MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 14 September 2018 08:31
Ribuan Kepiting “Legal” Gagal Diselundupkan
Ribuan kepiting yang akan dikirim ke Jakarta, Semarang, Surabaya dan Jogjakarta dicekal di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, kemarin (13/9).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Ribuan kepiting yang akan dikirim ke Jakarta, Semarang, Surabaya dan Jogjakarta dicekal di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, kemarin (13/9). Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim terpaksa melakukan pencekalan sekira pukul 08.00 Wita di areal terminal kargo bandara.

“Kami peroleh informasi ada upaya penyelundupan kepiting bertelur dari Manggar melalui Bandara Sepinggan,” kata Direktur Reskrimsus Kombes Yustan Alpiani, kemarin sore. Dari hasil penyelidikan, penyidik memeriksa 104 boks berisi kepiting. Dimana satu boks berisi 50 hingga 70 ekor kepiting. Bekerja sama dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Balikpapan, petugas lantas memisahkan antara kepiting jantan dan betina. Hasilnya, ada 536 ekor betina yang disita.

“Yang jantan kami kembalikan. Sementara yang betina kami titipkan dulu ke Balai Karantina. Menunggu dari ahli melakukan pengecekan, apakah kepiting ini kepiting bertelur. Kami menduga ada upaya penyelundupan kepiting bertelur di antara kepiting ini,” tutur Yustan. Selanjutnya, Yustan menyebut masih akan melakukan penyelidikan kasus ini. Dengan memanggil pemilik kepiting, ekspedisi, dan pihak balai karantina. Karena pada saat diamankan, kepiting disebut-sebut telah mendapatkan dokumen sah untuk memperoleh sertifikat di bandara untuk dikirim ke kota tujuan. “Kami usahakan (penyelidikan) cepat,” tegasnya.

Terpisah, seorang pengurus ekspedisi membenarkan telah mengurus Surat Perintah Pemeriksaan (SPP) di Balai Karantina di bandara. Dirinya yang saat itu masih harus mengurus sertifikat untuk dinaikkan ke pesawat lalu dikagetkan dengan adanya operasi yang dilakukan Direskrimsus.  “Saya juga bingung. Yang kami kirim ini bukan kepiting bertelur. Makanya saya bertanya. Apakah ada regulasi baru?” kata pria yang enggan disebut namanya itu dengan heran.

Disebut ada upaya penyelundupan, pria itu membantahnya. Selama ini ekspedisi kargo di tempatnya bekerja tak akan mau dan berani menerima kepiting bertelur. Adapun proses pengiriman kata dia awalnya melalui penjemputan di lokasi pelanggannya berada. Dikumpulkan lebih dari satu kemudian diantar ke bandara. “Kali ini total pengirimannya ada lima ton,” kata dia. Pria itu lantas menghubungi atasannya. Di hadapan media, seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Direktur PT Suryagita Nusaraya Bambang Soediyatmoko menjelaskan posisi perusahaannya.

Dia menyebut kepiting yang dibawanya untuk dikirim ke kota tujuan bukan kepiting yang melanggar aturan. Karena telah keluar SPP dari balai karantina. Namun apabila dilakukan pencekalan terhadap sebagian kepiting, dia menyerahkannya ke tangan balai dan kepolisian.

“Regulasi yang ada kami taati,” ucap Bambang. Sebagaimana diketahui, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/Permen-KP/2016, dalam Pasal 3 (a) disebut boleh dilakukan penangkapan dan atau pengeluaran pada tanggal 15 Desember sampai dengan 5 Februari baik dalam kondisi bertelur maupun tidak bertelur dan dengan ukuran lebar karapas di atas 15 sentimeter atau berat di atas 200 gram per ekor.

Sementara dalam Pasal 3 (b) disebut boleh dilakukan penangkapan dan atau pengeluaran pada tanggal 6 Februari sampai tanggal 14 Desember dalam kondisi tidak bertelur dengan ukuran lebar karapas diatas 15 centimeter atau berat diatas 200 gram per ekor. Bagi para pengusaha atau pengguna jasa yang melakukan pelanggaran akan dijerat Pasal 7 Undang-undang Nomor 16/1992 tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan, serta Pasal 7 UU Nomor 31/2004 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp 1,5 miliar. (*/rdh/riz/k18)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 08:23

Dishub Kaltim Siap Dukung Pendanaan

BALIKPAPAN - Rencana pengoperasian kembali Pelabuhan Somber, Batu Ampar, Balikpapan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:18

Sepekan, Sudah Empat Tangkapan Narkoba

BALIKPAPAN – Memasuki pekan kedua 2019, kasus penyalahgunaan narkoba di…

Senin, 14 Januari 2019 07:35

Pelabuhan Somber Belum Masuk RIPN

BALIKPAPAN – Jalan bagi Pemkot Balikpapan untuk mengoperasikan kembali Pelabuhan…

Senin, 14 Januari 2019 07:32

Sepekan Hilang, Polisi Masih Cari Rika

BALIKPAPAN – Setelah menerima informasi seorang remaja 15 tahun bernama…

Minggu, 13 Januari 2019 06:53

Tahanan Perempuan Dipindah ke Kukar

BALIKPAPAN – Over kapasitas masih terjadi di Rutan Klas II…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:05

Tak Direstui, Gadis Kabur Bersama Teman Perempuannya

BALIKPAPAN – Hadijah tak pernah menyangka. Anak gadisnya, Rika Kristina…

Jumat, 11 Januari 2019 10:00

Sabu Disimpan Dalam Bungkus Makanan Ringan

BALIKPAPAN - Peredaran narkoba di Balikpapan masih merajalela. Polsek Balikpapan…

Senin, 07 Januari 2019 08:43

Gara-Gara Ini, Kunjungan ke KRB Meningkat

BALIKPAPAN - Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019 telah…

Senin, 07 Januari 2019 08:42

Tarik Minat Menikah di KUA

BALIKPAPAN - Tahun ini, Kementerian Agama Balikpapan melakukan beberapa renovasi…

Senin, 07 Januari 2019 08:39

Padam karena Gangguan Transmisi SUTT 150 kV

BALIKPAPAN - Sejumlah kota di Benua Etam harus mengalami pemadaman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*