MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 08 September 2018 06:55
Wajib Perawan, Tes Kejiwaan yang Menentukan

Ketatnya Tes Seleksi Masuk TNI Angkatan Laut

CEK FISIK: Pemeriksaan dari ujung rambut hingga ujung kaki setiap peserta seleksi calon bintara TNI AL di Mako Lanal Balikpapan, Rabu (5/9).

PROKAL.CO, Join the navy to see the world. Kalimat tersebut membakar semangat mereka yang ingin bergabung ke TNI Angkatan Laut. Namun ada seleksi ketat yang harus dilalui.

M Ridhuan

Rambut lurus sebahu membingkai wajah tirus Octavia Riska Della. Hidungnya mancung. Serasi dengan bibir merahnya yang tipis. Diturunkan dari sang ibu yang berdarah Dayak Penihing. Dengan malu-malu dia menyapa. Menyium tangan saat bersalaman. Canggung. Pipinya memerah. Berbeda 180 derajat saat sejam sebelumnya. Ketika harus menghadapi seleksi. Mengikuti mimpi menjadi abdi negara. Melalui penerimaan daerah (panda) di Pangkalan TNI AL (Lanal) Balikpapan.

“Ingin membanggakan ibu,” ujar Della ditemui usai berakhirnya penilaian panitia penentu akhir (pantukhir), Rabu (3/9) di Mako Lanal Balikpapan.

Dara 17 tahun adalah satu di antara enam wanita yang tersisa sebelum pengumuman pantukhir. Namun masih harus berjuang untuk diterima di tiga besar. Lalu berusaha mencapai yang pertama. Karena kemungkinan panda di Lanal Balikpapan hanya menyisakan satu seat untuk calon bintara wanita. Untuk dikirim lagi menjalani seleksi di Lembaga Penyedia Tenaga Angkatan Laut (Lapetal) di Malang, Jawa Timur.

“Harus bisa. Banyak berdoa dan latihan,” ujar pejudo yang tahun lalu membawa Kabupaten Paser meraih medali perak di ajang pra porprov itu.

Lalu seleksi seperti apa yang harus dilalui Della? Selain syarat formal yang sudah ditentukan, Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Dewa Gede Oka menjelaskan sejumlah tahap. Setelah pendaftaran, 3 Juli–3 Agustus, baik calon bintara atau tamtama akan menjalani tes. Dua kali tes kesehatan. Pertama soal fisik dan kedua pemeriksaan organ dalam.

Satu hal yang kerap dilewatkan dalam tes fisik. Selain postur tubuh ideal, yang biasanya menggagalkan calon adalah bentuk telapak kaki. Tak boleh flat (datar). Harus bisa jongkok sempurna. “Dari ujung kaki hingga ujung rambut diperiksa. Apakah sesuai kriteria atau tidak,” ujar Dewa. 

Bagi perempuan seperti Della, tes keperawanan yang paling utama. Jika tak perawan, calon dari perempuan dipastikan gugur. Syarat ini masih dipegang teguh. Terlepas dari kontroversinya, tes ini sebagai bentuk menjaga kehormatan. Masih relevan sebab berhubungan dengan kondisi kepribadian dan mental. Selain urusan perawan, calon tak boleh memiliki wasir.

“Kemudian tak boleh bertato. Tindik ada dua (di satu daun telinga) juga bisa menggugurkan. Kecuali itu merupakan adat istiadat, maka harus ada surat keterangannya,” ujar Dewa.

Lalu ada tes psikologi. Mengetahui kemampuan intelegensi. Jadi patokan ke mana calon akan menjalani karier di TNI AL. Apakah menjadi prajurit marinir di garis depan. Atau bekerja sebagai akuntan di belakang meja. Namun semua itu juga ditunjang dengan kemampuan jasmani. “Tes psikologi ini yang menentukan jurusan calon,” sambung Dewa.

Di tes jasmani, seorang calon akan diminta berlari. Bagi pria, harus menyelesaikan 2,4 kilometer dalam waktu 12 menit. Sementara untuk wanita cukup 1,8 kilometer dengan waktu yang sama. Setelah lari, ada push up sebanyak 43 kali, sit up sebanyak 42 kali, dan pull up sebanyak 19 kali. Semua harus diselesaikan dalam waktu 60 detik.

Kemudian berlari membentuk angka delapan di sepanjang delapan meter lintasan. Diberi waktu 18 detik untuk membuat angka 8 secara sempurna. Tak lupa seorang calon harus bisa berenang. Minimal bisa sejauh 25 meter. Dengan berbagai gaya. Namun dibocorkan, gaya dada merupakan yang paling besar nilainya dibanding gaya bebas.

“Semua itu jika ingin mendapat nilai 100,” sebut Dewa.    

Dalam tes kali ini, dari 37 pendaftar wanita jalur bintara, tersisa enam calon. Sementara dari calon bintara pria ada 80 pendaftar. Lantas tersisa tujuh orang. Sementara di jalur tamtama dari 50 pendaftar tersisa lima orang. Mereka akan diseleksi lagi. Dikarantina selama sebulan. Menjalani pelatihan yang lebih ketat. Hingga keluar formasi calon bintara wanita satu orang, calon bintara pria tiga orang dan tamtama tiga orang.

“Tapi angka ini tergantung permintaan Lapetal. Kalau diperintahkan mengirim lebih, maka kami akan melaksanakannya,” tuturnya.

Tahun lalu, salah satu perwakilan dari Lanal Balikpapan masuk 10 besar hasil seleksi di Lapetal. Ini disebut kebanggaan. Mengingat persaingan datang dari seluruh Indonesia. Semua hasil yang diperoleh di daerah tak berlaku di sini. Calon akan menjalani semua dari nol. Terakhir ada satu tes yang menentukan segalanya. Konon membuat anggota TNI mana pun mengalahkan tes fisik seberat apapun.

“Tes kejiwaan. Ini hanya ada di Malang. Menjawab 655 soal. Jawabannya hanya ‘Ya’ dan ‘Tidak’ dalam kurun waktu satu jam. Biar di semua tes lulus dengan hasil terbaik, kalau di tes ini gagal, maka gugur,” pungkasnya. (rsh/k18)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 12 Januari 2019 07:19

Kuasai Semua Alat Musik di Pendopo

Kondisi Djoko Sudiro memang terbatas. Namun, Djoko tidak berhenti belajar,…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:02
Melihat Pelatihan Make-up di Rutan Klas IIB Balikpapan

Tepis Bosan, Modal agar Tak Kembali Terjerumus

Bayangan terhadap kelam dan buruknya kehidupan di balik dinding penjara…

Minggu, 06 Januari 2019 08:52

Mingalabar from Myanmar

Oleh: Firman Wahyudi   PERJALANAN dari Balikpapan ke Myanmar memakan…

Sabtu, 05 Januari 2019 06:57

Raih Harmony Award, Warga Punya Peran Besar

Kalimantan Utara (Kaltara) dinobatkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai provinsi dengan…

Sabtu, 29 Desember 2018 06:59

Evaluasi APBD Sudah Rampung, Menunggu Pengesahan DPRD

Draf APBD Kalimantan Utara (Kaltara) 2019 sudah dievaluasi Kementerian Dalam…

Rabu, 26 Desember 2018 11:54
Kisah Para Nelayan Pandeglang yang Selamat dari Tsunami

Selembar Penutup Boks Ikan Jadi Penyelamat

Kuatnya terjangan tsunami membuat kapal-kapal pencari ikan itu pecah. Nelayan…