MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 18 September 2018 06:55
Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor
JADI TUMPUAN NASIONAL: Kaltim berhasil menjadi provinsi ketiga dengan sumbangan ekspor terbesar dari komoditas bahan bakar mineral dan minyak kelapa sawit. Tampak puluhan ton tandan buah segar siap diolah menjadi crude palm oil di Pabrik Waru Kaltim Plantation, Penajam Paser Utara. (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2018 turun 2,9 persen menjadi USD 15,82 miliar dari Juli 2018 yang sebesar USD 16,24 miliar. Namun, bila dibandingkan tahun lalu maka laju ekspor terjadi kenaikan 4,15 persen dari sebesar USD 15,19 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut, penurunan ekspor dari Juli ke Agustus disebabkan dua faktor, karena penurunan ekspor migas dan non-migas. Sektor migas turun 3,27 persen dari USD 1,43 miliar jadi USD 1,48 miliar. Penurunan ekspor migas disebabkan menurunnya ekspor hasil minyak 10,01 persen dan ekspor gas 22,75 persen.

Sedangkan, ekspor minyak mentah naik 46,01 persen. Sektor non-migas mengalami penurunan 2,86 persen, dari USD 14,8 miliar jadi USD 14,4 miliar. "Ini karena ada penurunan komoditas bahan bakar mineral, yaitu bijih, kerak, dan abu logam, juga penurunan ekspor karet dan barang-barang dari karet," ujarnya, Senin (17/9).

Menurutnya, ekspor Indonesia pada Agustus 2018 masih didominasi oleh sektor industri pengolahan yang berkontribusi 72,14 persen. Sementara industri pertanian masih kecil dengan kontribusi 1,82 persen.

Adapun negara tujuan ekspor masih terbesar, yakni Tiongkok dengan nilai USD 2,11 miliar. Kemudian, disusul Amerika Serikat (AS) sebesar USD 1,60 miliar, Jepang sebesar USD 1,48 miliar. "Kontribusi ketiganya mencapai 35,95 persen dari total ekspor Agustus, sementara ekspor ke Uni Eropa, sebanyak 28 negara, sebesar USD 1,52 miliar," tuturnya.

Secara kumulatif, nilai ekspor sejak Januari-Agustus 2018 mencapai USD 120,10 miliar. Realisasi ini meningkat 10,39 persen dibandingkan periode yang sama di 2017 yang sebesar USD 108,69 miliar.

Menurut sektor sepanjang 2018, ekspor non-migas naik 6,13 persen dibanding periode yang sama di 2017, juga pada sektor hasil tambang dan lainnya yang meningkat 34,79 persen. Sementara, ekspor hasil pertanian tercatat turun 9,60 persen.

Adapun, ekspor tertinggi berasal dari Provinsi Jawa Barat sebesar USD 20 miliar atau 18,83 persen dengan jenis komoditasnya kendaraan dan bagiannya. Disusul Provinsi Jawa Timur senilai USD 12,74 miliar atau 10,61 persen dengan jenis barang perhiasan dan minyak kelapa sawit. Kemudian dari Kalimantan Timur dengan komoditas bahan bakar mineral dan minyak kelapa sawit, senilai USD 12,18 miliar atau 10,14 persen. (mys/jpg/ndu2/k15)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 10:57

Begini Strategi Bankaltimtara Syariah Dongkrak Pangsa Pasar

SAMARINDA- Bankaltimtara Syariah terus berusaha meningkatkan sektor ekonomi syariah di Kalimantan Timur.…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:02

Risiko Perbankan Syariah Aman

SAMARINDA - Risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah berada pada level yang aman dan lebih rendah…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:01

Perluas Pasar Hasil Laut secara Daring

BALIKPAPAN – Setahun terakhir, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggencarkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:58

Pertamina EP Tarakan Field Capai Target Produksi

TARAKAN – Kinerja unit Asset 5 Tarakan Field, milik PT Pertamina EP cukup membanggakan. Per September…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:54

Kadin Dorong Penerapan e-Logistic

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong implementasi e-Logistic. Pasalnya langkah…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:49

Delapan Bank Asing Danai Inalum Beli Freeport

JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memastikan ada delapan bank asing yang mendanai…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:48

Stok Gula Petani Melimpah, Komitmen Bulog Dipertanyakan

SURABAYA – Stok gula milik petani melimpah karena hingga kini belum laku terjual. Padahal, pada…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:47

Bisnis Kuliner Tumbuh Pesat

SURABAYA – Pertumbuhan industri kuliner di Surabaya masih terjaga. Hal itu terlihat dari meningkatnya…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:45

Triwulan III, Permintaan Batu Bara Meningkat

SAMARINDA – Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang sudah…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:31

Pasar Properti Vila Stabil

SURABAYA – Pasar properti berkonsep resor seperti vila tetap terjaga. Salah satunya, The Taman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .