MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Selasa, 21 Agustus 2018 10:52
Dua Kapal Asing Ditenggelamkan

Rina: Tak Banyak yang Berani Masuk Indonesia

TINDAK TEGAS: Kapal hasil tangkapan kasus illegal fishing ditenggelamkan di perairan Tarakan, Senin (20/8).

PROKAL.CO, TARAKAN – Dua kapal sitaan yang merupakan barang bukti hasil tangkapan terhadap kasus illegal fishing di Kalimantan Utara (Kaltara) beberapa waktu lalu, ditenggelamkan di perairan Tarakan, Senin (20/8).

Penenggelaman barang bukti dilakukan dengan membocorkan badan kapal, sehingga tenggelam secara perlahan ke dalam laut. Penenggelamannya dikawal kapal dari aparat penegak hukum seperti Mabes Polri dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan.

“Dulunya kita pakai bom untuk memberikan different effect. Sekarang, semua sudah tahu bahwa kapal asing sudah takut ke Indonesia. Kini penenggelamannya hanya dengan melubangi badan kapal dan sudah dipilih lokasinya. Pada waktunya nanti akan menjadi rumah ikan dan  bisa menjadi tempat ikan berkumpul, jadi fishing ground,” kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rina, Senin (20/8).

Penenggelaman dua kapal tersebut merupakan bagian dari kegiatan serentak yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di seluruh Indonesia.

Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti selaku komandan satuan tugas pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal atau Satgas115, memimpin penenggelaman untuk 125 kapal pelaku illegal fishing, termasuk di Tarakan. 

“Penenggelaman kapal ini dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap untuk 116 kapal, dan berdasarkan penetapan pengadilan untuk 9 kapal,” ujar Rina yang membacakan amanah menteri KP.

Kapal-kapal tersebut mayoritas adalah kapal perikanan berbendera asing dengan jumlah 120 kapal. Sementara kapal berbendera Indonesia 5 kapal. Semuanya ditangkap melalui unsur Satgas 115, baik dari TNI AL, Polair Baharkam Kepolisian Republik Indonesia, Badan Keamanan Laut (Bakamla) maupun PSDKP KKP karena kapal-kapal tersebut melakukan tindak pidana di bidang perikanan.

Pelanggarannya berupa menangkap dan mengangkut ikan di wilayah pengelolaan dan perikanan RI tanpa surat izin usaha perdagangan (SIUP), menangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPPRI) tanpa Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), mengangkut ikan tanpa SIPI dan menangkap ikan menggunakan alat yang dilarang dan merusak lingkungan.

Penenggelaman ini sengaja dilakukan serentak pada momentum hari ke-73 Republik Indonesia. Sebagai bagian dari upaya KKP dalam menyampaikan pesan kemerdekaan Indonesia untuk merebut kembali kedaulatan sumber daya perikanan Indonesia.

Komando penenggelaman dilakukan dari Bitung, karena wilayah Perairan Sulawesi Utara salah satu wilayah merah untuk illegal fishing. Karena menjadi fishing zone kapal-kapal pencari ikan dari beberapa negara untuk mengambil kekayaan sumber daya perikanan di Tanah Air.

“Karena itu banyak kapal pelaku illegal fishing berbendera asing maupun Indonesia yang ditangkap di perairan Sulawesi bagian utara,” sambungnya.

Pengamanan perairan Sulawesi Utara dari kapal-kapal asing yang masuk Indonesia menjadi tantangan besar KKP. Komando penenggelaman yang dilakukan di Sulawesi Utara, diharapkan dapat meningkatkan manifestasi semua aparat penengak hukum. Di antaranya, TNI AL, Polri, PSDKP dan Bakamla untuk meningkatkan wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia menambahkan, rekapitulasi kapal pelaku illegal fishing yang ditangkap sejak Oktober 2014 sampai Agustus 2018 yang ditenggelamkan oleh Indonesia sejumlah 448 kapal.

Kebijakan yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan menenggelamkan kapal pelaku illegal fishing, dinilai Rina,sangat efektif dalam mengurangi tindak kejahatan penangkapan ikan di Nusantara.

“Sekarang ini untuk yang berani ke Indonesia tinggal sedikit. Kalau melihat beberapa tahun lalu pada 2012, di Aru kalau malam sudah seperti kota. Sekarang sudah senyap, tetapi masih ada. Terutama nelayan-nelayan yang bisa bermain di wilayah ZEE, dia bisa bermain di Indonesia. Kalau ada pengawas dia ke laut lagi. Di posisi-posisi batas seperti itu sekarang kita ketat menjaga,” pungkasnya. 

Sementara itu, dua kapal yang ditenggelamkan di perairan Tarakan, menurut keterangan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melalui Direktur Polisi Air (Polair) Polda Kaltara AKBP Heri Sasangka, hasil tangkapan jajarannya dilakukan tahun lalu dan 2018. 

“Itu sudah inkrah, makanya pelaksanaan ini tidak diledakkan tapi ditenggelamkan dengan cara dilubangi. Itu kita kan melaksanakan perintah dari pengadilan hasil putusan dirampas untuk dimusnahkan. Terserah bergantung dari apa putusannya,” ujar Heri Sasangka. (mrs/rio/san/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 08:25

Dominasi Rupiah di Perbatasan Meningkat

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengapresiasi upaya Bank…

Rabu, 19 September 2018 08:24

PLTA Terbangun, Perekonomian Bakal Tumbuh Pesat

TANJUNG SELOR – Respons Kaltara (ResKal) edisi ke-12 pada Selasa (18/9), kembali menghadirkan…

Selasa, 18 September 2018 11:42

Jangan Hanya Berpikir Jadi PNS

TANJUNG SELOR–Banyak lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja. Akibatnya, angka pengangguran…

Selasa, 18 September 2018 11:42

Dua WNI yang Diculik Belum Terdeteksi

TANJUNG SELOR–Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia, telah menindaklanjuti penculikan…

Selasa, 18 September 2018 11:41

Sayangkan Pelajar Diproses Hukum

TANJUNG SELOR–Pelaporan terhadap seorang pelajar SMP di Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, kepada…

Selasa, 18 September 2018 11:40

Api Diduga dari Kamar Kosong

TANJUNG SELOR–Polres Bulungan masih menyelidiki kebakaran di Jalan MT Haryono, Tanjung Selor,…

Selasa, 18 September 2018 11:39

Warga Filipina Bawa Sabu 5 Kg

TANJUNG SELOR–Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Batalyon Infantri…

Selasa, 18 September 2018 08:22

Pemerintah Siapkan Rp 638 M untuk Jalan Perbatasan

JAKARTA – Kalimantan Utara (Kaltara) semakin diperhatikan. Buah dari  komunikasi intensif…

Selasa, 18 September 2018 08:20

Peringatan Harhubnas Jadi Momentum Mawas Diri

TANJUNG SELOR – Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2018 pada 17 September, menjadi…

Senin, 17 September 2018 08:19

Pengobatan Dokter Spesialis Gratis Digelar

JAKARTA – Pemberian pelayanan kesehatan dengan sistem “jemput bola” melalui program…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .