MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 10 September 2018 07:45
Saatnya Investasi Emas

Pekan Lalu Turun hingga Rp 31 Ribu

PINTAR BERINVESTASI: Emas batangan dengan berat 1-10 gram menjadi idola masyarakat. Saat ini, jadi momen beli karena harga logam mulia ini sedang turun.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Masyarakat yang ingin berinvestasi emas tidak boleh terlewat. Pada pekan lalu, PT Aneka Tambang (Antam) mencatatkan harga emas batangan anjlok Rp 31 ribu. Per gram-nya kini hanya Rp 619.500. Tentu ini menjadi momen yang baik untuk membeli emas.

Kepala Butik Emas Antam Balikpapan Mochamad Yasin mengatakan, momen berinvestasi emas yang paling tepat ketika harga logam mulia ini sedang turun. Tidak perlu berpikir lama, karena investasi emas ini menguntungkan. Harganya pasti naik.

Harga emas berbanding terbalik dengan dolar, artinya jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya. Dalam kondisi seperti ini, mengoleksi emas untuk dijual dalam jangka panjang sangat menguntungkan.

Dia menuturkan, sepanjang semester I tahun ini permintaan emas lebih baik di banding tahun sebelumnya. Masyarakat Kaltim khususnya mulai paham investasi emas.

Yasin membeberkan, tren saat ini masyarakat lebih banyak yang membeli ukuran kecil. “Kalau dulu yang beli logam mulia 500 gram dan 250 gram cukup banyak. Sekarang dari 1-10 gram mendominasi. Dari nilai pun jadi tidak jauh beda karena volume konsumen di berat 1-10 gram tinggi. Kemudian 25 gram juga cukup baik,” ujarnya, Minggu (9/9).

Yasin membeberkan, permintaan logam mulia 10 gram pada semester I tahun ini mencapai 1.000 keping. Secara volume, penjualan emas naik hingga 45 persen dan jumlah transaksi meningkat 20 persen.

Sementara itu, buy back pada periode kali ini volumenya turun 52 persen dan jumlah konsumennya pun turun 27 persen. “Yang melakukan buy back kebanyakan konsumen baru atau yang tidak beli dari Antam,” sebutnya.

Data Bloomberg menyebutkan, kecemasan investor terhadap suku bunga menjadi salah satu faktor pemicu. Mereka mencemaskan rencana Federal Reserve AS (The Fed) untuk menaikkan suku bunganya, setidaknya sekali lagi pada September, yang sudah diperkirakan banyak kalangan. Pemicu lainnya adalah menguatnya dolar AS terhadap mata uang utama. Nilai tukar dolar naik 0,39 persen menjadi 95,4 persen. (aji/ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…

Selasa, 22 Januari 2019 06:40

2020, Target Kirim 30,3 Juta Ton Batu Bara

PALEMBANG - PT Bukit Asam (BA) Tbk terus meningkatkan pengiriman…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

PGN Optimistis Capai 244.043 Pelanggan

JAKARTA - Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

Maret, VietJet Air Buka Rute Vietnam-RI

JAKARTA - Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka…

Selasa, 22 Januari 2019 06:38

BTN Pacu Pembiayaan Perumahan di Sektor Nonformal

JAKARTA - Skema pembiayaan perumahan untuk pekerja informal jadi peluang…

Senin, 21 Januari 2019 06:57

Infrastruktur Jadi kendala

SAMARINDA – Pemprov Kaltim diminta memberi perhatian lebih kepada jalur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*