MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Selasa, 18 September 2018 08:12
Awali Dengan Sengit

Liverpool vs PSG FC

Mohamed Salah

PROKAL.CO, LIVERPOOL — Pembukaan Grup C yang merupakan salah satu grup neraka Liga Champions Eropa akan mempertemukan Liverpool dan Paris Saint-Germain. Kedua tim raksasa ini akan bentrok dalam Matchday 1 yang akan berlangsung di Stadion Anfield dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 03.00 Wita).

The Reds merupakan finalis Liga Champions edisi tahun lalu. Menjadi juara musim ini adalah target yang tidak bisa ditawar lagi. Sementara PSG yang terbebani dengan sejumlah pemain bintang, ingin melangkah lebih jauh pada musim ini. Pada dua edisi Liga Champions sebelumnya, klub asal Prancis itu selalu mentok di 16 besar.

Untuk mengawali kisah mereka dalam perebutan trofi berjuluk Si Kuping Lebar, Manajer Liverpool Juergen Klopp telah membuat sejumlah perbaikan. Salah satunya mendatangkan Alisson Becker. Kiper Timnas Brasil ini adalah harga mahal yang harus dibayar usai blunder Loris Karius pada final Liga Champions musim lalu ketika berhadapan dengan Real Madrid. Dari lima laga di Premier League musim ini, Alisson mencatat tiga kali clean sheet dan dua kali kebobolan.

Menariknya, pada laga nanti kiper 25 tahun itu akan menghadapi kompatriotnya, Neymar Jr. Sementara, pemain Brasil lainnya Firmino diragukan turun lantaran mengalami cedera mata saat Liverpool berhadapan dengan Tottenham Hotspur di Wembley (15/9). Ketika itu, striker 26 tahun itu bertabrakan dengan bek Spurs Jan Vertonghen. Kemarin, Firmino dinyatakan telah keluar rumah sakit dan tidak ada gangguan yang berarti.

Guna mengadang asa Liverpool, PSG telah mencadangkan Neymar dan Kylian Mbappe saat PSG menjamu Saint-Etienne di Ligue 1 (15/9). Keduanya bakal menjadi ancaman pertahanan Liverpool yang akan dikawal Van Dijk dan Joe Gomez. Selama bermain empat kali di liga, Nyemar dan Mbappe sama-sama telah mencetak empat gol.

Menilai akan turunnya kedua superstar PSG tersebut, Juergen Klopp memilih realistis. Kehadiran dua pemain itu akan memudahkan langkah PSG. Apalagi saat ini PSG berada di bawah racikan Thomas Tuchel, yang merupakan suksesornya di Borrusia Dortmund. Tuchel dikenal sebagai pelatih yang taktis dengan memanfaatkan pemainnya mendominasi lini tengah dan menciptakan overload di sepertiga lapangan penyerangan.

“Saya telah melihat bagaimana mereka menang tanpa Neymar dan Mbappe. Orang-orang mengatakan kami berada di musim terakhir terakhir, jadi saat ini kami harus menang; benar-benar menang. Kami akan melakukan segalanya dalam kekuatan kami untuk menjadi sebaik mungkin,” tambah Klopp.

PSG setelah meraih lima gelar liga dan empat trofi di Prancis dalam enam musim terakhir sangat lapar untuk memburu title internasional. Sejauh ini, hanya Piala Winners Eropa musim 1995/96 yang pernah digapai PSG. Sebaliknya, Liverpool merupakan klub Inggris paling sukses di Eropa dengan 11 trofi (Liga Champions, Liga Europa dan Super Cup Eropa). Pada 2005, adalah terakhir kali The Reds memenangi Liga Champions. Tentu, setelah penjegalan oleh Real Madrid pada musim lalu, maka pada musim ini tidak boleh terulang.

“Kami bersaing di dua kompetisi terberat di dunia, Liga Premier dan Liga Champions. Bagaimana kami bisa mengatakan kami tidak menginginkan juara? Itulah yang kami lakukan, itulah yang telah membawa kita semua bersama di sini,  tetapi tidak ada satu detik pun yang mudah,” ujar Kloppo, sebutan akrabnya.

Sementara bagi Thomas Tuchel, pertandingan nanti menjadi momen balas dendamnya kepada Liverpool. Dia masih ingat benar, ketika menukangi Dortmund di Liga Eropa musim 2015/16, timnya dikalahkan 4-3 di Anfield pada leg kedua perempatfinal. Gol Dejan Lovren di injury time membuat The Reds lolos ke semifinal dengan agregat 5-4.

Bersama PSG, Tuchel juga tahu bahwa Anfield merupakan stadion yang terkenal dengan para pendukungnya yang fanatik. Ini juga menjadi salah satu faktor nonteknis yang mengalahkannya ketika berjumpa dengan Liverpool terakhir kali.

“Saya tidak bisa menjelaskannya, itu tidak logis. Tapi jika Anda memiliki keyakinan yang kuat maka hal itu bisa terjadi. Tapi saat itu kami telah memiliki tujuan dan belum mendapatkannya,” ungkapnya.(tom2/k15)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 12:30

Karolina Pliskova Bentrok dengan Serena

MELBOURNE - Upaya Serena Williams meraih trofi grand slam ke-24…

Selasa, 22 Januari 2019 07:04

Ball Susul LeBron dan Rondo

LOS ANGELES - Jelang laga menjamu Golden State Warriors pagi…

Senin, 21 Januari 2019 12:03

Zalnando Hijrah ke Persib

Persib Bandung terus melengkapi skuatnya. Setelah meresmikan Esteban Viscarra, tim…

Senin, 21 Januari 2019 07:14

GOODBYE EDY!

BADUNG — Gelombang desakan mundur terhadap Edy Rahmayadi dari kursi…

Senin, 21 Januari 2019 07:09

Jokdri Solusi PSSI?

MENANGGAPI penunjukan Jokdri sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua umum PSSI,…

Senin, 21 Januari 2019 07:07

Awal yang Indah untuk Minions

KUALA LUMPUR – Minions are back! Ya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin…

Senin, 21 Januari 2019 07:04

Waktunya yang Muda Bicara

MELBOURNE – Daniil Medvedev percaya diri akan mengamankan tiket perempat…

Minggu, 20 Januari 2019 10:57

SIASAT TERBATAS

LONDON–Situasi sulit mendera Tottenham Hotspur. Kehilangan beberapa pemain pilar untuk…

Minggu, 20 Januari 2019 10:56

Potensi Dua Gelar

KUALA LUMPUR–Delapan turnamen, tujuh semifinal, dan satu perempat final. Itulah…

Minggu, 20 Januari 2019 10:55

Mudah Lupakan Pipita

MILAN–Serie A giornata ke-20 pekan ini bakal emosional bagi striker…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*