MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Kamis, 23 Agustus 2018 21:13
Terpisah 7 Dekade, Korban Perang Korea Ketemu Cuma 3 Hari
Reuni keluarga Korea yang hanya berlangsung tiga hari (AFP)

PROKAL.CO,  Selama tujuh dekade, para keluarga dan kerabat yang terpisah akibat Perang Korea akhirnya bertemu di Pyongyang. Perang yang berjalan selama tiga tahun telah memisahkan banyak orang dari keluarga mereka dan akhirnya dapat bertemu kembali setelah puluhan tahun menanti.

Dilansir JawaPos.com, sebagian besar orang telah meninggal dunia pascaperang, namun nyatanya sebanyak 60 ribu warga Korea Selatan (Korsel) berbondong-bondong untuk mendaftar reuni untuk bertemu keluarga mereka pada Rabu, (22/8), di Pyongyang. Pertemuan tersebut bahkan akan menjadi pertemuan pertama dan terakhir bagi para lansia.

Seperti diketahui, pihak terkait memprioritaskan para lansia berusia lebih dari 80 untuk mengkuti reuni selama tiga hari tersebut. Mereka dipersilahkan untuk saling melepas rindu dalam waktu yang sangat terbatas setelahnya mereka mungkin tidak akan bertemu lagi.

Suasana haru tentunya tampak semakin lekat ketika pengumuman pengeras suara mengumumkan bahwa reuni telah selesai. Lalu mereka mulai meninggalkan resor di Gunung Kumgang yang menjadi tempat reuni selama tiga hari.

Seorang nenek berusia 99 tahun asal Korsel Han Shin Ja bahkan tak rela harus berpisah kembali dengan kedua puterinya, ia tetap memeluk keduanya yang sudah berusia 70 tahunan sambil menangis.

"Ibu, ibu!", panggil keduanya saat ibu mereka harus pergi lagi. Han kemudian menjadi orang Korsel yang terakhir keluar dari resor, banyak dari mereka tetap dalam posisi bingung sambil menangis.

Pertemuan tersebut terasa sangat emosional, setelah tujuh dekade berpisah dan tak bertatap muka mungkin sekali rasanya bagi mereka bahwa hari itu terasa seperti mimpi. Mereka saling menatap penuh haru, seorang kakek Lee Ki Soon yang berusia 91 tahun bahkan merangkul kuat puteranya, "Saya tidak palsu, kamu punya ayah," katanya dengan senyum lebar seperti dilansir Channel News Asia.

Pertemuan-pertemuan yang sangat emosional melambangkan rasa sakit dari pembagian semenanjung Korea. Perang kedua Korea memang telah berakhir dengan genjatan senjata dan membagi Semenanjung Korea menjadi Selatan dan Utara. Namun hingga kini secara teknis dua Korea masih berperang karena masih melarang para warga pulang ke rumah masing-masing. (trz/JPC)


BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 14:25

Mobil Asli Buatan Vietnam VinFast Sudah Mengaspal

Produsen mobil asli Vietnam, VinFast, sudah mulai mengirimkan kendaraan pertamanya ke…

Senin, 17 Juni 2019 14:24

Kelewat Seksi, Dokter Cantik Ini Dicabut Izin Prakteknya

Seorang dokter asal Myanmar menjadi bahan pembicaraan penduduk lokal setelah…

Minggu, 16 Juni 2019 13:07

Lulus setelah 76 Tahun

NORMALNYA, siswa butuh tiga tahun untuk lulus SMA. Tapi, William…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:48

Pembunuhan Jurnalis Ancam Meksiko

MEXICO CITY – Kamis (13/6) menjadi hari yang menegangkan bagi…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:39

Malaysia Tahan Aktor Video Gay

KUALA LUMPUR – Muhammad Haziq Abdul Aziz ditangkap. Aktor video…

Jumat, 14 Juni 2019 16:38

Selingkuh Berbuah Penjara

BIRJU Salla harus membayar mahal karena ingin dekat dengan selingkuhannya.…

Jumat, 14 Juni 2019 15:27
Lebih dari 2 Ribu Kasus, 1.400 Berakhir Kematian

Dari Kongo, Ebola ke Uganda

KAMPALA – Virus ebola di Kongo telah menyebar ke negara…

Jumat, 14 Juni 2019 15:24

Balas Houthi, Saudi Bombardir Sana’a

RIYADH – Saudi berang. Mereka berjanji akan membalas serangan Houthi…

Kamis, 13 Juni 2019 14:48

Sudah Dihajar Kemarau, India Juga Disikat Badai

NEW DELHI – Cuaca ekstrem di India benar-benar membuat rakyatnya…

Kamis, 13 Juni 2019 14:45

Bayi Tewas lantaran Ditinggal Ortu Pesta

SEOUL – ’’Kamu pembunuh.’’ Makian semacam itu memenuhi akun media…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*