MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 12 September 2018 06:53
Pengembangan Sapi Terus Didorong

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim terus mendorong perusahaan tambang dan perkebunan di Bumi Etam untuk mau memanfaatkan lahan eks tambang dan perkebunan mereka sebagai tempat pengembangan sapi. Tentu supaya Kaltim bisa swasembada sapi. Diketahui, saat ini 70 persen kebutuhan daging sapi masih impor dari berbagai daerah di Tanah Air.

Kepala Disnakkeswan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, perusahaan tambang PT Coalindo di Kabupaten Kutai Kartanegara bisa menjadi percontohan karena tertarik mengembangkan sapi sebanyak 130 ekor dan kambing 750 ekor di lahan eks tambangnya.

"Ada juga sinergi dua perusahaan di Kabupaten Berau, yakni PT  Berau Coal dan PT Sinar Mas Group yang ikut mengembangkan pembibitan sapi di lahan eks tambang dan lahan perkebunan mereka," kata Dadang, Selasa (11/9).

Dia mengatakan, terdapat perusahaan perkebunan kelapa sawit, yaitu PT Astra International Group di Kabupaten Penajam Paser Utara akan memulai integrasi sapi sawit. Astra Group dalam waktu dekat akan mendatangkan sapi impor 2.000 ekor dengan tahap awal diprogramkan pada kegiatan penggemukan sapi dan bertahap dijadikan sentra sapi pembibitan yang akan terus ditambah populasinya.

Dia menyampaikan, target program tersebut akan berlangsung pada Oktober-November tahun ini. Diharapkan, kata Dadang, kegiatan Astra Group ini menjadi pilot project bagi perusahaan-perusahaan sawit yang murni menggunakan anggaran perusahaan tanpa ada bantuan pemerintah.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menetapkan program pengembangan ternak di atas lahan bekas tambang secara nasional, dengan luasan 700 hektare untuk pilot project. Kaltim menjadi prioritas untuk program ini.

Kaltim menyatakan, bahwa daerah itu memperoleh prioritas untuk melaksanakan pilot project dengan luasan 680 hektare, sisanya untuk Bangka Belitung. Di Indonesia program pascatambang batu bara terbesar di Kaltim, sehingga menjadi pilot project pengembangan ternak pascatambang secara nasional.

Dadang menjelaskan, kegiatan peternakan pada lahan 680 hektare itu telah berjalan sejak 2015 dan dilanjutkan sampai sekarang dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan pascatambang batu bara lainnya.

Sebelumnya, Dinas Perkebunan telah meninjau ke beberapa kawasan sasaran, salah satunya kawasan bekas tambang PT Multi Harapan Utama yang akan dikembangkan seluas 1.200 hektare, namun pada 2017 diawali dengan luasan 108 hektare.

Selain itu, kawasan bekas tambang lainnya yang disasar adalah lahan bekas PT Kitadin seluas 800 hektare dan PT Jembayan Muarabara serta kawasan perusahaan Desa Petangis Paser dan Kutai Barat masing-masing seluas 100 hektare.

"Kami sangat berharap pihak perusahaan yang pascatambang bisa memberdayakan masyarakat sekitarnya untuk melakukan kegiatan peternakan, karena ini juga untuk mendukung percepatan pengembangan sapi," ujar Dadang.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, program ini sangat bagus. Pasalnya, bisa memacu kemajuan ekonomi daerah. Khususnya dari sektor peternakan, bisa berkontribusi bagi daerah.

“Selama ini, sektor peternakan kita kurang maju. Sejatinya, sektor turunannya pun cukup banyak. Contohnya saja beberapa daerah timur yang daerahnya maju akibat majunya dari sektor peternakan. Tinggal kita lihat keseriusannya bagaimana,” tuturnya. (aji/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 15:31

Perubahan Pola Belanja Bikin Persaingan Ketat

JAKARTA – Persaingan ritel yang semakin ketat menjadi alasan Giant…

Rabu, 26 Juni 2019 14:50

Biar Bisnis Kelapa Sawit Kondusif, Bangun Roadmap hingga 2045

BALIKPAPAN- Pemprov Kaltim berusaha menciptakan iklim industri kelapa yang sawit…

Rabu, 26 Juni 2019 14:48

Pinjaman Online Kian Diminati

SAMARINDA- Bisnis peminjaman uang berbasis online kian diminati masyarakat. Banyaknya…

Selasa, 25 Juni 2019 13:41

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA- Setelah mencatat produksi yang memuaskan pada 2018, mengawali tahun…

Selasa, 25 Juni 2019 13:39

Pangsa Kredit UMKM Kaltim Terus Meningkat

SAMARINDA-Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dianggap sebagai sektor yang…

Senin, 24 Juni 2019 13:21

Industri Ritel Makin Kompetitif, Pemain Besar Tutup Gerai

JAKARTA – Semakin kompetitifnya persaingan di dunia ritel membuat perusahaan…

Senin, 24 Juni 2019 10:19

Transportasi Online Tumbuhkan Transaksi Nontunai

SAMARINDA- Potensi ekonomi digital masih sangat besar di Kaltim. Utamanya…

Minggu, 23 Juni 2019 20:56

Bisnis Retail Masih Hadapi Goncangan, Enam Gerai Giant Ditutup

Bisnis retail menghadapi masih goncangan. PT Hero Supermarket Group Tbk,…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:42

Bertahap Mulai Tahun Depan, Distribusi Elpiji Melon Pakai Kartu

JAKARTA – Pemerintah akan menerapkan penyaluran subsidi elpiji 3 kg…

Jumat, 21 Juni 2019 13:10

Perlu Yakinkan Pasar Sebelum B30

SAMARINDA-Mandatori pencampuran solar dengan 20 persen crude palm oil (CPO),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*