MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Jumat, 14 September 2018 11:41
Utang Multiyears Masih Rp 301,77 Miliar

Hamdan: Kami Juga Ingin Wujudkan Janji Politik

BELUM LUNAS: Kantor Diskes PPU ini salah satu proyek multiyearsyang harus dibayarkan tahun ini.

PROKAL.CO, PENAJAM - Pembayaran utang kegiatan tahun jamak (multiyears) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diupayakan lunas tahun ini. Kini Pemkab PPU masih menanggung utang Rp 301,77 miliar dari 22 proyek multiyears yang dikerjakan sejak 2013. Untuk diketahui, total nilai sejumlah proyek tersebut mencapai Rp 870,23 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU Alimuddin kepada Kaltim Post, Kamis (13/9). Upaya pelunasan utang tersebut dengan mempertimbangkan dana kurang salur yang akan masuk ke kas daerah dalam waktu dekat. Diperkirakan ada lebih Rp 200 miliar yang akan disalurkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dana tersebut masih menunggu regulasi dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK). “Pada intinya, kami ingin melunasi sesegera mungkin. Diupayakan bisa lunas tahun ini. Dengan melihat kemampuan keuangan daerah,” kata dia.

Menurut data yang diterima Bapelitbang dari Badan Keuangan (BK) PPU, jumlah anggaran yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp 164,9 miliar. Sebanyak Rp 69,94 miliar telah direalisasikan untuk pembayaran. Sehingga masih menyisakan Rp 95,03 miliar yang harus dibayarkan hingga akhir tahun ini. Sedangkan jumlah pembayaran proyek multiyears sejak 2013 hingga 6 Agustus 2018 sebesar Rp 568,46 miliar dari total nilai kontrak sebesar Rp 870,23 miliar.

Sehingga sisa utang yang harus dilunasi pemkab tahun ini sebesar Rp 301,77 miliar. “Kalau belum bisa lunas secara keseluruhan tahun ini, kami berharap bisa diselesaikan awal 2019,” ucapnya.

Wakil Bupati PPU terpilih Hamdam mengatakan, kewajiban pembayaran utang Pemkab PPU menjadi salah satu prioritas yang akan dilaksanakan. Sebab, kewajiban pembayaran utang tersebut sudah menjadi konsekuensinya sebagai bupati dan wakil bupati terpilih untuk periode 2018–2023.

“(Pelunasan utang) Bukan satu-satunya. Karena kami juga fokus dengan janji politik kami, yang Rp 300 miliar untuk (pengembangan) desa dan kelurahan,” katanyakemarin. Program yang dimaksud mantan anggota DPRD PPU itu adalah percepatan dan pemerataan pembangunan desa/kelurahan sebesar Rp 300 miliar.

Program tersebut menitikberatkan pada kegiatan pembangunan desa dan kelurahan sebesar Rp 150 miliar dan alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp 150 miliar. “Makanya pada tahun depan kami juga ingin mewujudkan janji politik saat sosialisasi lalu,” terang Hamdam.

Ketua DPRD PPU Nanang Ali menuturkan, dalam penyusunan anggaran yang dibahas dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Badan Anggaran (Banggar) DPRD juga memprioritaskan penyelesaian pembayaran utang kegiatan multiyears. Jika seluruh utang bisa dilunasi hingga akhir tahun ini, dimungkinkan ada proyek kegiatan baru pada 2019. Sebab, kewajiban yang harus dilunasi masih Rp 301,77 miliar.

“Yang paling utama adalah melunasi utang kegiatan dulu. Setelah itu, sisanya baru kegiatan atau program baru. Kalau (dana kurang salur) dalam PMK bisa dapat Rp 200 miliar lebih, sisa utang untuk tahun depan tinggal sedikit. Karena digunakan untuk melunasi utang Rp 300 miliar itu,” paparnya.

Namun, untuk dana kurang salur tersebut, juga bergantung pada kewajiban pembayaran dana lebih salur yang harus dibayarkan Pemkab PPU. Di mana ada dana lebih salur tahun 2016 sebesar Rp 122 miliar yang harus dibayarkan pada triwulan keempat 2018. “Kecuali ada penundaan lebih salur dibayarkan, ada banyak yang bisa digunakan untuk membayar tagihan tahun ini,” pungkasnya.  (*/kip/kri/k16)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 08:10

Kinerja Oke, Miliaran Rupiah Selamat

SENDAWAR - Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat (Kubar), sangat…

Selasa, 22 Januari 2019 08:07

Pekerjaan Melambat, Termin II Tak Cair

TENGGARONG - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdik Kukar HM Marsandi…

Selasa, 22 Januari 2019 08:00

Ribuan Siswa Baru, Seragam Ditanggung Pemkab, Habiskan Duit Segini...

PENAJAM - Mulai tahun ajaran baru 2019/2020, orangtua siswa tak…

Senin, 21 Januari 2019 11:44

Pencuri Motor di Bawah Umur

TANA PASER – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 11:32

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

PENAJAM – Ribuan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…

Senin, 21 Januari 2019 11:20

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA–Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang paling lambat…

Senin, 21 Januari 2019 11:18

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

TANJUNG REDEB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau…

Senin, 21 Januari 2019 11:17

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB–Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan tersangka oleh…

Senin, 21 Januari 2019 08:22

Jembatan Tering 17 Tahun Mangkrak

SENDAWAR - Dua proyek jembatan menyeberangi Sungai Mahakam di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Tumpuk Tanah, Izin Belakangan

TENGGARONG - Manajemen PT Gerbang Daya Mandiri (GDM) mengklaim belum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*