MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 10 September 2018 07:45
Saatnya Investasi Emas

Pekan Lalu Turun hingga Rp 31 Ribu

PINTAR BERINVESTASI: Emas batangan dengan berat 1-10 gram menjadi idola masyarakat. Saat ini, jadi momen beli karena harga logam mulia ini sedang turun.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Masyarakat yang ingin berinvestasi emas tidak boleh terlewat. Pada pekan lalu, PT Aneka Tambang (Antam) mencatatkan harga emas batangan anjlok Rp 31 ribu. Per gram-nya kini hanya Rp 619.500. Tentu ini menjadi momen yang baik untuk membeli emas.

Kepala Butik Emas Antam Balikpapan Mochamad Yasin mengatakan, momen berinvestasi emas yang paling tepat ketika harga logam mulia ini sedang turun. Tidak perlu berpikir lama, karena investasi emas ini menguntungkan. Harganya pasti naik.

Harga emas berbanding terbalik dengan dolar, artinya jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya. Dalam kondisi seperti ini, mengoleksi emas untuk dijual dalam jangka panjang sangat menguntungkan.

Dia menuturkan, sepanjang semester I tahun ini permintaan emas lebih baik di banding tahun sebelumnya. Masyarakat Kaltim khususnya mulai paham investasi emas.

Yasin membeberkan, tren saat ini masyarakat lebih banyak yang membeli ukuran kecil. “Kalau dulu yang beli logam mulia 500 gram dan 250 gram cukup banyak. Sekarang dari 1-10 gram mendominasi. Dari nilai pun jadi tidak jauh beda karena volume konsumen di berat 1-10 gram tinggi. Kemudian 25 gram juga cukup baik,” ujarnya, Minggu (9/9).

Yasin membeberkan, permintaan logam mulia 10 gram pada semester I tahun ini mencapai 1.000 keping. Secara volume, penjualan emas naik hingga 45 persen dan jumlah transaksi meningkat 20 persen.

Sementara itu, buy back pada periode kali ini volumenya turun 52 persen dan jumlah konsumennya pun turun 27 persen. “Yang melakukan buy back kebanyakan konsumen baru atau yang tidak beli dari Antam,” sebutnya.

Data Bloomberg menyebutkan, kecemasan investor terhadap suku bunga menjadi salah satu faktor pemicu. Mereka mencemaskan rencana Federal Reserve AS (The Fed) untuk menaikkan suku bunganya, setidaknya sekali lagi pada September, yang sudah diperkirakan banyak kalangan. Pemicu lainnya adalah menguatnya dolar AS terhadap mata uang utama. Nilai tukar dolar naik 0,39 persen menjadi 95,4 persen. (aji/ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 18 November 2018 08:54

Membuat Olahan Pisang Aneka Rasa

SEIRING perkembangan zaman, bertambah kreativitas yang dialami setiap individu. Jika…

Minggu, 18 November 2018 08:36

Lowongan Pekerjaan bagi Ibu Rumah Tangga

KARYAWAN memang menjadi elemen penting dalam usaha. Nurma Aulia Rahmadhani…

Sabtu, 17 November 2018 00:07

Mangga Dijamin Paling Murah

BALIKPAPAN  -  Jelang akhir tahun, Hypermat mulai menggelar promo cuci…

Sabtu, 17 November 2018 00:06

Investasi Emas Bisa Jadi Solusi

SAMARINDA  -  Penguatan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD)…

Sabtu, 17 November 2018 00:05

Proyek IDD Tetap Jalan

BALIKPAPAN  –  Meski lepas dari target operasi, Chevron tetap akan…

Sabtu, 17 November 2018 00:04

Sulap Limbah CPO Jadi Pembangkit Listrik

BALIKPAPAN  -  PT REA Kaltim Plantation berhasil menciptakan peluang baru…

Sabtu, 17 November 2018 00:02

Neraca Dagang Indonesia Kembali Defisit

JAKARTA  -  Neraca perdagangan Indonesia kembali defisit. Pada Oktober lalu,…

Sabtu, 17 November 2018 00:01

Positif, Rupiah Terbaik Asia

JAKARTA  –  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD)…

Sabtu, 17 November 2018 00:00

Produk Kertas Mulai Terdampak

SURABAYA –  Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar…

Jumat, 16 November 2018 06:47

Bankaltimra Masih Butuh Tambahan Modal Inti

SAMARINDA – PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim-Kaltara (Bankaltimtara) masih memerlukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .