MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Minggu, 26 Agustus 2018 21:22
Suka Duka Profesi Ulu-Ulu atau Pembersih Sampah Kali Code
Pernah Diajak Duel hingga Dilempar Sampah dari Atas Jembatan
Ulu-ulu Kali Code kebanyakan warga yang tinggal di bantaran sungai. Ada 10 orang yang tergabung dalam ulu-ulu ini.

PROKAL.CO, Profesi ini mungkin belum begitu familiar di telinga masyarakat. Ulu-ulu Kali Code. Ya, profesi ini tugasnya khusus membersihkan sampah di sungai yang membelah Kota Jogja itu. Ulu-ulu Kali Code di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja. Bagaimana suka duka para ulu-ulu Kali Code?

 

 IWAN NURWANTO, Kota Jogja

 Ulu-ulu Kali Code kebanyakan adalah warga yang tinggal bantaran sungai. Ada 10 orang yang tergabung dalam tim ulu-ulu ini. Diakui, berprofesi sebagai ulu-ulu bukan menjadi hal yang ringan. Mereka setiap hari bergelut dengan sampah dan penyakit pun mengintainya.

Sebagai Koordinator Ulu-Ulu Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja,  Ariyanto, 46, setiap harinya bertugas membersihkan sungai agar tidak tercemar. "Kami tahu kalau sungai sudah tercemar. Tugas kami hanya menajaganya, agar tidak lebih tercemar lagi," ujarnya. Memulai pekerjaan dari pukul 08.00 hingga siang hari. Diawali dari berkumpul di basecamp di pinggir sungai yang terletak di Kotabaru, Gondokusuman, lalu menyusuri aliran Sungai Code menggunakan kapal dan pengait untuk mengambil sampah.

"Sehari bisa dapat satu Tossa. Itu nyarinya bisa sampai nyelam-nyelam. Kalau jadi ulu-ulu yang penting bisa berenang, sama tidak jijik megang sampah,” ujar Ariyanto. Bersama teman-temannya, Ariyanto sangat menikmati pekerjaan yang sering dipandang sebelah mata oleh orang lain ini. "Saya dan teman-teman sejak 2016 sudah direkrut untuk jadi ulu-ulu. Awalnya memang merasa jijik, tapi lama-lama juga menikmati,” ujarnya sambil tertawa.

Berbagai sampah dari sungai sering menjadi bahan candaan dan menjadi hiburan ketika bekerja. “Namanya juga bergelut dengan sampah, kadang juga nemu barang yang tak lazim. Ada pakaian dalam wanita bekas, kondom, popok, pembalut, bahkan bangkai juga sering kami temui,” ungkapnya.

Namun hal-hal seperti itulah yang menjadi hiburan tersendiri bagi ulu-ulu Code. Ivan Sapari, 36, rekan Ariyanto menceritakan, beberapa barang yang tak lazim itulah yang menjadi pengundang gelak tawa ulu-ulu Kali Code.

"Kadang kalau ada pakaian dalam wanita itu teman-teman sering dipegangin terus difoto, nanti kalau udah masuk grup biasanya jadi garap-garapan. Kerja kalau kayak gitu jadi gak capek,” ujar Ivan, terkekeh. Hal serupa juga diungkpkan Priyanto, 43. "Kadang suka ketawa sendiri kalau inget teman-teman saat di sungai itu. Kalau di rumah ada masalah, di sungai bisa ngelupain bentar," ujarnya.

Ia mengungkapkan, membersihkan sungai juga menjadi kesenangan tersendiri. “Kalau menyusuri sungai sering ada warga pinggir sungai itu nyapa terus nyemanagatin, kadang suka seneng, jadi ada yang menghargai kami gitu lho,” ujarnya.

Namun di balik itu, ulu-ulu juga memiliki risiko kesehatan tinggi. Berhadapan dengan penyakit berbahaya selalu menghantui mereka. “Kadang juga suka takut, sering nemu perban bekas luka, terus jarum suntik, seumpama itu punya orang yang punya penyakit berbahaya kan ngeri juga. Maka kami coba hati-hati, kadang juga sering ketemu ular atau digigit pacet,” ujar Dian Haryanto, 23.

Soal keamanan dan kesehatan, menurut Ariyanto, juga hal yang harus mulai diperhatikan pemerintah. "Memang gaji kami sudah UMR, namun hal lain seperti jaminan kesehatan, helm, kaus tangan, dan penunjang keselamatan lain menurut kami masih kurang. Kalau bisa ada tunjangan tambahan juga,” ujarnya tertawa.

Ariyanto dan teman-temannya juga sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pembuang sampah ke sungai. “Teman saya bahkan dulu pernah diajak berkelahi sambil diacungi senjata tajam, gara-gara negur jangan buang sampah di sungai itu,” katanya.

Sebagai ulu-ulu ia juga sering diremehkan, padahal niat mereka selain membersihkan juga mengedukasi. "Kami malah dibilang kalian itu kan dibayar emang buat bersihin sungai. Sebenarnya kami memberi edukasi tentang dampak buang sampah sembarangan tapi malah diperlakukan seperti itu. Ya udah kami  nikmatin saja,” ujarnya.

Ulu-ulu juga sering tidak dihargai ketika membersihkan sampah. Ariyanto mengatakan, ada beberapa orang yang membuang sampah dari atas jembatan saat mereka sedang membersihkan sungai di bawahnya. “Dengan santainya orang itu buang dari jembatan. Padahal tahu dan lihat kami di bawah sedang membersihkan,” tambahnya.

Para ulu-ulu berharap masyarakat sudah seharusnya peduli dengan kondisi sungai yang mulai memprihatinkan ini. "Sebenarnya kalau sungai bersih itu kan enak, masyarakat juga bisa mancing sama buat mandi. Bisa jadi potensi wisata juga. Kalau sudah kotor begini, kan nggak wangun juga," tandas Ariyanto yang diamini rekan-rekannya. (laz)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Januari 2019 07:19

Kuasai Semua Alat Musik di Pendopo

Kondisi Djoko Sudiro memang terbatas. Namun, Djoko tidak berhenti belajar,…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:02
Melihat Pelatihan Make-up di Rutan Klas IIB Balikpapan

Tepis Bosan, Modal agar Tak Kembali Terjerumus

Bayangan terhadap kelam dan buruknya kehidupan di balik dinding penjara…

Minggu, 06 Januari 2019 08:52

Mingalabar from Myanmar

Oleh: Firman Wahyudi   PERJALANAN dari Balikpapan ke Myanmar memakan…

Sabtu, 05 Januari 2019 06:57

Raih Harmony Award, Warga Punya Peran Besar

Kalimantan Utara (Kaltara) dinobatkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai provinsi dengan…

Sabtu, 29 Desember 2018 06:59

Evaluasi APBD Sudah Rampung, Menunggu Pengesahan DPRD

Draf APBD Kalimantan Utara (Kaltara) 2019 sudah dievaluasi Kementerian Dalam…

Rabu, 26 Desember 2018 11:54
Kisah Para Nelayan Pandeglang yang Selamat dari Tsunami

Selembar Penutup Boks Ikan Jadi Penyelamat

Kuatnya terjangan tsunami membuat kapal-kapal pencari ikan itu pecah. Nelayan…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:59
Menengok MRI Anyar Milik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo

Bantu Dokter Mampu Visualisasikan Jaringan Tubuh Terkecil Pasien

Setahun lalu diusulkan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru milik RSUD…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:45
AKP MD Djauhari, Kapolsek Loa Janan Peraih Medali Perak Porprov

Tetap Percaya Diri Meski Bersaing dengan Atlet Muda

Nama AKP MD Djauhari tak asing lagi di lingkungan atlet…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:38

Ikuti Adik Jajal Samarinda, Sudah Bidik Pasar Luar Negeri

Memiliki jiwa bisnis, putra sulung Presiden RI ke-7, Joko Widodo,…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:12

Penularan “Santun”, Pasien Tak Perlu Dijauhi

Stigma HIV/AIDS di kalangan masyarakat masih buruk. Penderitanya kerap dikucilkan:…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*