MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Selasa, 11 September 2018 12:00
Pembunuhan Bacaleg Berkarya Masih Janggal

Keluarga Yakin Ada Aktor Lain di Belakang Pelaku

KLARIFIKASI: Andi Hanura didampingi keluarga korban memberikan keterangan pers. Mereka menduga pembunuhan Edy Rachman dilakukan lebih dari satu orang. (RAHMAT/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Tewasnya bakal calon legislatif (Bacaleg) dari Partai Beringin Karya (Berkarya), Edy Rachman yang mengenaskan, Minggu (9/9) masih dirasa janggal oleh pihak keluarga. Apalagi berdasarkan keterangan pelaku, La Yappe (65) yang telah beredar lewat pemberitaan media massa, banyak yang dirasa tak masuk akal.

Mewakili keluarga, Andi Hanura menyebut, pihak keluarga semakin terpukul. Sebab, banyak keterangan dari pelaku yang membuat persepsi seolah korban yang bersalah. Di mana disebutkan saat kejadian, korban memukul dan menendang pelaku hingga pelaku kalap dan melakukan perbuatan keji. Bahkan seolah-olah korban yang juga tokoh masyarakat ini dalam kondisi mabuk sebelum kejadian tragis tersebut. "Itu semua tidak benar. Sebab, kita komunikasi dengan dokter yang autopsi di rumah sakit, tidak ada kandungan alkohol atau miras (minuman keras). Waktu dimandikan juga mulutnya bau lumpur, bukan miras," kata Andi Hanura, kakak korban kepada wartawan di Rumah Makan Nammin, Kampung Timur, Senin (10/9). 

Dia menyampaikan kronologi yang dihimpun dari istri dan keluarga korban. Di mana pada saat sebelum kejadian, sekitar pukul 01.30 Wita, korban dijemput oleh satu kawannya bernama Irfan. Saat itu mereka menggunakan motor masing-masing. Edi menggunakan skuter matik Scoopy hitam merah. Lalu mereka pergi ke sebuah warung makan di kawasan depan Perumahan Bumi Nirwana, Kilometer 5. “Tapi, waktu ditemukan, motor yang ada di dekat korban itu Mio Soul bukan motor Scoopy-nya almarhum yang dibawa. Posisi korban juga telentang seperti dibuang di selokan," kata Ita Novianti, istri korban.

Kemudian, dari sejumlah fakta-fakta lainnya, seperti posisi luka bacok di tubuh korban, diduga korban dibacok dari belakang di bagian muka sebelah kanan. Kemudian ada puluhan luka bacok di punggung serta lengan. Tangan kiri korban juga nyaris putus, sehingga tidak masuk akal jika korban sempat mengendarai motor untuk berobat. Hal ini diperkuat keterangan adik korban yang merupakan seorang dokter berinisial NA. Bahwa tidak mungkin korban mampu mengendarai motor dalam kondisi badan penuh luka bacok. Apalagi, di lokasi penemuan jasad korban, kondisi parit bersih dan tak ada lumpur. Sementara kondisi korban penuh dengan lumpur.

Itu yang melatarbelakangi pihak keluarga menduga kuat indikasi pembunuhan Edy Rachman adalah pembunuhan berencana. Di mana dalam Pasal 40 KUHP, ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun. Keluarga korban juga tidak yakin korban minum minuman keras (miras) bersama pelaku dengan patungan. Sebab, uang Rp 100 ribu yang diminta korban kepada istrinya, masih utuh dalam celana korban. "Suami saya minta uang Rp 100 ribu, saya kasih dua lembar Rp 50 ribu. Uang itu masih ada di kantong celananya," tambah Ita. Keluarga korban juga mengatakan, ada dugaan bahwa adanya aktor di balik pembunuhan itu untuk menjatuhkan korban yang akan maju dalam Pileg 2019 mendatang.

Sehingga pembunuhan berencana ini dilakukan dan La Yappe ditunjuk sebagai pelaku tunggal untuk dijadikan kambing hitam guna bertanggung jawab atas kasus ini. "Waktu pelaku menyerahkan diri, pelaku bilang saya pelakunya. Dari bahasanya jelas sekali, dia mau mengaburkan pelaku lainnya. Makanya ini kami duga ada aktor di balik ini. Saya meminta kepada pihak kepolisian agar mencoba mengembangkan penyidikan ke arah itu," tambah Andi. Terakhir, keluarga korban meminta masyarakat agar tak menyebarluaskan foto-foto korban dalam kondisi tewas mengenaskan. “Karena ini berkaitan dengan psikologis anak-anak. Kasihan ada empat orang anak yang harus dijaga. Jangan sampai mereka nanti besar melihat foto ayahnya dalam kondisi seperti itu,” pungkas Ita. (rsh/riz/k15)


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…

Jumat, 07 Desember 2018 07:57

Korban Jiwa Pembakaran Rumah Bertambah

BALIKPAPAN - Setelah bertahan hidup selama tiga hari, Garini (55),…

Kamis, 06 Desember 2018 08:16

Bukan Kasus yang Pertama

BALIKPAPAN – Pengungkapan dugaan praktik pembuatan sabu industri rumahan di…

Kamis, 06 Desember 2018 08:08

Pembinaan Teritorial Kodam VI/Mulawarman Terbaik Ketiga

BALIKPAPAN – Pembinaan teritorial oleh Kodam VI/Mulawarman mendapat apresiasi dari…

Rabu, 05 Desember 2018 08:37

Terancam Penjara Seumur Hidup

BALIKPAPAN – Hukuman berat penanti Hasto Purnomo (47), tersangka pembakar…

Rabu, 05 Desember 2018 08:36

Tak Menular, Arif Terkena Psoriasis

BALIKPAPAN - Muhammad Arif, namanya viral beberapa bulan belakangan karena…

Selasa, 04 Desember 2018 09:00

Administered Price Masih Jadi Momok

BALIKPAPAN - Laju inflasi Kota Minyak hingga akhir tahun 2018…

Selasa, 04 Desember 2018 08:03

Kenaikan Biaya Haji Bergantung Nilai Rupiah

BALIKPAPAN – Pemerintah masih terusmengkaji terkait wacana kenaikan biaya penyelenggara…

Selasa, 04 Desember 2018 07:56

Delay dan Batal Terbang, Penumpang Malah Bersyukur

BALIKPAPAN – Sikap dewasa ditunjukkan para penumpang Garuda Indonesia dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .