MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 15 September 2018 11:00
“Pesta” bagi Mantan Koruptor

MA Bolehkan Terpidana Korupsi Menjadi Caleg

-

PROKAL.CO, JAKARTA  -  Inilah kenyataan pahit bagi pemilik hak suara di Indonesia. Pada Pemilu 2019 nanti  pemilih akan disuguhi pilihan yang tidak enak. Sebab ada sejumlah calon anggota legislatif yang pernah mendapatkan vonis bersalah dalam kasus korupsi. Mahkamah Agung (MA) kemarin (14/9) memutuskan memperbolehkan mantan koruptor menjadi caleg.

Putusan MA ini sekaligus mengakhiri perbedaan pendapat antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sebelumnya, peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) mengatur bahwa eks narapidana korupsi tidak bisa menjadi caleg. Juru Bicara (Jubir) MA Suhadi menyampaikan bahwa gugatan PKPU itu sudah disidangkan dan diputus sejak Kamis (13/9).

“Pertimbangan hakim, bahwa PKPU itu bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017,” ungkap dia kemarin. Suhadi memang tidak menjelaskan secara terperinci putusan yang sudah mereka buat atas gugatan PKPU tersebut. Namun, dia menyampaikan bahwa dengan putusan tersebut aturan dalam PKPU batal. “UU pemilu kan membolehkan dengan persyaratan-persyaratan tertentu,” tambah dia.

Selain itu, Suhadi pun menyebutkan bahwa PKPU bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). “Jadi, ya silakan ikuti aturan,” ungkap Suhadi.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan, pihaknya belum membaca putusan MA terhadap PKPU. Menurut dia, putusan itu sangat ditunggu karena berkaitan kepastian hukum bagi para caleg. “Putusan itu harus ditindaklanjuti,” terang dia saat ditemui di sela acara uji publik surat suara pemilu di kantor.

Untuk bakal calon yang mengajukan gugatan ke Bawaslu dan dikabulkan, KPU tinggal mengeksekusi putusan Bawaslu. Yaitu, memasukkan mereka ke dalam daftar calon sementara (DCS). Begitu juga calon eks napi korupsi yang tidak masuk DCS dan tidak mengajukan gugatan, mereka juga harus dipulihkan dan dimasukkan ke daftar calon.

Karena belum mendapatkan putusan dari MA, Bawaslu belum bisa menyosialisasikannya ke daerah. Yang pasti, kata Afifuddin, semua pihak harus patuh dan melaksanakan putusan tersebut.

Afif mengatakan, pihaknya bukan pro terhadap koruptor, tapi pro terhadap aturan dan penegakan hukum. “Kami taat pada undang-undang yang memang mengatur secara legal apa yang boleh dan apa yang tidak. Apa yang jadi syarat dan yang tidak,” tutur alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Sementara itu, KPU belum bisa banyak berkomentar terkait putusan MA. Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan tanggapan. “Sebagai tergugat atau termohon, KPU belum menerima informasi resmi dari MA,” terang dia. (syn/lum/tom/jpnn/rom/k16)

 


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 11:00

Wisata Alam Kaltim Masih Jadi Idola

SAMARINDA - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kaltim pada Oktober…

Selasa, 11 Desember 2018 09:30

Ada Tambang Dekat Pemukiman, Laporkan ke Dinas ESDM

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Energi Sumber Daya…

Senin, 10 Desember 2018 11:32

KERAS..!! TNI Ultimatum Separatis Papua: Menyerah atau Kami Selesaikan!

Pencarian lima korban kebrutalan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua…

Senin, 10 Desember 2018 09:14

WOW..!! Gubernur Bertemu Dubes Rusia, Proyek Kereta Api Dilanjutkan

DENPASAR- Sempat vakum selama dua tahun, proyek kereta api di…

Senin, 10 Desember 2018 07:34

Air Mata Naga

JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya…

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

“Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati”

BALIKPAPAN - Petrus Tandi sibuk dengan telepon genggamnya. Beberapa kali…

Minggu, 09 Desember 2018 08:12

Sulit Adang Pasokan Senjata

PEMBANTAIAN 16 pekerja di Papua menjadi indikasi bahwa pasokan senjata…

Sabtu, 08 Desember 2018 19:38

Jenazah Samuel Korban KKB Papua Tiba, Warga Menyambut dengan Duka

TENGGARONG  - Jenazah korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .