MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 05 September 2018 07:15
Kritik Bijak, Didengar Enak
Rachel Jasmine

PROKAL.CO, BANYAK banget nih orang yang suka kritik sesukanya. Bahkan, kadang ada yang suka bohong tentang pendapat mereka. Itulah yang dirasakan para Zetizen. Buat mereka, ada dua jenis kritik yang sering ditemukan. Kamu sering memberikan kritik yang seperti apa sih? (fik/c14/raf)

Kritik Berdasar Pengetahuan

Richad Ade, Universitas Airlangga (Kritik dengan Dasar)

’’Aku nggak gampang buat berpendapat. Prinsipku, kritik harus diiringi hal baik. Jadi, ketika berkesempatan mengutarakan pendapat, pasti aku ngasih pendapat yang diperhatikan sekali. Karena pendapatku terdengar begitu berbobot, apalagi saat disampaikan dengan retorika yang baik, nggak sedikit juga yang bertepuk tangan.’’

Respons:

Butuh Saran dengan Kritik untuk Apresiasi

Shindi Regitasyali, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Tanggapan Kritik dengan Dasar)

’’Orang-orang yang punya dasar atau pengetahuan ketika memberikan kritik berarti paham betul soal itu. Soalnya, dia nggak sembarangan berkomentar. Kalau dikritik dan diiringi saran sih, aku akan lebih senang karena bisa memperbaiki diri. Kalau nggak ada sarannya, sama aja bohong. Untungnya, hal itu sering aku temukan dalam berbagai kegiatan kampus.’’

Nggak Perlu Pengetahuan untuk Memberi Kritik

Rifqi Rabbani, SMAN 5 Surabaya

’’Buat banyak orang, memberikan kritik itu supergampang. Apalagi kalau ngasih kritik tanpa saran atau pengetahuan. Contohnya, teman-temanku yang sering banget mengkritik suatu film tanpa melihat proses produksi atau at least punya pengetahuan di dunia film. Menurutku, masih banyak praktik kritik tanpa pengetahuan di masyarakat karena mereka kepingin gaya-gayaan aja. Padahal, itu nggak baik.’’

Respons:

Sedih dan Nggak Percaya Diri karena Kritik

Rachel Jasmine, SMPN 1 Surabaya

’’Aku sering banget menemukan orang-orang yang mengkritik tanpa saran dan pengetahuan. Jadi, cuma menunjukkan hal negatif, tapi nggak memberikan hal positif untuk perbaikan. Aku sih sangat menyayangkannya. Soalnya, saat kritik diberikan hanya untuk menyalahkan, pendengar bisa makin kesal dan down. Sayangnya, hal itu masih sering kutemukan di kegiatan sekolah. Jadi, yuk berubah!’’


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*