MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Selasa, 21 Agustus 2018 10:52
Dua Kapal Asing Ditenggelamkan

Rina: Tak Banyak yang Berani Masuk Indonesia

TINDAK TEGAS: Kapal hasil tangkapan kasus illegal fishing ditenggelamkan di perairan Tarakan, Senin (20/8).

PROKAL.CO, TARAKAN – Dua kapal sitaan yang merupakan barang bukti hasil tangkapan terhadap kasus illegal fishing di Kalimantan Utara (Kaltara) beberapa waktu lalu, ditenggelamkan di perairan Tarakan, Senin (20/8).

Penenggelaman barang bukti dilakukan dengan membocorkan badan kapal, sehingga tenggelam secara perlahan ke dalam laut. Penenggelamannya dikawal kapal dari aparat penegak hukum seperti Mabes Polri dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan.

“Dulunya kita pakai bom untuk memberikan different effect. Sekarang, semua sudah tahu bahwa kapal asing sudah takut ke Indonesia. Kini penenggelamannya hanya dengan melubangi badan kapal dan sudah dipilih lokasinya. Pada waktunya nanti akan menjadi rumah ikan dan  bisa menjadi tempat ikan berkumpul, jadi fishing ground,” kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rina, Senin (20/8).

Penenggelaman dua kapal tersebut merupakan bagian dari kegiatan serentak yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di seluruh Indonesia.

Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti selaku komandan satuan tugas pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal atau Satgas115, memimpin penenggelaman untuk 125 kapal pelaku illegal fishing, termasuk di Tarakan. 

“Penenggelaman kapal ini dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap untuk 116 kapal, dan berdasarkan penetapan pengadilan untuk 9 kapal,” ujar Rina yang membacakan amanah menteri KP.

Kapal-kapal tersebut mayoritas adalah kapal perikanan berbendera asing dengan jumlah 120 kapal. Sementara kapal berbendera Indonesia 5 kapal. Semuanya ditangkap melalui unsur Satgas 115, baik dari TNI AL, Polair Baharkam Kepolisian Republik Indonesia, Badan Keamanan Laut (Bakamla) maupun PSDKP KKP karena kapal-kapal tersebut melakukan tindak pidana di bidang perikanan.

Pelanggarannya berupa menangkap dan mengangkut ikan di wilayah pengelolaan dan perikanan RI tanpa surat izin usaha perdagangan (SIUP), menangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPPRI) tanpa Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), mengangkut ikan tanpa SIPI dan menangkap ikan menggunakan alat yang dilarang dan merusak lingkungan.

Penenggelaman ini sengaja dilakukan serentak pada momentum hari ke-73 Republik Indonesia. Sebagai bagian dari upaya KKP dalam menyampaikan pesan kemerdekaan Indonesia untuk merebut kembali kedaulatan sumber daya perikanan Indonesia.

Komando penenggelaman dilakukan dari Bitung, karena wilayah Perairan Sulawesi Utara salah satu wilayah merah untuk illegal fishing. Karena menjadi fishing zone kapal-kapal pencari ikan dari beberapa negara untuk mengambil kekayaan sumber daya perikanan di Tanah Air.

“Karena itu banyak kapal pelaku illegal fishing berbendera asing maupun Indonesia yang ditangkap di perairan Sulawesi bagian utara,” sambungnya.

Pengamanan perairan Sulawesi Utara dari kapal-kapal asing yang masuk Indonesia menjadi tantangan besar KKP. Komando penenggelaman yang dilakukan di Sulawesi Utara, diharapkan dapat meningkatkan manifestasi semua aparat penengak hukum. Di antaranya, TNI AL, Polri, PSDKP dan Bakamla untuk meningkatkan wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia menambahkan, rekapitulasi kapal pelaku illegal fishing yang ditangkap sejak Oktober 2014 sampai Agustus 2018 yang ditenggelamkan oleh Indonesia sejumlah 448 kapal.

Kebijakan yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan menenggelamkan kapal pelaku illegal fishing, dinilai Rina,sangat efektif dalam mengurangi tindak kejahatan penangkapan ikan di Nusantara.

“Sekarang ini untuk yang berani ke Indonesia tinggal sedikit. Kalau melihat beberapa tahun lalu pada 2012, di Aru kalau malam sudah seperti kota. Sekarang sudah senyap, tetapi masih ada. Terutama nelayan-nelayan yang bisa bermain di wilayah ZEE, dia bisa bermain di Indonesia. Kalau ada pengawas dia ke laut lagi. Di posisi-posisi batas seperti itu sekarang kita ketat menjaga,” pungkasnya. 

Sementara itu, dua kapal yang ditenggelamkan di perairan Tarakan, menurut keterangan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melalui Direktur Polisi Air (Polair) Polda Kaltara AKBP Heri Sasangka, hasil tangkapan jajarannya dilakukan tahun lalu dan 2018. 

“Itu sudah inkrah, makanya pelaksanaan ini tidak diledakkan tapi ditenggelamkan dengan cara dilubangi. Itu kita kan melaksanakan perintah dari pengadilan hasil putusan dirampas untuk dimusnahkan. Terserah bergantung dari apa putusannya,” ujar Heri Sasangka. (mrs/rio/san/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 08:03

Ekonomi KaltaraTumbuh Positif

TANJUNG SELOR – Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Kaltara hingga triwulan III 2018 mencapai…

Rabu, 14 November 2018 08:03

Generasi Milenial Dituntut Lebih Inovatif

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie memberikan motivasi kepada ratusan wisudawan/wisudawati…

Rabu, 14 November 2018 08:01

Guru Kunci Utama Kemajuan Pendidikan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kaltara menyadari bahwa guru adalah kunci utama untuk memajukan…

Rabu, 14 November 2018 07:45

Siapa Berhak Terbitkan Izin?

NUNUKAN – Hingga sekarang, izin berlayar sejumlah perahu,speedboat, longboat yang beroperasi lintas…

Rabu, 14 November 2018 07:40

Bahas SOA, Semua Camat Akan Diundang

TANJUNG SELOR - Besaran anggaran Subsidi Ongkos Angkut (SOA) khusus barang Pemerintah Provinsi Kalimantan…

Rabu, 14 November 2018 07:39

Dua ABK Diduga Terkurung Dalam Kapal

TANJUNG SELOR - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dua korban tenggelam yang merupakan kru atau…

Rabu, 14 November 2018 07:34

Dua Pekan, Polisi Tilang 792 Pengendara

NUNUKAN – Melalui Operasi Zebra yang dilaksanakan serentak se-Indonesia selama 14 hari,dan berakhir…

Rabu, 14 November 2018 07:33

Kemenpan RB Janji Evaluasi Hasil

TANJUNG SELOR – Mengingat minimnya jumlah peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS yang memenuhi…

Selasa, 13 November 2018 07:38

Harus Makin Lebih Baik

TANJUNG SELOR – Setelah serah terima aset dan personel Pelabuhan Tengkayu I, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Ajak Transformasikan Semangat Pahlawan

TANJUNG SELOR – Peringatan Hari Pahlawan tahun ini harus mampu melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .