MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 17 September 2018 06:58
Kredit Kendaraan dan Properti Dominan
Muhamad Nur

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kinerja penyaluran kredit rumah tangga (RT) pada triwulan II 2018 mengalami penurunan. Bank Indonesia (BI) mencatat, dibandingkan bulan sebelumnya terjadi penurunan sebesar 5,93 persen menjadi 5,42 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, pertumbuhan kredit RT Kaltim masih ditopang oleh kredit kendaraan bermotor dan kredit properti yang masing-masing meningkat dari  minus 7,21 persen dan 3,87 persen pada periode sebelumnya. Menjadi 2,78 persen dan 4,22 persen pada triwulan II 2018. Sementara kredit multiguna mengalami perlambatan dari 10,46 persen menjadi 8,72 persen.

“Pertumbuhan kredit rumah tangga Kaltim pada triwulan kedua ini memang melambat. Namun risikonya malah meningkat,” tuturnya, Minggu (16/9).

Menurutnya, pada triwulan II 2018, non performing loan (NPL) kredit RT Kaltim meningkat dari 3,61 persen menjadi 3,69 persen pada triwulan II 2018. Peningkatan risiko kredit disebabkan oleh peningkatan risiko kredit properti dari 7,39 persen menjadi 7,62 persen. Diikuti peningkatan risiko kredit multiguna dari 1,29 persen menjadi 1,33 persen. Sementara untuk kredit kendaraan bermotor mengalami penurunan dari 2,82 persen menjadi 2,70 persen.

“Berdasarkan pantauan kami di sektor properti, kredit properti memiliki NPL tinggi. Masih dipicu oleh tingginya suku bunga kredit perbankan yang disertai dengan penurunan kapasitas pembayaran hutang dari nasabah,” katanya.

Selain itu, tambahnya, penurunan kinerja sektor pertambangan juga masih berdampak pada kondisi finansial masyarakat. Sehingga berdampak pada peningkatan jumlah kredit macet. Faktor lain yang juga menyebabkan tingginya risiko kredit properti adalah harga properti yang terlalu tinggi. Jadi ketika rumah agunan dilelang, sulit untuk mendapatkan pembeli. Terlebih ketika ekonomi belum sepenuhnya pulih.

“Banyak faktor yang menyebabkan kinerja kredit menurun, tapi malah risikonya meningkat. Seharusnya ketika kredit menurun, risikonya juga menurun,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 10:18

Peminat dari Luar Negeri Banyak, Buah Naga Butuh Hilirisasi

SAMARINDA- Bumi Etam memiliki banyak potensi dari bisnis pertanian. Salah…

Rabu, 20 Februari 2019 12:51

Okupansi Hotel Kaltim Belum Terpengaruh Tiket Mahal

SAMARINDA- Tingginya harga tiket angkutan udara dan pemberlakuan bagasi berbayar…

Minggu, 17 Februari 2019 11:34

Harga Avtur Turun, Angin Segar bagi Maskapai

JAKARTA – Desakan pemerintah agar Pertamina menurunkan harga avtur akhirnya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*