MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 12 September 2018 08:42
Kembangkan Parisiwata, Keluarkan Perwali Larangan Kantong Plastik

Bontang Bersiap Hadapi Pascamigas

DAYA TARIK: Pulau Beras Basah menjadi salah satu andalan menarik wisatawan. Tahun ini Pemkot Bontang menganggarkan Rp 1,5 miliar agar untuk membenahi fasilitas pulau itu. (DOK)

PROKAL.CO, Banyak bertumpu pada sektor industri, utamanya gas, membuat Kota Bontang mawas diri. Sektor pariwisata dan UMKM lebih ditingkatkan. Sebagai bekal ketika gas sudah tidak lagi seksi.

EDWIN AGUSTYAN, Bontang

NENI Moerniaeni menggelengkan kepala melihat rekaman video kondisi perairan di Pelabuhan Tanjung Laut. Sampah yang didominasi bahan plastik terombang-ambing. Wali kota Bontang tersebut pun semakin yakin mengeluarkan peraturan untuk mengurangi sampah plastik.

Saat ulang tahun Kota Bontang 12 Oktober mendatang, Neni bakal menerbitkan perwali tentang pelarangan penggunaan kantong plastik di toko modern. “Sebagai gantinya, seluruh toko waralaba maupun minimarket menggunakan bahan daur ulang,” terangnya.

Dia juga mengeluarkan aturan untuk tidak menggunakan sedotan plastik. Meski bentuknya kecil, juga menimbulkan masalah. Mengingat sulit terurai. “Kan bukan bayi lagi, yang harus pakai sedotan,” selorohnya.

Termasuk pula styrofoam yang kerap digunakan sebagai pembungkus makanan. Mengingat tidak bisa diurai oleh tanah.

Khusus untuk ASN, Neni menyiapkan program khusus. Yakni e-bottle. Para pegawai diminta tidak menggunakan lagi botol plastik. Sebagai gantinya, diberikan botol oleh pemerintah. “Kami juga siapkan dispenser,” tuturnya.

Dikatakan, aturan itu bukan semata untuk mengurangi volume sampah. Jauh dari itu, untuk menunjang program pemerintah menguatkan sektor pariwisata. Jika sampah bisa diminimalisasi, keindahan panorama Bontang semakin menjual. Mengingat banyak destinasi wisata berada di kawasan pesisir. Seperti Pulau Beras Basah, Segajah, Kadindingan, hingga Bontang Kuala.

“Saya bertemu Ibu Puspa Rahayu (direktur umum Lembaga Manajemen Aset Negara), diberi tahu bahwa minyak dan gas kemungkinan bisa bertahan hanya sampai 30 tahun. Kalau seperti itu, berarti mulai sekarang harus bersiap untuk pascamigas,” jelasnya.

Neni mengatakan, Bontang bisa jadi kota mati jika terus bergantung pada sektor migas. Berkaca dari berhenti beroperasinya PT Arun NGL sehingga membuat beberapa kota di Aceh terkena dampaknya.

“Sekarang memang masih bergantung pada Badak LNG dan Pupuk Kaltim. Tapi tidak bisa selamanya seperti itu,” tegasnya. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menata kembali Pulau Beras Basah. Ikon Bontang yang mulai tergerus abrasi. Pemkot Bontang mengucurkan dana Rp 1,5 miliar untuk mengembangkan sarana dan prasarana pulau pasir putih itu.

Rupiah itu digunakan untuk perbaikan dermaga dan pemasangan papan nama yang sempat terpasang namun kini sudah lenyap akibat abrasi.

Tidak hanya sektor wisata, ekonomi kreatif pun dikembangkan. Termasuk menata para pedagang yang berjualan di sekitar Stadion Bessai Berinta. Pemkot akan membangun toko yang lebih rapi dan cantik. Tidak seperti sekarang yang terkesan kumuh. Hasil pendataan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Bontang, terdapat 27 pedagang.

Kawasan Stadion Bessai Berinta memang menjadi salah satu pusat keramaian di Kota Taman. Sehingga, kata Neni, sudah selayaknya ditata lebih baik. (adv/dwi)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 11:00

Diguyur Bankeu Rp 23 Miliar, Tenggarong Seberang-Muara Badak Bakal Tersambung

TENGGARONG–Interkoneksi jalan antarkecamatan di Kukar tahun ini kembali berlanjut. Setelah…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:23

LELET ...!! Bandara Sangkima Diminta Tunda

SANGATTA – Proyek tahun jamak alias multiyears contract (MYC) di…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:21

Kepala BNN : Kaltim Jalur Masuk Pasokan Narkoba dari Luar

SAMARINDA - Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Pol Heru…

Jumat, 22 Februari 2019 11:49

SYUKURLAH..!! Pemprov dan Yayasan Melati Akhiri Sengketa

SAMARINDA – Sengketa berkepanjangan kepemilikan lahan dan aset SMA 10…

Jumat, 22 Februari 2019 09:16

Terseret Mafia Sepak Bola, Ini Kata Yunus Nusi...

SAMARINDA – Kasus Mafia Pengaturan Skor kembali menyeruak di sepak…

Kamis, 21 Februari 2019 14:43

PARAHNYA..!! Banyak Tambang Cacat Administrasi, 876 IUP Proses Pencabutan, 81 Dihentikan Sementara

SAMARINDA – Proses pembenahan aktivitas pertambangan di Kaltim terus dilakukan.…

Kamis, 21 Februari 2019 10:15

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Naik Kapal

SAMARINDA- Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengakui mulai akhir…

Kamis, 21 Februari 2019 08:40

Kenapa Lubang Tambang di Samarinda Tak Direklamasi? Ini Jawaban Distamben Kaltim

SAMARINDA - Lubang bekas tambang di kota Samarinda masih banyak…

Kamis, 21 Februari 2019 08:36

Mantan Rektor : Selisih Kas BLU Rp 35 Miliar Tanggung Jawab PR II Unmul

SAMARINDA - Mantan Rektor Unmul Zamruddin Hasid mengaku temuan selisih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:50

Lahan Perumahan Masuk Zona Hijau, Kapan Revisi RTRW Samarinda?

SAMARINDA – Para pengembang hunian di Kaltim saat ini masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*