MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 12 September 2018 08:25
Jaminan Persalinan Tak Bergantung Bukaan

BPJS Kesehatan Ingatkan Ibu Hamil Rutin Kontrol ke FKTP

Endang Diarti

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Warga Balikpapan yang telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pastikan untuk memahami kewajiban dan hak yang didapat sebagai peserta. Hal ini, agar tak terjadi kesalahan prosedur. Sehingga setiap pelayanan dan penanganan medis terhadap peserta bisa dijamin oleh operator JKN, dalam hal ini BPJS Kesehatan. Baru-baru ini, pelayanan persalinan peserta BPJS Kesehatan dikeluhkan warga. Adalah AN yang membawa istrinya ke sebuah rumah sakit pemerintah di Balikpapan pada waktu dini hari.

 Waktu itu, istrinya sudah kontraksi dan kesakitan. Namun, pihak rumah sakit menolak memberi penanganan persiapan persalinan dengan alasan istri AN belum memasuki bukaan lima. AN diminta menuju ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sesuai yang tertera dalam kartu kepesertaan BPJS. Padahal, saat itu dini hari. Jarak rumah AN lebih dekat ke rumah sakit dari pada ke FKTP. Lagi pula, hanya beberapa FKTP yang membuka pelayanan 24 jam. Kepala Cabang BPJS Balikpapan Endang Diarti angkat bicara. Dia menjelaskan, untuk pelayanan persalinan, sebenarnya dijamin sesuai indikasi. Baik di tingkat FKTP maupun di tingkat rujukan lanjutan. “Sebenarnya tak mesti bukaan lima. Bahkan sejak pertama terdeteksi kehamilan, sudah bisa mendapatkan jaminan pelayanan untuk observasi dan pemeriksaan kehamilan di FKTP di mana dia terdaftar,” katanya.

Kemudian, pelayanan untuk kontrol di FKTP juga tak ada batasan. Bisa kapan saja. “Harusnya FKTP bisa mengelola pelayanan atau melakukan pengelolaan kehamilan peserta yang terdaftar di masing-masing fasilitas kesehatan tersebut,” sambungnya. Perempuan berjilbab ini kembali menegaskan, jaminan untuk pelayanan persalinan tidak bergantung pada bukaan. Meski demikian, rumah sakit tetap selektif. Dalam hal ini, peserta yang baru bukaan satu tentu belum bisa diindikasikan persalinan. Sebab, jarak waktu antara bukaan satu sampai persalinan bisa sampai enam jam. Pertimbangannya, jumlah kamar di rumah sakit tentu terbatas. Sehingga pasien yang sudah bukaan lima jelas lebih prioritas. “Tapi sekali lagi itu semua hak mutlak dari dokter. Kalau misalkan baru bukaan satu, tapi ada indikasi kegawatdaruratan yang harus ditangani rumah sakit, ya tentu akan dijamin biayanya,” imbuhnya.

Itulah pentingnya ibu hamil untuk rutin kontrol ke FKTP. Sehingga ketika ada indikasi persalinan dengan penyulit atau ada hal-hal lain yang mengharuskan ibu hamil dirujuk, indikasi itu bisa diketahui sejak dini. FKTP sudah pasti akan mengeluarkan rujukan persalinan di rumah sakit jika memang ada kelainan atau penyulit persalinan. Diakui, masih banyak masyarakat yang punya mindset melahirkan harus di rumah sakit. Merasa kurang aman jika hanya di FKTP. Namun, berdasarkan data, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan persalinan di FKTP semakin meningkat. Di mana, fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan 24 jam termasuk persalinan yaitu Klinik Mitra Sehat Jalan Soekarno-Hatta Km 3, dan Klinik Ibnu Sina.

Selain itu, ada tujuh puskesmas dengan kemampuan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Yaitu Puskesmas Karang Joang, Kariangau, Baru Ulu, Mekar Sari, Klandasan Ilir, Sepinggan, Manggar Baru. Sepanjang tahun ini hingga Agustus, BPJS Kesehatan telah membayar klaim untuk persalinan sebanyak 980 kasus persalinan normal dan 549 kasus persalinan sesar. “Sejauh ini, tidak ada klaim dari rumah sakit maupun FKTP yang kami tolak. Semua kami cover. Jadi tidak benar kalau belum bukaan lima belum ditanggung BPJS. Termasuk soal persalinan normal tidak ditanggung BPJS itu juga tidak benar. Semua ditanggung asalkan sesuai dengan prosedur,” pungkasnya. (rsh/riz/k18)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 11:08

Penanganan Abrasi Pantai Manggar Kembali Diajukan

BALIKPAPAN–Tahun lalu, 2018, DPRD Balikpapan telah menggelontorkan dana Rp 9…

Senin, 17 Juni 2019 14:55
Kisah PMI Balikpapan yang Jauh dari Teknologi Modern

Permintaan Darah Banyak, Alat Tak Mendukung

Dalam upaya peningkatan pelayanan, Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan berencana…

Senin, 17 Juni 2019 14:54
Kasus Aniaya di Km 2, Jalan Soekarno-Hatta

Diduga Pembunuhan Sudah Direncanakan

Gara-gara duit, nyawa melayang. Padahal, tersangka dan korban adalah kawan…

Minggu, 16 Juni 2019 12:32
450 Prajurit Yon 600/Modang Siap ke Perbatasan

Diminta Jaga Diri, Beramahtamah dengan Warga dan Mengajar

Sebanyak 450 prajurit siap diberangkatkan ke wilayah perbatasan Negara. Persiapan…

Minggu, 16 Juni 2019 12:30
Belajar Kuliner ala Pengacara Elza Syarief

Hobinya Didapat secara Autodidak

Elza Syarief salah satu pengacara terkenal di Indonesia. Klien yang…

Minggu, 16 Juni 2019 12:28

Kasus Jambret, Polisi Dalami Keterangan Tersangka

KAPOLSEK Balikpapan Utara Kompol Supartono Sudin mengatakan, saat ini pihaknya…

Jumat, 14 Juni 2019 16:24

Pengusaha Pertamini Butuh Perda

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Penjual Eceran Minyak (APEM) Kalimantan…

Jumat, 14 Juni 2019 15:54
Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Km 2

Cekcok di Lapangan Foni Jadi Petunjuk

BALIKPAPAN–Dua terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan satu orang di Km…

Jumat, 14 Juni 2019 15:39

Pemprov Tunggu Lobi Anggota Dewan

Entah kapan masalah abrasi di objek wisata Pantai Manggar tuntas.…

Kamis, 13 Juni 2019 14:53

Lebaran Usai, Pasien Meningkat 100 Orang

BALIKPAPAN–Jumlah kunjungan pasien di rumah sakit meningkat setelah libur Lebaran.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*