MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 16 September 2018 12:00
Mantan Jubir Kemendagri, Tiga Bulan Jadi Pj Gubernur
PELANTIKAN MOLOR SEHARI: Mulai 21 September mendatang, Kantor Gubernur Kaltim punya pimpinan baru. Inset, Restuardy Daud.(DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Teka-teki penjabat (Pj) gubernur Kaltim yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggantikan Awang Faroek Ishak akhirnya terjawab. Mendagri Tjahjo Kumolo menunjuk Deputi Instruktur Badan Nasional Pengawas Perbatasan (BNPP) Restuardy Daud. Restuardy Daud sebelumnya pernah bertugas sebagai juru bicara Kemendagri.

Pj Sekprov Kaltim Meiliana menyebut, dipilihnya Restuardy Daud karena dianggap punya kapasitas dengan seabrek pengalaman yang sudah diduduki sebelumnya. “Masih muda. Tapi tidak bisa dianggap sebelah mata. Beliau punya banyak pengalaman di pusat. Pantas jadi Pj gubernur Kaltim,” bebernya.

Dia menyebut, Kemendagri sudah menetapkan pelantikan mantan juru bicara (jubir) Kemendagri itu sebagai Pj gubernur Kaltim. Pelantikan dilakukan langsung oleh Tjahjo Kumolo di Samarinda pada 21 September.

Pihaknya saat ini sedang mempersiapkan pelantikan tersebut. Adapun masa tugas Pj gubernur Kaltim nanti sekitar tiga bulan, hingga gubernur dan wakil gubernur Kaltim terpilih Isran Noor dan Hadi Mulyadi dilantik Presiden Jokowi. “Pastinya kapan saya belum tahu. Bergantung Kemendagri, kalau memang 18 Desember kami pasti siap,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kaltim Syafruddin mengaku, pihaknya tidak keberatan dengan ditunjuknya Restuardy Daud sebagai Pj gubernur Kaltim. Menurut politikus PKB itu, selama ini gubernur tidak pernah berkoordinasi dengan dewan soal usulan Pj. “Secara kewenangan, Pj gubernur tidak begitu signifikan apalagi sampai mengubah program strategis yang sudah direncanakan Awang Faroek. Kami setuju saja, tidak masalah,” ujar dia.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Bang Udin itu mengingatkan, Restuardy Daud agar selama ditunjuk sebagai Pj gubernur selama tiga bulan dapat fokus untuk menuntaskan program yang menjadi prioritas pemerintah, seperti proyek multiyears contract (MYC).

Selain itu, beberapa polemik yang belum teratasi hingga Faroek mengundurkan diri sebagai gubernur, mulai pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu Samarinda, Rumah Sakit Islam, serta SMA Yayasan Melati. “Selain itu, beliau harus merampungkan pembahasan APBD Perubahan 2018 yang belum final dan membahas hingga tuntas APBD 2019,” paparnya.

Diwartakan sebelumnya, Meiliana berpotensi menjadi pemimpin Kaltim. Walau hanya sehari. Ini karena pelantikan penjabat (Pj) Gubernur Kaltim baru bisa terlaksana pada 21 September 2018 atau mundur sehari dari penetapan daftar calon tetap (DCT) anggota DPR RI periode 2019–2024 oleh KPU.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak diketahui sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai gubernur dan memilih maju sebagai calon anggota DPR RI lewat Partai NasDem. Agar tak terjadi kekosongan pemerintahan dan pelayanan publik, bersamaan dengan pengumuman DCT KPU pada 20 September, Kemendagri seharusnya sudah menunjuk Pj gubernur Kaltim.

Namun, karena alasan administrasi dan harus melantik Pj Gubernur Nusa Tenggara Barat dan Pj Gubernur Sumatra Selatan, Mendagri Tjahjo Kumolo baru bisa datang ke Samarinda pada 21 September. “Dobel (jabatan Meiliana) enggak apa-apa, Pj sekprov merangkap jadi Plt gubernur,” kata Akmal Malik, sekretaris Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, selepas memimpin rapat pembahasan pelantikan tiga Pj gubernur di kantornya, di Jakarta, Jumat (14/9).

Selain dimungkinkan secara aturan, lanjut Akmal, rangkap jabatan yang dilakukan Meiliana hanya berlangsung sehari. Yakni, pada 20 September 2018. “Prinsipnya pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan, tidak boleh terjadi kekosongan,” tegasnya.

Sebelum Restuardy Daud ditunjuk, Awang Faroek Ishak sudah mengusulkan tiga nama sebagai Pj gubernur. Selain Restuardy Daud, adalah Meiliana dan Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Muhammad Nurdin. (*/him/rom/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 10:41

ALHAMDULILLAH..!! Proyek Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Boleh Dilanjutkan

SETELAH mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan, Panitia Pengadaan Lahan Pulau…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Kinerja Industri Non-migas Membaik

SAMARINDA  -   Kinerja industri pengolahan non-migas mulai menunjukkan perbaikan.…

Jumat, 14 Desember 2018 22:17

Pendirian Pabrik Semen di Kutai Timur Berlanjut

SAMARINDA - Tidak lama lagi, pabrik semen yang pertama di…

Jumat, 14 Desember 2018 22:14

Gubernur Tanya Isu Sawit ke Dubes Belgia, Begini Jawabannya...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan pertemuan dengan Dubes…

Jumat, 14 Desember 2018 09:57

Bos Bank Indonesia Bilang, Harga Tiket Pesawat 2,1 Juta Masih Wajar

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor rapat bersama dengan Tim…

Jumat, 14 Desember 2018 08:25

Pahala yang Sia-Sia

CATATAN: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda) URUSAN…

Jumat, 14 Desember 2018 07:41

Banyak Pemdes Ngutang di Toko Bangunan, Sisa ADD Dipertanyakan

PENAJAM – Puluhan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendatangi kantor…

Jumat, 14 Desember 2018 07:37

NGANGGUR DAH..!! Kontrak Ribuan Honorer Bakal Dihapus

PENAJAM – Keberadaan tenaga harian lepas (THL) atau tenaga honorer…

Kamis, 13 Desember 2018 22:01

CATAT NIH..!! Selama Dua Tahun, Tak Ada Proyek Besar di Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan periode tahun 2019…

Kamis, 13 Desember 2018 11:27
Kemelut Seleksi Komisioner KPU Kaltim

5 Pansel Komisioner KPU Kaltim Diminta Keterangan Lebih 5 Jam

SAMARINDA – Kerja panitia seleksi (pansel) komisioner KPU Kaltim periode…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .