MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 28 Agustus 2018 09:02
“Kawinkan” Medali di Silat

Atlet Kaltim Raih Emas Asian Games, Pertama dalam Sejarah

KALTIM IKUT BANGGA: Iqbal Candra Pratama (kiri) saat bertanding melawan Nguyen Ngoc Toan di Pedepokan Pencak Silat TMII Jakarta kemarin. Iqbal berhasil mempersembahan emas bagi Indonesia. (DONY ADITYA/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA – Iqbal Candra Pratama berhasil mengukir prestasi gemilang di ajang Asian Games 2018. Sebuah medali emas berhasil dia rengkuh setelah melibas pesilat asal Vietnam, Nguyen Ngoc Toan, di Pedepokan Pencak Silat Taman Mini Indah Indonesia (TMII) Jakarta, kemarin (27/8). Di samping itu, medali emas ini adalah yang pertama bagi atlet Kaltim sepanjang gelaran multievent terakbar di Asia tersebut.

Dari pantauan Kaltim Post, sempat keteteran di ronde pertama dan kedua, pesilat 22 tahun itu bangkit di ronde terakhir. Dia menyudahi perlawanan Nguyen dengan skor akhir 5-0. Air mata bahagia mengucur deras dari mata Iqbal.

Pesilat jebolan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim itu seolah tak percaya bahwa dirinya berhasil merengkuh medali emas. Berulang dia memeluk sang pelatih dan ofisial tim setelah duelnya bersama Nguyen selesai. Hingga akhirnya juri memutuskan bahwa dirinya berhak atas medali emas, barulah Iqbal percaya perjuangannya selama ini berbuah manis.

Ya, Iqbal sudah merasakan banyak kegagalan di cabor silat. Di Pekan Olahraga Nasional (PON), dia harus menelan pil pahit setelah kalah kontroversial dari tuan rumah Jawa Barat. Tak sampai di situ, pesilat kelahiran Aceh itu kembali gagal di event SEA Games setahun silam di Malaysia. Namun, kegagalan tersebut tidak menyurutkan semangat pesilat yang berdomisili di Bontang itu. Sebaliknya, Iqbal semakin tertempa oleh kegagalan tersebut.

Berhasil masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejak 2016, Iqbal memiliki tekad kuat memetik prestasi di Asian Games. Dan, semua terjawab sudah. Iqbal berhasil menjadi salah satu dari delapan pesilat yang menyumbangkan medali emas untuk Tanah Air, kemarin. Bermain di nomor 60–65 kilogram, Iqbal berhasil menang dramatis dari pesilat Vietnam, Nguyen Ngoc Toan. Sempat kalah di dua ronde, Iqbal bangkit di ronde terakhir.

Ditemui media ini setelah pertandingan, kemarin, Iqbal tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Matanya berkaca-kaca, berulang dia coba memalingkan wajah demi menghapus air mata yang tak sanggup dia tampung. “Saya senang sekali. Saya sudah bekerja keras sejak sebelum PON sampai sekarang. Di SEA Games saya gagal. Sejak saat itu saya bekerja lebih keras. Medali emas Asian Games ini adalah prestasi terbaik saya sepanjang berkarier di pencak silat,” ungkap Iqbal.

Terkait comeback-nya pada pertarungan kemarin, Iqbal menuturkan sempat ragu saat melihat papan skor. Skor lawan lebih unggul. Tapi di pengujung ronde kedua, dia mendengar teriakan “Indonesia, Indonesia, Indonesia” dari para suporter. Hingga akhirnya dia bertekad bangkit di ronde ketiga. Walhasil, kegigihannya plus dibarengi dukungan dari suporter, medali emas berhasil mengalung di lehernya.

“Jujur, lawan saya sangat kuat dan lincah. Dia juga lihai menghindar. Tapi saya berpikir ini adalah rumah saya. Saya tidak mau kalah di sini. Semangat dari pinggir lapangan membuat semangat saya semakin berlipat di ronde terakhir. Alhamdulillah saya bisa kasih emas untuk Indonesia dan Kaltim,” tutup Iqbal.

Lebih membanggakan lagi, karena medali emas yang diraih Iqbal adalah yang pertama kali bagi Kaltim sepanjang sejarah gelaran Asian Games. Sebelumnya, prestasi tertinggi Bumi Etam hanya sampai di medali perak, yakni lewat Alfons T Lung dari cabang olahraga taekwondo di Asian Games Hiroshima, Jepang 1994. Memang, di Asian Games kali ini medali perak berhasil disumbang atlet Kaltim, namun dari kategori beregu, cabor paralayang dan dayung.

HADIAH PERNIKAHAN

Asian Games 2018 menjadi momentum yang tidak akan terlupakan bagi pesilat asal Kaltim Iqbal Candra Pratama. Selain keberhasilannya mengantongi medali emas, kebahagiaan lain datang dari sang istri, Sarah Tria Monita. Ya, sepasang suami-istri tersebut berhasil mengawinkan gelar medali emas dari cabor silat yang digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indah (TMII) Jakarta, kemarin.

Iqbal dan Sarah melangsungkan pernikahan pada Maret lalu di Kediri, Jawa Timur. Keduanya belum sempat melakukan pesta pernikahan lantaran disibukkan agenda Pelatnas Asian Games. Tak pelak, dua medali emas tersebut adalah hadiah terindah untuk pernikahan mereka. “Alhamdulillah, semua ini berkat doa semua orang yang mendukung kami. Saya dan istri sangat bahagia atas prestasi ini,” ungkap Iqbal.

Pada pertarungan kemarin, Sarah menang dengan skor memuaskan 5-0. Atlet yang membela Jatim itu bermain di nomor 55-60 menghadapi pesilat Laos, Nong Oy. “Semoga ini jadi pemacu semangat kami ke depan. Karena kami tidak ingin medali ini hanya terhenti di Asian Games saja,” pungkas Iqbal didampingi

Sementara itu, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menawarkan Iqbal bekerja di lingkungan Pemkot Samarinda atau perusahaan daerah. “Prestasi Iqbal sangat membanggakan. Patut kami beri apresiasi yang tinggi,” ucap Jaang yang juga ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Kaltim itu.istrinya, kemarin.

SAPU BERSIH

Setiap tuan rumah Asian Games mendapatkan keuntungan dengan mengusulkan cabang olahraga andalan mereka di setiap edisi. Kali ini, Indonesia mengusulkan sejumlah cabor, salah satunya pencak silat, bela diri khas Indonesia. 

Total 16 medali yang diperebutkan dalam Asian Games kali ini, enam di antaranya dari nomor seni. Pada final pertama kemarin (27/8). Indonesia mampu menyapu bersih perolehan medali emas. Delapan medali emas dan satu perunggu menjadi milik pendekar silat Tanah Air.

Dominasi itu membantu kontingen Indonesia bertengger di peringkat 4 klasemen medali sementara Asian Games 2018. Tetapi kemenangan itu menjadi semu lantaran tidak ada “pemerataan” kekuatan yang terlihat. Khususnya di nomor seni.

Pencak silat merupakan cabor bela diri dengan unsur subjektivitas yang cukup tinggi. Hendy/Yolla Primadona Jampil yang tampil di nomor seni ganda putra merasakan euforia yang besar. Itu setelah mereka mengumpulkan poin tertinggi, 580 poin.

Pada saat SEA Games 2017, mereka merasa dicurangi wasit dalam penjurian. Hasilnya, saat itu, Hendy/Yolla mendulang perak dan emas menjadi milik pasangan Malaysia, Mohd Taqiyuddin/Muhammad Afifi yang kemarin hanya mendapatkan perunggu.

“Ini maksimal yang bisa kami berikan, sekaligus membalas di SEA Games 2017,” urai Hendy. Mereka menyiapkan koreografi baru untuk Asian Games kali ini. “Sudah kami siapkan sejak 2016, tetapi baru intensif mengasah latihan setelah SEA Games 2017,” lanjutnya.

Namun, sebaran medali di pencak silat memperlihatkan persaingan yang cenderung tidak seimbang. Johanes Edison, anggota Binpres PB IPSI menjelaskan timnya terus menjalin komunikasi agar silat tetap bisa dipertandingkan pada Asian Games 2022 Hangzhou, Tiongkok.

“Tetapi itu tidak mudah, untuk peserta tentu harus lebih dari yang ikut serta di Asian Games kali ini,” terangnya. Selain itu, PB IPSI dan Persilat harus menyediakan sumber daya pelatih untuk negara yang secara teknis masih mengembangkan pencak silat.

Terlebih bicara Olimpiade. Butuh proses yang cukup panjang bagi Indonesia dan rumpun Melayu yang menjadi pendiri Persilat untuk memperjuangkan. Sebab, secara teknis, untuk masuk di Olimpiade pencak silat wajib diikuti minimal 75 negara dari 4 benua (putra), dan lebih dari 40 negara dari tiga benua (putri). (don/rom/k8)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:12

MASIH BANYAK..!! Ada 120 Desa di Kaltim Masih Tertinggal

SAMARINDA- Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat 120 desa di Kaltim…

Selasa, 11 Desember 2018 11:00

Wisata Alam Kaltim Masih Jadi Idola

SAMARINDA - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kaltim pada Oktober…

Selasa, 11 Desember 2018 09:30

Ada Tambang Dekat Pemukiman, Laporkan ke Dinas ESDM

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Energi Sumber Daya…

Senin, 10 Desember 2018 11:32

KERAS..!! TNI Ultimatum Separatis Papua: Menyerah atau Kami Selesaikan!

Pencarian lima korban kebrutalan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua…

Senin, 10 Desember 2018 09:14

WOW..!! Gubernur Bertemu Dubes Rusia, Proyek Kereta Api Dilanjutkan

DENPASAR- Sempat vakum selama dua tahun, proyek kereta api di…

Senin, 10 Desember 2018 07:34

Air Mata Naga

JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya…

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

“Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati”

BALIKPAPAN - Petrus Tandi sibuk dengan telepon genggamnya. Beberapa kali…

Minggu, 09 Desember 2018 08:12

Sulit Adang Pasokan Senjata

PEMBANTAIAN 16 pekerja di Papua menjadi indikasi bahwa pasokan senjata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .