MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 02 September 2018 12:20
Tangan Perfect Aqshol Amri
MODAL SEDERHANA: Hanya dengan sikat gigi bekas dan sabun colek, Aqshol Amri memulai usaha detailing mobil. Dari situ, usahanya berkembang dan banyak yang mempercayakan kendaraannya dipermak Amri.

PROKAL.CO, BERDARAH biru keturunan ningrat tak membuat Aqshol Amri mengharapkan kekayaan dan kehormatan dari keturunan. Gelar Raden Mas yang disandangnya pun tak pernah dia gunakan. Jabatan tinggi saat bekerja pun ditinggalkan. Kini dia lebih memilih menjadi pengusaha bidang otomotif karena hobi.

“Saya sebenarnya tak suka kalau mendengar orang mengatakan mau bikin usaha tapi tidak punya modal uang. Karena kunci utama membuka usaha itu adalah kemauan. Saya dulu awalnya hanya bermodal sikat gigi bekas dan sabun colek,” beber pria yang akrab disapa Amri itu.

Dia mengisahkan, usahanya tersebut dimulai pada 2015. Kala itu dia membersihkan mesin mobil adik iparnya. Alat yang digunakan hanya sikat gigi dan sabun colek. Amri begitu detil dalam membersihkan mesin hingga bagian sudut terkecil pun bisa bersih. Rupanya, teman adik iparnya sangat menghargai hasil kerja Amri.

“Dari situ akhirnya banyak orang yang minta kendaraannya dibersihkan. Mereka taunya dari mulut ke mulut,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Muhammad Mastur dan Istinganah tersebut.

Rupanya, usaha detailing di Samarinda masih kurang. Dari situ, Amri melihat ada peluang. Karena memiliki garasi mobil di samping rumah, dia memutuskan membangun usaha detailing itu. Dalam mencuci mobil, terutama mesin secara detail, Amri mengaku hanya dibayar seikhlasnya. Paling murah dibayar Rp 100 ribu dan termahal Rp 300 ribu. Itupun tidak ramai. Dalam seminggu, paling hanya ada satu mobil.

“Lama-lama ada yang minta mengerjakan poles body mobil, interior, membersihkan lampu,” tutur laki-laki kelahiran Jogjakarta, 4 Juli 1981 itu.

Kemudian Amri mulai membeli peralatan dan perlengkapan yang diperlukan sedikit demi sedikit. Tahun pertama usaha, lanjut dia, dilakukan secara autodidak. Yakni banyak membaca referensi dan belajar dari berbagai sumber. Pada tahun kedua usaha, Amri mulai terjun secara profesional. Yakni dengan belajar ke pakarnya secara langsung di Malaysia dan Brunei Darussalam. Sertifikat pun telah didapatkannya. Dia bertekad tak ingin kerja asal-asalan.

“Belajar ke pakarnya agar selalu update skill. Karena usaha ini ada standarnya. Pengetahuan dan teknik setiap tahun pasti ada yang terbaru,” ujar suami dari Shanty Yulviana tersebut.

Tahun kedua, harga jasa yang ditawarkannya mulai meningkat. Yakni sebesar Rp 1 juta untuk segala jenis jasa. Mulai poles body, mesin dan interior. Pada tahun ketiga, harga mulai bervariasi bergantung jenis dan tingkat kesulitannya. Harga terendah berada pada kisaran Rp 1,25 juta. Sedangkan tertingginya Rp 4 juta, sedangkan rata-rata paling banyak adalah Rp 2 juta. Kalau awal-awal usaha hanya satu mobil per minggu, kini dalam sebulan bisa mencapai 10 mobil. Itupun dengan mengikuti jadwal antrean.

“Saya tidak mau kalau terlalu banyak terima job. Kalau mau ya ikut antre. Kalau tidak mau ya tidak masalah. Karena saya berprinsip, mobil yang saya kerjakan harus benar-benar layak,” ujar ayah dari Zahira Qonita Shari dan Zafira Tsania Shari tersebut.

Amri mengatakan, kerja harus perfect. Target ke depan,  dia ingin memiliki workshop di luar yang lebih besar dan memiliki lembaga pelatihan kursus (LPK). Tujuannya untuk memberikan pelatihan bagi warga Samarinda dan sekitarnya agar memiliki pengetahuan yang benar tentang otomotif. (*/yuv/*/ni)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*