MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 21 Agustus 2018 10:57
Harga Ayam dan Telur Melonjak
-ilustrasi

PROKAL.CO, SENDAWAR–Persoalan harga kebutuhan pokok sepertinya tidak ada habisnya. Harga daging ayam dan telur di Kutai Barat (Kubar) kini melonjak naik. Sementara komoditas itu amat dibutuhkan masyarakat jelang Iduladha. Alasan klasik pun mengemuka, yakni karena jelang hari raya keagamaan.

“Harga daging ayam potong yang mengalami kenaikan mencapai 20 persen. Daging ayam broiler semula harganya Rp 40 ribu per kilogram, saat ini menjadi Rp 60 ribu bahkan ada yang Rp 65 per kilogram. Kami masih lakukan investigasi lapangan penyebab kenaikan harga daging ayam tersebut,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kubar Salomon Sartono, kemarin.

Begitu pula dengan harga telur ayam ras. Semula dijual Rp 45 ribu per piring (30 butir). Kini dijual Rp 55 ribu per piring. Salomon mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pengawasan ketat, agar pedagang dan tengkulak tidak memainkan harga pasar. “Untuk harga sembako dan daging ayam broiler, stoknya aman hingga Iduladha nanti. Hanya pasokan telur ayam ras di Kubar yang sedikit berkurang,” terangnya.

Sejumlah warga menyesalkan kepada pemerintah yang terkesan cuek dengan semakin merangkak naiknya kebutuhan pokok. Tidak pernah turun malah setiap tahun terus naik. Padahal, janji pemerintah akan memperhatikan kehidupan masyarakat. “Bagaimana bisa makmur harga kebutuhan pokok terus naik. Sementara pendapatan tidak mengalami kenaikan. Baik itu gaji perusahaan maupun aparat pemerintah,” kata Toni, warga Kubar.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Warni. Dia mengaku, harga kebutuhan pokok naik sementara gaji tidak naik. Bila hal ini tidak disikapi pemerintah maka akan menjadikan persoalan besar. Yakni munculnya aksi kriminal. “Kotak amal di warung kami dicuri Pak, beberapa hari lalu. Kalau dihitung ada sekitar Rp 1 juta uangnya,” kata Warni, pemilik warung sayuran di Kampung Sekolaq Joleq, Kecamatan Sekolaq Darat.

Tetangga Warni, pagi hari menjual sapi tapi malamnya ada seorang diduga mau mencuri hasil penjualan sapi tersebut. Anehnya, pelaku bias tahu bahwa pemilik rumah memiliki uang dari hasil menjual sapi. (rud/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 10:32

Ada yang Harus Skedul Ulang

SANGATTA - Kebijakan Pemkab Kutai Timur  (Kutim) yang menginginkan anggaran…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:30

Proyek 2015 Belum Dibayar Disdik?

SANGATTA - Surat perintah kerja (SPK) proyek di Dinas Pendidikan…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:29

Pembangunan Maratua Sangat Pesat

TANJUNG REDEB – Jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua dalam…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:25

Gaji Guru Honorer dan PTT Disamakan

TANJUNG REDEB – Kabar gembira bagi guru honorer yang mengabdi…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:24

Dicabuli Ayah Tiri, Mencoba Bunuh Diri

SANGATTA – Kasus pencabulan yang dilakukan terhadap anak tiri, terjadi…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:21

Sawah Jadi Tempat Buang Tanah

KUKAR–Kekecewaan terlihat dari wajah Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah.…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:20

Jalan Dua Desa Bakal Disemen

TENGGARONG–Di tengah defisit keuangan daerah, dua desa di Tenggarong Seberang,…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:17

Polri Ancang-Ancang Songsong Pemilu 2019

SENDAWAR–Seluruh personel Polres Kutai Barat (Kubar) punya tanggung jawab besar.…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:14

Perlu Evaluasi Menyeluruh

PENAJAM - Pembenahan bakal dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:12

Sepuluh Calon Tunggu Uji Kepatutan

TANA PASER – Penentuan siapa yang akan terpilih menjadi anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*