MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 17 September 2018 06:58
Kredit Kendaraan dan Properti Dominan
Muhamad Nur

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kinerja penyaluran kredit rumah tangga (RT) pada triwulan II 2018 mengalami penurunan. Bank Indonesia (BI) mencatat, dibandingkan bulan sebelumnya terjadi penurunan sebesar 5,93 persen menjadi 5,42 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, pertumbuhan kredit RT Kaltim masih ditopang oleh kredit kendaraan bermotor dan kredit properti yang masing-masing meningkat dari  minus 7,21 persen dan 3,87 persen pada periode sebelumnya. Menjadi 2,78 persen dan 4,22 persen pada triwulan II 2018. Sementara kredit multiguna mengalami perlambatan dari 10,46 persen menjadi 8,72 persen.

“Pertumbuhan kredit rumah tangga Kaltim pada triwulan kedua ini memang melambat. Namun risikonya malah meningkat,” tuturnya, Minggu (16/9).

Menurutnya, pada triwulan II 2018, non performing loan (NPL) kredit RT Kaltim meningkat dari 3,61 persen menjadi 3,69 persen pada triwulan II 2018. Peningkatan risiko kredit disebabkan oleh peningkatan risiko kredit properti dari 7,39 persen menjadi 7,62 persen. Diikuti peningkatan risiko kredit multiguna dari 1,29 persen menjadi 1,33 persen. Sementara untuk kredit kendaraan bermotor mengalami penurunan dari 2,82 persen menjadi 2,70 persen.

“Berdasarkan pantauan kami di sektor properti, kredit properti memiliki NPL tinggi. Masih dipicu oleh tingginya suku bunga kredit perbankan yang disertai dengan penurunan kapasitas pembayaran hutang dari nasabah,” katanya.

Selain itu, tambahnya, penurunan kinerja sektor pertambangan juga masih berdampak pada kondisi finansial masyarakat. Sehingga berdampak pada peningkatan jumlah kredit macet. Faktor lain yang juga menyebabkan tingginya risiko kredit properti adalah harga properti yang terlalu tinggi. Jadi ketika rumah agunan dilelang, sulit untuk mendapatkan pembeli. Terlebih ketika ekonomi belum sepenuhnya pulih.

“Banyak faktor yang menyebabkan kinerja kredit menurun, tapi malah risikonya meningkat. Seharusnya ketika kredit menurun, risikonya juga menurun,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Juni 2019 12:06

Transaksi Nontunai Kaltim Menurun 8,71 Persen

SAMARINDA-Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Bank Indonesia-Real Time…

Sabtu, 15 Juni 2019 12:01

Realisasi Investasi Capai Rp 9,24 Triliun

SAMARINDA-Pada 2019, Kaltim menargetkan realisasi investasi mencapai Rp 36,35 triliun.…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:47

Optimistis Pariwisata Samarinda Makin Mantap, Ini Indikatornya

SAMARINDA-Sejak beroperasinya Bandara Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, pariwisata…

Jumat, 14 Juni 2019 15:58

Cadangan Devisa Indonesia Turun Lagi

JAKARTA – Jumlah cadangan devisa (cadev) RI turun terus sejak…

Jumat, 14 Juni 2019 14:08

Lion Air Bantah Utang Rp 614 T

Order 800 pesawat dikabarkan menyisakan utang besar bagi Lion Air.…

Kamis, 13 Juni 2019 14:54
Dampak Banjir di Samarinda

SEMENTARA SEPI..!! Pengunjung Lembuswana Turun 90 Persen

SAMARINDA- Tak hanya merendam 12 kelurahan, banjir di Samarinda juga…

Kamis, 13 Juni 2019 11:36

Tahu Usaha Menjanjikan

Udin (38), pembuat tahu dan tempe di Jalan Marsma Iswahyudi, Teluk…

Kamis, 13 Juni 2019 00:09

Pertanian Serap Tenaga Kerja Terbanyak

BALIKPAPAN – Berkembangnya perkebunan kelapa sawit di Bumi Etam berkontribusi…

Rabu, 12 Juni 2019 14:46

Musim Hujan Harga Cabai Semakin Pedas

SAMARINDA-Usai Idulfitri kebanyakan harga komoditas bahan makanan di Kaltim masih…

Selasa, 11 Juni 2019 16:30

Ekonomi ke Depan Lebih Baik, Inflasi Mei Terkendali

JAKARTA – Inflasi selama Ramadan tahun ini cukup terkendali. Badan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*