MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 18 September 2018 06:56
Waspada Investasi Bodong, 10 Tahun Terakhir, Kerugian Capai Rp 105 Triliun
-ilustrasi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Literasi keuangan di Indonesia masih harus ditingkatkan. Khususnya Kaltim. Penawaran keuntungan yang terlalu tinggi, kerap membuat masyarakat tergiur. Selama 10 tahun terakhir, kerugian investasi bodong di Indonesia sudah mencapai lebih dari Rp 105,81 triliun. Di Bumi Etam, pernah terjadi kasus UN Swissindo dan Talk Fusion.

Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing mengatakan, total kerugian itu diketahui karena ada laporan. Dia meyakini masih banyak di luar sana masyarakat yang terkena investasi bodong, tapi tidak melapor.

“Kebanyakan korban kasus investasi bodong dari kalangan terpelajar, sehingga malu jika melapor dan membiarkan. Padahal, seharusnya melapor agar tidak timbul korban selanjutnya,” katanya usai Pelatihan dan Media Gathering Kalimantan, di Mercure Hotel Ancol, Jakarta, Minggu (16/9).

Jika ditotal hingga 2017 saja, dari semua laporan sudah mencatatkan kerugian Rp 105,81 triliun. Dari semua laporan di Indonesia, Samarinda dan sekitarnya juga mencatatkan kasus investasi ilegal dari UN Swissindo dan Talk Fusion dengan kerugian pelapor mencapai Rp 60–400 juta. “Beberapa kasus investasi bodong yang lebih besar juga terjadi,” katanya.

Tongam mencontohkan, kasus Pandawa Group atau yang sering disebut Pandawa Depok yang memakan korban 549 ribu. Kasus itu menyebabkan kerugian Rp 3,8 triliun. Pandawa saat itu menawarkan bunga 10 persen per bulan. Selanjutnya, kasus investasi yang paling terkenal, yaitu, First Travel yang menimbulkan kerugian Rp 800 miliar dari korban sebanyak 58,6 ribu. First Travel menawarkan umrah seharga Rp 8,8 juta.

Investasi bodong lain yang menimbulkan kerugian besar dilakukan PT Cakrabuana Sukses Indonesia. Perusahaan yang menawarkan investasi konsorsium mendulang emas dengan investasi sebesar 5 persen itu menimbulkan kerugian Rp 1,6 triliun. Terakhir yang tak kalah besar, Dream of Freedom yang diketahui telah merugikan sekitar 700 ribu orang. Bahkan total kerugiannya mencapai Rp 3,5 triliun.

“Itu menandakan bahwa literasi keuangan kita masih rendah. Saat ini, baru 29,66 persen masyarakat yang memahami jasa keuangan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, besarnya keuntungan dan sikap masyarakat yang cenderung mudah tergiur keuntungan besar menjadikan investasi ilegal semakin berkembang. Para pelaku investasi bodong biasanya akan menawarkan keuntungan besar yang tidak wajar dalam waktu cepat. Sejumlah pelaku bahkan mencatut nama tokoh agama atau tokoh masyarakat.

“Masyarakat harus waspada terhadap investasi bodong. Jangan mudah tergiur dengan penawaran yang tidak masuk akal. Yang paling utama harus mencari tahu apakah perusahaan tersebut terdaftar di OJK atau tidak, agar lebih aman dan terawasi,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 06:51

Eksplorasi Cadangan Minerba Belum Optimal

JAKARTA – Cadangan mineral dan batu bara di Indonesia terus…

Senin, 21 Januari 2019 06:49

Tabungan Simpel Bankaltimtara Makin Diminati

BALIKPAPAN – Minat pelajar di Kaltim-Kaltara untuk menabung semakin tinggi.…

Senin, 21 Januari 2019 06:47

Awal Tahun, Rp 14 T Dana Asing Masuk

JAKARTA – Tahun politik kadang menjadi penghambat pertumbuhan investasi di…

Senin, 21 Januari 2019 06:46

Berharap Kebijakan LTV Terasa di Daerah

BALIKPAPAN – Pengembang di Kaltim berharap kebijakan pelonggaran loan to…

Senin, 21 Januari 2019 06:46

Regulasi AS Bisa Tingkatkan Ekspor CPO

SAMARINDA – Kinerja ekspor crude palm oil (CPO) ditarget naik…

Senin, 21 Januari 2019 06:44

Satu Perusahaan Berpeluang Jadi Unicorn

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia terus berkembang pesat.…

Senin, 21 Januari 2019 06:43

Perketat Standar Mutu Produk e-Commerce

JAKARTA – Seiring dengan meningkatnya transaksi penjualan di kanal online,…

Senin, 21 Januari 2019 06:43

Target Raih Segmen Market Baru

SURABAYA – Persaingan industri otomotif Tanah Air kian ketat. Tidak…

Senin, 21 Januari 2019 06:42

Investasi Sektor Komoditas Masih Menggiurkan

JAKARTA – Sektor komoditas Indonesia tahun ini masih berpotensi mengalami…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:30

Toyota Kian Mantap Jadi Leader di Kelas LMPV

BALIKPAPAN  -   Mengawali 2019, Toyota menggebrak industri otomotif dengan meluncurkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*