MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 14 September 2018 08:53
Revisi RTRW, Siap Genjot Wisata
JADI DESTINASI WISATA: Mengembangkan Kebun Raya Unmul Samarinda menjadi langkah tepat untuk memanjakan warga yang haus wisata. (DOK/KP)

PROKAL.CO, MINIMNYA destinasi wisata yang ditawarkan Samarinda begitu lugas ketika menilik Perda 2/2014 tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah Samarinda 2014-2034. Beleid yang digodok Pemkot dan DPRD Samarinda medio 2013 lalu itu membagi kawasan pariwisata dalam tiga jenis; alam, budaya, dan buatan.

Untuk pariwisata alam terfokus di Samarinda Utara, yang notabene terdapat banyak lubang bekas galian tambang. Ada Lembah Hijau (Camping Ground Area), Kebun Raya Unmul Samarinda, Air Terjun Tanah Merah, Telaga Permai Batu Besaung, Air Terjun Lubang Muda Pampang, dan Waduk Jala Tunda.

Wisata geologi jadi satu-satunya destinasi wisata yang tak berada di sana. Lokasinya ada di Kecamatan Palaran.

Untuk wisata budaya, ada di tiga tempat yang menjadi destinasi dalam perda itu. Yakni Desa Budaya Pampang, Kampung Tenun, Makam La Mohang Daeng Mangkona bergelar Puo Ado, dan Masjid Shiratal Mustaqiem di Samarinda Seberang. Lalu dua monumen makam tentara Belanda dan Jepang di kawasan Loa Buah, Sungai Pinang.

Urusan wisata buatan pun mayoritas berkutat pada fasilitas swasta seperti kolam renang dan pemancingan atau religi center semisal Islamic Center dan Buddhist Center.

Sugeng Chairuddin, sekretaris daerah Samarinda mengaku dalam perumusan RTRW kala itu memang tak banyak kawasan wisata yang bisa dirujuk dalam pengembangan kawasan di Samarinda. Mengingat visi kota yang diusung menjadikan Samarinda sebagai kota jasa, industri, dan perdagangan. Bukan pariwisata.

Meski geografis Samarinda yang dibelah Sungai Mahakam beserta anak sungainya memberikan panorama berbeda, itu belum bisa menjadi destinasi tepat. Masih perlu penanganan komprehensif.

Namun, RTRW yang sudah berjalan empat tahun itu mulai diwacanakan untuk direvisi. Ada dua pertimbangan, pemkot mulai berencana merombaknya.

Pertama, adanya peninjauan kembali RTRW yang diajukan pemkot kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) medio, Februari lalu.

Peninjauan ulang itu tepat ketika kisruh lokasi eks Lamin Indah yang dilirik menjadi kawasan dibangunnya studio mini Transmart. Paran itu nyatanya memakan sekitar 6 ribu meter persegi lahan yang diperuntukkan sebagai hutan kota. “Peninjauan masih jalan. Kami juga menunggu hasil,” ucap Sugeng beberapa waktu lalu.

Alasan kedua, menurut Sugeng, penataan kota sudah tak lagi relevan dengan RTRW yang ada. Ada beberapa syarat untuk merevisi RTRW. Di antaranya  dapat ditinjau ulang setelah lima tahun diterapkannya perda tersebut. Atau lebih dari 40 persen kondisi penataan yang ditempuh tak sesuai yang dibakukan dalam beleid yang dibentuk.

“Kondisi Samarinda sudah lebih dari 40 persen tak sesuai RTRW. Jadi, besar kemungkinan bakal direvisi,” sebutnya.

Untuk pariwisata, pemkot memang tengah menyusun rencana induk pariwisata (RIP). Rencana itu, lanjut mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini, menjadi salah satu penataan pariwisata di Samarinda ke depannya. “Untuk rencana itu langsung ke dispar (dinas pariwisata),” tukasnya.

Di Dispar Samarinda, rancangan ini masih di tahap pembuatan naskah akademik. “Oktober nanti baru kita uji publik,” sebut HM Faisal, kepala Dispar Samarinda.

Selepas naskah akademik disusun, kata dia, dispar akan membuka survei untuk mengumpulkan masukan-masukan apa saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan pariwisata di Samarinda. “Belum bisa dibeber penuh karena masih penyusunan,” jelasnya. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:35

Kaltim Peringkat Nasional Kepemilikan Akta Kelahiran

SAMARINDA – Provinsi kaltim menempati urutan ke dua dalam peringkat nasional untuk kepemilikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:52

Ekonomi Lesu, Donatur Zakat Kaltim Meningkat

BALIKPAPAN - Perekonomian Indonesia tercatat pada tiga tahun terakhir ini menunjukkan grafik yang melesu.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:15

DUAARR..!! Ledakan di Kampus Tewaskan 18 Orang

MOSKOW – Sebuah ledakan memorak-porandakan kampus Politeknik Kerch di timur Crimea kemarin (17/10).…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:40

Waduh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Tembus Rp 5.410 Triliun..!!

JAKARTA- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar USD 360,7 miliar atau Rp 5.410 triliun (kurs…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…

Senin, 15 Oktober 2018 11:42
Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota…

Senin, 15 Oktober 2018 11:36
Romo Leo Joosten Ginting Suka, Warga Belanda yang Lestarikan Budaya Batak Karo

Lestarikan Budaya Batak karena Cinta

Begitu menginjakkan kaki di Tapanuli Utara pada 1971, Leo Joosten langsung jatuh cinta dengan tanah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .