MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 18 September 2018 06:56
Waspada Investasi Bodong, 10 Tahun Terakhir, Kerugian Capai Rp 105 Triliun
-ilustrasi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Literasi keuangan di Indonesia masih harus ditingkatkan. Khususnya Kaltim. Penawaran keuntungan yang terlalu tinggi, kerap membuat masyarakat tergiur. Selama 10 tahun terakhir, kerugian investasi bodong di Indonesia sudah mencapai lebih dari Rp 105,81 triliun. Di Bumi Etam, pernah terjadi kasus UN Swissindo dan Talk Fusion.

Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing mengatakan, total kerugian itu diketahui karena ada laporan. Dia meyakini masih banyak di luar sana masyarakat yang terkena investasi bodong, tapi tidak melapor.

“Kebanyakan korban kasus investasi bodong dari kalangan terpelajar, sehingga malu jika melapor dan membiarkan. Padahal, seharusnya melapor agar tidak timbul korban selanjutnya,” katanya usai Pelatihan dan Media Gathering Kalimantan, di Mercure Hotel Ancol, Jakarta, Minggu (16/9).

Jika ditotal hingga 2017 saja, dari semua laporan sudah mencatatkan kerugian Rp 105,81 triliun. Dari semua laporan di Indonesia, Samarinda dan sekitarnya juga mencatatkan kasus investasi ilegal dari UN Swissindo dan Talk Fusion dengan kerugian pelapor mencapai Rp 60–400 juta. “Beberapa kasus investasi bodong yang lebih besar juga terjadi,” katanya.

Tongam mencontohkan, kasus Pandawa Group atau yang sering disebut Pandawa Depok yang memakan korban 549 ribu. Kasus itu menyebabkan kerugian Rp 3,8 triliun. Pandawa saat itu menawarkan bunga 10 persen per bulan. Selanjutnya, kasus investasi yang paling terkenal, yaitu, First Travel yang menimbulkan kerugian Rp 800 miliar dari korban sebanyak 58,6 ribu. First Travel menawarkan umrah seharga Rp 8,8 juta.

Investasi bodong lain yang menimbulkan kerugian besar dilakukan PT Cakrabuana Sukses Indonesia. Perusahaan yang menawarkan investasi konsorsium mendulang emas dengan investasi sebesar 5 persen itu menimbulkan kerugian Rp 1,6 triliun. Terakhir yang tak kalah besar, Dream of Freedom yang diketahui telah merugikan sekitar 700 ribu orang. Bahkan total kerugiannya mencapai Rp 3,5 triliun.

“Itu menandakan bahwa literasi keuangan kita masih rendah. Saat ini, baru 29,66 persen masyarakat yang memahami jasa keuangan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, besarnya keuntungan dan sikap masyarakat yang cenderung mudah tergiur keuntungan besar menjadikan investasi ilegal semakin berkembang. Para pelaku investasi bodong biasanya akan menawarkan keuntungan besar yang tidak wajar dalam waktu cepat. Sejumlah pelaku bahkan mencatut nama tokoh agama atau tokoh masyarakat.

“Masyarakat harus waspada terhadap investasi bodong. Jangan mudah tergiur dengan penawaran yang tidak masuk akal. Yang paling utama harus mencari tahu apakah perusahaan tersebut terdaftar di OJK atau tidak, agar lebih aman dan terawasi,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 06:45

Tahun Depan Sasar Utara dan Selatan

BALIKPAPAN – Kota Minyak terus mengembangkan jaringan gas (jargas) di masyarakat. Saat ini Pemkot…

Kamis, 15 November 2018 06:43

Ini Masalah yang Selalu Jadi Momok Investasi di Kaltim

BALIKPAPAN – Permasalahan lahan kerap menjadi penghambat dalam mengembangkan investasi di Kaltim.…

Kamis, 15 November 2018 06:42

Siapkan Rencana Operasi Pasar

JAKARTA – Pergerakan harga beras medium bakal menjadi perhatian pemerintah dalam sebulan ke depan.…

Kamis, 15 November 2018 06:40

PHSS Sukses Kapalkan LNG Perdana

BALIKPAPAN - Upaya PT Pertamina dalam mengelola blok migas eks VICO Indonesia mulai membuahkan hasil.…

Kamis, 15 November 2018 06:37

Perdamaian Dikabulkan, Peluang Merpati Terbang Lagi Kian Besar

SURABAYA - Langkah Merpati Nusantara Airlines untuk kembali terbang semakin mulus. Pengadilan Niaga…

Kamis, 15 November 2018 06:33

Antisipasi Praktik Kartel

JAKARTA - Pemerintah perlu mengevaluasi tata niaga kebijakan gula di Tanah Air. Pasalnya, beberapa kebijakan…

Kamis, 15 November 2018 06:32

Kadin-Bappenas Fokus Perkuat Industri Kelautan

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional…

Kamis, 15 November 2018 06:31

Berharap Produk Olahan Perikanan Mendunia

JAKARTA - Sebagai salah satu negara kepulauan, kekayaan laut Indonesia tidak bisa dimungkiri. Sayangnya,…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Investor Masih Khawatir Pasar Negara Berkembang

JAKARTA – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali berada dalam…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Produk UKM Sulit Bersaing

JAKARTA – Pertumbuhan e-commerce yang begitu pesat tampaknya perlu diikuti regulasi yang jelas.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .