MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 25 Agustus 2018 07:20
Kepincut Durian Merah dan Ayam Urap Bakar-

Serunya Kaltim Post Tour de Ijen 2018 (3)

KULINER KHAS: Salah seorang peserta tur menanti racikan urap bakar khas Desa Kemiren, Banyuwangi yang disajikan secara tradisional. (ULIL/KALTIM POST)

PROKAL.CO, Setelah memacu adrenalin dengan rafting di Sungai Badeng, Banyuwangi, rombongan berkunjung ke Desa Wisata Osing. Kampung adat ini berjuang  mempertahankan tradisi di tengah arus modernisasi.

 BANYUWANGI memiliki 198 desa dan 28 kelurahan. Salah satu yang paling terkenal ialah Desa Kemiren yang terletak di Kecamatan Glagah. Di desa tersebut, terdapat Desa Wisata Osing. Seperti namanya, penduduk desa ini merupakan kelompok masyarakat yang memiliki adat istiadat dan budaya khas sebagai satu suku, yang dikenal sebagai suku Osing (Using).

 Ketua Adat Desa Kemiren Adi Purwadi menceritakan, Desa Kemiren lahir pada masa penjajahan Belanda. Sekitar 1830-an. Awalnya, desa ini hanyalah hamparan sawah serta hutan lebat yang banyak ditumbuhi pohon kemiri dan durian. Sehingga desa ini dinamakan Kemiren. Jenis durian paling terkenal di sini ialah durian merah. Tak ubah buah elai di Kalimantan. Adi mengatakan, durian merah di Kemiren memiliki rasa daging yang manis. Harganya pun terjangkau hanya Rp 20 ribu per kilogram.

 Sayang, saat rombongan singgah, belum memasuki masa panen. Padahal banyak peserta tur yang penasaran dan ingin membawanya sebagai oleh-oleh. Desa ini memiliki luas 117.052 meter persegi. Memanjang hingga 3 kilometer, yang di kedua sisinya dibatasi dua sungai, Gulung dan Sobo. Alirannya berasal dari Gunung Raung. Jika di Balikpapan satu kepala keluarga (KK) bisa membayar uang ratusan ribu rupiah untuk biaya air, di desa ini per KK hanya membayar sebesar Rp 5 ribu dalam sebulan.

 ”Mata air dari Gunung Raung membuat desa kami tidak pernah kekeringan. Selain persawahan dan perkebunan juga dialiri ke rumah-rumah warga. Airnya bisa diminum langsung dari keran,” tuturnya sembari mengambilkan air dari keran di dekat wastafel.  Airnya jernih dan tak berbau.

Berbeda dengan Suku Badui di Banten, suku Osing Kemiren bukanlah masyarakat yang menutup diri. Terbuka terhadap kemajuan zaman, gaya berpakaian masyarakatnya terutama kaum muda-mudi juga tak ubah masyarakat perkotaan. Meski begitu, mereka tetap kukuh menjalankan tradisi nenek moyang. Penuh seni budaya dan atraksi tradisional. Salah satunya Barong Osing.

 

Mayoritas rumah warga yang mempertahankan bentuk lamanya. Genting bata oranye. Dinding berbahan kayu dengan desain yang masih tradisional. Seperti rumah Adi yang kini menjadi rumah adat. Pekarangan depan cukup luas di mana ia memasang gong berukuran cukup besar dengan ukiran khas Banyuwangi. Yakni sepasang ular berwarna kuning dan merah dengan kepala wayang.    

Peserta tur juga sempat berkeliling.

 

Suasana desa terasa sejuk. Bangunan rumah berjajar. Saling berdekatan di kompleks permukiman yang padat penduduk. Banyak rumah warga dijadikan homestay wisatawan mancanegara. Biaya menginap murah meriah, hanya dengan Rp 125 ribu per malam, wisatawan yang menginap sudah mendapat sarapan.  

Rombongan Tour de Ijen gelaran Trans Borneo Adventure dan Borneo Enterprisindo (Event Organizer Kaltim Post) juga sempat mencicipi ayam urap bakar khas Desa Kemiren. Hidangan tradisional yang diolah langsung oleh warga sekitar. Untuk empat porsi dikenakan biaya Rp 80 ribu. Sudah termasuk nasi dan pendamping lauk-pauk seperti ampal jagung serta tempe goreng.

 

Lewat pemberdayaan, Adi mengatakan, tiap warga dapat mandiri tak lagi bergantung pemerintah. Sebagian warganya hidup sebagai petani dan pedagang, lainnya kini fokus pada pariwisata. Dilatih menjadi “change agent” dengan pembinaan berkala. Dikatakan, selama dua tahun terakhir, kunjungan wisatawan Nusantara maupun mancanegara ke Desa Kemiren meningkat. “Dua tahun terakhir, sekitar 800-1 juta orang datang kemari,” ucap pria yang mengenakan udeng dan pakaian berwarna hitam tersebut. 

Gencar melakukan berbagai upaya seperti mempertemukan pengusaha Bali dan Banyuwangi. Dirinya bersama pemerintah setempat juga menerapkan pendekatan strategi pemasaran, strategi promosi branding, advertising, dan selling (BAS). “Kami hanya ingin membuktikan, di tengah era modern Suku Osing akan terus bertahan dari masa ke masa,” tandasnya. (lil/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 November 2018 06:56

Banyak Ingin Mengadopsi, Segudang Harapan untuk Abidah Nur Ghania

Nasib bayi yang terbuang selalu banyak yang menginginkan. Seperti itu…

Sabtu, 10 November 2018 06:43

Enam Generasi Terisolasi, Kini Berkah Bertubi

Menjelang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, warga…

Sabtu, 10 November 2018 06:11

Ingin Kenalkan Paser lewat Batik

Bermodal kegigihan, pembatik Paser Suliono berhasil menjadikan batik Paser sebagai…

Sabtu, 03 November 2018 06:57

Sangat Nyaman Dilintasi, Teringat Jembatan Balikpapan-Penajam

Jembatan yang menghubungkan Hong Kong, Zhuhai, dan Makau, sudah diresmikan…

Kamis, 01 November 2018 10:11

Stop Makan Nasi, Kopi Jadi Sumber Energi

Tren minum kopi hitam tanpa gula semakin menjamur di Indonesia.…

Sabtu, 27 Oktober 2018 08:34

Jatuh Cinta dengan Majikan, Pemuda Ini Nikahi Janda 67 Tahun

 Ini kisah nikah beda usia yang terpaut jauh. Muhamad Idris,…

Sabtu, 27 Oktober 2018 02:07

Awalnya 16 Kapal yang Melayani, Kini Tersisa Tiga

Tanpa digratiskan pun, Jembatan Suramadu sudah menggerus habis kejayaan penyeberangan…

Sabtu, 27 Oktober 2018 01:51

Media Efektif Tangkal Hoax di Sosmed

Kaltim Post menjadi salah satu media yang memiliki rubrik khusus…

Minggu, 21 Oktober 2018 10:53

Pramugari Nyerah, Punya Suami yang Brutal di Ranjang

Mungkin Donwori, 31, berpikir jika Karin, 29, ini Dakota Johnson dalam…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:46

Syaratnya, Jangan Berisik, Jangan Menatap, Jangan Mendongak

Bisa bertemu orangutan dari jarak dekat adalah “kemewahan” yang ditawarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .