MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 29 Agustus 2018 09:01
Selisih Klaim dan Pencairan hingga Jutaan
RSUD IA Moeis Samarinda

PROKAL.CO, DALAM sebulan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis ini mengklaim sekitar Rp 2,4 miliar kepada BPJS Kesehatan. Rumah sakit milik Pemkot Samarinda ini, mayoritas pasiennya adalah peserta BPJS kesehatan.  Lebih 80 persen pasien.

Menurut Humas RSUD IA Moeis Samarinda, dokter M Abduh Faisal Sumampow, kerja sama BPJS Kesehatan dengan RSUD IA Moeis seiring berjalannya waktu semakin membaik.  Meskipun masih ada kendala, khususnya dalam proses administrasi untuk klaim dan pencairan dana.

“Prosesnya lumayan panjang. Tetapi, semakin membaik dengan sistem online yang diterapkan sekarang ini. Kalau dahulu kan manual,” terang dokter Abduh yang ditemui Kaltim Post pada Kamis (9/8).

BPJS Kesehatan Samarinda, lanjutnya, sejauh ini selalu membayar klaim tepat waktu. Sekitar 11 hari setelah klaim diajukan. Hanya terkadang ada rincian yang diajukan tidak sesuai dengan regulasi BPJS Kesehatan. Mengingat, BPJS memberlakukan sistem paket yang artinya tiap diagnosis penyakit sudah ditentukan tindakan dan obat apa yang diberikan.

Sehingga, BPJS kesehatan perlu menanyakan kembali dan klarifikasi kepada rumah sakit, jika ada yang dianggap tidak sesuai. Proses ini memakan waktu. 

Selain itu, masalah-masalah klaim saat peralihan Jamkesda ke BPJS juga menghambat. Sehingga, saat ini, RSUD IA Moeis baru mengajukan klaim untuk April. Meskipun, laporan klaim sudah selesai sampai sekitar Juni-Juli.

“Walaupun 11 hari targetnya selesai. Bisa saja langsung kita ajukan untuk bulan berikutnya. Tetapi, dari pihak BPJS juga meminta ajukan klaimnya per bulan saja. Soalnya mereka juga harus memeriksa satu per satu klaim yang masuk. Sudah sesuai atau tidak,” imbuh Abduh.

Meskipun klaim yang diajukan lebih lambat empat bulan, rumah sakit ini masih beroperasi lancar. Masih ada dana operasional bisa diandalkan. Di sisi lain, rumah sakit pelat merah ini mendapat bantuan dari pemerintah. Kerja sama BPJS dengan rumah sakit juga makin membaik, ditandai berkurangnya angka selisih antara klaim rumah sakit dengan perhitungan BPJS. “Dahulu bisa ratusan sekarang hanya beberapa juta begitu,” tutur Abduh.

Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam juga salah satu yang sejauh ini merasa kerja sama makin baik. Apalagi, mayoritas pasien rumah sakit adalah peserta BPJS Kesehatan. Urusan klaim pun lancar. Sekitar Rp 1,8 miliar biasanya diklaim rumah sakit ini tiap bulan kepada BPJS Kesehatan. Rumah sakit juga selalu mengajukan klaim tepat waktu. Seperti memasuki Agustus ini, klaim bulan Juli sudah diajukan.

"Dahulu kami lambat-lambat juga. Tetapi, kami buat sistem baru yang terintegrasi. Jadi, laporan tidak berlarut-larut. Sehingga waktu klaim lancar, pencairan dana juga lancar" jelas Wadir Pelayanan RSJD Atma Husada Mahakam, dokter Jaya Mualimin, saat ditemui Kaltim Post di kantornya, Jumat (10/8).

Dia juga menyebut, dengan sistem online yang diterapkan BPJS Kesehatan membantu kerja pihaknya lebih mudah. Namun rumah sakit kerap menemui masalah dengan pasien gangguan jiwa yang biasanya dibawa Dinas Sosial. Sebab, mereka kerap tidak memiliki identitas dan BPJS Kesehatan.

"Jadi, rumah sakit juga harus putar otak. Kami juga yang mengurus pendaftaran mereka ke BPJS. Jadi, pengobatan mereka bisa ditanggung BPJS," terang Jaya.

Dia melanjutkan, setelah mendapat kartu BPJS pun, kartunya tidak langsung aktif. Pasien tersebut harus keluar rumah sakit dahulu, kemudian masuk lagi sebagai peserta BPJS Kesehatan. Namun, kebanyakan pasien tidak memiliki keluarga. Sehingga, jika keluar, tidak tahu mau ke mana. Pihak rumah sakit pun mesti putar otak dan akhirnya berusaha menjalin kerja sama dengan beberapa yayasan. Hingga 10 Agustus 2018, ada 24 pasien RSJD tak ditanggung BPJS kesehatan. Pasien ini tetap dirawat pihak rumah sakit. "Sekitar 17 orang sudah kami ajukan ke BPJS, hanya sampai saat ini belum ada jadi kartunya. Sedangkan, tujuh orang lagi baru datang," sebutnya.

Selain itu, masih ada permasalahan lain dihadapi.  Yakni pasien yang akhirnya tinggal lebih lama di RSJD, sebab tidak memiliki keluarga. "BPJS maunya kalau sudah sembuh ya langsung keluar. Kami juga maunya begitu. Tapi, kondisinya banyak yang sudah tidak ingat keluarga dan rumahnya. Jadi, mau kami pulangkan ke mana?"

Pasien overstayed pun tak terhindarkan. Jumlahnya juga tak sedikit. Bahkan ada yang sudah menghuni sampai 10 tahun. (tim kp)


BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 11:00

MUDAHAN LEBIH HOT..!! Tanpa Kisi-Kisi di Debat Kedua

JAKARTA – Debat capres-cawapres edisi kedua masih sebulan lagi. Namun,…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:09

Biaya Tol Teluk Kian Membengkak

BALIKPAPAN  –   Semakin lama tertunda, anggaran pembangunan Jembatan Tol…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:07

Abu Bakar Ba’asyir Bebas Tanpa Syarat

JAKARTA  -  Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir bisa mengakhiri…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:04

Polres Belum Terima Komplain Konsumen

BALIKPAPAN –  Kasus obat kosmetik ilegal diungkap jajaran Polres Balikpapan,…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

SERASA ANAK TIRI..!! Bandara APT Pranoto “Dicueki” Pusat

SAMARINDA–Moda transportasi udara jadi idola untuk memangkas waktu perjalanan. Sayangnya,…

Jumat, 18 Januari 2019 08:11

Kosmetik Ilegal Dijual Mahal

BALIKPAPAN – Nurliah (26) hanya bisa menunduk. Perempuan berkulit putih…

Jumat, 18 Januari 2019 08:01

Mengubur Kebencian

OLEH: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda)…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Koran Adalah Alat Perjuangan, Bertahan dengan Kualitas Sajian

Media daring menjamur. Tapi tak akan membunuh koran. Tak membuatnya…

Jumat, 18 Januari 2019 06:48

Mengoptimalkan Ekspor Batu Bara Kaltim ke India

Oleh: Wahyu Baskara Santoso dan Debby Amalia Soraya (Asisten Analis…

Jumat, 18 Januari 2019 00:06

Jokowi Serang Caleg Gerindra, Prabowo Malah Joget-Joget

Sebuah kejadian menarik dalam debat pilpres 2019 edisi pertama yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*