MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 09 September 2018 10:39
Sehat Alami dengan Bahan Terbaik
HEALTHY: Lisa terus berusaha membuat frozen noodle berkualitas dari bahan terbaik. Ada mi original, mi yang terbuat dari bayam, wortel, dan buah naga. Tak hanya menggunakan bahan yang kaya serat, Lisa memastikan mi yang diproduksinya tanpa pengawet dan enak.

PROKAL.CO, MIE Desa menganut sistem online atau made by order melalui media sosial Instagram @miedesabpp, karena peralatan yang dimiliki dulu sangat terbatas. Selain mesin giling atau cutting sederhana, Lisa, sang owner Mie Desa mengaku memulai usahanya menggunakan freezer yang dinginnya lambat dan hanya dapat bertahan selama sepuluh hari. “Makanya satu orderan itu butuh waktu 2-3 hari untuk ready,” singkat Lisa.

Setelah setahun produksi frozen noodle berjalan, angin segar pun datang dari salah satu supermarket yang ada di Balikpapan, yakni Loka. Rupanya pimpinan di sana sangat mendukung produk lokal ataupun UKM untuk bisa mengudara hingga jenjang nasional. “Mie Desa ditawari masuk Loka tanpa membayar biaya apapun. Namun, saya harus bisa konsisten dalam menggarap produk-produk. Tapi, ternyata mempertahankan konsistensi itu tidak mudah” ungkapnya.

Tapi, kesempatan yang diberikan oleh pihak Loka tersebut, berhasil memupuk keberanian Lisa untuk melangkah lebih jauh. Ditambah lagi sudah banyak masyarakat yang teredukasi tentang Mie Desa, dan tak ketinggalan freezer di-upgarde dengan ketahanan 4-5 minggu.

Lisa ingin para pelanggan menikmati mi yang wataknya enak berkualitas bagus. Itu juga yang menjadi alasannya memberi nama produknya dengan Mie Desa. Ingin lebih dari sekadar enak, Lisa juga mengombinasikan buah dan sayuran untuk konsep healthy. “Jadi, ketika akan launching, saya menyiapkan 21 varian mi dari aneka bahan dasar dan bentuk. Tapi, sehatnya tidak hanya dari inti sari buah dan sayur. Mie Desa hadir tanpa mengandung pengawet, pewarna, maupun MSG yang menjadikan hal tersebut sebagai keunggulan kami,” terang Lisa.

Mie Desa hadir dalam tujuh pilihan rasa. Ada original, sawi, bayam, wortel, ubi ungu, buah naga, dan buah bit. Untuk masing-masing rasa, terdapat tiga jenis bentuk mi, yakni keriting, lurus, serta pipih. Ditambah lagi kedatangan dua pendatang baru, yaitu ramen dan udon. Yang pastinya masing-masing bebas dikonsumsi dan diolah sesuai kebutuhan masakannya.

“Selain serba sehat tadi, Mie Desa juga sudah mengantongi izin produksi dan verifikasi halal. Produk kami juga tidak dikeringkan dan dioven ya, karena mengandung bahan sayur dan buah segar. Sehingga proses memasak oleh pelanggan merupakan proses pertama dan dapat disajikan fresh,” lanjutnya.

Dalam mengembangkan usahanya, Lisa dibantu tiga karyawan yang bertugas di bagian mesin dan satu orang pada pengawasan. Namun, adanya karyawan tak membuat Lisa bersantai ria. Dirinya mengaku masih turun tangan dalam pemilihan bahan dasarnya. Bahkan hampir semua aktivitas mengolah Mie Desa masih di bawah andil dirinya.

Produk Mie Desa dibanderol mulai harga Rp 24–29 ribu. Animo masyarakat pun beragam. “Sebagian orang ada yang bilang mahal. Ya, karena kami mengandalkan bahan yang terbaik untuk kualitas hasil yang terbaik juga. Contohnya telur. Untuk membuat adonan, telur tidak langsung dicampurkan ke dalam tepung. Untuk memastikan kesegaran dan keamanan, telur ditaruh di wadah berbeda. Setiap hari saya juga pasti belanja terlebih dulu. Apalagi sayur hijau yang notabennya rentan layu dan tidak boleh diproses lewat dari dua kali, demi nutrisinya yang tidak luntur,” terangnya.

Kualitas baik tersebut bisa dilihat dari warna setelah jadi. “Seiringnya waktu dan banyak pembelajaran, saya baru bisa mengetahui seperti apa kualitas mi yang baik. Tapi, saya tidak pernah mau membandingkan dengan milik orang lain,” ungkap Lisa.

Rasa original dan bayam kini jadi nomor satu terfavorit para pelanggan, yang disusul wortel serta buah naga dengan jenis mi keriting yang lebih kenyal dan cocok untuk anak-anak. (*/ewy/*/ni/k16)

 


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 11:25

Lima Zodiak Ini, Kalau Marah Mulutnya Pedas..!!

Setiap orang punya gaya komunikasi yang berbeda. Ada yang frontal atau langsung, tetapi ada juga yang…

Senin, 17 September 2018 23:09

Putus Cinta Bisa Ganggu Kesehatan, Cek Nih Jenis Gangguannya...

Putus cinta memang tidak menyenangkan. Umumnya, seseorang yang sedang patah hati akan larut dalam kesedihan…

Senin, 17 September 2018 12:12

Apa Ada Hubungan Konsumsi Gula dengan Kanker?

Masyarakat masa kini sulit jika dilepaskan dari gula. Hanya saja, konsumsi gula berlebih bisa memicu…

Senin, 17 September 2018 12:10

Mengenal Limfoma, Kanker yang Menyerang Sistem Kekebalan Tubuh

Kanker merupakan penyakit mematikan dan ditakuti oleh seseorang. Salah satunya adalah kanker limfoma.…

Minggu, 16 September 2018 11:53

Sweet & Colorful

Tidak bisa dimungkiri jika fashion dengan permainan warna yang “aman” lebih digemari kebanyakan…

Minggu, 16 September 2018 11:51

Kembangkan Fashion Muslim di Kaltim

SEJAK menikah pada 2008, Nurul Wathoni membantu sang suami, M Hermawan Saputra mengembangkan usaha di…

Minggu, 16 September 2018 11:49

Ditipu Karyawan Jadi Pelajaran Berarti

 JATUH bangun dalam usaha tentu pernah dirasakan Nurul Wathoni dan sang suami, Hermawan Saputra.…

Minggu, 16 September 2018 06:37

Kue Enak Pertahankan Bahan Alami

UNTUK menciptakan rasa klasik dari sebuah keik, bahan yang digunakan juga harus alami. Mulai pewarna…

Minggu, 09 September 2018 10:38

Pangkas Bobot 12 Kilogram Bermodal Disiplin

SEJAK masa kuliah, Halimatussa’diyah memang bertubuh tinggi besar. Pada 2012, bobotnya mencapai…

Minggu, 09 September 2018 10:37

Teruskan Kebiasaan Sehat sampai Tua

“SIAPA bilang menurunkan berat badan itu susah? Yang lebih susah adalah mempertahankan berat badan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .