MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 14 September 2018 08:46
Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

PROKAL.CO, OLEH: FAJAR ALAM
(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur)

BUMI, sebagaimana makhluk hidup yang berdiam di dalamnya, berkembang dan bergerak dinamis. Hal tersebut dipelajari dalam ilmu geologi. Geologi adalah studi tentang planet bumi yang meliputi materi penyusun tubuh bumi, proses yang terjadi, hasil proses serta sejarah bumi dan bentuk-bentuk kehidupan sejak bumi terjadi (Bates dan Jackson, 1987).

Samarinda adalah bagian dari perkembangan bumi yang sebelumnya merupakan wilayah laut, pantai, dataran alluvium. Dinamika geologi membuat Samarinda terangkat menjadi daratan yang memakan proses puluhan juta tahun silam, membentuk dataran dan perbukitan yang semakin menjulang ke arah Samarinda Utara.

Jejak masa lampau sebagai bagian dari laut, masih dapat diamati dan telah menjadi satu dari sekian hikmat kebijaksanaan Samarinda. Keberadaan gugus perbukitan batu kapur yang dimulai dari bukit Batu Putih, merangsek ke utara di Batu Cermin, hingga pengujung Samarinda di kawasan Berambai, telah menjadi ikon baru pariwisata panorama di Samarinda.

Tak jauh dari Batu Putih, keberadaan mud volcano, lumpur alami berusia jutaan tahun yang keluar berkala, merupakan pesona alam langka yang menarik dikembangkan lebih lanjut. Perbukitan batu kapur itu, memiliki ragam kontur yang menantang ditaklukkan penikmat lintas alam, baik pejalan kaki, pesepeda, hingga kendaraan bermotor. Keberadaan ragam fosil laut seperti gugus terumbu karang, kerang, cangkang kepiting, acap kali ditemui dan menjadi pembelajaran menarik untuk kegiatan luar ruang bagi siswa dan mahasiswa.

Pada gugus perbukitan di timur Samarinda, keberadaan G Selili (acap kali disebut Steling) yang sejatinya merupakan bagian dari patahan Prangat, memberikan keindahan panorama melihat kelok Sungai Mahakam dan kawasan kota bentukan kolonial Belanda, dari pelabuhan Samarinda hingga Karang Asam.

Pada bagian datarannya, Samarinda memiliki potensi wisata sungai yang luar biasa. Kelokan sungai di kawasan Loa Janan yang mengarah ke utara, membelok ke timur di Karang Asam dan membelok ke selatan di G Selili serta berangsur ke arah timur di Makroman, merupakan hasil perlipatan batuan yang berujung patahan jutaan tahun silam.

Pengembangan pemahaman tentang ragam kondisi geologi yang teramati sepanjang perjalanan wisata susur sungai Mahakam, akan menjadi narasi menarik wisata susur sungai selama perjalanan, baik disampaikan oleh pemandu maupun brosur yang tersedia.

Partisipasi aktif sektor swasta dengan dukungan dari dinas terkait dalam pengembangan pariwisata sungai di Samarinda saat ini, membuka pandangan baru dalam potensi pendapatan daerah yang berkelanjutan. (***)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 02 November 2018 08:57

Tampil Cantik (Tak) Apa Adanya

Perempuan manapun ingin terlihat cantik. Menjawab kodrat itu, sederet klinik…

Jumat, 02 November 2018 08:54

Sensasinya Bikin Ketagihan

SEBUAH teknik perawatan kulit modern, jet peel, disukai pelanggan. Teknik ini…

Jumat, 02 November 2018 08:52

Facial Minimal Tiap Dua Bulan

WAJAH putih, mulus, awet muda. Begitu kesan yang tampak saat bertemu…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:42

Janji Bawa Lagi ke Kasta Tertinggi

PERSIBA Balikpapan yang bakal kehilangan Syahril HM Taher masih menimbulkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .