MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 14 September 2018 08:27
Sulap Gang dengan 350 Liter Cat
PERMUKIMAN WARNA-WARNI: Pemandangan di salah satu gang di RT 32, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota. Rampung pada Juli lalu, mural di kawasan tersebut ramai dikunjungi warga.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, PERMUKIMAN di RT 32, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota ini dulunya sempat mati suri. Setelah peristiwa kebakaran yang terjadi sebelas tahun lalu. Tapi kini, pemandangannya telah berganti. Dari kumuh menjadi objek wisata.

Untuk menikmati pemandangan kampung atas air ini, pengunjung lebih dulu melewati gang kecil. Lalu menyeberangi jembatan tak jauh dari kantor salah satu bank swasta di Pasar Baru, Jalan Jenderal Sudirman. Atau deretan kiri sebelum hotel dan apartemen di kawasan tersebut. Mobil hanya bisa masuk sekitar lima meter di depan gang. Sedangkan di bibir gang deretan motor warga terparkir bebas.

Suasana asri dan keramahan warga akan menyambut pengunjung. Permukaan air yang berada di sekeliling permukiman juga tak menampakkan banyak sampah. Agustus lalu, jalanan permukiman yang telah berusia puluhan tahun terbuat dari kayu telah berganti semen. Penyemenan yang dikerjakan pada Juli lalu merupakan sumbangan dari donatur.

Deretan rumah tampak berdampingan. Ada yang sedikit memberi celah. Ada pula yang hanya berbatas dinding. Beragam mural bisa ditemukan di dinding rumah warga. Gantungan pernak-pernik bahan daur ulang hingga potongan kecil kain warna-warni menghiasi langit-langit gang. Tidak semua rumah memiliki gambar. Beberapa masih dalam tahap pengerjaan. Menghabiskan lebih dari 350 liter cat. Dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat. 

Setelah masuk pengunjung menemukan tujuh gang lagi di dalam pemukiman itu. Masing-masing gang memiliki nama. Seperti di Gang Merdeka, terdapat mural ikan hiu dan pemandangan galaksi yang memanjang di dinding rumah warga. Ada pula permainan seperti gobak sodor hingga dakon yang dicat di badan jalan. Sehingga jadi lokasi favorit pengunjung berswafoto.

        Saat media ini mengunjungi lokasi tersebut kemarin (13/9), ketua RT 32 sedang tak ada di tempat. Hanya ada Marlansyah, salah seorang warga. Menetap sejak 1981, Marlansyah mengungkapkan waktu pengecatan terbilang cepat. Menggunakan alat semprot, satu gambar bisa dikerjakan dalam waktu 3 jam. Masing-masing gang bisa menghabiskan 10 galon cat. Satu galon berisikan 5 liter cat. “Gambar baru dikerjakan sekitar 15 hari lalu. Menggunakan sisa cat saat Lebaran, kebanyakan cat warna putih itu kami beri pewarna dan mengecatnya sendiri sesuai kreativitas warga di masing-masing gang,” sebut pria yang sempat menjabat sebagai ketua RT 32 selama dua periode itu.

Tidak ada pungutan biaya masuk bagi yang ingin berkunjung. Meninggalkan kesan kumuh, pemukiman tersebut diberi nama Kibarlah Pinisi Ku. Nama tersebut akan disahkan dalam waktu dekat. Membawa secercah perubahan, dirinya berharap pemukiman tersebut menjadi kampung ramah anak dan pendidikan. Sehingga mampu mandiri serta menjadi objek wisata baru bagi warga maupun wisatawan. Tak kalah dengan Kampung Warna-Warni Teluk Seribu, Manggar.

“Sebenarnya pengecatan ini hanya dalam rangka lomba internal RT 32. Diikuti tujuh gang yang ada. Memberikan kesan hijau dan menumbuhkan perilaku hidup sehat, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Membuktikan bahwa kita bisa,” ujar pria yang bekerja di salah satu bank swasta tersebut.

Bekerja sama dengan pihak Lembaga Pemberdayaan Pemasyarakatan (LPM), tahun depan direncanakan akan ada pembudidayaan belimbing dan melati. Agar kawasan semakin hijau serta kian diminati pengunjung. Sebagai tambahan, jajaran warung dan kafe dibuka sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya kawasan nongkrong tersebut diharapkan mampu menyedot jumlah kunjungan lebih banyak.

Selain itu, Marlan mengungkapkan setelah bertahun-tahun tak diakui sah, kini warga telah memiliki sertifikat hak milik atas bangunan rumahnya. (lil/riz/k18)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 08:30

Awas, Tagihan Telepon Membengkak

BALIKPAPAN – Seorang pelanggan kartuHalo Telkomsel menjadi korban penipuan. Akibatnya,…

Senin, 21 Januari 2019 08:29

Waspada dan Tetap Tenang

KABID Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menyatakan,…

Senin, 21 Januari 2019 08:27

Sampah Ditarget Berkurang 200 Ton Per Hari

BALIKPAPAN – Bank sampah memiliki peran dan kontribusi penting dalam…

Senin, 21 Januari 2019 08:23

SD 012 Balut Bakal Direlokasi

BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan bakal merelokasi…

Minggu, 20 Januari 2019 07:33

Kasus TPU Naik Penyidikan

BALIKPAPAN - Polda Kaltim melakukan gelar perkara dugaan korupsi pengadaan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:23

Dishub Kaltim Siap Dukung Pendanaan

BALIKPAPAN - Rencana pengoperasian kembali Pelabuhan Somber, Batu Ampar, Balikpapan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:18

Sepekan, Sudah Empat Tangkapan Narkoba

BALIKPAPAN – Memasuki pekan kedua 2019, kasus penyalahgunaan narkoba di…

Senin, 14 Januari 2019 07:35

Pelabuhan Somber Belum Masuk RIPN

BALIKPAPAN – Jalan bagi Pemkot Balikpapan untuk mengoperasikan kembali Pelabuhan…

Senin, 14 Januari 2019 07:32

Sepekan Hilang, Polisi Masih Cari Rika

BALIKPAPAN – Setelah menerima informasi seorang remaja 15 tahun bernama…

Minggu, 13 Januari 2019 06:53

Tahanan Perempuan Dipindah ke Kukar

BALIKPAPAN – Over kapasitas masih terjadi di Rutan Klas II…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*