MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 12 September 2018 08:51
Data NIK Tidak Muncul, Lapor Disdukcapil
-

PROKAL.CO, JAKARTA – Pendaftaran CPNS baru tahun lalu diwarnai keluhan soal input nomor induk kependudukan (NIK). Seharusnya ketika pelamar memasukkan deretan angka NIK, otomatis nama dan alamatnya muncul. Namun banyak pendaftar yang NIK-nya tidak valid dan tidak muncul di website pendaftaran CPNS baru.

Urusan database NIK menjadi perhatian Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sekitar sepekan menjelang pendaftaran CPNS baru, diharapkan tidak muncul lagi persoalan NIK pelamar CPNS. Apalagi BKN memperkirakan jumlah pelamar CPNS tahun ini bisa mencapai enam juta orang. Sebagai perbandingan tahun lalu jumlah pelamar CPNS sekitar 2,4 juta orang.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh menuturkan sampai saat ini tidak ada hal khusus untuk antisipasi gangguan NIK untuk pendaftaran CPNS 2018. ’’Semua (pelamar CPNS, Red) yang tahun lalu ada kendala tertangani semua,’’ katanya saat dikonfirmasi Selasa (11/9).

Zudan mengatakan, ketika pelamar memasukkan NIK yang tidak valid, memang tidak akan muncul identitasnya. Sebaliknya setiap NIK yang valid, ketika dimasukkan ke laman pendaftaran CPNS baru, pasti akan keluar datanya.

Dia mengingatkan pelamar yang datanya tidak keluar setelah memasukkan angka NIK, untuk diperiksa lebih teliti lagi. Sebab bisa jadi ada digit angka yang keliru. Jika sudah dipastikan seluruh digit NIK benar tetapi data belum muncul juga, dianjurkan untuk mengecek ke dinas kependudukan dan catatan sipil setempat.

’’Atau bisa (menghubungi) halo dukcapil di nomor 1500537,’’ jelasnya. Dia menegaskan evaluasi tahun lalu, kebanyakan persoalan input NIK muncul karena pelamar salah ketik NIK-nya. Zudan menegaskan ketika diketik kembali dengan kombinasi angka yang benar, pasti datanya muncul.

Sementara itu Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara M Ridwan menjelaskan bahwa pihaknya terus menyiapkan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Salah satunya adalah menyediakan lokasi tes CPNS. Saat ini sudah tersedia 176 lokasi dan masih bisa bertambah lagi. 

”Karena ada daerah yang memiliki 100 komputer di satu ruangan itu buka lapak baru,” ujar Ridwan.

Tes CPNS yang menyangkut 76 kementerian dan lembaga serta 525 pemerintah daerah itu diperkirakan diminati oleh 6-7 juta orang pelamar. Pada tahap awal akan ada seleksi administrasi untuk para pelamar tersebut sesuai dengan formasi dan persyaratan.

”Yang ikut SKD (seleksi kompetensi dasar) diperkirakan 3-3,2 juta orang,” ungkap pria asal Sumenep itu. Nah, SKD tersebut akan dilakukan sepenuhnya dengan menggunakan computer assessment test (CAT).

Kebutuhan lokasi tes itu, juga akan ada ratusan pengawasan yang diturunkan langsung. Ridwan menyebutkan saat ini diperkirakan tak kurang dari 700 pegawai BKN akan dikerahkan untuk mengawasi ruang ujian tersebut. 

”Pengawasnya dari BKN pusat dan daerah. Semua eselon empat dan tiga turun. Tapi semua layanan rutin tidak akan terganggu,” terang dia.

Selain pengawasan di ruang ujian, bakal ada pula pengawasan di luar atau di sekitar ruang ujian yang melibatkan petugas kepolisian. Sudah ada komunikasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanan tersebut. ”Dari pak Menpan RB sudah sampaikan Polda, Polres, dan Polsek akan bantu penuh,” jelas Ridwan.

Sementara website sscn.bkn.go.id yang menjadi portal utama untuk pendaftaran CPNS itu dijadwalkan bakal dibuka pada 19 September. Total kuota CPNS tahun ini ditetapkan sebanyak 238.015 kursi. Terbagi untuk instansi pusat sebanyak 51.271 kursi dan instansi daerah sejumlah 186.744 kursi.

Petugas dari kementerian, lembaga, dan pemda sedang sibuk memasukan data formasi dan syarat ke situs tersebut. Formasi itu berdasarkan surat keputusan dari Kemenpan RB. Hingga Senin (10/9) masih ada 73 pemda yang dilaporkan belum menerima surat formasi tersebut. Di antaranya Papua, Papua Barat, Jogjakarta, NTB, dan Maluku. (wan/jun/jpg/dwi/k18)

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 14:50
Atasi Banjir Samarinda, Sekkot Minta Bantuan Pemprov dan Pusat

Atasi Banjir di Samarinda, Ini Kuncinya...

Mengatasi banjir di sejumlah wilayah di Kaltim menjadi pekerjaan utama…

Senin, 17 Juni 2019 14:45

Begini Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) tahun ini…

Senin, 17 Juni 2019 14:28

Pemprov Kaltim Sediakan Rp 10 Miliar Tangani Banjir

SAMARINDA - Usai musibah banjir hampir sepekan melumpuhkan sebagian aktivitas…

Minggu, 16 Juni 2019 23:00

Samarinda Harus Berani Tanpa Tambang

Mengatasi banjir Samarinda cukup pelik. Meski penyebabnya sudah diketahui. Hingga…

Minggu, 16 Juni 2019 22:09

Limbah Perusahaan Kayu Diduga Jadi Penyebab

PUSDALOPS BPBD PPU UNTUK KP TERULANG LAGI : Banjir di…

Minggu, 16 Juni 2019 12:56

Mahulu Mulai Surut, PPU Banjir

BANJIR di Samarinda memang semakin surut. Lalu lintas berangsur-angsur normal.…

Minggu, 16 Juni 2019 12:55

Tujuh RT di PPU Terendam

BANJIR kembali menggenangi sejumlah wilayah di Penajam Paser Utara (PPU)…

Minggu, 16 Juni 2019 12:54
Melihat Pro dan Kontra Penerapan Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru

Yang Kaya Bisa ke Swasta, Berprestasi Bebas Pilih Sekolah

Penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) masih…

Minggu, 16 Juni 2019 12:14

Hongkongers Bersatu Tolak RUU Ekstradisi

Aksi massa besar-besaran yang dilakukan penduduk Hong Kong membuahkan hasil.…

Minggu, 16 Juni 2019 12:12

Dukungan kepada Carrie Lam Lenyap

CARRIE Lam memang harus menelan kembali kata-katanya yang sebelumnya menolak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*