

Belasan Sekolah Minim Pendaftar

Kendati Disdik Samarinda telah membuka pendaftaran PPDB dua kali, namun…

Jumat, 21 Juni 2019 22:09

Kejiwaan Tersangka Cabul Akan Diperiksa

SAMARINDA–Kasus pencabulan yang diduga dilakukan Robinson Rante Linggi terhadap dua…

Jumat, 21 Juni 2019 22:08

Warga Padat Karya Sikat Motor Tetangga

Di tengah musibah banjir yang melanda ibu kota Kaltim, ada…

Jumat, 21 Juni 2019 22:06

Disdikbud Siapkan Opsi Alternatif

INTENSITAS hujan yang cukup tinggi, dipadu dengan minimnya kawasan resapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*