MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 21 Agustus 2018 13:00
Soal Ini, Isran-Hadi Mulai Melunak

Jika Sesuai Visi dan Misi, Proyek Gubernur Faroek Dilanjutkan

Isran dan Hadi Mulyadi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Isran Noor dan Hadi Mulyadi memastikan visi dan misinya diakomodasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018–2023. Pasangan gubernur dan wakil gubernur Kaltim terpilih itu membentuk tim khusus berjumlah 12 orang. Mereka akan  menyusun RPJMD tersebut bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim.

Ketua Tim Penyusun RPJMD Isran Hadi, Adi Bukhari Muslim mengatakan, pihaknya saat ini sedang mencermati rencana teknokratik RPJMD 2018–2023 yang telah disusun Bappeda Kaltim bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan perguruan tinggi.

Pencermatan itu mesti dilakukan untuk memastikan fokus Isran-Hadi di bidang pertanian dan pembangunan berbasis desa masuk rancangan tersebut. “Kami masih pelajari,” ucap Adi Bukhari ditemui di sela forum konsultasi publik rancangan teknokratik RPJMD di Hotel Midtown, kemarin (20/8).

Diungkapkan mantan kepala Bappeda Kaltim itu, selain merancang RPJMD 2018–2023, pihaknya juga mengevaluasi RPJMD 2013–2017. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan rancangan yang disusun selanjutnya bisa lebih baik. Pencapaian yang diinginkan tercapai lebih maksimal.

Selama 10 tahun kepemimpinan Awang Faroek Ishak, sebut Adi, sudah banyak pencapaian yang berhasil dilakukan. Pihaknya tetap komitmen melanjutkan apa yang sudah dilakukan pada periode sebelumnya. Namun, jika ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai visi dan misi Isran-Hadi, pihaknya bakal melakukan penyesuaian.

Kondisi itu pertanda bahwa Isran-Hadi mulai melunak dengan Faroek. Mengingat beberapa waktu lalu, Isran kerap mengumbar pernyataan bahwa tak akan melanjutkan proyek Faroek. Dia meminta proyek-proyek di era kepemimpinan Faroek dilakukan audit investigasi.

“Bagi kami, RPJMD ini seperti perangkat yang siap dipakai. Sudah ada sistemnya, tinggal diisi. Karena itu, kami tidak akan terlalu jauh masuk ke dapur Bappeda Kaltim saat ini,” tutur dia.

Lebih lanjut, menurutnya, RPJMD 2018–2023 yang telah disusun Bappeda Kaltim diyakini 90 persen keinginan Isran-Hadi telah masuk. Namun, diakuinya, ada beberapa penekanan yang perlu didiskusikan lagi dengan Bappeda Kaltim. Misalkan, konsep infrastruktur pedesaan dan peningkatan ekonomi dari sisi pertanian.

“Jadi, memang Pak Isran dan Pak Hadi ini maunya program yang langsung menyentuh ke masyarakat. Pembangunan infrastruktur yang tidak menyentuh langsung tidak akan diprogramkan,” ujarnya.

Bappeda Kaltim, sejauh ini, menurutnya sudah sangat terbuka untuk berkomunikasi. Bahkan sudah disediakan ruang khusus untuk timnya membahas RPJMD dengan Bappeda Kaltim. Ruang tersebut bisa dipakai setiap hari untuk mendiskusikan masukan dari pihaknya untuk Bappeda Kaltim yang tengah menyusun RPJMD. “Mulai pekan depan, 29 Agustus, kami akan intens diskusi di Bappeda Kaltim,” ungkapnya.

Tim penyusun RPJMD Isran-Hadi alias Tim 12 terdiri dari kalangan profesional dan politikus. Tim 12 dipimpin langsung Adi Bukhari Muslim. Dia sudah pengalaman dalam menyusun RPJMD. Kemudian sekretaris dijabat Zaenal Haq (Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim).

Tim ini didampingi kalangan profesional dari perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat. Dari perguruan tinggi ada Zulkarnain, dosen di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dan Prof Rachim, rektor Universitas Widyagama Mahakam (UWGM) Samarinda.

Koordinator Humas dan Media Tim 12 Isran-Hadi Abdul Rohim menyebut, pihaknya akan memberikan titik perhatian di bidang infrastruktur. Isran-Hadi ingin pembangunan infrastruktur yang masuk RPJMD adalah infrastruktur, khususnya jalan yang dapat mengakses sentra produksi dan pedesaan. “Jalan jangan sekadar jadi perlintasan, tapi harus bisa mengakses hasil-hasil perkebunan di Kaltim agar bisa mudah keluar,” ucapnya.

Ditambahkan, Tim 12 ditarget menyelesaikan penyusunan RPJMD bersama Bappeda Kaltim hingga November. Sehingga ketika Isran-Hadi dilantik, dokumen RPJMD sudah siap dan bisa ditetapkan sebagai peraturan daerah.

