MANAGED BY:
JUMAT
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 14 September 2018 10:29
2.357 PNS Berstatus Terpidana Korupsi Akan Dipecat, Ini Rinciannya, di Kaltim Ada 60 Orang..!!
Ilustrasi: PNS (Dok. Radar Mojokerto/Jawa Pos Group)

PROKAL.CO, JAKARTA- Sebanyak 2.357 Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti korupsi dan putusan hukumnya telah inkracht bisa segera diberhentikan secara tidak hormat (dipecat).

Diberitakan JawaPos.com, pemecatan ribuan PNS itu, ada di Surat Edaran (SE) terbaru yang ditandatangani oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 10 September 2018 dan ditembuskan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, serta Ketua KPK Agus Rahardjo.

Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut pemecatan itu setidaknya dilakukan paling lama pada akhir tahun ini. Pemecatan harus dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing wilayah. Bila, PPK tidak melaksanakan isi dari SE tersebut maka akan ada sanksi.

Tjahjo KumoloMendagri Tjahjo Kumolo saat diwawancarai awak media (Intan Piliang/ JawaPos.com)

"Pelaksanaan Keputusan Bersama ini diselesaikan paling lama bulan Desember 2018," ucap Tjahjo Kamis (13/9) di Jakarta.

Karo Humas BKN, Mohammad Ridwan menyebut dalam data yang dimiliki oleh lembaganya per 12 September 2018, total ada 2.259 PNS korupsi yang belum dipecat tersebar di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Sedangkan, PNS korupsi yang belum dipecat dari institusi kementerian atau lembaga tingkat pusat sebanyak 98 orang. Total jumlah keseluruhannya ialah 2.357 orang.

Berikut daftar rekapitulasinya PNS yang terlibat korupsi dengan total 2.259 orang.

- Rekapitulasi PNS yang terlibat tipikor berdasarkan daerah:
1. Aceh: 89 orang (13 orang tingkat provinsi dan 76 orang tingkat kabupaten/kota)
2. Sumatera Utara: 298 orang (33 orang tingkat provinsi dan 265 orang tingkat kabupaten/kota)
3. Sumatera Barat: 84 orang (12 orang tingkat provinsi dan 72 orang tingkat kabupaten/kota)
4. Riau: 190 orang (10 orang tingkat provinsi dan 180 orang tingkat kabupaten/kota)
5. Kepulauan Riau: 27 orang (4 orang tingkat provinsi dan 23 orang tingkat kabupaten/kota)
6. Sumatera Selatan: 13 orang (2 orang tingkat provinsi dan 11 orang tingkat kabupaten/kota)
7. Jambi: 44 orang (15 orang tingkat provinsi dan 29 orang tingkat kabupaten/kota)
8. Bengkulu: 20 orang (1 orang tingkat provinsi dan 19 orang tingkat kabupaten/kota)
9. Bangka Belitung: 6 orang (6 orang tingkat provinsi dan 0 orang tingkat kabupaten/kota)
10. Lampung: 97 orang (26 orang tingkat provinsi dan 71 orang tingkat kabupaten/kota)
11. Kalimantan Barat: 47 orang (4 orang tingkat provinsi dan 43 orang tingkat kabupaten/kota)
12. Kalimantan Tengah: 55 orang (5 orang tingkat provinsi dan 50 orang tingkat kabupaten/kota)
13. Kalimantan Selatan: 44 orang (10 orang tingkat provinsi dan 34 orang tingkat kabupaten/kota)
14. Kalimantan Timur: 60 orang (12 orang tingkat provinsi dan 48 orang tingkat kabupaten/kota)
15. Kalimantan Utara: 10 orang (0 orang tingkat provinsi dan 10 orang tingkat kabupaten/kota)
16. Banten: 70 orang (17 orang tingkat provinsi dan 53 orang tingkat kabupaten/kota)
17. DKI Jakarta: 52 orang (52 orang tingkat provinsi dan 0 orang tingkat kabupaten/kota)
18. Jawa Barat: 193 orang (24 orang tingkat provinsi dan 169 orang tingkat kabupaten/kota)
19. Jawa Tengah: 23 orang (1 orang tingkat provinsi dan 22 orang tingkat kabupaten/kota)
20. DI Yogyakarta: 3 orang (0 orang tingkat provinsi dan 3 orang tingkat kabupaten/kota)
21. Jawa Timur: 80 orang (3 orang tingkat provinsi dan 77 orang tingkat kabupaten/kota)
22. Bali: 37 orang (5 orang tingkat provinsi dan 32 orang tingkat kabupaten/kota)
23. NTB: 72 orang (7 orang tingkat provinsi dan 65 orang tingkat kabupaten/kota)
24. NTT: 183 orang (5 orang tingkat provinsi dan 178 orang tingkat kabupaten/kota)
25. Sulawesi Selatan: 30 orang (1 orang tingkat provinsi dan 29 orang tingkat kabupaten/kota)
26. Sulawesi Barat: 3 orang (0 orang tingkat provinsi dan 3 orang tingkat kabupaten/kota)
27. Sulawesi Tenggara: 4 orang (0 orang tingkat provinsi dan 4 orang tingkat kabupaten/kota)
28. Sulawesi Tengah: 56 orang (12 orang tingkat provinsi dan 44 orang tingkat kabupaten/kota)
29. Sulawesi Utara: 58 orang (8 orang tingkat provinsi dan 50 orang tingkat kabupaten/kota)
30. Gorontalo: 32 orang (6 orang tingkat provinsi dan 26 orang tingkat kabupaten/kota)
31. Maluku: 9 orang (0 orang tingkat provinsi dan 9 orang tingkat kabupaten/kota)
32. Maluku Utara: 65 orang (20 orang tingkat provinsi dan 45 orang tingkat kabupaten/kota)
33. Papua Barat: 59 orang (18 orang tingkat provinsi dan 41 orang tingkat kabupaten/kota)
34. Papua: 146 orang (10 orang tingkat provinsi dan 136 orang tingkat kabupaten/kota)


Rekapitulasi data PNS yang terlibat tipikor pada instansi pusat dengan total 98 orang.

1. Kementerian Perhubungan: 16 orang
2. Kementerian Agama: 14 orang
3. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: 9 orang
4. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi: 9 orang
5. Kementerian Agraria dan Tata Ruang: 8 orang
6. Kementerian Keuangan: 6 orang
7. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia: 5 orang
8. Kementerian Komunikasi  dan Informatika: 4 orang 

9. Kementerian Kelautan dan Perikanan: 3 orang
10. Kementerian Pertahanan: 3 orang
11. Kementerian Pertanian : 3 orang

12. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: 2 orang

13. Kementerian Tenaga Kerja: 1 orang
14. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi: 1 orang
15. Kementerian Kesehatan: 1 orang
16. Kementerian Pemuda dan Olahraga: 1 orang
17. Kementerian Perindustrian: 1 orang
18. Mahkamah Agung: 5 orang
19. Badan Narkotika Nasional: 1 orang
20. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan: 1 orang
21. Badan Pusat Statistik: 1 orang
22. Setjen Komisi Pemilihan Umum: 3 orang

 

(ipp/JPC)


BACA JUGA

Jumat, 26 April 2019 09:58

BNNP Kaltim Pantau 24 Jam Sarang Narkoba, 35 Orang Kembali Ditangkap

Samarinda - Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kaltim kembali mengamankan…

Kamis, 25 April 2019 10:54

APK Jadi Sampah, Capai 18 Ribu Ton

SAMARINDA–Pemilu serentak beserta kampanye besar-besaran sudah selesai. Kini tahapan perhitungan…

Kamis, 25 April 2019 10:53

Gubernur Perjuangkan lewat APBN

SAMARINDA–Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana mendapat angin segar.…

Kamis, 25 April 2019 10:51

BNN Obok-Obok Kampung Narkoba

SAMARINDA–Dedi Oktavianur (35), oknum aparatur sipil negara (ASN), staf Kelurahan…

Kamis, 25 April 2019 10:50
Dugaan Asusila Oknum Ojek Online ke Penumpang

Tak Ditahan karena Minim Bukti

SAMARINDA–Dugaan perbuatan tak senonoh kembali dilakukan oknum pengemudi layanan transportasi…

Kamis, 25 April 2019 09:22

KPU Bantah Terjadi Penggelembungan Suara di Samarinda Ilir

SAMARINDA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, Firman Hidayat…

Kamis, 25 April 2019 09:19
Ini Kisah Rekapitulasi Perhitungan Suara di Sungai Pinang

Petugas KPPS Pulang Pagi, Para Saksi Malah Banyak yang Ngga Tahan

Pemilu 2019 serentak terus menjadi polemik, akibat banyaknya petugas KPPS,…

Rabu, 24 April 2019 09:46

Ciduk 43 Calon Penyalah Guna Sabu-Sabu

Samarinda menempati urutan pertama daerah dengan angka penyalah guna narkoba…

Rabu, 24 April 2019 09:23

BISA DICEK..!! Formulir C1 Sudah Diumumkan di Setiap Kelurahan

SAMARINDA- Untuk transparansi serta melaksanakan amanat undang-undang, Komisi Pemilihan Umum…

Rabu, 24 April 2019 09:10

Sarang Sabu di Kota Samarinda Kembali Digerebek, 15 Orang Diangkut BNNP

SAMARINDA – Sarang 'narkotika' Samarinda berada di Jalan Kesejahteraan I…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*