MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 08 September 2018 06:51
Korban Longsor di Genting Tanah Mengungsi

Melanggar Sepadan Sungai, BPBD Salahkan Warga

CARI SOLUSI: Daerah bibir sungai Belayan saat ini rawan terjadi longsor.

PROKAL.CO, TENGGARONG  –   Peristiwa longsor di Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut langsung mendapat perhatian Pemkab Kukar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan. Rumah-rumah warga pun diminta untuk dikosongkan agar mengantisipasi longsor susulan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Marsidik menjelaskan, untuk menindaklanjuti peristiwa longsor tersebut, pihaknya lebih dulu melaporkan kepada Plt Bupati Kukar. Selanjutnya, tim dari kabupaten akan dibentuk untuk melakukan penanggulangan. Tim nantinya akan terdiri dari lintas instansi pemerintahan. Termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, dan lainnya.

 “Nanti akan di SK-Kan oleh bupati pembentukan timnya. Ini untuk menjadi dasar melakukan penanggulangan bencana tersebut,” kata Marsidik.

Hanya saja kata dia, pihaknya juga masih menunggu pihak kecamatan melaporkan secara resmi terkait data kependudukan serta kondisi bencana yang terjadi tersebut. Hal ini, merupakan bagian dari proses penanganan bencana. Kendati demikian, pihaknya mengaku telah meminta warga untuk mengosongkan rumah yang berada di bibir sungai. Hal ini, untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa.

“Warga sudah banyak yang mengungsi. Rumah-rumah banyak yang dikosongkan. Mereka tinggal di rumah tetangga dan keluarganya yang berada di Kembang Janggut,” tambahnya.

Terkait dugaan penyebab longsor kata dia, yaitu kemaraju panjang yang membuat tanah-tanah di bibir sungai menjadi kering dan rapuh. Hal inilah yang disinyalir menjadi pemicu utama terjadi longsoran tersebut.  “Kalau karena pontoon lewat, harus dikaji dulu. Saya tidak berani komentar untuk masalah itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Marsidik juga menyebut bahwa pemukiman warga tersebut berada di atas sempadan sungai. Sehingga, hal tersebut juga tidak dibenarkan. Merujuk pada PP 38 Tahun 2011 Tentang Sungai, Marsidik menyebut bahwa permukiman warga tersebut berada di atas sempadan sungai. Bahkan, masyarakat yang bermukim di sana menurutnya, juga tidak memiliki sertifikat.

“Kalau di atas sempadan sungai tidak ada sertifikatnya. Sudah ada aturannya kok itu. Tapi kalau di lihat dari sisi peristiwa bencana, maka kami tetap melakukan penanganan,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, sebanyak lebih dari seratus rumah di Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut terancam hanyut ke sungai Belayan. Abrasi yang menimpa pemukiman warga di bibir sungai, menyebabkan tanah longsor. Semenjak tiga hari terakhir, longsor terus mendekati rumah warga, lalu-lalang ponton pun disinyalir menjadi pemicu abrasi kian parah.

Longsor terparah mulai terjadi sejak Selasa (4/9) kemarin. Abrasi terjadi menyebabkan jarak antara pemukiman warga dengan sungai semakin dekat. Setidaknya seratus rumah warga yang bermukim di RT 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 mengalami longsor tersebut. Khawatir rumah mereka longsor dan hanyut ke sungai, sebagian warga pun sudah mulai mengungsi.

Kepala Desa Genting Tanah Kasman mengatakan, longsor di kawasan tersebut hingga kini kondisinya kian parah. Pergerakan tanah pun menurutnya belum juga berhenti. Sejak tiga hari terakhir, kondisi longsor tersebut membuat warga setempat resah. Penanggulangan dari pemerintah daerah pun menurutnya masih belum dilakukan.

Terkait pemicunya, Kasman mengatakan bahwa aktivitas ponton yang lalu-lalang di sekitar lokasi, membuat masyarakat meyakini jika hal itu menjadi penyebabnya. Terlebih lagi kata dia, kondisi Sungai Belayan saat ini makin ramai dengan aktivitas ponton batu bara.

“Saat ini memang makin parah kondisinya. Ponton batu bara dan angkutan sawit sangat mengganggu. Padahal sungai ini sangat sempit sekali. Tapi tetap juga dipaksakan ponton untuk lewat,” ujar Kasman. (qi/one/k18)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 11:21

Modal Secarik Kertas, Mobil Dinas yang Dibawa Pensiunan Ditarik

SANGATTA - Tak sedikit kendaraan mobil dinas (mobdin) milik negara…

Selasa, 25 Juni 2019 11:20
Akibat Dapat Proper Merah Pengelolaan Lingkungan

Wabup Panggil Perusahaan Sawit Bermasalah

SANGATTA - Salah satu perusahaan kelapa sawit di Kutai Timur…

Selasa, 25 Juni 2019 11:15

NGERI..!! APMS Dikuasai Pengetap, Lihat Nih....

Warga Kubar mengeluh kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi, diduga karena banyaknya…

Selasa, 25 Juni 2019 11:14

Pilkada Kukar, PKB Lirik Awang Yacoub

PKB Lirik Awang Yacoub TENGGARONG – Selain Bupati Kukar Edi…

Selasa, 25 Juni 2019 11:10

Pertagas Niaga Mulai Operasikan Jargas di PPU

PENAJAM- Progres pengoperasian jaringan gas (jargas) bumi di Kabupaten Penajam…

Senin, 24 Juni 2019 09:59

Tersenggol saat Menyalip, Pengendara Tewas Dilindas

Laka maut terjadi di Jalan Mangga Besar, Kampung Labanan Makmur,…

Senin, 24 Juni 2019 09:58

Dilema Pajak Reklame Tembakau

SANGATTA–Sewa iklan di reklame menjadi salah satu penyumbang pajak untuk…

Senin, 24 Juni 2019 09:56

Banjir, Dewan Panggil OPD Terkait

TENGGARONG–Rencana revitalisasi fungsi drainase dan sungai di Tenggarong oleh Pemkab…

Senin, 24 Juni 2019 09:55

Dua Hari Terendam, Kini Berangsur Surut

GARA-GARA banjir kiriman, dua kecamatan, Tabang dan Kembang Janggut, harus…

Senin, 24 Juni 2019 09:54

Genangan Air Bisa Tunda Pilkakam

SENDAWAR–Ancaman banjir mengadang pelaksanaan pemilihan kepala kampung (pilkakam) serentak, 27…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*