MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 10 September 2018 07:45
Saatnya Investasi Emas

Pekan Lalu Turun hingga Rp 31 Ribu

PINTAR BERINVESTASI: Emas batangan dengan berat 1-10 gram menjadi idola masyarakat. Saat ini, jadi momen beli karena harga logam mulia ini sedang turun.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Masyarakat yang ingin berinvestasi emas tidak boleh terlewat. Pada pekan lalu, PT Aneka Tambang (Antam) mencatatkan harga emas batangan anjlok Rp 31 ribu. Per gram-nya kini hanya Rp 619.500. Tentu ini menjadi momen yang baik untuk membeli emas.

Kepala Butik Emas Antam Balikpapan Mochamad Yasin mengatakan, momen berinvestasi emas yang paling tepat ketika harga logam mulia ini sedang turun. Tidak perlu berpikir lama, karena investasi emas ini menguntungkan. Harganya pasti naik.

Harga emas berbanding terbalik dengan dolar, artinya jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya. Dalam kondisi seperti ini, mengoleksi emas untuk dijual dalam jangka panjang sangat menguntungkan.

Dia menuturkan, sepanjang semester I tahun ini permintaan emas lebih baik di banding tahun sebelumnya. Masyarakat Kaltim khususnya mulai paham investasi emas.

Yasin membeberkan, tren saat ini masyarakat lebih banyak yang membeli ukuran kecil. “Kalau dulu yang beli logam mulia 500 gram dan 250 gram cukup banyak. Sekarang dari 1-10 gram mendominasi. Dari nilai pun jadi tidak jauh beda karena volume konsumen di berat 1-10 gram tinggi. Kemudian 25 gram juga cukup baik,” ujarnya, Minggu (9/9).

Yasin membeberkan, permintaan logam mulia 10 gram pada semester I tahun ini mencapai 1.000 keping. Secara volume, penjualan emas naik hingga 45 persen dan jumlah transaksi meningkat 20 persen.

Sementara itu, buy back pada periode kali ini volumenya turun 52 persen dan jumlah konsumennya pun turun 27 persen. “Yang melakukan buy back kebanyakan konsumen baru atau yang tidak beli dari Antam,” sebutnya.

Data Bloomberg menyebutkan, kecemasan investor terhadap suku bunga menjadi salah satu faktor pemicu. Mereka mencemaskan rencana Federal Reserve AS (The Fed) untuk menaikkan suku bunganya, setidaknya sekali lagi pada September, yang sudah diperkirakan banyak kalangan. Pemicu lainnya adalah menguatnya dolar AS terhadap mata uang utama. Nilai tukar dolar naik 0,39 persen menjadi 95,4 persen. (aji/ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:56

Waspada Investasi Bodong, 10 Tahun Terakhir, Kerugian Capai Rp 105 Triliun

SAMARINDA - Literasi keuangan di Indonesia masih harus ditingkatkan. Khususnya Kaltim. Penawaran keuntungan…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:53

Alat Berat Butuh Treatment Khusus

BALIKPAPAN - Mulai 1 September 2018, pemerintah menerapkan kebijakan mandatori biodiesel 20 persen (B20)…

Selasa, 18 September 2018 06:52

Smartphone Tak Terdampak Pelemahan Daya Beli

BALIKPAPAN - Telepon pintar saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Ini terlihat dari penjualan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:48

Korsel Jajaki Penerbangan Langsung ke Sulut

MANADO - Program Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw untuk mendatangkan wisatawan asing…

Selasa, 18 September 2018 06:47

Pasar Mobil Murah Masih Bergairah

SURABAYA – Meski pasar mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) di Jatim…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .