MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 10 September 2018 08:58
Pentingnya Diskusi, Lahirkan Solusi
Syafruddin

PROKAL.CO, KAMPUS menyediakan banyak potensi untuk digali oleh mahasiswa. Mereka diminta untuk aktif dan segera mengubah pola pikir putih abu-abu. Selain menerima teori di dalam kelas, salah satu interaksi yang diperlukan untuk mempertajam pemikiran adalah diskusi.

Banyak ide besar lahir dari sebuah forum diskusi. Dunia kampus sesungguhnya menjadi hambar bagi mahasiswa-mahasiswa yang haus akan luasnya dunia intelektual tanpa melakukan transaksi buah pemikiran.

Tempat tak menjadi masalah, di sudut ruang kelas, di bawah tangga atau di kantin tak menjadi soal. Yang penting rasam diskusi tak menjadi suram.

Lantas, apa kata alumnus yang sekarang duduk sebagai legislator di DPRD Kaltim?

Berikut petikan wawancara Kaltim Post dengan Syafruddin, ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim yang juga Ketua F-PKB DPRD Kaltim.

Apakah diskusi itu penting bagi mahasiswa?

Mahasiswa sebagai kaum intelek sesungguhnya sangat membutuhkan forum diskusi yang merupakan sebuah wadah untuk membantu mengembangkan potensi-potensi yang ada khususnya dalam bidang akademik.

Tapi, budaya diskusi ini dibutuhkan oleh semua elemen masyarakat bukan hanya mahasiswa. Namun, pada prosesnya, mahasiswa sebagai kaum intelektual adalah elemen yang paling membutuhkan aktivitas diskusi. Mereka harus menjadi contoh bagi seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan budaya berdiskusi.

Pengalaman Anda di kampus dulu?

Kampus merupakan wadah menghasilkan figur-figur kritis dan intelektual. Karena itulah, ruang-ruang diskusi begitu dibutuhkan dengan faktor kenyamanan sebagai pendukungnya.  Kalau kami di kampus dulu, kantin yang bisa berlama-lama berkumpul biasanya akan jadi tempat favorit. Kenyamanan kantin kampus tak hanya dinilai dari embusan AC atau sekadar tempat yang bersih saja. Melainkan kenyamanan para pelanggan menikmati suasana serta menu di kantin tersebut. Hal inilah yang menurutnya, membuat mereka betah berlama-lama di sela-sela tugas sehari-hari.

Secara historis, beberapa kedai makan di Unmul seperti kantin Bu Krib di FPIK dan kantin Bu Mah alias kantin Abuk di FKIP, juga memiliki sejarah yang kuat atas pergerakan serta ruang diskusi kampus. Benar demikian?

Ya, dulu diskusi kerap diawasi oleh pihak kampus bahkan intelijen. Karena dianggap merumuskan aksi atau demonstrasi di kantin-kantin.  Dan memang wacana pembentukan BEM Unmul yang sebelumnya berbentuk presidium, juga bermula dari diskusi kantin ke kantin.

Apakah sampai sekarang masih melakukan diskusi?

Hampir semua politikus parpol kerap berkumpul di kantin Unmul. Pencalonan legislatif serta aksi saling kritik juga masih terjadi di meja kantin, meski dengan suasana yang lebih ringan. Bahkan, isu-isu di media massa yang kerap membuat berbagai pihak saling tuding, juga dipertemukan di kantin Unmul. Mungkin kalau di koran, kami juga sering beradu argumentasi. Tentu dengan aktualisasi masing-masing. Begitu juga saat kami berkumpul lagi di sini (di kantin). Saya tetap saja dikritik di meja ini. Tapi tentunya dengan kondisi dan situasi yang berbeda.

Lalu bagaimana dengan mahasiswa saat ini? Apakah diskusi itu masih ada?

Ruang-ruang diskusi di kampus semakin berkurang. Sehingga, gerakan mahasiswa juga menjadi kurang terarah lantaran masih minim kajian. Dukungan kampus pun sebenarnya patut didorong untuk menciptakan ruang-ruang diskusi tersebut. Dia pun masih mengingat saat dirinya sempat sembilan hari ditahan di Mapolresta Samarinda saat mahasiswa. Itu setelah aksi di DPRD Kaltim yang berujung pada kericuhan. Gerakan-gerakan mahasiswa semacam itu juga banyak dimulai dari kantin-kantin kampus.

Lalu, bagaimana seharusnya mahasiswa menyikapi itu?

Jika dulu memang kita dipaksakan harus melawan. Tapi, sekarang semua serba praktis. Jadi seakan-akan tidak perlu kerja keras, tinggal hanya menikmati sesuatu.
Hal tersebut tidak dapat dimungkiri, jika kita lihat realitasnya demikianlah mayoritas mahasiswa di era globalisasi ini. Mahasiswa seperti dalam buaian kaum borjuis dan dininabobokan kaum elitis melalui mekanisme globalisasi untuk melemahkan eksistensinya.

Apa solusinya?

Pihak kampus harus mendukung segala kegiatan mahasiswa yang tujuannya untuk mengekspresikan diri bukan membatasi. Idealnya mahasiswa saat ini harus lebih pintar, karena di sisi lain banyak produk globalisasi yang mendukung. Tapi harus diingat kebiasaan melakukan diskusi, membahas terkait isu-isu terbaru merupakan hal yang baik dan perlu dilestarikan. (timkp)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 11:40

BPK Akui Sulit Awasi Desa

BALIKPAPAN - Alokasi dana desa yang saat ini pagunya bisa sampai 2-3 miliar per desa, menjadi tantangan…

Selasa, 13 November 2018 10:24

DUH PAYAH..!! Persentase Kelulusan CPNS Masih Rendah

TANA PASER–Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Assessment Center Kantor Badan…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Tugboat Batu Bara Tenggelam di Perairan Bunyu, Dua ABK Belum Ditemukan

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi. Kali ini, sebuah…

Selasa, 13 November 2018 06:41

YESS..!! Merpati Siap Kembali Mengudara Tahun Depan

JAKARTA – Setelah mengalami penghentian operasi pada 2014 silam, maskapai pelat merah, Merpati,…

Senin, 12 November 2018 11:00

KENA PAJAK..?? Menteri Keuangan Bakal Wajibkan Mahasiswa Miliki NPWP

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana mewajibkan seluruh mahasiswa di Indonesia memiliki…

Senin, 12 November 2018 10:37

Angel dan Jose Makin Intim, Dikabarkan Sudah Menikah

Hubungan Angel Karamoy dengan sutradara Jose Poernomo makin intim. Buktinya, Jose Poernomo semakin sering…

Senin, 12 November 2018 10:28

Marquez Rayakan Gelar Dunia ke 7 di Kampung Halaman

UNTUK merayakan gelar juara dunia ketujuhnya, atau kelima di kelas MotoGP, Marc Marquez, pada Sabtu…

Senin, 12 November 2018 10:20

LUCU JUGA..!! Perusahaan Air Masih Terkendala Air

TANA PASER–Sepekan terakhir, masyarakat Paser, khususnya Kecamatan Tanah Grogot, mengeluhkan pelayanan…

Senin, 12 November 2018 08:49

Klasifikasikan Kualitas Pasangan, Kemampuan Biologis Juga Ditanya

Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah berhasil menyelenggarakan pernikahan mubarakah, Minggu (11/11).…

Minggu, 11 November 2018 11:11

Pulang, KRI Bima Suci Banyak Sabet Penghargaan

 Setelah mengelilingi lima negara selama 100 hari untuk mengikuti event internasional, Kapal Republik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .