MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 27 Agustus 2018 11:26
WADUH..!! Air PDAM di Kabupaten Ini Keruh

Dirut: Ini Sudah Biasa Terjadi

PELAYANAN TERGANGGU: Menurunnya kualitas air baku PDAM dari Sungai Kandilo, membuat distribusi air ke rumah pelanggan tidak maksimal.

PROKAL.CO, TANA PASER–Pekan lalu, sejumlah warganet di media sosial (medsos) mengeluhkan tingkat kekeruhan air PDAM Tirta Kandilo Paser.  Hal tersebut memicu kekhawatiran warga, apakah air itu aman untuk dikonsumsi.

Muhammad Sarman, warga Jalan Noto Sunardi, Kecamatan Tanah Grogot mempertanyakan warna air PDAM yang mengaliri rumahnya. Pria yang tinggal dekat bantaran Sungai Kandilo itu mengakui kualitas air sungai yang merupakan sumber bahan baku PDAM memang seolah tidak layak.

“Yang saya bingung mengapa dari tahun ke tahun belum ada solusinya dari pemerintah daerah. Kita tahu PDAM juga kesulitan mengolah bahan baku jika kualitas sungai sudah seperti sekarang,” ujar pengusaha tambang pasir itu, kemarin (26/8).

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Tirta Kandilo Paser Muhammad Zam Zami mengatakan, keruhnya distribusi air imbas air baku di sungai yang sulit diolah. Namun, dia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi air dari PDAM. Karena keruh bukan jaminan tidak aman.

“Tidak berlangsung lama masa keruhnya itu yang saya tahu, hanya beberapa hari dan sekarang sudah normal lagi warnanya. Tidak ada masalah untuk imbasnya ke kesehatan. Ini sudah biasa memang terjadi,” sebutnya.

Hanya, dia belum bisa memastikan apakah akan terjadi lagi air yang keruh tersebut karena bergantung dari kualitas bahan baku. Dia mengatakan, aktivitas pertambangan batu bara sangat memengaruhi kualitas air baku dari sungai, ini terbukti dengan hasil kadar air sungai yang kadar kekeruhan air atau istilah hidrologi disebut Nephelometric Turbidity Units (NTU) mencapai 3.000 NTU.

Hal itu, menurut dia, yang terburuk. Angkanya memang fluktuatif tiap bulan. Tetapi sejauh ini dia pastikan air sungai masih aman. Berdasarkan standar teknis, seharusnya kadar NTU yang digunakan untuk air baku standar maksimalnya 200 NTU.

Dia berharap, ke depan pemerintah tidak sembarang membiarkan izin tambang batu bara beroperasi. Karena buruknya kualitas bahan baku karena tercampur limbah, biaya produksi PDAM dia terus membengkak. Untuk listrik saja mencapai Rp 600 juta per bulan di intake. Ditambah pompa yang harus ekstra beroperasi karena sulitnya bahan baku diolah.

“Tiap bulan bahkan ada beberapa hari bisa rusak pompa yang harganya hampir Rp 350 juta per unit. Belum lagi kebutuhan bahan kimia untuk proses di instalasi pengolahan, setidaknya per tiga bulan hampir merogoh kocek Rp 500 juta,” pungkasnya. (jib/kri/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 10:42

Musyawarah, Loh Kok Kepala BPN Tak Ada...??

PENAJAM–Pembayaran atas lahan warga Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, Kabupaten…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:39

LUMAYANLAH..!! UMK Paser 2019 Sebesar Ini...

TANA PASER–Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Paser (Disnakertrans) Sancoyo…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:26

16 Ribu KTP Elektronik Dimusnahkan

SANGATTA–Beberapa petugas terlihat asyik menyusun ribuan potongan kartu tanda penduduk…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:25

Bonus Porprov Diusulkan Rp 8 Miliar

BONTANG–KONI Kota Bontang meminta anggaran untuk bonus atlet peraih medali…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:24

Penumpang Pesawat Perintis Kini Melonjak

SANGATTA–Menjelang hari raya Natal dan tahun baru, penumpang pesawat perintis…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:23

Impikan Beras Basah Serupa Maladewa

BONTANG–Pembenahan Pulau Beras Basah hampir rampung. Destinasi wisata yang menjadi…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:22

Bawaslu Minta Peran Aktif Masyarakat

TANJUNG REDEB–Dalam tiga bulan terakhir sejak masa kampanye pemilihan umum…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:10

16 Ribu KTP Elektronik Dimusnahkan

SANGATTA  –  Beberapa petugas terlihat asyik menyusun ribuan potongan kartu…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:09

Bonus Porprov Diusulkan Rp 8 Miliar

BONTANG  –  KONI Kota Bontang meminta anggaran untuk bonus atlet…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:07

Impikan Beras Basah Serupa Maladewa

BONTANG  –  Pembenahan Pulau Beras Basah hampir rampung. Destinasi wisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .