MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 18 September 2018 06:52
Smartphone Tak Terdampak Pelemahan Daya Beli

Telepon Pintar Sudah Jadi Kebutuhan Primer

LENGKAP: Andalas menjual berbagai jenis telepon seluler, sesuai kebutuhan masyarakat. Mereka menilai, penjualan tetap meningkat meski sempat terjadi pelemahan daya beli.(paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Telepon pintar saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Ini terlihat dari penjualan yang justru meningkat setiap bulannya. Tidak tergerus pelemahan daya beli masyarakat.

Leader Store Andalas Cellular Muhammad Daniel mengatakan, pangsa terbesar telepon pintar berada di kelas menengah dengan harga Rp 2-4 juta. Kondisi ini juga didukung kemunculan produk baru yang cukup cepat. Sehingga mampu menggairahkan pasar.

"Biasanya, masyarakat yang penasaran dengan smartphone terbaru akan cepat mencari tahu. Kalau ternyata bujetnya enggak sesuai, maka pilihannya dialihkan ke merek lain. Pilihan ponsel sekarang sangat banyak," ujarnya, Senin (17/9).

Namun, dia tidak menampik penurunan ekonomi turut memukul daya beli beberapa tahun lalu dan mengubah pola konsumsi masyarakat. Terlihat dari sisi pergeseran cara pembayaran. Dari semula didominasi pembelian tunai, berganti menjadi pembelian secara kredit melalui perusahaan pembiayaan.

Di sisi lain, juga karena program promo leasing yang cukup menggiurkan. Mulai free administrasi, proses cepat dan lain-lain. Dua tahun lalu, dia mengungkapkan hampir pembelian dilakukan cash. Ketika ditawari kredit, enggak ada yang mau. “Sekarang mayoritas kredit, ponsel harga Rp 3 jutaan misalnya, ambil dua unit. Hanya bayar ratusan ribu per bulan, sisanya (dana) bisa dialokasikan untuk yang lain,” bebernya.

Harga ponsel saat ini juga turun. Meski harga dolar menguat, persaingan yang ketat membuat sejumlah produk justru menurunkan harga. Di tokonya, tiga merek ponsel dari ragam tipe tengah turun harga. Xiaomi Note 5 misalnya, dari Rp 3,2 jutaan sekarang Rp 2,7 jutaan, Xiaomi Redmi 5 juga turun (harga) dari Rp 2,1 jutaan sekarang Rp 1,8 jutaan.

iPhone 6 s Plus juga dibanderol lebih murah. Dari Rp 8 jutaan menjadi Rp 7,4 jutaan. Tidak ketinggalan Nokia seri 3, 5, 6 hingga 8 juga turun harga kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Untuk market leader sendiri, ia terangkan, produk Samsung paling banyak dicari. Pangsanya bisa sampai 55 persen. Selanjutnya, diikuti OPPO dan Vivo dengan market share 15 persen.

Terpisah, Director Telesindo Shop Hioe An Kin mengungkapkan, pertumbuhan paling pesat dari kalangan konsumen menengah. Tipikal masyarakat membeli ponsel lebih teliti. Disebutkan, segmen ponsel menengah atau range harga Rp 2-5 juta tumbuh 20 persen. Kondisi di Kaltim tidak jauh beda. Selain penetrasi yang cukup cepat, segmen tersebut juga lebih teliti memilih perangkat dibanding dua segmen lainnya, yakni menengah ke bawah dan premium.

“Kalau segmen premium, ponsel dengan harga di atas Rp 5 juta. Mereka lebih condong kepada gengsi. Tenor mereka ganti ponsel biasanya enam bulan sekali. Tidak heran, perkembangan atau kemunculan ponsel smartphone baru lebih cepat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, setiap brand paling tidak meluncurkan produk untuk segmen premium dua kali dalam setahun. Kin mengungkapkan, meskipun ekonomi beberapa tahun ini slow down, penjualan ponsel tidak terlalu terpengaruh. Perkembangan teknologi membuat ponsel ini menjadi kebutuhan primer. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:21

Industri Ritel Makin Kompetitif, Pemain Besar Tutup Gerai

JAKARTA – Semakin kompetitifnya persaingan di dunia ritel membuat perusahaan…

Senin, 24 Juni 2019 10:19

Transportasi Online Tumbuhkan Transaksi Nontunai

SAMARINDA- Potensi ekonomi digital masih sangat besar di Kaltim. Utamanya…

Minggu, 23 Juni 2019 20:56

Bisnis Retail Masih Hadapi Goncangan, Enam Gerai Giant Ditutup

Bisnis retail menghadapi masih goncangan. PT Hero Supermarket Group Tbk,…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:42

Bertahap Mulai Tahun Depan, Distribusi Elpiji Melon Pakai Kartu

JAKARTA – Pemerintah akan menerapkan penyaluran subsidi elpiji 3 kg…

Jumat, 21 Juni 2019 13:10

Perlu Yakinkan Pasar Sebelum B30

SAMARINDA-Mandatori pencampuran solar dengan 20 persen crude palm oil (CPO),…

Jumat, 21 Juni 2019 13:09

Investor Masih Tertarik dengan Pertambangan

SAMARINDA-Pada triwulan pertama Kaltim mencatat ada 763 izin usaha. Jumlah…

Jumat, 21 Juni 2019 13:05

Triwulan Kedua Ekonomi Kaltim Lebih Baik

SAMARINDA-Memasuki triwulan II 2019, ekonomi Kaltim diperkirakan tumbuh stabil dengan…

Jumat, 21 Juni 2019 13:03

Outflow Ramadan Rp 4,78 Triliun

SAMARINDA-Kinerja outflow saat Mei mencapai Rp 4,78 triliun, meningkat 86,03…

Jumat, 21 Juni 2019 12:58

Ekonomi Digital Kaltim Kian Pesat

SAMARINDA-Perkembangan dunia digital di Indonesia semakin pesat, tercatat pada 2018…

Jumat, 21 Juni 2019 11:57

Konsumen Sekarang Semakin Kritis

BALIKPAPAN-Tantangan marketing pada era saat ini bukan lagi seperti dulu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*