MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 08 September 2018 06:51
Korban Longsor di Genting Tanah Mengungsi

Melanggar Sepadan Sungai, BPBD Salahkan Warga

CARI SOLUSI: Daerah bibir sungai Belayan saat ini rawan terjadi longsor.

PROKAL.CO, TENGGARONG  –   Peristiwa longsor di Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut langsung mendapat perhatian Pemkab Kukar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan. Rumah-rumah warga pun diminta untuk dikosongkan agar mengantisipasi longsor susulan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Marsidik menjelaskan, untuk menindaklanjuti peristiwa longsor tersebut, pihaknya lebih dulu melaporkan kepada Plt Bupati Kukar. Selanjutnya, tim dari kabupaten akan dibentuk untuk melakukan penanggulangan. Tim nantinya akan terdiri dari lintas instansi pemerintahan. Termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, dan lainnya.

 “Nanti akan di SK-Kan oleh bupati pembentukan timnya. Ini untuk menjadi dasar melakukan penanggulangan bencana tersebut,” kata Marsidik.

Hanya saja kata dia, pihaknya juga masih menunggu pihak kecamatan melaporkan secara resmi terkait data kependudukan serta kondisi bencana yang terjadi tersebut. Hal ini, merupakan bagian dari proses penanganan bencana. Kendati demikian, pihaknya mengaku telah meminta warga untuk mengosongkan rumah yang berada di bibir sungai. Hal ini, untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa.

“Warga sudah banyak yang mengungsi. Rumah-rumah banyak yang dikosongkan. Mereka tinggal di rumah tetangga dan keluarganya yang berada di Kembang Janggut,” tambahnya.

Terkait dugaan penyebab longsor kata dia, yaitu kemaraju panjang yang membuat tanah-tanah di bibir sungai menjadi kering dan rapuh. Hal inilah yang disinyalir menjadi pemicu utama terjadi longsoran tersebut.  “Kalau karena pontoon lewat, harus dikaji dulu. Saya tidak berani komentar untuk masalah itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Marsidik juga menyebut bahwa pemukiman warga tersebut berada di atas sempadan sungai. Sehingga, hal tersebut juga tidak dibenarkan. Merujuk pada PP 38 Tahun 2011 Tentang Sungai, Marsidik menyebut bahwa permukiman warga tersebut berada di atas sempadan sungai. Bahkan, masyarakat yang bermukim di sana menurutnya, juga tidak memiliki sertifikat.

“Kalau di atas sempadan sungai tidak ada sertifikatnya. Sudah ada aturannya kok itu. Tapi kalau di lihat dari sisi peristiwa bencana, maka kami tetap melakukan penanganan,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, sebanyak lebih dari seratus rumah di Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut terancam hanyut ke sungai Belayan. Abrasi yang menimpa pemukiman warga di bibir sungai, menyebabkan tanah longsor. Semenjak tiga hari terakhir, longsor terus mendekati rumah warga, lalu-lalang ponton pun disinyalir menjadi pemicu abrasi kian parah.

Longsor terparah mulai terjadi sejak Selasa (4/9) kemarin. Abrasi terjadi menyebabkan jarak antara pemukiman warga dengan sungai semakin dekat. Setidaknya seratus rumah warga yang bermukim di RT 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 mengalami longsor tersebut. Khawatir rumah mereka longsor dan hanyut ke sungai, sebagian warga pun sudah mulai mengungsi.

Kepala Desa Genting Tanah Kasman mengatakan, longsor di kawasan tersebut hingga kini kondisinya kian parah. Pergerakan tanah pun menurutnya belum juga berhenti. Sejak tiga hari terakhir, kondisi longsor tersebut membuat warga setempat resah. Penanggulangan dari pemerintah daerah pun menurutnya masih belum dilakukan.

Terkait pemicunya, Kasman mengatakan bahwa aktivitas ponton yang lalu-lalang di sekitar lokasi, membuat masyarakat meyakini jika hal itu menjadi penyebabnya. Terlebih lagi kata dia, kondisi Sungai Belayan saat ini makin ramai dengan aktivitas ponton batu bara.

“Saat ini memang makin parah kondisinya. Ponton batu bara dan angkutan sawit sangat mengganggu. Padahal sungai ini sangat sempit sekali. Tapi tetap juga dipaksakan ponton untuk lewat,” ujar Kasman. (qi/one/k18)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 10:22

Tiga Bulan Lagi, 500 PJU Terpasang

PENAJAM - Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten…

Senin, 18 Februari 2019 10:13

Sambut TMMD, Pemkab Siapkan Rp 3,5 Miliar

JAKARTA - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh diwakili…

Senin, 18 Februari 2019 09:38

Kapal Penyeberangan Belum Gunakan Pelampung

SANGATTA–Sejumlah kawasan di Kutai Timur (Kutim) belum memiliki infrastruktur komplet.…

Senin, 18 Februari 2019 09:34

Tiga Kecamatan Layak Miliki Pasar Modern

SENDAWAR - Membangun ekonomi modern menjadi tekad Pemkab Kutai Barat…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:56

Banjir karena Drainase Buntu

TANA PASER–Mengurangi dampak banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:56

Pemberkasan, Empat Peserta CPNS Absen

PENAJAM–Sebanyak 156peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:54

Aktifkan Jargas, PPU Tunggu HET

PENAJAM–Jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kaltim bakal diresmikan hari…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:53

Gara-Gara Ini, 10 OPD Dibayangi Sanksi

PENAJAM–Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Penajam Paser Utara…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:47

Ribuan Karyawan Jadi Pemilih Tambahan

SENDAWAR–Jumlah pemilih di Kutai Barat (Kubar) terus bertambah. Ini karena…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:42

Semangat Naik Water Cannon hingga Lupa Pakai Sandal

Tak lagi menggunakan sandal, penghuni panti asuhan Ar Rayan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*