MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 17 September 2018 06:58
Kredit Kendaraan dan Properti Dominan
Muhamad Nur

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kinerja penyaluran kredit rumah tangga (RT) pada triwulan II 2018 mengalami penurunan. Bank Indonesia (BI) mencatat, dibandingkan bulan sebelumnya terjadi penurunan sebesar 5,93 persen menjadi 5,42 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, pertumbuhan kredit RT Kaltim masih ditopang oleh kredit kendaraan bermotor dan kredit properti yang masing-masing meningkat dari  minus 7,21 persen dan 3,87 persen pada periode sebelumnya. Menjadi 2,78 persen dan 4,22 persen pada triwulan II 2018. Sementara kredit multiguna mengalami perlambatan dari 10,46 persen menjadi 8,72 persen.

“Pertumbuhan kredit rumah tangga Kaltim pada triwulan kedua ini memang melambat. Namun risikonya malah meningkat,” tuturnya, Minggu (16/9).

Menurutnya, pada triwulan II 2018, non performing loan (NPL) kredit RT Kaltim meningkat dari 3,61 persen menjadi 3,69 persen pada triwulan II 2018. Peningkatan risiko kredit disebabkan oleh peningkatan risiko kredit properti dari 7,39 persen menjadi 7,62 persen. Diikuti peningkatan risiko kredit multiguna dari 1,29 persen menjadi 1,33 persen. Sementara untuk kredit kendaraan bermotor mengalami penurunan dari 2,82 persen menjadi 2,70 persen.

“Berdasarkan pantauan kami di sektor properti, kredit properti memiliki NPL tinggi. Masih dipicu oleh tingginya suku bunga kredit perbankan yang disertai dengan penurunan kapasitas pembayaran hutang dari nasabah,” katanya.

Selain itu, tambahnya, penurunan kinerja sektor pertambangan juga masih berdampak pada kondisi finansial masyarakat. Sehingga berdampak pada peningkatan jumlah kredit macet. Faktor lain yang juga menyebabkan tingginya risiko kredit properti adalah harga properti yang terlalu tinggi. Jadi ketika rumah agunan dilelang, sulit untuk mendapatkan pembeli. Terlebih ketika ekonomi belum sepenuhnya pulih.

“Banyak faktor yang menyebabkan kinerja kredit menurun, tapi malah risikonya meningkat. Seharusnya ketika kredit menurun, risikonya juga menurun,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:00

Investor AS Bidik Kos Eksklusif-Healthcare

SURABAYA –  Potensi bisnis real-estate dan healthcare services (layanan kesehatan) di Indonesia…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:57

Begini Strategi Bankaltimtara Syariah Dongkrak Pangsa Pasar

SAMARINDA- Bankaltimtara Syariah terus berusaha meningkatkan sektor ekonomi syariah di Kalimantan Timur.…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:02

Risiko Perbankan Syariah Aman

SAMARINDA - Risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah berada pada level yang aman dan lebih rendah…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:01

Perluas Pasar Hasil Laut secara Daring

BALIKPAPAN – Setahun terakhir, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggencarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .