MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 18 September 2018 06:56
Waspada Investasi Bodong, 10 Tahun Terakhir, Kerugian Capai Rp 105 Triliun
-ilustrasi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Literasi keuangan di Indonesia masih harus ditingkatkan. Khususnya Kaltim. Penawaran keuntungan yang terlalu tinggi, kerap membuat masyarakat tergiur. Selama 10 tahun terakhir, kerugian investasi bodong di Indonesia sudah mencapai lebih dari Rp 105,81 triliun. Di Bumi Etam, pernah terjadi kasus UN Swissindo dan Talk Fusion.

Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing mengatakan, total kerugian itu diketahui karena ada laporan. Dia meyakini masih banyak di luar sana masyarakat yang terkena investasi bodong, tapi tidak melapor.

“Kebanyakan korban kasus investasi bodong dari kalangan terpelajar, sehingga malu jika melapor dan membiarkan. Padahal, seharusnya melapor agar tidak timbul korban selanjutnya,” katanya usai Pelatihan dan Media Gathering Kalimantan, di Mercure Hotel Ancol, Jakarta, Minggu (16/9).

Jika ditotal hingga 2017 saja, dari semua laporan sudah mencatatkan kerugian Rp 105,81 triliun. Dari semua laporan di Indonesia, Samarinda dan sekitarnya juga mencatatkan kasus investasi ilegal dari UN Swissindo dan Talk Fusion dengan kerugian pelapor mencapai Rp 60–400 juta. “Beberapa kasus investasi bodong yang lebih besar juga terjadi,” katanya.

Tongam mencontohkan, kasus Pandawa Group atau yang sering disebut Pandawa Depok yang memakan korban 549 ribu. Kasus itu menyebabkan kerugian Rp 3,8 triliun. Pandawa saat itu menawarkan bunga 10 persen per bulan. Selanjutnya, kasus investasi yang paling terkenal, yaitu, First Travel yang menimbulkan kerugian Rp 800 miliar dari korban sebanyak 58,6 ribu. First Travel menawarkan umrah seharga Rp 8,8 juta.

Investasi bodong lain yang menimbulkan kerugian besar dilakukan PT Cakrabuana Sukses Indonesia. Perusahaan yang menawarkan investasi konsorsium mendulang emas dengan investasi sebesar 5 persen itu menimbulkan kerugian Rp 1,6 triliun. Terakhir yang tak kalah besar, Dream of Freedom yang diketahui telah merugikan sekitar 700 ribu orang. Bahkan total kerugiannya mencapai Rp 3,5 triliun.

“Itu menandakan bahwa literasi keuangan kita masih rendah. Saat ini, baru 29,66 persen masyarakat yang memahami jasa keuangan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, besarnya keuntungan dan sikap masyarakat yang cenderung mudah tergiur keuntungan besar menjadikan investasi ilegal semakin berkembang. Para pelaku investasi bodong biasanya akan menawarkan keuntungan besar yang tidak wajar dalam waktu cepat. Sejumlah pelaku bahkan mencatut nama tokoh agama atau tokoh masyarakat.

“Masyarakat harus waspada terhadap investasi bodong. Jangan mudah tergiur dengan penawaran yang tidak masuk akal. Yang paling utama harus mencari tahu apakah perusahaan tersebut terdaftar di OJK atau tidak, agar lebih aman dan terawasi,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 10:46

Waspadai Lonjakan Tiket Pesawat Jelang Hari Raya

JAKARTA – Inflasi terpantau masih cukup rendah kendati Ramadan yang…

Selasa, 23 April 2019 13:22

Dealer Honda Terluas Terlengkap se Kalimantan Beroperasi di Samarinda, Ini Kelebihannya

SAMARINDA - Honda terus memperluas pemasaran dan pelayanannya. Kali ini,…

Sabtu, 20 April 2019 13:24

WTO Vonis Tiongkok Bersalah

 JENEWA – Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyatakan bahwa Tiongkok bersalah…

Sabtu, 20 April 2019 13:14

Penjualan Roda Empat Sedikit Melambat

JAKARTA – Penjualan kendaraan roda empat sepanjang kuartal I 2019…

Jumat, 19 April 2019 12:12

Buka Lagi Keran Impor Bawang Putih

JAKARTA – Mengantisipasi harga bawang putih yang melambung, Kemendag kemarin…

Jumat, 19 April 2019 11:44

Amazon Menyerah, Angkat Kaki dari Tiongkok

BEIJING – Beberapa tahun lalu Quenie Liao sudah menambatkan hatinya…

Rabu, 17 April 2019 12:55

Tekanan Inflasi Angkutan Udara Masih Terjaga

SAMARINDA-Saat ini harga tiket pesawat masih dikeluhkan tinggi. Meskipun tidak…

Rabu, 17 April 2019 12:53

Risiko Stabilitas Keuangan Daerah Masih Terjaga

SAMARINDA-Pada 2018, ekonomi Kaltim tumbuh 2,67 persen. Pertumbuhan ekonomi Kaltim…

Rabu, 17 April 2019 12:52

Kaltim Targetkan Menarik Investasi Rp 36,35 Triliun

SAMARINDA-Kaltim tahun ini menargetkan mampu menarik investasi Rp 36,35 triliun,…

Rabu, 17 April 2019 12:51

Lion Group Pastikan Kehadiran Rute Samarinda-Martua

SAMARINDA-Maskapai Lion Group melalui Wings Air memastikan akan segera membuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*