MANAGED BY:
SENIN
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 02 September 2018 12:27
Sulap Bangkai Mobil jadi Baru
DIKOMPLAIN: Dalam mengelola bisnis di bidang otomotif, Aqshol Amri mengaku pernah dikomplain pelanggan. Hal itu tak membuatnya sedih, tapi jadi penyemangat memberikan pelayanan terbaik.

PROKAL.CO, MENURUT sebagian orang, mobil tua, lama dan rusak adalah sampah. Namun tidak bagi Aqshol Amri. Memiliki hobi utak-atik mobil dan sepeda motor, melihat bangkai mobil menjadi suatu harta karun baginya. Setahun lalu, ketika Amri sedang jalan-jalan, dia melihat ada bangkai mobil tergeletak di bawah pohon. Jenisnya sedan Honda Accord.

“Waktu itu memang kepikiran, sepertinya mobil tersebut bisa diubah,” kenang Amri.

Padahal, kala itu kondisi mobil sangat memprihatinkan. Body mobil hancur, ban lengket dengan jalan, mesinnya ada tapi mati total. Amri pun mencari pemiliknya. Rupanya, mobil tersebut amilik komisaris sebuah perusahaan plywood di Samarinda. Dia pun membelinya seharga Rp 20 juta. Meski surat pajak kendaraan telah mati, beruntung platnya masih menyala.

“Mobilnya saya bawa ke rumah. Lalu diperbaiki sedikit demi sedikit. Hingga saat ini, total dana yang sudah dikeluarkan untuk memperbaikinya seharga beli mobil itu. Tapi karena itu sudah jadi hobi saya, tetap saya lakukan,” ujar alumnus Fakultas Teknik di Universitas Islam Indonesia (UII) tersebut.

Mobil itu sangat disayanginya dan tidak ingin dijual. Tak hanya menyulap bangkai mobil menjadi baru, Amri juga kerap memperbaiki bangkai sepeda motor menjadi baik kembali. Ada beberapa bangkai sepeda motor yang diubahnya. Setelah sepeda motor baik, kemudian dijual kembali.

“Ternyata usaha yang seperti itu masih langka di Samarinda dan bisa jadi peluang usaha,” tutur suami dari Shanty Yulviana tersebut.

Memiliki usaha bidang otomotif, Amri mengaku pernah pula mendapat komplain dari pelanggannya. Saat dia pulang ke Jawa, sementara antrean di bengkelnya terus berjalan. Kemudian dia memercayakan pekerjaan pada karyawannya saja. Kendaraan yang keluar dari bengkel tanpa kontrol dan pengawasannya. Walhasil, ada beberapa hal yang terlewatkan.

“Memang saya salah juga. Seharusnya, finishing sebelum kendaraan keluar harus saya cek. Karena beda tangan beda hasil,” ujar dia.

Amri mengatakan lebih percaya dengan tangannya sendiri. Namun ketika pesanan banyak, tak mungkin dikerjakan sendiri. Meski ada karyawan, dia menganggap buka karyawan. Tapi teman bantu. Untuk teman bantu, Amri memercayakan untuk mengerjakan yang risikonya tidak besar. Mencuci mobil misalnya. Untuk bagian inti, tetap tangan Amri sendiri yang mengerjakan. Terutama bagian finishing. Ketika teman membantu pekerjaannya, dia selalu memberikan edukasi agar pengerjaannya benar sesuai prosedur standar.

“Pekerjaan harus perfect. Jangan sampai kendaraan rusak karena sedikit kesalahan,” pungkas dia. (*/yuv/*/ni)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*