MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 31 Agustus 2018 08:49
Total 19 Hakim Kena OTT KPK

Rekam Jejak Aparat Peradilan Dinilai Buruk

TERSANGKA: Merry Purba mengenakan rompi tahanan menuju mobil setelah diperiksa di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (29/8). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

PROKAL.CO, JAKARTA - Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan hakim ad hoc tindak pidana korupsi (tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Medan Merry Purba sebagai tersangka, Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) mengambil langkah antisipasi. Dua lembaga itu tidak ingin kasus serupa terulang. Apalagi jika menilik catatan KY, sejak 2005 sampai 2018 tidak kurang 19 hakim yang kena OTT oleh lembaga antirasuah.

Juru Bicara (Jubir) KY Farid Wajdi mengatakan, hingga akhir tahun lalu, jumlah hakim yang terseret kasus korupsi di KPK sebanyak 17 orang. “Ditambah dua orang hakim PN Tangerang dan PN Medan pada 2018. Jadi, total ada 19 orang,” ungkap Farid, Kamis (30/8). Buruknya, dari angka tersebut sepuluh di antaranya merupakan hakim ad hoc tipikor.

Sedangkan sembilan lainnya, terdiri atas tiga hakim PN, seorang hakim pengadilan tinggi (PT), empat hakim pengadilan tata usaha negara (PTUN), dan seorang hakim ad hoc pengadilan hubungan industrial (PHI). Catatan itu jelas bukan kabar baik dunia peradilan Tanah Air. Untuk itu, KY tidak ingin hal serupa kembali terjadi. Kemarin (30/8), KY berdiskusi dengan pimpinan PT Medan terkait hal tersebut.

Dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Pengawasan Perilaku Hakim KY Sukma Violetta, Farid menuturkan bahwa instansinya menekankan agar OTT dan penetapan tersangka oleh KPK terhadap hakim PN Medan disikapi dengan cermat. “KY dalam posisi mendorong sekaligus mengawal rekan-rekan di pengadilan, utamanya PT, sebagai garda terdepan pengawasan hakim di daerah,” terang Farid.

Menurut Farid, hal itu sesuai surat keputusan yang dikeluarkan oleh MA. KY juga meminta seluruh pejabat maupun pegawai lembaga peradilan di Medan tidak hanya hafal moto dan semboyan lembaga peradilan. Melainkan mereka harus membuktikannya lewat kinerja. “Tidak ada yang bisa memberikan pengaruh perbaikan lebih besar kecuali internal pengadilan sendiri,” imbuh dia.

Atas dasar itu pula, KY meminta seluruh lembaga peradilan memerhatikan catatan maupun rekam jejak hakim yang terdata oleh mereka. Sebab, sambung Farid, tidak sedikit catatan atau rekam jejak hakim yang sudah mereka kantongi. “Peringatan atas terjadinya tragedi (OTT) ini juga kembali disampaikan. Bahwa rekam jejak aparat pengadilan di daerah Medan tidak terlalu baik,” bebernya.

Catatan dan rekam jejak tersebut juga disampaikan kepada MA. “Sebagai upaya pencegahan sekaligus pembinaan profesi,” kata Farid. Selanjutnya, dia menuturkan bahwa upaya pembinaan integritas hakim oleh KY maupun MA harus terus digalakkan. “Karena basis utama nihilnya pelanggaran (oleh hakim) ada pada kesadaran individu,” tambah dia.

Farid pun memastikan, upaya monitoring pelanggaran perilaku hakim berlanjut. “Pengawasan tidak pernah berhenti sekali pun tanpa perhatian publik,” tegas dia. Tujuannya tidak lain agar para hakim taat. Tidak melanggar kode etik apalagi sampai melakukan pelanggaran hukum seperti korupsi. Untuk itu pula, KY bakal terus bersinergi dengan MA. “Bagian dari upaya dan respons KY untuk kasus OTT hakim,” imbuhnya.

Sementara itu, sejak OTT terjadi di Medan, MA sudah menurunkan Tim Badan Pengawas (Bawas). Mereka sudah memeriksa pimpinan PT Medan dan juga memeriksa pimpinan PN Medan yang sudah diizinkan pulang oleh KPK.

Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah, PT Medan sudah membina dan mengawasi para hakim sejak jauh hari. “Ada tujuh kali (pembinaan),” imbuhnya. Namun demikian, OTT tetap terjadi. (syn/agm/jpnn/rom)


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2018 12:10
BARCELONA vs INTER MILAN

Bisa Apa Tanpa La Pulga?

BARCELONA-Pekan ini mungkin bakal menjadi waktu terberat bagi Barcelona sepanjang musim 2018-2019. Pemicunya…

Rabu, 24 Oktober 2018 12:08
Beber Kasus Khashoggi, Erdogan Tak Singgung MBS

Tiger Squad, 15 Orang yang Bunuh Jamal Khashoggi

ANKARA – Jamal Khashoggi merupakan korban pembunuhan berencana. Demikian kesimpulan Presiden Recep…

Rabu, 24 Oktober 2018 11:05
BREAKING NEWS

Begini Kondisi Toilet yang Akan Dipakai Presiden

SAMARINDA-  Tidak ada toilet khusus pejabat atau Very Very Important Person (VVIP) di Gedung Convention…

Rabu, 24 Oktober 2018 08:45
BREAKING NEWS

MENDADAK..!! Sehari Jelang Kedatangan Jokowi, Jalanan Mulus

SAMARINDA- Seperti sudah menjadi kebiasaan, jelang kedatangan Presiden Joko Widodo di Samarinda, poros…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:47

Iklim Kerja Mulai Membaik, Ini Indikatornya

BALIKPAPAN - Perselisihan hubungan industrial (PHI) atau perselisihan kerja di Kota Minyak tahun ini…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:42

Soal Ini, Pengusaha Kaltim Klaim Sudah Penuhi Kewajiban

SAMARINDA - Kesadaran pengusaha kelapa sawit di Bumi Etam sudah cukup baik. Setidaknya ini dapat dilihat…

Selasa, 23 Oktober 2018 08:35

TOP DAH..!! Isran-Hadi Siap Atasi Banjir di Tiga Kota

SAMARINDA – Sudah 23 hari, Isran Noor dan Hadi Mulyadi resmi menjadi gubernur dan wakil gubernur…

Selasa, 23 Oktober 2018 07:51

MENGEJUTKAN..!! Ternyata Kabupaten Ini Potensi Teknologi Nuklir

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Kamis (18/10) menghadiri rapat presentasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:51

Waspadai Pergerakan Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemerintah kota maupun Provinsi Kaltim tampaknya harus mewaspadai risiko tingginya inflasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

UMP Harus Punya Klasifikasi

SAMARINDA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, upah minimum provinsi (UMP) Kaltim tahun ini bakal mengalami…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .