MANAGED BY:
JUMAT
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 14 September 2018 08:27
Sulap Gang dengan 350 Liter Cat
PERMUKIMAN WARNA-WARNI: Pemandangan di salah satu gang di RT 32, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota. Rampung pada Juli lalu, mural di kawasan tersebut ramai dikunjungi warga.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, PERMUKIMAN di RT 32, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota ini dulunya sempat mati suri. Setelah peristiwa kebakaran yang terjadi sebelas tahun lalu. Tapi kini, pemandangannya telah berganti. Dari kumuh menjadi objek wisata.

Untuk menikmati pemandangan kampung atas air ini, pengunjung lebih dulu melewati gang kecil. Lalu menyeberangi jembatan tak jauh dari kantor salah satu bank swasta di Pasar Baru, Jalan Jenderal Sudirman. Atau deretan kiri sebelum hotel dan apartemen di kawasan tersebut. Mobil hanya bisa masuk sekitar lima meter di depan gang. Sedangkan di bibir gang deretan motor warga terparkir bebas.

Suasana asri dan keramahan warga akan menyambut pengunjung. Permukaan air yang berada di sekeliling permukiman juga tak menampakkan banyak sampah. Agustus lalu, jalanan permukiman yang telah berusia puluhan tahun terbuat dari kayu telah berganti semen. Penyemenan yang dikerjakan pada Juli lalu merupakan sumbangan dari donatur.

Deretan rumah tampak berdampingan. Ada yang sedikit memberi celah. Ada pula yang hanya berbatas dinding. Beragam mural bisa ditemukan di dinding rumah warga. Gantungan pernak-pernik bahan daur ulang hingga potongan kecil kain warna-warni menghiasi langit-langit gang. Tidak semua rumah memiliki gambar. Beberapa masih dalam tahap pengerjaan. Menghabiskan lebih dari 350 liter cat. Dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat. 

Setelah masuk pengunjung menemukan tujuh gang lagi di dalam pemukiman itu. Masing-masing gang memiliki nama. Seperti di Gang Merdeka, terdapat mural ikan hiu dan pemandangan galaksi yang memanjang di dinding rumah warga. Ada pula permainan seperti gobak sodor hingga dakon yang dicat di badan jalan. Sehingga jadi lokasi favorit pengunjung berswafoto.

        Saat media ini mengunjungi lokasi tersebut kemarin (13/9), ketua RT 32 sedang tak ada di tempat. Hanya ada Marlansyah, salah seorang warga. Menetap sejak 1981, Marlansyah mengungkapkan waktu pengecatan terbilang cepat. Menggunakan alat semprot, satu gambar bisa dikerjakan dalam waktu 3 jam. Masing-masing gang bisa menghabiskan 10 galon cat. Satu galon berisikan 5 liter cat. “Gambar baru dikerjakan sekitar 15 hari lalu. Menggunakan sisa cat saat Lebaran, kebanyakan cat warna putih itu kami beri pewarna dan mengecatnya sendiri sesuai kreativitas warga di masing-masing gang,” sebut pria yang sempat menjabat sebagai ketua RT 32 selama dua periode itu.

Tidak ada pungutan biaya masuk bagi yang ingin berkunjung. Meninggalkan kesan kumuh, pemukiman tersebut diberi nama Kibarlah Pinisi Ku. Nama tersebut akan disahkan dalam waktu dekat. Membawa secercah perubahan, dirinya berharap pemukiman tersebut menjadi kampung ramah anak dan pendidikan. Sehingga mampu mandiri serta menjadi objek wisata baru bagi warga maupun wisatawan. Tak kalah dengan Kampung Warna-Warni Teluk Seribu, Manggar.

“Sebenarnya pengecatan ini hanya dalam rangka lomba internal RT 32. Diikuti tujuh gang yang ada. Memberikan kesan hijau dan menumbuhkan perilaku hidup sehat, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Membuktikan bahwa kita bisa,” ujar pria yang bekerja di salah satu bank swasta tersebut.

Bekerja sama dengan pihak Lembaga Pemberdayaan Pemasyarakatan (LPM), tahun depan direncanakan akan ada pembudidayaan belimbing dan melati. Agar kawasan semakin hijau serta kian diminati pengunjung. Sebagai tambahan, jajaran warung dan kafe dibuka sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya kawasan nongkrong tersebut diharapkan mampu menyedot jumlah kunjungan lebih banyak.

Selain itu, Marlan mengungkapkan setelah bertahun-tahun tak diakui sah, kini warga telah memiliki sertifikat hak milik atas bangunan rumahnya. (lil/riz/k18)


BACA JUGA

Kamis, 25 April 2019 10:49

Pangkas Tanjakan, Pastikan Kendaraan Prima

BALIKPAPAN terhampar di kawasan mayoritas perbukitan di ketinggian 0–100 meter…

Kamis, 25 April 2019 10:48

“Miliaran Rupiah” Dibakar dan Digilas

BALIKPAPAN–Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)…

Kamis, 25 April 2019 10:47

Tol Balsam Jadi Solusi

JALAN MT Haryono, Balikpapan Utara, salah satu akses vital di…

Kamis, 25 April 2019 10:45

Taruh Harapan ke Jalur Alternatif

BALIKPAPAN–Kecelakaan yang berujung dengan meninggalnya Ernawati (32) membuka lagi problema…

Selasa, 23 April 2019 09:30

KPU: Rekapitulasi Belum Tuntas

BALIKPAPAN–Pesan berantai beredar di jejaring aplikasi pesan singkat WhatsApp publik…

Selasa, 23 April 2019 09:30

Berhenti Mendadak, Pemotor Diseret Dump Truck

BALIKPAPAN–Kecelakaan kembali terjadi di Jalan MT Haryono, Balikpapan Utara. Tepatnya…

Selasa, 23 April 2019 09:29

Dua Pejabat di Lanud Dhomber Berganti

BALIKPAPAN–Dua pejabat di lingkungan Lanud Dhomber Balikpapan berganti. Jabatan yang…

Selasa, 23 April 2019 09:28

Dirut Dituntut Empat Tahun Penjara

BALIKPAPAN–Setelah empat kali tertunda, sidang Direktur Utama PT Arafah Tamasya…

Selasa, 23 April 2019 09:27

Ketika Hasrat Kaum Hawa Terbagi

Pertemuan dengan Madam Sri Menyan (Asri Welas), seorang paranormal, mengubah…

Selasa, 23 April 2019 09:27

Sekolah Negeri Gelar hingga Tiga Sesi

BALIKPAPAN–Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*