MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 18 September 2018 06:52
Smartphone Tak Terdampak Pelemahan Daya Beli

Telepon Pintar Sudah Jadi Kebutuhan Primer

LENGKAP: Andalas menjual berbagai jenis telepon seluler, sesuai kebutuhan masyarakat. Mereka menilai, penjualan tetap meningkat meski sempat terjadi pelemahan daya beli.(paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Telepon pintar saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Ini terlihat dari penjualan yang justru meningkat setiap bulannya. Tidak tergerus pelemahan daya beli masyarakat.

Leader Store Andalas Cellular Muhammad Daniel mengatakan, pangsa terbesar telepon pintar berada di kelas menengah dengan harga Rp 2-4 juta. Kondisi ini juga didukung kemunculan produk baru yang cukup cepat. Sehingga mampu menggairahkan pasar.

"Biasanya, masyarakat yang penasaran dengan smartphone terbaru akan cepat mencari tahu. Kalau ternyata bujetnya enggak sesuai, maka pilihannya dialihkan ke merek lain. Pilihan ponsel sekarang sangat banyak," ujarnya, Senin (17/9).

Namun, dia tidak menampik penurunan ekonomi turut memukul daya beli beberapa tahun lalu dan mengubah pola konsumsi masyarakat. Terlihat dari sisi pergeseran cara pembayaran. Dari semula didominasi pembelian tunai, berganti menjadi pembelian secara kredit melalui perusahaan pembiayaan.

Di sisi lain, juga karena program promo leasing yang cukup menggiurkan. Mulai free administrasi, proses cepat dan lain-lain. Dua tahun lalu, dia mengungkapkan hampir pembelian dilakukan cash. Ketika ditawari kredit, enggak ada yang mau. “Sekarang mayoritas kredit, ponsel harga Rp 3 jutaan misalnya, ambil dua unit. Hanya bayar ratusan ribu per bulan, sisanya (dana) bisa dialokasikan untuk yang lain,” bebernya.

Harga ponsel saat ini juga turun. Meski harga dolar menguat, persaingan yang ketat membuat sejumlah produk justru menurunkan harga. Di tokonya, tiga merek ponsel dari ragam tipe tengah turun harga. Xiaomi Note 5 misalnya, dari Rp 3,2 jutaan sekarang Rp 2,7 jutaan, Xiaomi Redmi 5 juga turun (harga) dari Rp 2,1 jutaan sekarang Rp 1,8 jutaan.

iPhone 6 s Plus juga dibanderol lebih murah. Dari Rp 8 jutaan menjadi Rp 7,4 jutaan. Tidak ketinggalan Nokia seri 3, 5, 6 hingga 8 juga turun harga kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Untuk market leader sendiri, ia terangkan, produk Samsung paling banyak dicari. Pangsanya bisa sampai 55 persen. Selanjutnya, diikuti OPPO dan Vivo dengan market share 15 persen.

Terpisah, Director Telesindo Shop Hioe An Kin mengungkapkan, pertumbuhan paling pesat dari kalangan konsumen menengah. Tipikal masyarakat membeli ponsel lebih teliti. Disebutkan, segmen ponsel menengah atau range harga Rp 2-5 juta tumbuh 20 persen. Kondisi di Kaltim tidak jauh beda. Selain penetrasi yang cukup cepat, segmen tersebut juga lebih teliti memilih perangkat dibanding dua segmen lainnya, yakni menengah ke bawah dan premium.

“Kalau segmen premium, ponsel dengan harga di atas Rp 5 juta. Mereka lebih condong kepada gengsi. Tenor mereka ganti ponsel biasanya enam bulan sekali. Tidak heran, perkembangan atau kemunculan ponsel smartphone baru lebih cepat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, setiap brand paling tidak meluncurkan produk untuk segmen premium dua kali dalam setahun. Kin mengungkapkan, meskipun ekonomi beberapa tahun ini slow down, penjualan ponsel tidak terlalu terpengaruh. Perkembangan teknologi membuat ponsel ini menjadi kebutuhan primer. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 06:43

SANGAT POTENSIAL..!! Ekonomi Syariah Jadi Alternatif Sumber Perekonomian Kaltim

SAMARINDA – Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kaltim diyakini…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:00

Bernostalia dengan Era 1970-an

BALIKPAPAN  –  Maskapai Garuda Indonesia (GA) memberikan pelayanan baru dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:13

DPK Korporasi Meningkat

SAMARINDA  –  Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang bersumber…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:06

Alokasikan KUR Khusus Peternak

WONOGIRI  –  Akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:05

Target Produksi 84 Juta Ton Padi

JAKARTA  –  Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan peningkatan produksi sejumlah…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:01

Solusi Ketahanan Harga Kelapa Sawit

JAKARTA   –  Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDP-KS) diminta memperluas…

Sabtu, 08 Desember 2018 05:59

2018, Target Sejuta Rumah Terpenuhi

JAKARTA  -  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki…

Sabtu, 08 Desember 2018 05:58

Konsisten Hadirkan Pembiayaan Rumah bagi MBR

JAKARTA   -   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap…

Jumat, 07 Desember 2018 08:15

Rumah Terjangkau, Butuh Dukungan Perbankan

DENPASAR - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) siap menjadi integrator…

Jumat, 07 Desember 2018 06:49

Momen Bangkit Industri Perkapalan

SAMARINDA – Pengusaha perkapalan di Kaltim punya momentum untuk memperbaiki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .