MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 14 September 2018 08:27
Sulap Gang dengan 350 Liter Cat
PERMUKIMAN WARNA-WARNI: Pemandangan di salah satu gang di RT 32, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota. Rampung pada Juli lalu, mural di kawasan tersebut ramai dikunjungi warga.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, PERMUKIMAN di RT 32, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota ini dulunya sempat mati suri. Setelah peristiwa kebakaran yang terjadi sebelas tahun lalu. Tapi kini, pemandangannya telah berganti. Dari kumuh menjadi objek wisata.

Untuk menikmati pemandangan kampung atas air ini, pengunjung lebih dulu melewati gang kecil. Lalu menyeberangi jembatan tak jauh dari kantor salah satu bank swasta di Pasar Baru, Jalan Jenderal Sudirman. Atau deretan kiri sebelum hotel dan apartemen di kawasan tersebut. Mobil hanya bisa masuk sekitar lima meter di depan gang. Sedangkan di bibir gang deretan motor warga terparkir bebas.

Suasana asri dan keramahan warga akan menyambut pengunjung. Permukaan air yang berada di sekeliling permukiman juga tak menampakkan banyak sampah. Agustus lalu, jalanan permukiman yang telah berusia puluhan tahun terbuat dari kayu telah berganti semen. Penyemenan yang dikerjakan pada Juli lalu merupakan sumbangan dari donatur.

Deretan rumah tampak berdampingan. Ada yang sedikit memberi celah. Ada pula yang hanya berbatas dinding. Beragam mural bisa ditemukan di dinding rumah warga. Gantungan pernak-pernik bahan daur ulang hingga potongan kecil kain warna-warni menghiasi langit-langit gang. Tidak semua rumah memiliki gambar. Beberapa masih dalam tahap pengerjaan. Menghabiskan lebih dari 350 liter cat. Dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat. 

Setelah masuk pengunjung menemukan tujuh gang lagi di dalam pemukiman itu. Masing-masing gang memiliki nama. Seperti di Gang Merdeka, terdapat mural ikan hiu dan pemandangan galaksi yang memanjang di dinding rumah warga. Ada pula permainan seperti gobak sodor hingga dakon yang dicat di badan jalan. Sehingga jadi lokasi favorit pengunjung berswafoto.

        Saat media ini mengunjungi lokasi tersebut kemarin (13/9), ketua RT 32 sedang tak ada di tempat. Hanya ada Marlansyah, salah seorang warga. Menetap sejak 1981, Marlansyah mengungkapkan waktu pengecatan terbilang cepat. Menggunakan alat semprot, satu gambar bisa dikerjakan dalam waktu 3 jam. Masing-masing gang bisa menghabiskan 10 galon cat. Satu galon berisikan 5 liter cat. “Gambar baru dikerjakan sekitar 15 hari lalu. Menggunakan sisa cat saat Lebaran, kebanyakan cat warna putih itu kami beri pewarna dan mengecatnya sendiri sesuai kreativitas warga di masing-masing gang,” sebut pria yang sempat menjabat sebagai ketua RT 32 selama dua periode itu.

Tidak ada pungutan biaya masuk bagi yang ingin berkunjung. Meninggalkan kesan kumuh, pemukiman tersebut diberi nama Kibarlah Pinisi Ku. Nama tersebut akan disahkan dalam waktu dekat. Membawa secercah perubahan, dirinya berharap pemukiman tersebut menjadi kampung ramah anak dan pendidikan. Sehingga mampu mandiri serta menjadi objek wisata baru bagi warga maupun wisatawan. Tak kalah dengan Kampung Warna-Warni Teluk Seribu, Manggar.

“Sebenarnya pengecatan ini hanya dalam rangka lomba internal RT 32. Diikuti tujuh gang yang ada. Memberikan kesan hijau dan menumbuhkan perilaku hidup sehat, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Membuktikan bahwa kita bisa,” ujar pria yang bekerja di salah satu bank swasta tersebut.

Bekerja sama dengan pihak Lembaga Pemberdayaan Pemasyarakatan (LPM), tahun depan direncanakan akan ada pembudidayaan belimbing dan melati. Agar kawasan semakin hijau serta kian diminati pengunjung. Sebagai tambahan, jajaran warung dan kafe dibuka sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya kawasan nongkrong tersebut diharapkan mampu menyedot jumlah kunjungan lebih banyak.

Selain itu, Marlan mengungkapkan setelah bertahun-tahun tak diakui sah, kini warga telah memiliki sertifikat hak milik atas bangunan rumahnya. (lil/riz/k18)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 08:31

Syarat Tak Lengkap Otomatis Gagal Seleksi

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan mendapatkan jatah sebanyak 189 formasi pada penerimaan Calon Pegawai…

Selasa, 18 September 2018 08:28

Demi Suami, Istri Pasrah Masuk Bui

BALIKPAPAN – Lantaran suami dipecat dari sebuah perusahaan kontraktor migas, seorang istri memilih…

Selasa, 18 September 2018 08:26

Lima Kloter Masih di Arab Saudi

BALIKPAPAN – Pemulangan jamaah haji Embarkasi Balikpapan menyisakan lima kelompok terbang (kloter)…

Selasa, 18 September 2018 08:23

Berkah 13, BTN Syariah Gelar Fun Bike dan Fun Walk

BALIKPAPAN – Menyemarakkan hari jadi ke-13, Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah menggelar fun bike…

Senin, 17 September 2018 08:40

Dampak Rubella, Kehilangan Pendengaran

BALIKPAPAN – Mata Ahyaningsih (28) berkaca-kaca. Dibukanya selembar kertas hasil pemeriksaan dari…

Senin, 17 September 2018 08:36

Abrasi di Pantai Manggar Mengkhawatirkan

BALIKPAPAN – Pembangunan jembatan dan jalan di Pantai Manggar, Balikpapan Utara terus dikebut.…

Senin, 17 September 2018 08:34

Cek CCTV hingga Periksa Enam Saksi

BALIKPAPAN – Penyelidikan terkait tewasnya Edi Rachman, bakal calon legislatif (bacaleg) Partai…

Senin, 17 September 2018 08:29

Kupas Teknik Tata Rias Bareng Pakar

PENASARAN bagaimana mengaplikasikan tampilan barbie make-up untuk hari istimewa Anda? Bersama pakar…

Minggu, 16 September 2018 08:35

Akhir Tahun, Dua Bus Diuji Coba

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota terus memutar otak untuk memaksimalkan fungsi Gedung Parkir Klandasan…

Minggu, 16 September 2018 08:32

Paduan Arsitektur Modern dan Pop Up Culture

BALIKPAPAN – Wisatawan dan warga Kota Minyak punya satu lagi pilihan destinasi untuk menginap.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .