MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 12 September 2018 08:42
Kembangkan Parisiwata, Keluarkan Perwali Larangan Kantong Plastik

Bontang Bersiap Hadapi Pascamigas

DAYA TARIK: Pulau Beras Basah menjadi salah satu andalan menarik wisatawan. Tahun ini Pemkot Bontang menganggarkan Rp 1,5 miliar agar untuk membenahi fasilitas pulau itu. (DOK)

PROKAL.CO, Banyak bertumpu pada sektor industri, utamanya gas, membuat Kota Bontang mawas diri. Sektor pariwisata dan UMKM lebih ditingkatkan. Sebagai bekal ketika gas sudah tidak lagi seksi.

EDWIN AGUSTYAN, Bontang

NENI Moerniaeni menggelengkan kepala melihat rekaman video kondisi perairan di Pelabuhan Tanjung Laut. Sampah yang didominasi bahan plastik terombang-ambing. Wali kota Bontang tersebut pun semakin yakin mengeluarkan peraturan untuk mengurangi sampah plastik.

Saat ulang tahun Kota Bontang 12 Oktober mendatang, Neni bakal menerbitkan perwali tentang pelarangan penggunaan kantong plastik di toko modern. “Sebagai gantinya, seluruh toko waralaba maupun minimarket menggunakan bahan daur ulang,” terangnya.

Dia juga mengeluarkan aturan untuk tidak menggunakan sedotan plastik. Meski bentuknya kecil, juga menimbulkan masalah. Mengingat sulit terurai. “Kan bukan bayi lagi, yang harus pakai sedotan,” selorohnya.

Termasuk pula styrofoam yang kerap digunakan sebagai pembungkus makanan. Mengingat tidak bisa diurai oleh tanah.

Khusus untuk ASN, Neni menyiapkan program khusus. Yakni e-bottle. Para pegawai diminta tidak menggunakan lagi botol plastik. Sebagai gantinya, diberikan botol oleh pemerintah. “Kami juga siapkan dispenser,” tuturnya.

Dikatakan, aturan itu bukan semata untuk mengurangi volume sampah. Jauh dari itu, untuk menunjang program pemerintah menguatkan sektor pariwisata. Jika sampah bisa diminimalisasi, keindahan panorama Bontang semakin menjual. Mengingat banyak destinasi wisata berada di kawasan pesisir. Seperti Pulau Beras Basah, Segajah, Kadindingan, hingga Bontang Kuala.

“Saya bertemu Ibu Puspa Rahayu (direktur umum Lembaga Manajemen Aset Negara), diberi tahu bahwa minyak dan gas kemungkinan bisa bertahan hanya sampai 30 tahun. Kalau seperti itu, berarti mulai sekarang harus bersiap untuk pascamigas,” jelasnya.

Neni mengatakan, Bontang bisa jadi kota mati jika terus bergantung pada sektor migas. Berkaca dari berhenti beroperasinya PT Arun NGL sehingga membuat beberapa kota di Aceh terkena dampaknya.

“Sekarang memang masih bergantung pada Badak LNG dan Pupuk Kaltim. Tapi tidak bisa selamanya seperti itu,” tegasnya. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menata kembali Pulau Beras Basah. Ikon Bontang yang mulai tergerus abrasi. Pemkot Bontang mengucurkan dana Rp 1,5 miliar untuk mengembangkan sarana dan prasarana pulau pasir putih itu.

Rupiah itu digunakan untuk perbaikan dermaga dan pemasangan papan nama yang sempat terpasang namun kini sudah lenyap akibat abrasi.

Tidak hanya sektor wisata, ekonomi kreatif pun dikembangkan. Termasuk menata para pedagang yang berjualan di sekitar Stadion Bessai Berinta. Pemkot akan membangun toko yang lebih rapi dan cantik. Tidak seperti sekarang yang terkesan kumuh. Hasil pendataan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Bontang, terdapat 27 pedagang.

Kawasan Stadion Bessai Berinta memang menjadi salah satu pusat keramaian di Kota Taman. Sehingga, kata Neni, sudah selayaknya ditata lebih baik. (adv/dwi)

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 14:50
Atasi Banjir Samarinda, Sekkot Minta Bantuan Pemprov dan Pusat

Atasi Banjir di Samarinda, Ini Kuncinya...

Mengatasi banjir di sejumlah wilayah di Kaltim menjadi pekerjaan utama…

Senin, 17 Juni 2019 14:45

Begini Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) tahun ini…

Senin, 17 Juni 2019 14:28

Pemprov Kaltim Sediakan Rp 10 Miliar Tangani Banjir

SAMARINDA - Usai musibah banjir hampir sepekan melumpuhkan sebagian aktivitas…

Minggu, 16 Juni 2019 23:00

Samarinda Harus Berani Tanpa Tambang

Mengatasi banjir Samarinda cukup pelik. Meski penyebabnya sudah diketahui. Hingga…

Minggu, 16 Juni 2019 22:09

Limbah Perusahaan Kayu Diduga Jadi Penyebab

PUSDALOPS BPBD PPU UNTUK KP TERULANG LAGI : Banjir di…

Minggu, 16 Juni 2019 12:56

Mahulu Mulai Surut, PPU Banjir

BANJIR di Samarinda memang semakin surut. Lalu lintas berangsur-angsur normal.…

Minggu, 16 Juni 2019 12:55

Tujuh RT di PPU Terendam

BANJIR kembali menggenangi sejumlah wilayah di Penajam Paser Utara (PPU)…

Minggu, 16 Juni 2019 12:54
Melihat Pro dan Kontra Penerapan Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru

Yang Kaya Bisa ke Swasta, Berprestasi Bebas Pilih Sekolah

Penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) masih…

Minggu, 16 Juni 2019 12:14

Hongkongers Bersatu Tolak RUU Ekstradisi

Aksi massa besar-besaran yang dilakukan penduduk Hong Kong membuahkan hasil.…

Minggu, 16 Juni 2019 12:12

Dukungan kepada Carrie Lam Lenyap

CARRIE Lam memang harus menelan kembali kata-katanya yang sebelumnya menolak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*