Terpisah, Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain memastikan, pihaknya siap menerima kedatangan tim Isran-Hadi untuk menyusun RPJMD. Diskusi-diskusi akan dilakukan secara intensif. Pihaknya akan menggelar pertemuan lanjutan bersama akademisi dari Unmul dan Universitas Gadjah Mada (UGM). “Nanti kami berikan semua data yang Tim 12 perlukan. Kami siapkan  ruangan khusus konsolidasi setiap hari,” ujar Zairin.

Dia mengakui, berdasar evaluasi masih ada beberapa target yang tercapai, tapi ada juga yang belum. Salah satunya karena keterbatasan anggaran. “Seperti pengentasan kemiskinan. Program harus lebih menyentuh ke masyarakat. Masih jadi pekerjaan rumah untuk lima tahun ke depan,” tutupnya.

Untuk diketahui, empat bulan menjelang pelantikan, Isran-Hadi mulai tancap gas. Keduanya telah membentuk tim transisi. Tim khusus untuk menyusun RPJMD 2019–2023. Namun, belakangan terjadi penolakan dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Bahkan, Faroek menilai, tim transisi tak perlu ada.

Faroek berdalih, istilah tim transisi lazimnya digunakan pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah. Mantan bupati Kutai Timur itu menyatakan, Pemprov Kaltim tidak bisa disamakan dengan istana. Gubernur baru bukan memulai sesuatu yang baru, tapi melanjutkan program pembangunan yang sudah dikerjakan kepala daerah sebelumnya.

Menurut Faroek, gubernur dalam menjalankan program pembangunan harus berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kaltim 2005–2025. Isran-Hadi tinggal menyusun RPJMD 2019–2023. Program yang akan dijalankan selama masa pemerintahannya. “Seperti mau bentuk kabinet saja, tidak perlu ada tim transisi,” kata Faroek.

Meski begitu, dia mempersilakan tim Isran-Hadi berkomunikasi dengan DPRD Kaltim maupun ke Bappeda Kaltim. Namun, sifatnya masih sebatas masukan atau usulan ide, bukan intervensi. Karena hal itu hanya bisa dan boleh dilakukan oleh gubernur definitif.

Tim ahli Isran-Hadi, sebut dia, bisa memberikan masukan dalam penyusunan RPJMD. Sebab, hal itu memang menjadi hak Isran Noor dan Hadi Mulyadi. Sehingga, tidak perlu ada tim transisi.

Faroek memastikan, pihaknya akan terbuka jika tim tersebut ingin mendapatkan informasi di Bappeda Kaltim. Tim itu juga dipersilakan menjalin komunikasi atau menyumbang pemikiran dengan perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Pemprov Kaltim. Salah satunya Universitas Mulawarman (Unmul).

“Sabar saja lah, nanti kalau sudah jadi gubernur, bisa minta orang untuk membantu Bappeda Kaltim menyempurnakan RPJMD itu. Intinya, yang sudah dikerjakan, diperbaiki. Yang baik dilanjutkan itu saja,” tambahnya. (*/him/rom/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 17:20

DPK Kaltim dan Kaltara di Bank Terkumpul Rp 98,82 Triliun

SAMARINDA - Hasil penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:41

ALHAMDULILLAH..!! Proyek Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Boleh Dilanjutkan

SETELAH mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan, Panitia Pengadaan Lahan Pulau…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Kinerja Industri Non-migas Membaik

SAMARINDA  -   Kinerja industri pengolahan non-migas mulai menunjukkan perbaikan.…

Jumat, 14 Desember 2018 22:17

Pendirian Pabrik Semen di Kutai Timur Berlanjut

SAMARINDA - Tidak lama lagi, pabrik semen yang pertama di…

Jumat, 14 Desember 2018 22:14

Gubernur Tanya Isu Sawit ke Dubes Belgia, Begini Jawabannya...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan pertemuan dengan Dubes…

Jumat, 14 Desember 2018 09:57

Bos Bank Indonesia Bilang, Harga Tiket Pesawat 2,1 Juta Masih Wajar

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor rapat bersama dengan Tim…

Jumat, 14 Desember 2018 08:25

Pahala yang Sia-Sia

CATATAN: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda) URUSAN…

Jumat, 14 Desember 2018 07:41

Banyak Pemdes Ngutang di Toko Bangunan, Sisa ADD Dipertanyakan

PENAJAM – Puluhan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendatangi kantor…

Jumat, 14 Desember 2018 07:37

NGANGGUR DAH..!! Kontrak Ribuan Honorer Bakal Dihapus

PENAJAM – Keberadaan tenaga harian lepas (THL) atau tenaga honorer…

Kamis, 13 Desember 2018 22:01

CATAT NIH..!! Selama Dua Tahun, Tak Ada Proyek Besar di Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan periode tahun 2019…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .