MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 14 September 2018 08:31
Ribuan Kepiting “Legal” Gagal Diselundupkan
Ribuan kepiting yang akan dikirim ke Jakarta, Semarang, Surabaya dan Jogjakarta dicekal di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, kemarin (13/9).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Ribuan kepiting yang akan dikirim ke Jakarta, Semarang, Surabaya dan Jogjakarta dicekal di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, kemarin (13/9). Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim terpaksa melakukan pencekalan sekira pukul 08.00 Wita di areal terminal kargo bandara.

“Kami peroleh informasi ada upaya penyelundupan kepiting bertelur dari Manggar melalui Bandara Sepinggan,” kata Direktur Reskrimsus Kombes Yustan Alpiani, kemarin sore. Dari hasil penyelidikan, penyidik memeriksa 104 boks berisi kepiting. Dimana satu boks berisi 50 hingga 70 ekor kepiting. Bekerja sama dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Balikpapan, petugas lantas memisahkan antara kepiting jantan dan betina. Hasilnya, ada 536 ekor betina yang disita.

“Yang jantan kami kembalikan. Sementara yang betina kami titipkan dulu ke Balai Karantina. Menunggu dari ahli melakukan pengecekan, apakah kepiting ini kepiting bertelur. Kami menduga ada upaya penyelundupan kepiting bertelur di antara kepiting ini,” tutur Yustan. Selanjutnya, Yustan menyebut masih akan melakukan penyelidikan kasus ini. Dengan memanggil pemilik kepiting, ekspedisi, dan pihak balai karantina. Karena pada saat diamankan, kepiting disebut-sebut telah mendapatkan dokumen sah untuk memperoleh sertifikat di bandara untuk dikirim ke kota tujuan. “Kami usahakan (penyelidikan) cepat,” tegasnya.

Terpisah, seorang pengurus ekspedisi membenarkan telah mengurus Surat Perintah Pemeriksaan (SPP) di Balai Karantina di bandara. Dirinya yang saat itu masih harus mengurus sertifikat untuk dinaikkan ke pesawat lalu dikagetkan dengan adanya operasi yang dilakukan Direskrimsus.  “Saya juga bingung. Yang kami kirim ini bukan kepiting bertelur. Makanya saya bertanya. Apakah ada regulasi baru?” kata pria yang enggan disebut namanya itu dengan heran.

Disebut ada upaya penyelundupan, pria itu membantahnya. Selama ini ekspedisi kargo di tempatnya bekerja tak akan mau dan berani menerima kepiting bertelur. Adapun proses pengiriman kata dia awalnya melalui penjemputan di lokasi pelanggannya berada. Dikumpulkan lebih dari satu kemudian diantar ke bandara. “Kali ini total pengirimannya ada lima ton,” kata dia. Pria itu lantas menghubungi atasannya. Di hadapan media, seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Direktur PT Suryagita Nusaraya Bambang Soediyatmoko menjelaskan posisi perusahaannya.

Dia menyebut kepiting yang dibawanya untuk dikirim ke kota tujuan bukan kepiting yang melanggar aturan. Karena telah keluar SPP dari balai karantina. Namun apabila dilakukan pencekalan terhadap sebagian kepiting, dia menyerahkannya ke tangan balai dan kepolisian.

“Regulasi yang ada kami taati,” ucap Bambang. Sebagaimana diketahui, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/Permen-KP/2016, dalam Pasal 3 (a) disebut boleh dilakukan penangkapan dan atau pengeluaran pada tanggal 15 Desember sampai dengan 5 Februari baik dalam kondisi bertelur maupun tidak bertelur dan dengan ukuran lebar karapas di atas 15 sentimeter atau berat di atas 200 gram per ekor.

Sementara dalam Pasal 3 (b) disebut boleh dilakukan penangkapan dan atau pengeluaran pada tanggal 6 Februari sampai tanggal 14 Desember dalam kondisi tidak bertelur dengan ukuran lebar karapas diatas 15 centimeter atau berat diatas 200 gram per ekor. Bagi para pengusaha atau pengguna jasa yang melakukan pelanggaran akan dijerat Pasal 7 Undang-undang Nomor 16/1992 tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan, serta Pasal 7 UU Nomor 31/2004 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp 1,5 miliar. (*/rdh/riz/k18)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 08:31

Syarat Tak Lengkap Otomatis Gagal Seleksi

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan mendapatkan jatah sebanyak 189 formasi pada penerimaan Calon Pegawai…

Selasa, 18 September 2018 08:28

Demi Suami, Istri Pasrah Masuk Bui

BALIKPAPAN – Lantaran suami dipecat dari sebuah perusahaan kontraktor migas, seorang istri memilih…

Selasa, 18 September 2018 08:26

Lima Kloter Masih di Arab Saudi

BALIKPAPAN – Pemulangan jamaah haji Embarkasi Balikpapan menyisakan lima kelompok terbang (kloter)…

Selasa, 18 September 2018 08:23

Berkah 13, BTN Syariah Gelar Fun Bike dan Fun Walk

BALIKPAPAN – Menyemarakkan hari jadi ke-13, Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah menggelar fun bike…

Senin, 17 September 2018 08:40

Dampak Rubella, Kehilangan Pendengaran

BALIKPAPAN – Mata Ahyaningsih (28) berkaca-kaca. Dibukanya selembar kertas hasil pemeriksaan dari…

Senin, 17 September 2018 08:36

Abrasi di Pantai Manggar Mengkhawatirkan

BALIKPAPAN – Pembangunan jembatan dan jalan di Pantai Manggar, Balikpapan Utara terus dikebut.…

Senin, 17 September 2018 08:34

Cek CCTV hingga Periksa Enam Saksi

BALIKPAPAN – Penyelidikan terkait tewasnya Edi Rachman, bakal calon legislatif (bacaleg) Partai…

Senin, 17 September 2018 08:29

Kupas Teknik Tata Rias Bareng Pakar

PENASARAN bagaimana mengaplikasikan tampilan barbie make-up untuk hari istimewa Anda? Bersama pakar…

Minggu, 16 September 2018 08:35

Akhir Tahun, Dua Bus Diuji Coba

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota terus memutar otak untuk memaksimalkan fungsi Gedung Parkir Klandasan…

Minggu, 16 September 2018 08:32

Paduan Arsitektur Modern dan Pop Up Culture

BALIKPAPAN – Wisatawan dan warga Kota Minyak punya satu lagi pilihan destinasi untuk menginap.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .