MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 16 September 2018 12:00
Mantan Jubir Kemendagri, Tiga Bulan Jadi Pj Gubernur
PELANTIKAN MOLOR SEHARI: Mulai 21 September mendatang, Kantor Gubernur Kaltim punya pimpinan baru. Inset, Restuardy Daud.(DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Teka-teki penjabat (Pj) gubernur Kaltim yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggantikan Awang Faroek Ishak akhirnya terjawab. Mendagri Tjahjo Kumolo menunjuk Deputi Instruktur Badan Nasional Pengawas Perbatasan (BNPP) Restuardy Daud. Restuardy Daud sebelumnya pernah bertugas sebagai juru bicara Kemendagri.

Pj Sekprov Kaltim Meiliana menyebut, dipilihnya Restuardy Daud karena dianggap punya kapasitas dengan seabrek pengalaman yang sudah diduduki sebelumnya. “Masih muda. Tapi tidak bisa dianggap sebelah mata. Beliau punya banyak pengalaman di pusat. Pantas jadi Pj gubernur Kaltim,” bebernya.

Dia menyebut, Kemendagri sudah menetapkan pelantikan mantan juru bicara (jubir) Kemendagri itu sebagai Pj gubernur Kaltim. Pelantikan dilakukan langsung oleh Tjahjo Kumolo di Samarinda pada 21 September.

Pihaknya saat ini sedang mempersiapkan pelantikan tersebut. Adapun masa tugas Pj gubernur Kaltim nanti sekitar tiga bulan, hingga gubernur dan wakil gubernur Kaltim terpilih Isran Noor dan Hadi Mulyadi dilantik Presiden Jokowi. “Pastinya kapan saya belum tahu. Bergantung Kemendagri, kalau memang 18 Desember kami pasti siap,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kaltim Syafruddin mengaku, pihaknya tidak keberatan dengan ditunjuknya Restuardy Daud sebagai Pj gubernur Kaltim. Menurut politikus PKB itu, selama ini gubernur tidak pernah berkoordinasi dengan dewan soal usulan Pj. “Secara kewenangan, Pj gubernur tidak begitu signifikan apalagi sampai mengubah program strategis yang sudah direncanakan Awang Faroek. Kami setuju saja, tidak masalah,” ujar dia.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Bang Udin itu mengingatkan, Restuardy Daud agar selama ditunjuk sebagai Pj gubernur selama tiga bulan dapat fokus untuk menuntaskan program yang menjadi prioritas pemerintah, seperti proyek multiyears contract (MYC).

Selain itu, beberapa polemik yang belum teratasi hingga Faroek mengundurkan diri sebagai gubernur, mulai pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu Samarinda, Rumah Sakit Islam, serta SMA Yayasan Melati. “Selain itu, beliau harus merampungkan pembahasan APBD Perubahan 2018 yang belum final dan membahas hingga tuntas APBD 2019,” paparnya.

Diwartakan sebelumnya, Meiliana berpotensi menjadi pemimpin Kaltim. Walau hanya sehari. Ini karena pelantikan penjabat (Pj) Gubernur Kaltim baru bisa terlaksana pada 21 September 2018 atau mundur sehari dari penetapan daftar calon tetap (DCT) anggota DPR RI periode 2019–2024 oleh KPU.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak diketahui sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai gubernur dan memilih maju sebagai calon anggota DPR RI lewat Partai NasDem. Agar tak terjadi kekosongan pemerintahan dan pelayanan publik, bersamaan dengan pengumuman DCT KPU pada 20 September, Kemendagri seharusnya sudah menunjuk Pj gubernur Kaltim.

Namun, karena alasan administrasi dan harus melantik Pj Gubernur Nusa Tenggara Barat dan Pj Gubernur Sumatra Selatan, Mendagri Tjahjo Kumolo baru bisa datang ke Samarinda pada 21 September. “Dobel (jabatan Meiliana) enggak apa-apa, Pj sekprov merangkap jadi Plt gubernur,” kata Akmal Malik, sekretaris Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, selepas memimpin rapat pembahasan pelantikan tiga Pj gubernur di kantornya, di Jakarta, Jumat (14/9).

Selain dimungkinkan secara aturan, lanjut Akmal, rangkap jabatan yang dilakukan Meiliana hanya berlangsung sehari. Yakni, pada 20 September 2018. “Prinsipnya pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan, tidak boleh terjadi kekosongan,” tegasnya.

Sebelum Restuardy Daud ditunjuk, Awang Faroek Ishak sudah mengusulkan tiga nama sebagai Pj gubernur. Selain Restuardy Daud, adalah Meiliana dan Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Muhammad Nurdin. (*/him/rom/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 11:00

Diguyur Bankeu Rp 23 Miliar, Tenggarong Seberang-Muara Badak Bakal Tersambung

TENGGARONG–Interkoneksi jalan antarkecamatan di Kukar tahun ini kembali berlanjut. Setelah…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:23

LELET ...!! Bandara Sangkima Diminta Tunda

SANGATTA – Proyek tahun jamak alias multiyears contract (MYC) di…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:21

Kepala BNN : Kaltim Jalur Masuk Pasokan Narkoba dari Luar

SAMARINDA - Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Pol Heru…

Jumat, 22 Februari 2019 11:49

SYUKURLAH..!! Pemprov dan Yayasan Melati Akhiri Sengketa

SAMARINDA – Sengketa berkepanjangan kepemilikan lahan dan aset SMA 10…

Jumat, 22 Februari 2019 09:16

Terseret Mafia Sepak Bola, Ini Kata Yunus Nusi...

SAMARINDA – Kasus Mafia Pengaturan Skor kembali menyeruak di sepak…

Kamis, 21 Februari 2019 14:43

PARAHNYA..!! Banyak Tambang Cacat Administrasi, 876 IUP Proses Pencabutan, 81 Dihentikan Sementara

SAMARINDA – Proses pembenahan aktivitas pertambangan di Kaltim terus dilakukan.…

Kamis, 21 Februari 2019 10:15

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Naik Kapal

SAMARINDA- Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengakui mulai akhir…

Kamis, 21 Februari 2019 08:40

Kenapa Lubang Tambang di Samarinda Tak Direklamasi? Ini Jawaban Distamben Kaltim

SAMARINDA - Lubang bekas tambang di kota Samarinda masih banyak…

Kamis, 21 Februari 2019 08:36

Mantan Rektor : Selisih Kas BLU Rp 35 Miliar Tanggung Jawab PR II Unmul

SAMARINDA - Mantan Rektor Unmul Zamruddin Hasid mengaku temuan selisih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:50

Lahan Perumahan Masuk Zona Hijau, Kapan Revisi RTRW Samarinda?

SAMARINDA – Para pengembang hunian di Kaltim saat ini masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*