MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 14 September 2018 08:48
Bergantung Anggaran yang Tak Tentu
HM Faisal

PROKAL.CO, PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya. Ini bukan tanpa sebab. Visi Samarinda sebagai kota jasa, perdagangan, dan industri membuat posisi pariwisata termarginalkan.

Destinasi untuk merileksasikan diri berada pada ekonomi menengah ke atas; dari berbelanja di mal atau menginap di hotel berbintang. Sementara memanjakan mata dengan pemandangan alam bisa dihitung jumlahnya.

Visi kota itu membuat pariwisata Samarinda bergerak di industri kreatif  yang tak bergantung alam. Berikut kutipan wawancara Kaltim Post dengan HM Faisal, kepala Dinas Pariwisata Samarinda.

Bagaimana Dispar mengembangkan destinasi wisata di Samarinda, mengingat minimnya destinasi wisata yang bisa ditawarkan, baik wisata buatan atau wisata alam?

Ini seperti bicara mana yang duluan, ayam apa telur? Kondisi setiap daerah berbeda, Samarinda tak bisa disamakan dengan kota yang memang diberkahi alam yang indah. Untuk pengembangannya, kita tak bisa bergantung dengan pemandangan untuk menarik wisatawan. Pendekatan yang bisa diterapkan hanya lewat pengembangan industri kreatif karena memang tak bisa bersaing dengan wisata alam di daerah lain.

Industri kreatif yang seperti apa? Bagaimana menerapkannya?

Keseluruhan. Industri kreatif pada dasarnya tak memandang strata ekonomi, bisa fesyen, periklanan, hingga kuliner. Menggaet pangsa pasar ini, kami menggunakan metode gelaran-gelaran yang memiliki daya tarik berskala lokal atau nasional. Festival Mahakam misalnya, event tahunan yang sudah kita selenggarakan sejak 2000 itu mampu menarik minat wisatawan lokal bahkan internasional.

Adakah upaya membangun atau mengembangkan destinasi wisata alam di Samarinda?

Menggarap destinasi wisata itu berbicara profit bagi daerah dan komprehensif di semua bidang, tak hanya pariwisata. Bergantung anggaran yang sejauh ini masih tak tentu, bisa berujung buntung. Kekuatan Samarinda bukan dari alamnya tapi destinasi wisata buatan karena lahan yang terbatas. Sebut saja, Ulin Arya, Salma Shofa, Tjiu Palace.

Destinasi yang dikelola pemkot secara penuh bahkan enggak ada. Destinasi kan tak melulu soal alam. Utamakan destinasi yang mudah dituju. Wisatawan yang datang pun tak harus dari luar pulau. Dari Anggana, Muara Badak, atau Sangasanga pun tetap dianggap. Kita kan harus mengukur diri. Fokus bertahap dari lokal market dulu kalau sudah matang baru naik tingkat ke skala nasional.

Apa yang bisa ditawarkan untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke Samarinda?

Pertumbuhan perhotelan dan mal di Samarinda terbilang pesat. Ini bersinergi dengan visi kota. Memanfaatkan konsep Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE) akan lebih tepat jika menilik pembangunan di Samarinda kini. Menjadikan Samarinda wadah pertemuan berskala besar dan menimbulkan efek merata.

Sebagai contoh, ada pertemuan berskala nasional yang dihelat di Samarinda pasti akan membawa komunitas dalam jumlah besar. Enggak mungkin mereka yang datang tak menginap di hotel yang tersedia di sini. Pilihan banyak. Di sini, kita dapat pemasukan dari pajak perhotelan.

Di waktu senggang, pelancong itu pasti menyempatkan diri makan atau mencari hiburan di mal-mal yang ada, pemerintah pun pasti dapat pemasukan dari pajak yang ada. Memang konsep MICE ini memaksa harus berkreasi terus-menerus karena minat sering berubah-ubah. Namun, memiliki keuntungan yang luar biasa besar karena tak bergantung dengan APBD. Kita enggak perlu pusing bikin expo atau gelaran lain meski dana cekak seperti saat ini.

Seberapa besar sumbangsih sektor pariwisata ke pendapatan daerah?

Selalu berkisar 20 persen dari total PAD Samarinda yang sekitar Rp 400-450 miliar. Pada 2017 lalu, sektor pariwisata menyumbang Rp 89,65 miliar. Itu pendapatan dari tiga subsektor pariwisata, yaitu pajak perhotelan, pajak restoran, dan pajak hiburan.

Berapa anggaran rutin digelontorkan untuk pariwisata? Bagaimana perencanaan ke depan untuk wisata Samarinda?

Anggaran kita hanya berkisar Rp 500 juta – 1 miliar per tahunnya. Kita masih menyusun rancangan induk pariwisata (RIP) Samarinda. Mengusung ekonomi kreatif masih akan ditempuh karena kekuatan Samarinda ada di sektor ini. Menciptakan destinasi wisata jelas bukan grade-nya Samarinda. Perlu membangun kenyamanan dan aman untuk bisa membuat Samarinda lebih dilirik nantinya. (timkp)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 02 November 2018 08:57

Tampil Cantik (Tak) Apa Adanya

Perempuan manapun ingin terlihat cantik. Menjawab kodrat itu, sederet klinik…

Jumat, 02 November 2018 08:54

Sensasinya Bikin Ketagihan

SEBUAH teknik perawatan kulit modern, jet peel, disukai pelanggan. Teknik ini…

Jumat, 02 November 2018 08:52

Facial Minimal Tiap Dua Bulan

WAJAH putih, mulus, awet muda. Begitu kesan yang tampak saat bertemu…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:42

Janji Bawa Lagi ke Kasta Tertinggi

PERSIBA Balikpapan yang bakal kehilangan Syahril HM Taher masih menimbulkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .