MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 18 September 2018 06:55
Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor
JADI TUMPUAN NASIONAL: Kaltim berhasil menjadi provinsi ketiga dengan sumbangan ekspor terbesar dari komoditas bahan bakar mineral dan minyak kelapa sawit. Tampak puluhan ton tandan buah segar siap diolah menjadi crude palm oil di Pabrik Waru Kaltim Plantation, Penajam Paser Utara. (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2018 turun 2,9 persen menjadi USD 15,82 miliar dari Juli 2018 yang sebesar USD 16,24 miliar. Namun, bila dibandingkan tahun lalu maka laju ekspor terjadi kenaikan 4,15 persen dari sebesar USD 15,19 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut, penurunan ekspor dari Juli ke Agustus disebabkan dua faktor, karena penurunan ekspor migas dan non-migas. Sektor migas turun 3,27 persen dari USD 1,43 miliar jadi USD 1,48 miliar. Penurunan ekspor migas disebabkan menurunnya ekspor hasil minyak 10,01 persen dan ekspor gas 22,75 persen.

Sedangkan, ekspor minyak mentah naik 46,01 persen. Sektor non-migas mengalami penurunan 2,86 persen, dari USD 14,8 miliar jadi USD 14,4 miliar. "Ini karena ada penurunan komoditas bahan bakar mineral, yaitu bijih, kerak, dan abu logam, juga penurunan ekspor karet dan barang-barang dari karet," ujarnya, Senin (17/9).

Menurutnya, ekspor Indonesia pada Agustus 2018 masih didominasi oleh sektor industri pengolahan yang berkontribusi 72,14 persen. Sementara industri pertanian masih kecil dengan kontribusi 1,82 persen.

Adapun negara tujuan ekspor masih terbesar, yakni Tiongkok dengan nilai USD 2,11 miliar. Kemudian, disusul Amerika Serikat (AS) sebesar USD 1,60 miliar, Jepang sebesar USD 1,48 miliar. "Kontribusi ketiganya mencapai 35,95 persen dari total ekspor Agustus, sementara ekspor ke Uni Eropa, sebanyak 28 negara, sebesar USD 1,52 miliar," tuturnya.

Secara kumulatif, nilai ekspor sejak Januari-Agustus 2018 mencapai USD 120,10 miliar. Realisasi ini meningkat 10,39 persen dibandingkan periode yang sama di 2017 yang sebesar USD 108,69 miliar.

Menurut sektor sepanjang 2018, ekspor non-migas naik 6,13 persen dibanding periode yang sama di 2017, juga pada sektor hasil tambang dan lainnya yang meningkat 34,79 persen. Sementara, ekspor hasil pertanian tercatat turun 9,60 persen.

Adapun, ekspor tertinggi berasal dari Provinsi Jawa Barat sebesar USD 20 miliar atau 18,83 persen dengan jenis komoditasnya kendaraan dan bagiannya. Disusul Provinsi Jawa Timur senilai USD 12,74 miliar atau 10,61 persen dengan jenis barang perhiasan dan minyak kelapa sawit. Kemudian dari Kalimantan Timur dengan komoditas bahan bakar mineral dan minyak kelapa sawit, senilai USD 12,18 miliar atau 10,14 persen. (mys/jpg/ndu2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 06:39

Sampai Kapan...?? Daya Beli Petani Kaltim Belum Baik

SAMARINDA - Kemampuan daya beli petani di Kaltim kembali menurun.…

Selasa, 11 Desember 2018 06:35

2019, Properti Lebih Menggeliat

JAKARTA – Pasar properti pada 2019 diprediksi tumbuh lebih baik…

Selasa, 11 Desember 2018 06:34

KEK GB Diharapkan Dongkrak Perekonomian

JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang (GB), Bintan,…

Senin, 10 Desember 2018 06:43

SANGAT POTENSIAL..!! Ekonomi Syariah Jadi Alternatif Sumber Perekonomian Kaltim

SAMARINDA – Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kaltim diyakini…

Senin, 10 Desember 2018 06:43

Pengusaha Antusias Sambut Aturan Baru

SAMARINDA – Langkah pemerintah menghilangkan pungutan ekspor minyak kelapa sawit…

Senin, 10 Desember 2018 06:40

Bagasi Lebih Besar dari Nmax

BALIKPAPAN - Yamaha kembali memanaskan persaingan kendaraan roda dua di…

Senin, 10 Desember 2018 06:38

Banyak Tangani Urusan Nonteknis, Pastikan Program Berjalan

Syaifudin adalah sosok yang peduli. Tak hanya soal pekerjaannya sebagai…

Senin, 10 Desember 2018 06:35

Bapenda Gelar Gebyar Pajak Daerah 2018

SAMARINDA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda menggelar Gebyar…

Senin, 10 Desember 2018 06:34

Proyeksi Penerimaan Pajak Capai 95 Persen

JAKARTA – Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan memproyeksi penerimaan pajak…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:00

Bernostalia dengan Era 1970-an

BALIKPAPAN  –  Maskapai Garuda Indonesia (GA) memberikan pelayanan baru dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .