MANAGED BY:
SENIN
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 14 September 2018 08:53
Revisi RTRW, Siap Genjot Wisata
JADI DESTINASI WISATA: Mengembangkan Kebun Raya Unmul Samarinda menjadi langkah tepat untuk memanjakan warga yang haus wisata. (DOK/KP)

PROKAL.CO, MINIMNYA destinasi wisata yang ditawarkan Samarinda begitu lugas ketika menilik Perda 2/2014 tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah Samarinda 2014-2034. Beleid yang digodok Pemkot dan DPRD Samarinda medio 2013 lalu itu membagi kawasan pariwisata dalam tiga jenis; alam, budaya, dan buatan.

Untuk pariwisata alam terfokus di Samarinda Utara, yang notabene terdapat banyak lubang bekas galian tambang. Ada Lembah Hijau (Camping Ground Area), Kebun Raya Unmul Samarinda, Air Terjun Tanah Merah, Telaga Permai Batu Besaung, Air Terjun Lubang Muda Pampang, dan Waduk Jala Tunda.

Wisata geologi jadi satu-satunya destinasi wisata yang tak berada di sana. Lokasinya ada di Kecamatan Palaran.

Untuk wisata budaya, ada di tiga tempat yang menjadi destinasi dalam perda itu. Yakni Desa Budaya Pampang, Kampung Tenun, Makam La Mohang Daeng Mangkona bergelar Puo Ado, dan Masjid Shiratal Mustaqiem di Samarinda Seberang. Lalu dua monumen makam tentara Belanda dan Jepang di kawasan Loa Buah, Sungai Pinang.

Urusan wisata buatan pun mayoritas berkutat pada fasilitas swasta seperti kolam renang dan pemancingan atau religi center semisal Islamic Center dan Buddhist Center.

Sugeng Chairuddin, sekretaris daerah Samarinda mengaku dalam perumusan RTRW kala itu memang tak banyak kawasan wisata yang bisa dirujuk dalam pengembangan kawasan di Samarinda. Mengingat visi kota yang diusung menjadikan Samarinda sebagai kota jasa, industri, dan perdagangan. Bukan pariwisata.

Meski geografis Samarinda yang dibelah Sungai Mahakam beserta anak sungainya memberikan panorama berbeda, itu belum bisa menjadi destinasi tepat. Masih perlu penanganan komprehensif.

Namun, RTRW yang sudah berjalan empat tahun itu mulai diwacanakan untuk direvisi. Ada dua pertimbangan, pemkot mulai berencana merombaknya.

Pertama, adanya peninjauan kembali RTRW yang diajukan pemkot kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) medio, Februari lalu.

Peninjauan ulang itu tepat ketika kisruh lokasi eks Lamin Indah yang dilirik menjadi kawasan dibangunnya studio mini Transmart. Paran itu nyatanya memakan sekitar 6 ribu meter persegi lahan yang diperuntukkan sebagai hutan kota. “Peninjauan masih jalan. Kami juga menunggu hasil,” ucap Sugeng beberapa waktu lalu.

Alasan kedua, menurut Sugeng, penataan kota sudah tak lagi relevan dengan RTRW yang ada. Ada beberapa syarat untuk merevisi RTRW. Di antaranya  dapat ditinjau ulang setelah lima tahun diterapkannya perda tersebut. Atau lebih dari 40 persen kondisi penataan yang ditempuh tak sesuai yang dibakukan dalam beleid yang dibentuk.

“Kondisi Samarinda sudah lebih dari 40 persen tak sesuai RTRW. Jadi, besar kemungkinan bakal direvisi,” sebutnya.

Untuk pariwisata, pemkot memang tengah menyusun rencana induk pariwisata (RIP). Rencana itu, lanjut mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini, menjadi salah satu penataan pariwisata di Samarinda ke depannya. “Untuk rencana itu langsung ke dispar (dinas pariwisata),” tukasnya.

Di Dispar Samarinda, rancangan ini masih di tahap pembuatan naskah akademik. “Oktober nanti baru kita uji publik,” sebut HM Faisal, kepala Dispar Samarinda.

Selepas naskah akademik disusun, kata dia, dispar akan membuka survei untuk mengumpulkan masukan-masukan apa saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan pariwisata di Samarinda. “Belum bisa dibeber penuh karena masih penyusunan,” jelasnya. (tim kp)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:18

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

LANGKAT – Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan…

Senin, 24 Juni 2019 10:18

Persentase Penurunan Harga Tiket Pesawat Masih Dikaji

Penurunan harga tiket pesawat masih dinanti-nanti masyarakat. Pihak maskapai masih…

Minggu, 23 Juni 2019 22:57
Ahmad, Jadi Korban Ke-35 yang Tewas di Kolam Bekas Tambang

Diketahui Tenggelam setelah Empat Jam

Pemprov Kaltim sepertinya diuji. Setelah temuan sejumlah tambang ilegal di…

Minggu, 23 Juni 2019 22:54

Tambang di Samarinda, Pastikan TNI Tak Terlibat

ATURAN dilanggar. Hasil bumi dicuri. Namun hingga kini, belum tampak…

Minggu, 23 Juni 2019 22:47

Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...

JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:43

Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif…

Minggu, 23 Juni 2019 22:41

KPK Cari Deputi Penindakan Baru

JAKARTA-Pimpinan KPK bersiap untuk merekrut deputi penindakan yang baru untuk…

Minggu, 23 Juni 2019 21:57

LAGI...Anak Tewas di Lubang Tambang, Pemerintah Dianggap Takut dengan Perusahaan

SAMARINDA - Untuk kesekian kalinya, bekas lubang tambang kembali makan…

Minggu, 23 Juni 2019 20:42

Kualitas Runway Bandara APT Pranoto di Bawah Standar?

Runway Bandara APT Pranoto kembali bermasalah. Beberapa penerbangan tidak jadi…

Minggu, 23 Juni 2019 13:15

Pesta Seks di Sekolah, 3 Guru di Serang Dipecat

Tiga oknum guru yang pesta seks dengan tiga siswinya di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*