MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Kamis, 13 September 2018 11:15
Wewey Wita
Pencak Silat Milik Semua Etnis
Wewey Wita

PROKAL.CO, Wewey Wita menghancurkan paradigma sempit yang berkembang selama ini. Paradigma yang menyebut pencak silat hanya milik orang pribumi. Wewey menjadi penegas bahwa pencak silat adalah milik semua. Wewey juga merobohkan tembok tebal bahwa warga keturunan Tionghoa hanya mau bersentuhan dengan olahraga bulu tangkis, basket, tenis, atau wushu.

Wewey meruntuhkan semua stigma itu dengan sempurna. Dia persembahkan sekeping medali emas Asian Games 2018 dari arena pencak silat untuk Indonesia. Negara yang dicintainya. Ya, Wewey merupakan keturunan Tionghoa. Darah Tionghoa itu mengalir dari sang ayah Yeo Meng Tong. Ayahnya dulu berpaspor Singapura. Statusnya kemudian berubah menjadi WNI setelah menikahi perempuan Ciamis bernama Ani Rohimah yang tak lain adalah ibu Wewey.

Wewey adalah anak sulung enam bersaudara. Awalnya, dia hidup berkecukupan sebelum akhirnya jatuh miskin ketika bisnis sang ayah bangkrut. Sempat hidup mapan di Singapura, kehidupannya berubah drastis setelah orang tuanya memutuskan tinggal di kampung halaman ibunya di Ciamis.

Di sana, Wewey kecil yang perempuan dan Tionghoa mau tidak mau beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Di tempat barunya itu, kebanyakan temannya adalah laki-laki. Perempuan kelahiran 13 Februari 1993 tersebut menghabiskan banyak waktunya untuk bermain gundu, kartu, dan sepak bola. ”Sering menang, kartunya aku jual dan uangnya dikasih ke Mama,’’ kenangnya.

Melihat pergaulan Wewey yang lebih sering dengan anak laki-laki, sang mama sering takut anaknya kehilangan sisi feminin. Wewey pun didaftarkan lomba peragaan busana. Di sebuah kejuaraan, dia berhasil menyabet peringkat kedua.

Namun, Wewey tidak nyaman dengan itu semua. Dia memutuskan tetap mengikuti kegiatan luar sekolah yang ”laki-laki”. Wewey menyadari lebih tertarik pada olahraga, bukan berlenggak-lenggok di karpet merah.

Dari situlah dia bertemu pencak silat. Ya, pencak silat. Olahraga yang selama ini lebih lekat dengan orang pribumi. Pertemuan itu tidak disengaja dan ada unsur paksaan. ”Aku tiba-tiba didaftarkan ikut kejuaraan pencak silat sama guru waktu kelas IV SD. Lawannya anak SMP, besar-besar. Aku bingung, tapi mau bagaimana lagi. Harus siap,’’ katanya.

Latihan kilat dilakukan. Hanya dua hari. Ajaibnya, Wewey berhasil menyabet predikat juara terbaik saat itu. Dari situlah, pencak silat kemudian menjadi penolongnya. Kehidupannya berubah perlahan-lahan. Prestasi demi prestasi didekapnya. Mulai kejuaraan dunia di Phuket, Thailand pada 2015 hingga yang terakhir merebut medali emas Asian Games 2018.

Namanya pun melambung. Ekonominya berubah setelah mendapat bonus Rp 1,5 miliar. Tawaran interview hingga jadi bintang iklan berdatangan. ”Ya, bersyukur sekarang bisa bantu adik untuk sekolah. Juga bisa bikin usaha kafe untuk masa depan,’’ paparnya.

Uniknya, kafe yang sedang dirancangnya tidak lepas dari bau pencak silat. Wewey menerangkan, akan ada unsur bela diri Nusantara itu di dalamnya. Baik dari segi pernik-pernik maupun hiburan yang ditampilkan. ’’Ingin lebih banyak lagi yang mencintai pencak silat,’’ ungkapnya.

Wewey sangat berhasrat pencak silat bisa dinikmati dan dimainkan oleh semua orang. Tidak hanya dikenal dan dimainkan orang-orang Indonesia dan kawasan sekitarnya. ’’Saya ingin pencak silat masuk Olimpiade biar dunia tahu seni bela diri asal Indonesia tidak kalah keren dengan yang lain,’’ harapnya. (rid/c6/fim)


BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 12:43
Atletico Madrid vs Juventus

Nomor Tujuh Kembali Beradu

MADRID – Rivalitas El Derbi Madrileno, pemain La Liga dengan…

Rabu, 20 Februari 2019 12:42
0 CHELSEA VS MANCHESTER UNITED 2

Teror Pogboom di London

LONDON – Kedatangan Ole Gunnar Solskjaer seolah menghidupkan kembali Manchester…

Rabu, 20 Februari 2019 12:29
SEVILLA VS LAZIO

Ancaman Spirit Ganda King Ciro

SEVILLE - Sevilla beruntung mereka berhasil menang 1-0 di leg…

Rabu, 20 Februari 2019 12:27

Bertaruh Demi Wanda Metropolitano

SEPANJANG sejarah Liga Champions, hanya Bayern Muenchen yang dapat menjalani…

Rabu, 20 Februari 2019 12:21
Schalke 04 vs Man City

Ingin Pulang Jadi Pemenang

GELSENKIRCHEN – Ilkay Guendogan kembali ke Jerman. Ya, dari lawatan…

Rabu, 20 Februari 2019 09:19

Bantah Rumor ke PSMS

TENGGARONG–Striker Mitra Kukar Aldino Herdianto dikabarkan merapat ke klub yang…

Rabu, 20 Februari 2019 09:18

Misi Lanjutkan Tradisi

MITRA Kukar tak pasang target muluk. Sebagai satu-satunya kontestan Liga…

Rabu, 20 Februari 2019 09:16

Pemain Asing Jadi Pembeda

GORONTALO–Butuh waktu 49 menit bagi Persebaya Surabaya untuk membuka keunggulan…

Rabu, 20 Februari 2019 09:13

Matangkan Persiapan di Bekasi

HARAPAN suporter Mitra Kukar melihat penggawa baru Naga Mekes di…

Selasa, 19 Februari 2019 14:15
LYON VS BARCELONA

Butuh Penalti Lagi, Messi?

LYONNAIS - Selama Lionel Messi bermain, maka mengeksekusi penalti menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*