MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 10 September 2018 09:10
Siap Menggugat jika Digusur

PROKAL.CO, DUDUK bersama, antara mahasiswa, dosen, penggiat lembaga swadaya masyarakat (LSM), legislatif, pejabat, dan eksekutif ternyata tak melulu harus di tempat yang mewah.

Di kantin-kantin kampus misalnya. Tradisi puluhan tahun itu tanpa disadari tak sedikit menghasilkan berbagai narasi dan gerakan politik. Suasana lebih egaliter pun menjadi pemandangan rutin di beberapa kantin Universitas Mulawarman (Unmul). Tak mengenal apakah pejabat publik, dosen, atau mahasiswa biasa.

Meski di kantin, topik pembahasan pun peka dengan isu sekitar. Mulai pencalonan legislatif, gubernur, dualisme Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim, hingga pencalonan Rektor Unmul. Berbagai lobi-lobi politik hingga informasi akurat beredar bebas di meja-meja kantin. Yang teranyar, media ini memperoleh informasi jalur lobi para calon rektor untuk merebut kursi tersebut. Meski sumber yang ada, meminta tak menerbitkan hal tersebut.

Salah satu kantin yang tertua dan kerap digandrungi para aktivis serta pejabat teras Kaltim adalah Kantin Bu Yayuk alias Bu Krib. Yang unik, penamaan Bu Krib tersebut justru berasal dari mahasiswa yang menjadi pelanggan kantin tersebut. Alasannya, karena penjualnya dulu rambutnya kribo.

“Nama Bu Krib itu ya dari pembeli-pembelinya. Dari kita-kita ini. Karena punya cirri khas tersebut. Tapi kalau penjualnya ada, kami enggak berani nyebutkribo,” ujar Andi Faisal, ketua Komisi I DPRD Kukar.

Dia menyebut, beberapa kantin di Unmul juga patut dilestarikan. Bukan hanya karena menu makanannya yang nyaman, tetapi karena memiliki nilai histori perjuangan. Bahkan, Faisal mengeluarkan pernyataan ekstrem dengan mengajak para pelanggan Kantin Bu Krib melakukan gugatan secara politik kepada Rektor Unmul jika melakukan penggusuran.

“Ini serius loh. Karena sejarahnya panjang sekali hingga akhirnya banyak tahapan gerakan dan pemikiran dihasilkan dari diskusi di kantin ini. Di antaranya juga seperti KNPI Kaltim saat dualisme dulu, dua-duanya poros tersebut mengumpulnya ya di sini,” imbuhnya.

Berada di salah satu sisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), lokasinya juga cukup strategis karena berada tak jauh dari jalan besar dan di tengah-tengah kampus Unmul. Meski sudah banyak berubah dan terimpit pembangunan gedung-gedung yang berada di sekitarnya, tetap saja kantin ini menjadi yang favorit bagi para pejabat.

Selama sepekan terakhir, Kaltim Post mengamati aktivitas kantin-kantin yang menjadi tempat berkumpulnya sosok lintas sektoral tersebut. Berbagai politikus Kaltim mulai pimpinan parpol, dosen, guru besar, hingga pejabat Pemprov Kaltim tampak asyik duduk berdiskusi. Sesekali mereka melepas tawa tanpa menghiraukan mahasiswa yang juga sedang asyik menikmati menu makanan yang ada.

Tempat duduk mereka pun seolah sudah disediakan secara khusus. Di Kantin Bu Krib, lokasinya berada di luar ruangan dengan meja selebar sekitar 2 meter dikelilingi bangku panjang. Kopi hitam kental pun tersedia di atas meja. Menemani gorengan serta makanan ringan yang dipesan.

“Kalau sewaktu masa kuliah dulu, kopi segelas sampai sore belum habis. Biar pun kita tinggalkan di atas meja. Asalkan di atasnya ditaruh piringan kecil yang menandakan gelasnya masih bertuan,” ujar Rizal, kandidat doktor yang juga dosen FPIK Unmul itu.

Rizal dulunya anggota presidium Unmul. Dia memilih jalur akademisi untuk berkarier. Rekan-rekannya yang lain, tak sedikit memilih jalur politik. Namun, kebersamaan dan ruang-ruang perbedaan, kerap tetap muncul di meja kantin di Unmul. Salah satunya, Ketua DPD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim Syafruddin yang juga pernah menjabat Presidium Mahasiswa Unmul.

Ada juga, kata dia, RusmanYaqub yang juga anggota DPRD Kaltim. Juga,DarlisPattalongi, ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim. Serta sejumlah penggiat di Kaltim seperti Carolus Tuah dan Kahar Al Bahrie. Beberapa lainnya juga ada anggota komisioner dari berbagai lembaga negara, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Informasi (KI), dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID).

“Jadi memang tidak hanya civitas Unmul atau alumni Unmul, tapi juga dari luar kampus. Dengan kata lain, kantin ini punya fungsi lain selain hanya tempat makan,” lanjut mantan Presidium Unmul itu.

Lalu mengapa kantin-kantin ini menjadi lokasi favorit? Apa sebenarnya kriterianya?

Rizal menyimpulkan, lazimnya mereka yang datang berkumpul di kantin itu nyaman dengan lingkungan sekitar. Dengan kata lain, mereka rindu akan suasana kampus. “Yang kedua ialah nostalgia. Mengenang kembali masa masih menjadi mahasiswa,” terangnya.

Selain itu, pihaknya mengaku bangga setelah alumni Unmul kini menjadi Gubernur terpilih Kaltim. Terlebih, Isran Noor, kata dia, yang merupakan ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul juga pernah nongkrong di kampus. Mereka berharap kepala daerah terpilih bisa membuat restorasi ruang-ruang diskusi di Unmul serta memperkuat almamater kampus Unmul.

“Khusus saya, sudah 18 tahun nongkrong di Kantin Bu Krib. Kantin ini banyak melahirkan orang-orang hebat,” sebutnya.

Dia pun membandingkan kawan-kawan yang sering nongkrong untuk berdiskusi itu sebagian besar berhasil. Banyak yang jadi pengusaha, politikus, pejabat, bahkan kepala daerah. Sebab,mentalnya memang sudah terlatih. “Berbeda memang dengan mahasiswa yang rajin,” terangnya.

Ditemui terpisah, politikus PKB Michael Adammemberikan komentar berbeda. Dia menyebut, selama ini kegiatan kumpul-kumpul yang dilakukan oleh pejabat publik di kantin Unmul sebatas nostalgia. Selain itu, menjadi tempat aktualisasi diri para pejabat yang merupakan alumni Unmul. Sedangkan kampus, saat ini memang menjadi salah satu wadah diskusi yang semestinya patut merumuskan gerakan. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada kongko-kongko di kantin tersebut.

Tak jauh berbeda, Antonius Ginting, pengusaha emas hitam yang kerap kongko di Kantin Bu Krib, menyebut, meskipun semasa kuliah dia duduk sebagai komandan Resimen Mahasiswa (Menwa), saat berdiskusi dengan kawan-kawan lainnya tak ada perbedaan. Alumnus Unmul 1992 itu bahkan masih melakukannya hingga sekarang. “Selain nostalgia, yang kami cari adalah informasi. Berkumpul bersama tentu semakin menarik dan memperkuat jaringan,” terangnya kemudian menambahkan, “Sayang hingga sekarang Unmul belum memiliki itu. Dibandingkan dengan lulusan dari Jawa yang memperkuat jaringan hingga ke luar daerah,” tuturnya. (timkp)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 06:47

Ribuan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kaltim Jadi Atensi

SAMARINDA – Pemprov Kaltim tampaknya harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas sumber daya…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:19

Penyelundupan Narkotika Didominasi Melalui Malaysia

JAKARTA— Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:16

Garansi Polder Tak Ada Buaya

SANGATTA – Kian dekat dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim 2018 di Kutai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Ekspor CPO Bantu Selamatkan Rupiah

SAMARINDA  -   Kinerja ekspor Kaltim pada Agustus mengalami penurunan 14,03 persen dibandingkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:35

Kaltim Peringkat Nasional Kepemilikan Akta Kelahiran

SAMARINDA – Provinsi kaltim menempati urutan ke dua dalam peringkat nasional untuk kepemilikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:25
Tiga WNA yang Ditahan di Rudenim Balikpapan

“Kalau Bisa Deportasi Saja Saya”

BALIKPAPAN – Tak mudah bagi warga negara asing (WNA) untuk bekerja di Indonesia. Harus paham hukum.…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:52

Ekonomi Lesu, Donatur Zakat Kaltim Meningkat

BALIKPAPAN - Perekonomian Indonesia tercatat pada tiga tahun terakhir ini menunjukkan grafik yang melesu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .