MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 15 September 2018 12:34
Polemik Masjid di Lapangan Kinibalu
HADEHHH...!! Gubernur Minta Bantuan Polisi

Polemik Proyek Masjid, Dewan Rancang Hak Interpelasi

SULIT DIHENTIKAN: Masjid di Lapangan Kinibalu, Samarinda, yang progresnya sudah mencapai 30 persen.

PROKAL.CO, SAMARINDA   -   T erkait polemik pembangunan masjid, Awang Faroek Ishak telah bersurat ke Kapolresta Samarinda Kombes Vendra Riviyanto. Gubernur meminta bantuan kepolisian untuk ikut mengawal pembangunan masjid. Terutama menindak orang-orang yang menghalang-halangi proyek tersebut.

Dikonfirmasi kemarin (14/9), perwira menengah melati tiga itu membenarkan surat dari Gubernur tersebut. “Ada tulisan tangan. Ada juga surat yang lengkap dengan kop,” ungkap Vendra.

Secara langsung, Vendra menyebut, tak ada yang perlu ditutupi perihal polemik permasalahan tersebut. “Saya fair sama Anda (sembari mengarahkan pandangannya ke media ini). Kami pun harus profesional,” sebutnya. Dia menilai, ada beberapa poin yang disampaikan Faroek dalam surat tersebut. “Kami diminta melakukan pengamanan, penindakan jika ada unsur pidana. Tetap dikawal,” tambahnya.

Lebih jauh, menyinggung adanya beberapa orang yang diperiksa sebagai saksi, perwira penyuka olahraga sepeda itu belum bisa memerinci. “Terakhir masalah kemarin, dan ini tetap dikawal,” pungkasnya.

Sementara itu, upaya DPRD Kaltim untuk mendorong penghentian proyek masjid di Lapangan Kinibalu, Samarinda, belum berhenti. Beragam cara dilakukan. Selain mendesak Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang untuk menyetop pembangunan, juga melakukan hak interpelasi ke Gubernur Kaltim.

Anggota DPRD Kaltim Syafruddin menyebut, sebelum langkah hak interpelasi disampaikan, dewan akan lebih dulu menyerahkan ke komisi yang membidangi pembangunan rumah ibadah itu. Jika komisi teknis tersebut tidak sanggup alias angkat tangan, maka langkah selanjutnya perlu dipikirkan. Namun tidak serta-merta mengambil langkah hak interpelasi.

“Perlu dipikirkan juga efektivitas hak interpelasi itu. Karena masa tugas Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tinggal beberapa hari lagi, kenapa tidak tunggu gubernur baru saja. Baru hak itu digunakan,” kata Syafruddin.

Ketua DPW PKB Kaltim itu menegaskan, saat ini polemik pembangunan masjid berada di tangan gubernur. DPRD Kaltim sudah merekomendasikan agar pembangunan dihentikan, sampai ada kejelasan izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemkot Samarinda. “Stop dulu lah. Tunggu kelengkapan administrasinya kalau mau dilanjutkan. Kalau tidak ya dihentikan,” tegasnya.

Adapun, anggota DPRD Kaltim Rita Artaty Barito menyampaikan, pihaknya berkomitmen mendorong pembangunan masjid dihentikan. Sebab, banyak aturan yang dilanggar pemprov, salah satunya proyek dikerjakan tanpa mengantongi IMB. Sikap pemprov yang bersikukuh membangun bakal jadi preseden buruk di mata masyarakat. “Sebelum ada IMB, mestinya pemprov tidak mendirikan masjid di Lapangan Kinibalu,” tuturnya.

Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu tetap pada sikapnya untuk meminta pemerintah menghentikan dan membongkar proyek masjid tersebut. “Tidak perlu khawatir lagi. Dananya bisa digunakan untuk kepentingan lain,” ujarnya.

 

Adapun langkah Pemprov Kaltim meneruskan proyek masjid di Lapangan Kinibalu tak terbendung. Dua hari lalu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berkonsultasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim. Hasilnya, pembangunan masjid tetap jalan kendati belum mendapatkan IMB.

Dalam pertemuan di ruang VVIP Rumah Jabatan Gubernur Kaltim itu, Faroek didampingi panitia pembangunan masjid. Hadir pula Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim M Taufik. Sementara Kepala Kejati Kaltim Ely Shahputra datang bersama jajarannya.

Pantauan Kaltim Post, pertemuan itu berlangsung tertutup selama 1,5 jam. Setelah pertemuan tersebut, Faroek membeber hasilnya kepada awak media. Dia menyebut, dalam pertemuan itu diputuskan proyek pembangunan masjid tetap dilanjutkan. Sebab, pengajuan IMB telah melewati 21 hari kerja.

Pemprov Kaltim melalui panitia pembangunan masjid sendiri sejak Maret silam telah mengajukan permohonan IMB, namun hingga kini belum diterbitkan. Secara hukum, sebut dia, bangunan tersebut sah karena permohonan telah mereka ajukan. Namun, Faroek heran dengan Pemkot Samarinda yang enggan menerbitkan IMB, padahal syarat yang dimintanya sudah dipenuhi. Minus rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Samarinda.

“Kami sudah ajukan permohonan IMB, secara hukum tanpa ada IMB pun sudah sah karena telah melewati 21 hari kerja. Silakan baca UU 30/2010 tentang Administrasi Negara,” tegas Faroek.

Dia menyampaikan, tidak akan membiarkan pihak-pihak yang mengatasnamakan sekelompok warga menggagalkan proyek. Apalagi DPRD Kaltim, yang notabene ikut serta mengesahkan proyek tersebut melalui Peraturan Daerah (Perda) APBD 2018. Pun jika anggota DPRD Kaltim ingin membatalkan, menurut dia, sudah tidak bisa karena bukan lagi wewenang dewan.

Mantan bupati Kutai Timur itu mengaku heran pembangunan masjid yang diperuntukkan umat Islam justru didemo. Padahal sudah mendapat dukungan. Baik dari warga, tokoh agama, pejabat terkait, maupun Kanwil Kementerian Agama Kaltim. “Sangat aneh ditolak. Gubernur Islam, wali kota Samarinda Islam, ketua FKUB Samarinda Islam. Kok masih ada yang menghalangi pembangunan masjid,” ujarnya.

Salah satu dasar penolakan sekelompok warga yang menyebut Lapangan Kinibalu merupakan cagar budaya karena memiliki nilai sejarah dimentahkan gubernur Kaltim dua periode tersebut. Disebutkan dia, alasan tersebut keliru. Secara jelas, dia menyebut, Lapangan Kinibalu merupakan lapangan sepak bola. Lahan bersertifikat dan merupakan aset Pemprov Kaltim.

“Dewan (DPRD Kaltim) juga tidak punya hak menghentikan proyek. Apalagi itu sudah mereka setujui sendiri dan sudah ada perdanya. Jadi masjid jalan terus. Saya tidak akan pernah mundur 1 milimeter pun, apalagi 1 meter,” tegasnya.

Selain itu, dia menuding, ada pihak-pihak yang mencoba mencari simpati menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 kepada warga. Namun, dilakukan dengan cara yang salah. Isu pembangunan masjid sengaja dipolitisasi untuk meraup dukungan. “Semua yang menentang itu. Apalagi merusak atau meneror pekerja proyek itu tidak boleh dibiarkan. Saya laporkan. Saya sudah serahkan itu ke polisi untuk ditangani,” imbuhnya.

Dari data yang diperoleh Kaltim Post, hingga dua hari lalu, progres pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu sudah sekitar 30 persen. Bahkan, kontraktor harus menggeber kerja siang dan malam demi proyek rampung akhir tahun ini. Dengan kenyataan itu, maka akan sulit untuk menghentikan pembangunan. (*/him/*/dra/rom/k8)

 


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 11:40

BPK Akui Sulit Awasi Desa

BALIKPAPAN - Alokasi dana desa yang saat ini pagunya bisa sampai 2-3 miliar per desa, menjadi tantangan…

Selasa, 13 November 2018 10:24

DUH PAYAH..!! Persentase Kelulusan CPNS Masih Rendah

TANA PASER–Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Assessment Center Kantor Badan…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Tugboat Batu Bara Tenggelam di Perairan Bunyu, Dua ABK Belum Ditemukan

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi. Kali ini, sebuah…

Selasa, 13 November 2018 06:41

YESS..!! Merpati Siap Kembali Mengudara Tahun Depan

JAKARTA – Setelah mengalami penghentian operasi pada 2014 silam, maskapai pelat merah, Merpati,…

Senin, 12 November 2018 11:00

KENA PAJAK..?? Menteri Keuangan Bakal Wajibkan Mahasiswa Miliki NPWP

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana mewajibkan seluruh mahasiswa di Indonesia memiliki…

Senin, 12 November 2018 10:37

Angel dan Jose Makin Intim, Dikabarkan Sudah Menikah

Hubungan Angel Karamoy dengan sutradara Jose Poernomo makin intim. Buktinya, Jose Poernomo semakin sering…

Senin, 12 November 2018 10:28

Marquez Rayakan Gelar Dunia ke 7 di Kampung Halaman

UNTUK merayakan gelar juara dunia ketujuhnya, atau kelima di kelas MotoGP, Marc Marquez, pada Sabtu…

Senin, 12 November 2018 10:20

LUCU JUGA..!! Perusahaan Air Masih Terkendala Air

TANA PASER–Sepekan terakhir, masyarakat Paser, khususnya Kecamatan Tanah Grogot, mengeluhkan pelayanan…

Senin, 12 November 2018 08:49

Klasifikasikan Kualitas Pasangan, Kemampuan Biologis Juga Ditanya

Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah berhasil menyelenggarakan pernikahan mubarakah, Minggu (11/11).…

Minggu, 11 November 2018 11:11

Pulang, KRI Bima Suci Banyak Sabet Penghargaan

 Setelah mengelilingi lima negara selama 100 hari untuk mengikuti event internasional, Kapal Republik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .