MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 27 Agustus 2018 14:00
Membangun Maritim Indonesia sebagai Poros Dunia

PROKAL.CO, Oleh: Dr Fahmi Almady SPi, MP
(
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda)

NENEK moyangku seorang pelaut. Ini ungkapan dari sebuah syair lagu yang salah satunya menggambarkan kita adalah keturunan bangsa pelaut. Mengingat saat itu transportasi andalan adalah kapal atau perahu.  Karena Indonesia adalah negara kepulauan (archipelago state).

Jadilah kapal sebagai alat penghubung antarpulau bahkan antarkota dan desa di dalam masing-masing pulau tersebut.  Setelah merdeka pada 1945, segera para pendiri bangsa ini mengambil langkah inisiatif yang cepat dan strategis untuk mempertahankan dan mempersatukan bangsa secara de facto dengan mengumumkan wawasan Nusantara bernama Deklarasi Djoeanda pada 13 Desember 1957. Setelah 25 tahun barulah United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) mengakui tepatnya pada 1982. Selanjutnya termaktub dalam TAP MPR nomor II/MPR/ 1983. 

Adapun isi deklarasi tersebut yaitu segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, tidak memandang luas dan lebarnya, adalah bagian dari wilayah daratan Negara Indonesia. Kalimat deklarasi tersebut memiliki arti yang lugas tegas dan cerdas walaupun negara ini terdiri dari 17.800 pulau namun tetap menjadi satu dalam Indonesia. 

Presiden Indonesia Joko Widodo tertarik dengan maritim lantas menjadikannya sebagai isu strategis pembangunan Indonesia di kancah dunia melalui visi Poros Maritim Dunia.  Namun sebelum itu, pertama-tama sebaiknya pahami dulu definisi dari maritim berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Yakni berkenaan dengan laut, berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut. 

Selanjutnya visi poros maritim dunia yaitu pertama membangun kembali budaya maritim Indonesia. Maksudnya adalah bangsa Indonesia sadar bahwa dirinya sebagai bangsa yang identitasnya, kemakmurannya dan masa depannya sangat ditentukan oleh pengelolaan samudra.  Hal ini tidak perlu diragukan lagi tentang ideologi seluruh bangsa ini tentang pentingnya laut bagi kehidupan, karena 80 persen rakyat Indonesia tinggal di wilayah pesisir.

Kedua, menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut, melalui pengembangan industri perikanan dan nelayan sebagai pilar utamanya, sehingga kekayaan maritim digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.  Kekayaan maritim bukan hanya kualitas tetapi kuantitas. kekayaan berupa kuantitas yang dimaksud adalah potensi luas wilayah Indonesia yang terdiri atas daratan sekitar 1,92 juta kilometer (km) persegi, laut pedalaman dan laut teritorial 3,1 juta km persegi ditambah wilayah zona ekonomi eksklusif 2,7 km persegi dengan garis pantai sepanjang  81.000 km sama dengan jarak London (Inggris) sampai Moskow (Rusia). 

Selanjutnya kekayaan kualitas yang dimaksud adalah sumber daya alam (SDA), baik SDA yang dapat diperbarui (renewable resources) seperti udara, tanah, sinar matahari dan  keanekaragaman hayati yang hidup di atas bumi dan di dalam perairan. Perlu kita ketahui, Indonesia termasuk negara mega biodiversity karena memiliki 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut serta 950 spesies biota terumbu karang.            

Sedangkan yang tidak dapat diperbarui (non renewable resources) seperti mineral, minyak, dan gas bumi. 

Meminjam data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan terbukti minyak bumi Indonesia saat ini sebesar 3,3 miliar barel. Sebagai informasi, cadangan terbukti minyak bumi sebesar 3,3 miliar barel tersebut diidentifikasi dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas yang beroperasi di Indonesia. Tiga KKKS dengan cadangan terbesar, yaitu PT Pertamina sekitar 1.237 juta barel, Chevron Pacific Indonesia sebesar 639 juta barel, dan Pertamina Hulu Energi ONWJ LTd sebesar 427 juta barel.

Selain cadangan terbukti, masih ada cadangan potensial minyak bumi 3,9 miliar. Selain itu, terdapat unrecoverable oil  55 miliar barel di mana 4,6 miliar barel di antaranya merupakan potensi yang dapat diambil dengan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Adapun potensi sumber daya minyak dan gas (migas) Indonesia sekitar 84,4 miliar barel minyak ekuivalen. Meskipun demikian, boleh dikatakan sebagai negara penghasil minyak manfaatnya belum dirasakan.

Ketiga, pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, dengan membangun tol laut, deep seaport, logistik dan industri perkapalan dan pariwisata maritim.  Peresmian tol laut pada 2015 lalu dengan mengoperasikan tiga di antara enam trayek terbukti belum bisa dirasakan manfaatnya karena kegiatan muat barang pada 2016 mengalami penurunan sebesar 0,13 persen. Walaupun jumlah pelabuhan pada 2012 bertambah meski tak signifikan dari 571 menjadi 574 pelabuhan. Kementerian Perhubungan mencatat terjadi peningkatan armada pelayaran 53,65 persen, yakni dari angka 14.231 unit (2015) menjadi 21.866 unit (2016).

Keempat, melalui diplomasi maritim untuk bekerja sama dengan mitra Indonesia untuk menghilangkan sumber konflik di laut, seperti pencurian ikan, pelanggaran kedaulatan sengketa wilayah, perompakan serta pencemaran laut.  Kelima, Indonesia merupakan tumpuan jalur pelayaran dua samudra sehingga wajib membangun kekuatan, kedaulatan untuk menjaga kekayaan, keselamatan dan keamanan maritim. 

Keamanan dan keselamatan pelayaran menjadi mimpi buruk bagi Kementerian Perhubungan pada 2018 ini, setidaknya ada delapan kali kecelakaan yang sudah terjadi di tahun ini merenggut 229 korban jiwa. Paling banyak pada kecelakaan KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba dengan jumlah korban tewas dan hilang sebanyak 167 orang.

Lalu mengapa teritorial Kaltim penting bagi Indonesia sebagai poros dunia?

Harus dipahami, posisi Kaltim berada di wilayah Selat Makassar yang merupakan alur antara dari dua samudra. Yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia yang merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yaitu selat Lombok-selat Makassar-laut Sulawesi. 

Hal ini belum dioptimalkan keberadaannya sebagai potensi   memanfaatkan perairan untuk keuntungan bangsa. Misalnya membangun fasilitas pelabuhan terapung (floating port) di tengah-tengah Selat Makassar yang berfungsi sebagai tempat singgah kapal-kapal barang maupun kapal nelayan yang dapat memberikan layanan semua kebutuhan, baik berupa bahan bakar minyak (BBM), air bersih bahkan makanan. Selain itu, bisa berfungsi sebagai tempat perlindungan, pertolongan, bantuan kesehatan, keselamatan, keamanan dan pertahanan negara di wilayah Selat Makassar bahkan di perbatasan negara. 

Hal ini dapat dibangun dari pemanfaatan kapal tongkang yang banyak mangkrak dan masih layak di sepanjang Sungai Mahakam dengan modifikasi para ahli perkapalan akan terwujud.    

Kemudian, posisi Kaltim  di Selat Makassar penting sebagai lumbung garam untuk Indonesia bagian tengah karena memiliki potensi sumber air laut yang relatif baik ditinjau dari kualitas maupun kuantitas. Selain itu, dapat mendukung program revitalisasi tambak yang awalnya memproduksi udang dialihkan menjadi tambak garam khusus wilayah yang memiliki potensi sumber air yang memiliki kadar garam yang baik dan tidak tercemar.  Program ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan kebutuhan garam untuk industri dan makanan yang berasal dari impor sebesar 2,27 juta ton. Diketahui kebutuhan garam nasional sebesar 3,2 juta ton pada  2014. (timkp)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:42

Janji Bawa Lagi ke Kasta Tertinggi

PERSIBA Balikpapan yang bakal kehilangan Syahril HM Taher masih menimbulkan spekulasi siapa pengelola…

Kamis, 11 Oktober 2018 08:46

Kaltim Juga Rawan Gempa

Kaltim memang tak karib dengan gempa, namun bukan berarti Bumi Mulawarman tak pernah mengalami guncangan.…

Senin, 08 Oktober 2018 12:34

Mengharamkan Nikah Siri

Menghalalkan hubungan cinta yang terjalin adalah mimpi bagi banyak pasangan. Namun, tak sedikit yang…

Senin, 08 Oktober 2018 12:32

Banyak Mudaratnya ketimbang Enaknya

RINI dan Joni, bukan nama sebenarnya, sudah saling kelewat sayang. Namun, restu orangtua sang pria tak…

Senin, 08 Oktober 2018 12:31

Penghulu Dadakan Tergoda Bayaran

SECARA hukum, negara melarang pernikahan siri terhadap setiap warganya. Namun, praktiknya masih cukup…

Senin, 08 Oktober 2018 12:29

Nikah Siri, Perempuan dan Anak Jadi Korban

OLEH: SUWARDI SAGAMA(Pakar Hukum Perlindungan Anak/Dosen Hukum Tata Negara IAIN Samarinda) NIKAH siri…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:26

Vegetarian= Jaga Tubuh, Jaga Bumi

Anda adalah apa yang Anda makan. Ungkapan itu menjadi tren seiring makin tingginya kepedulian gaya hidup…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:21

Pedang Bermata Dua

MESKI diklaim membuat tubuh fit, fresh dan awet muda, menjalani hidup sebagai vegetarian lebih tak selamanya…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:10

Tren Menanjak Minat Menjadi Vegetarian

HASRAT menjadi vegetarian bahkan vegan trennya menanjak. Termasuk Kaltim. Berikut wawancara dengan Koordinator…

Kamis, 27 September 2018 09:19

Memangkas Emisi, Menjaga Bumi

Perubahan iklim yang kian buruk tak muncul begitu saja. Hujan yang tak tentu hingga kemarau yang terbilang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .