MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 10 September 2018 09:10
Siap Menggugat jika Digusur

PROKAL.CO, DUDUK bersama, antara mahasiswa, dosen, penggiat lembaga swadaya masyarakat (LSM), legislatif, pejabat, dan eksekutif ternyata tak melulu harus di tempat yang mewah.

Di kantin-kantin kampus misalnya. Tradisi puluhan tahun itu tanpa disadari tak sedikit menghasilkan berbagai narasi dan gerakan politik. Suasana lebih egaliter pun menjadi pemandangan rutin di beberapa kantin Universitas Mulawarman (Unmul). Tak mengenal apakah pejabat publik, dosen, atau mahasiswa biasa.

Meski di kantin, topik pembahasan pun peka dengan isu sekitar. Mulai pencalonan legislatif, gubernur, dualisme Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim, hingga pencalonan Rektor Unmul. Berbagai lobi-lobi politik hingga informasi akurat beredar bebas di meja-meja kantin. Yang teranyar, media ini memperoleh informasi jalur lobi para calon rektor untuk merebut kursi tersebut. Meski sumber yang ada, meminta tak menerbitkan hal tersebut.

Salah satu kantin yang tertua dan kerap digandrungi para aktivis serta pejabat teras Kaltim adalah Kantin Bu Yayuk alias Bu Krib. Yang unik, penamaan Bu Krib tersebut justru berasal dari mahasiswa yang menjadi pelanggan kantin tersebut. Alasannya, karena penjualnya dulu rambutnya kribo.

“Nama Bu Krib itu ya dari pembeli-pembelinya. Dari kita-kita ini. Karena punya cirri khas tersebut. Tapi kalau penjualnya ada, kami enggak berani nyebutkribo,” ujar Andi Faisal, ketua Komisi I DPRD Kukar.

Dia menyebut, beberapa kantin di Unmul juga patut dilestarikan. Bukan hanya karena menu makanannya yang nyaman, tetapi karena memiliki nilai histori perjuangan. Bahkan, Faisal mengeluarkan pernyataan ekstrem dengan mengajak para pelanggan Kantin Bu Krib melakukan gugatan secara politik kepada Rektor Unmul jika melakukan penggusuran.

“Ini serius loh. Karena sejarahnya panjang sekali hingga akhirnya banyak tahapan gerakan dan pemikiran dihasilkan dari diskusi di kantin ini. Di antaranya juga seperti KNPI Kaltim saat dualisme dulu, dua-duanya poros tersebut mengumpulnya ya di sini,” imbuhnya.

Berada di salah satu sisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), lokasinya juga cukup strategis karena berada tak jauh dari jalan besar dan di tengah-tengah kampus Unmul. Meski sudah banyak berubah dan terimpit pembangunan gedung-gedung yang berada di sekitarnya, tetap saja kantin ini menjadi yang favorit bagi para pejabat.

Selama sepekan terakhir, Kaltim Post mengamati aktivitas kantin-kantin yang menjadi tempat berkumpulnya sosok lintas sektoral tersebut. Berbagai politikus Kaltim mulai pimpinan parpol, dosen, guru besar, hingga pejabat Pemprov Kaltim tampak asyik duduk berdiskusi. Sesekali mereka melepas tawa tanpa menghiraukan mahasiswa yang juga sedang asyik menikmati menu makanan yang ada.

Tempat duduk mereka pun seolah sudah disediakan secara khusus. Di Kantin Bu Krib, lokasinya berada di luar ruangan dengan meja selebar sekitar 2 meter dikelilingi bangku panjang. Kopi hitam kental pun tersedia di atas meja. Menemani gorengan serta makanan ringan yang dipesan.

“Kalau sewaktu masa kuliah dulu, kopi segelas sampai sore belum habis. Biar pun kita tinggalkan di atas meja. Asalkan di atasnya ditaruh piringan kecil yang menandakan gelasnya masih bertuan,” ujar Rizal, kandidat doktor yang juga dosen FPIK Unmul itu.

Rizal dulunya anggota presidium Unmul. Dia memilih jalur akademisi untuk berkarier. Rekan-rekannya yang lain, tak sedikit memilih jalur politik. Namun, kebersamaan dan ruang-ruang perbedaan, kerap tetap muncul di meja kantin di Unmul. Salah satunya, Ketua DPD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim Syafruddin yang juga pernah menjabat Presidium Mahasiswa Unmul.

Ada juga, kata dia, RusmanYaqub yang juga anggota DPRD Kaltim. Juga,DarlisPattalongi, ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim. Serta sejumlah penggiat di Kaltim seperti Carolus Tuah dan Kahar Al Bahrie. Beberapa lainnya juga ada anggota komisioner dari berbagai lembaga negara, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Informasi (KI), dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID).

“Jadi memang tidak hanya civitas Unmul atau alumni Unmul, tapi juga dari luar kampus. Dengan kata lain, kantin ini punya fungsi lain selain hanya tempat makan,” lanjut mantan Presidium Unmul itu.

Lalu mengapa kantin-kantin ini menjadi lokasi favorit? Apa sebenarnya kriterianya?

Rizal menyimpulkan, lazimnya mereka yang datang berkumpul di kantin itu nyaman dengan lingkungan sekitar. Dengan kata lain, mereka rindu akan suasana kampus. “Yang kedua ialah nostalgia. Mengenang kembali masa masih menjadi mahasiswa,” terangnya.

Selain itu, pihaknya mengaku bangga setelah alumni Unmul kini menjadi Gubernur terpilih Kaltim. Terlebih, Isran Noor, kata dia, yang merupakan ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul juga pernah nongkrong di kampus. Mereka berharap kepala daerah terpilih bisa membuat restorasi ruang-ruang diskusi di Unmul serta memperkuat almamater kampus Unmul.

“Khusus saya, sudah 18 tahun nongkrong di Kantin Bu Krib. Kantin ini banyak melahirkan orang-orang hebat,” sebutnya.

Dia pun membandingkan kawan-kawan yang sering nongkrong untuk berdiskusi itu sebagian besar berhasil. Banyak yang jadi pengusaha, politikus, pejabat, bahkan kepala daerah. Sebab,mentalnya memang sudah terlatih. “Berbeda memang dengan mahasiswa yang rajin,” terangnya.

Ditemui terpisah, politikus PKB Michael Adammemberikan komentar berbeda. Dia menyebut, selama ini kegiatan kumpul-kumpul yang dilakukan oleh pejabat publik di kantin Unmul sebatas nostalgia. Selain itu, menjadi tempat aktualisasi diri para pejabat yang merupakan alumni Unmul. Sedangkan kampus, saat ini memang menjadi salah satu wadah diskusi yang semestinya patut merumuskan gerakan. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada kongko-kongko di kantin tersebut.

Tak jauh berbeda, Antonius Ginting, pengusaha emas hitam yang kerap kongko di Kantin Bu Krib, menyebut, meskipun semasa kuliah dia duduk sebagai komandan Resimen Mahasiswa (Menwa), saat berdiskusi dengan kawan-kawan lainnya tak ada perbedaan. Alumnus Unmul 1992 itu bahkan masih melakukannya hingga sekarang. “Selain nostalgia, yang kami cari adalah informasi. Berkumpul bersama tentu semakin menarik dan memperkuat jaringan,” terangnya kemudian menambahkan, “Sayang hingga sekarang Unmul belum memiliki itu. Dibandingkan dengan lulusan dari Jawa yang memperkuat jaringan hingga ke luar daerah,” tuturnya. (timkp)


BACA JUGA

Minggu, 16 Juni 2019 22:09

Limbah Perusahaan Kayu Diduga Jadi Penyebab

PUSDALOPS BPBD PPU UNTUK KP TERULANG LAGI : Banjir di…

Minggu, 16 Juni 2019 12:56

Mahulu Mulai Surut, PPU Banjir

BANJIR di Samarinda memang semakin surut. Lalu lintas berangsur-angsur normal.…

Minggu, 16 Juni 2019 12:55

Tujuh RT di PPU Terendam

BANJIR kembali menggenangi sejumlah wilayah di Penajam Paser Utara (PPU)…

Minggu, 16 Juni 2019 12:54
Melihat Pro dan Kontra Penerapan Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru

Yang Kaya Bisa ke Swasta, Berprestasi Bebas Pilih Sekolah

Penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) masih…

Minggu, 16 Juni 2019 12:14

Hongkongers Bersatu Tolak RUU Ekstradisi

Aksi massa besar-besaran yang dilakukan penduduk Hong Kong membuahkan hasil.…

Minggu, 16 Juni 2019 12:12

Dukungan kepada Carrie Lam Lenyap

CARRIE Lam memang harus menelan kembali kata-katanya yang sebelumnya menolak…

Minggu, 16 Juni 2019 12:07

Suka "Kabur", Bakal Ada Pengamanan Super untuk Setnov

Setya Novanto kembali bikin gaduh. Dia disebut curi-curi pelesiran saat…

Minggu, 16 Juni 2019 12:04
Moto GP Catalunya

Sudah Biasa Ada Kejutan

Keberhasilan pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo merebut pole position…

Sabtu, 15 Juni 2019 23:16

Komisioner KPU Sebut Dalil dan Petitum Prabowo - Sandi Enggak 'Nyambung'

 Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengomentari permohonan sengketa Pilpres 2019…

Sabtu, 15 Juni 2019 23:10

Kubu Prabowo Minta Pemilihan Ulang di 9 Provinsi, Apa Saja..??

JAKARTA- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*